
Guna menyenangkan putranya, Usai pengambilan rapor dan berbincang sejenak dengan Tamara, Fernando mentraktir Nicholas dan sahabat-sahabatnya makan di warung bakso tempat ia bertemu kembali dengan istrinya.
Seolah tak peduli dengan pengunjung lain yang menjadikan mereka pusat perhatian, tentu karena wajah tampan keempat lelaki yang berbeda usia plus balita menggemaskan itu, mereka memakan dengan lahap bakso yang disajikan.
Tak lupa membungkus untuk Rara yang sedang berada di apartemen.
Usai magrib, Fernando meminta putra dan kedua temannya yang menginap di apartemen untuk menjaga Arana, karena ia ingin mengajak istrinya pergi ke suatu tempat dan menginap.
Rara protes, namun lagi-lagi ia hanya bisa pasrah dengan perintah suaminya.
ketiga remaja itu plus Xander yang baru datang tak keberatan dititipi balita menggemaskan dan anteng seperti Arana.
"Sebenarnya kita mau kemana sih mas? pake acara nitipin Arana segala, kenapa nggak dibawa aja sih?"Tanya Rara yang duduk di sebelah bangku kemudi.
Fernando yang sedang menyetir tersenyum mendengar pertanyaan istrinya, "kamu ikut aja, nanti juga tau,"jawabnya.
"Tapi kenapa mesti menginap segala sih?"
"Sehari semalam aja kok, lagian kita udah lama nggak pergi berdua aja,"
Rara hanya diam, tak menanggapi ucapan suaminya, ia malas berdebat, ia tau betul akhirnya akan bagaimana.
Suaminya akan selalu jadi pemenangnya, sedangkan dirinya akan jadi pihak yang kalah.
Tak lama Mobil berhenti tepat di depan gerbang berwarna hitam, Rara melihat ke sekeliling, "loh bukannya ini rumah kita ya! kok malah kesini?"tanyanya.
Fernando tak menjawab, ia membuka gerbang menggunakan remote, tak lama gerbang terbuka, rumah tiga lantai yang cukup megah.
Lelaki itu memarkirkan mobilnya di parkiran bawah tanah, bersebelahan dengan mobil sport berwarna merah dan motor berwarna sama.
Fernando bahkan membukakan pintu mobil untuk istrinya,
Keduanya menuju lift yang membawanya ke lantai satu,
Alangkah terkejutnya Rara ketika lift terbuka, didepannya ada banyak lilin di kedua sisi menuju sekumpulan kelopak bunga mawar merah yang berbentuk hati.
Rara sampai menutup mulutnya tak percaya, ia bingung, mengapa suaminya tiba-tiba jadi romantis.
Fernando memeluk istrinya dari belakang, "Selamat datang di rumah kita sayang,"ucapnya lalu mencium pipi wanita yang dicintainya.
Rara tersenyum dan mengucapkan terima kasih,
Fernando menuntun istrinya menuju ruang makan, yang di mejanya terdapat hidangan.
Lelaki itu mempersilahkan istrinya untuk duduk,
Mereka duduk saling berhadapan dengan meja panjang dihadapan keduanya.
__ADS_1
"Mas, perasaan ini bukan hari spesial deh, Anniversary bukan, ulang tahun juga bukan, terus dalam rangka apa kamu sampai begini? ini bukan kamu banget,"ujar Rara heran.
"Memangnya aku nggak boleh bersikap seperti ini?"tanyanya.
"bukannya nggak boleh, aku sih seneng kalau sesekali kamu begini, cuman kok aneh ya!"Sahut wanita dengan kerudung hitam itu.
"aku hanya ingin quality time berdua sama kamu, udah lama kita nggak begini bukan?"
Rara mengangguk menyetujui ucapan suaminya, memang terkadang quality time seperti ini diperlukan oleh pasangan apalagi keduanya sering berjauhan.
"Kita makan dulu Rara sayang,"ucap Fernando mempersilahkan Rara menyantap hidangan yang ada dihadapan wanita itu.
Rara menunduk, lalu mengernyit, ia membandingkan isi piringnya dengan milik suaminya, kenapa berbeda,
"Mas, kok makanan aku beda sama punya kamu?"tanyanya heran.
Fernando mulai mengiris daging steak yang ada di piringnya, sambil mengunyah ia berucap, "kamu harus banyak makan ikan dan sayur juga buah mulai sekarang,"jawabnya.
"oke nggak masalah, tapi kenapa mesti beda sama kamu?"tanya Rara masih penasaran.
"Kata Asha harus gitu, aku makan daging sedangkan kamu makan ikan dan sayur,"
"kok jadi mbak Asha, maksudnya apa sih?"
"kita lagi program anak laki-laki sayang, seperti yang aku bilang, aku ingin kamu hamil lagi dan memiliki anak laki-laki,"jelas Lelaki bermata hijau itu.
Rara akhirnya menurut, dan mulai memakan steak salmon dengan saus mushroom dilengkapi dengan brokoli juga wortel.
"aku suruh orang lah, masa iya aku kerjain sendiri,"
"bener juga ya, kamu kan males banget kalau kerjain pekerjaan rumah tangga apalagi yang ribet kayak gini,"ucap Rara sambil menikmati makanannya.
"itu tau, lagian biar uang aku ada gunanya dikit, kan bisa buka lapangan kerja juga bukan,"
"ya iya sih, ngomong-ngomong kapan kita mulai tinggal disini?"
"Setelah aku mencoba semua fasilitas yang ada di rumah ini bersama kamu,"
Rara mengernyit bingung, "maksudnya apa sih mas? bukankah nantinya kita bisa memakai semua fasilitas yang ada disini?"tanyanya.
Fernando menyeka mulutnya dengan kain yang tersedia di sana, lelaki itu tersenyum, "tentu saja bercinta sama kamu di semua tempat yang ada disini,"jawabnya.
Rara melongo mendengarnya, ia tak habis pikir suaminya mempunyai pemikiran seperti itu.
"Habiskan makanan kamu sayang, setelah ini kamu harus punya tenaga banyak,"
Rara menggeleng, suaminya terkesan maniak dalam urusan hubungan intim.
__ADS_1
Rara yang sedang mencuci piring, tiba-tiba dipeluk oleh suaminya dari belakang, "besok akan ada yang beresin semua ini, kamu nggak perlu repot sayang,"bisik lelaki itu tepat di telinganya.
Rara merinding seketika, namun berusaha mengendalikan dirinya, "Aku risih kalau mau tidur ada piring kotor,"
"senyaman kamu aja,"Tutur Fernando sambil meraba perut rata istrinya yang tertutup gamis berwarna hitam.
Baru selesai mengelap tangannya dengan serbet setelah mencuci piring, Fernando langsung memeluknya, "Sayang gimana kalau kita melakukannya disini, kayaknya seru,"
"kenapa nggak di kamar aja sih mas, kalau ada orang gimana? malu tau,"
"hanya ada kita berdua disini sayang, mereka sedang ada di rumah belakang,"
"Terus kalau tiba-tiba mereka kesini gimana?"
"Sudah terkunci otomatis dan hanya aku yang bisa buka,"
Begitulah Fernando yang tak akan bisa Rara bantah.
Keduanya mulai saling bercumbu, Fernando mengangkat istrinya ke atas kitchen island tanpa melepas tautan bibir mereka.
Meskipun tak akan ada orang yang masuk, Fernando tak membuka kerudung dan gamis istrinya, ia hanya menyingkap gamis dan melepas celana legging milik wanita itu.
Rara membantu membuka sabuk merk ternama milik suaminya.
Meskipun masih mengenakan pakaian yang lengkap keduanya bisa melakukannya, sensasinya sungguh berbeda.
Tanpa melepas tautan itu, sambil menggendong istrinya, Fernando berjalan menuju lift menuju lantai tiga dimana terdapat kamar utama milik keduanya.
Baru saat berada di kamar mereka melepas semua kain yang menempel pada tubuh keduanya.
Hanya terdengar suara-suara yang menandakan betapa panasnya malam itu,
Stamina Fernando yang begitu kuat, juga tahan lama meskipun tak memakai obat apapun.
Tak heran jika banyak wanita yang mengejar dirinya, selain wajah blasteran yang tampan, lelaki itu juga memiliki fisik yang kuat, apalagi dalam urusan ranjang.
Fernando benar-benar ingin menandai setiap sudut rumah barunya dengan kegiatan panasnya bersama sang istri.
Pagi hari sebelum subuh, keduanya berendam di jacuzzi dan bercinta di sana.
Usai beribadah secara berjamaah, keduanya sarapan sereal dan pisang.
kelopak bunga dan lilin sudah tidak ada,
Fernando mengajak istrinya untuk mencoba masuk mobil sport berwarna merah yang ada di parkiran, dan untuk memenuhi fantasi lelaki itu, keduanya bercinta didalam mobil itu.
Di kamar tamu, ruang tamu, di sofa ruang keluarga tak luput dari kegiatan panas itu.
__ADS_1
Bahkan Fernando mengajak istrinya bercinta di ruang bermain milik anak-anaknya.
Rara hanya bisa pasrah memenuhi fantasi s"x suaminya.