Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
delapan puluh satu


__ADS_3

Fernando bersama Rara menjemput Tamara di hotel tempat wanita itu menginap, sedangkan Umi Fatimah bersama mamang Hendi yang baru datang tadi pagi menjemput Nicholas untuk dibawa ke Sukabumi.


Fernando duduk dibalik kursi kemudi sedangkan Rara menemani Tamara di jok belakang.


Tamara bercerita tentang kehidupannya diluar negeri, sejak mengetahui dirinya hamil usai lulus SMA, ia meminta pada orangtuanya untuk berkuliah di luar negeri dengan tujuan menutupi kehamilannya itu.


Wanita itu berfikir, tidak mungkin meminta pertanggung jawaban Fernando yang notabene masih bersekolah, juga melihat latar belakang orang tua lelaki itu yang seorang singel parent dengan profesi sebagai guru honorer saat itu, ia menganggap umi Fatimah tidak akan mampu membiayai hidup Tamara dan bayinya kelak.


Sembari berkuliah, Tamara menjalani kehamilannya, awalnya ia marah dengan dirinya sendiri, namun setelah melihat USG janin miliknya, pemikirannya berubah, ia jadi sangat menyayangi calon bayinya itu.


Saat itu keuangan keluarganya masih berlebih, sehingga saat ia melahirkan Nicholas, ia sanggup membayar seorang nanny untuk menjaga puteranya.


Hingga ia lulus kuliah, ia langsung mendapatkan pekerjaan di negara yang sama, kehidupan bahagia saat itu.


Dua tahun bekerja, ia menjalin hubungan dengan salah satu lelaki bule, mereka bahkan tinggal bersama tanpa ikatan, hingga setahun bersama, hubungan itu berakhir dikarenakan lelaki itu selingkuh dengan rekan kerjanya.


Seperti tak jera, dalam waktu setengah tahun, Tamara berhasil move on dan kembali menjalin hubungan dengan rekan satu kantor, ia juga tinggal bersama dengan lelaki itu tanpa ada ikatan, hubungan putus begitu saja, dikarenakan lelaki itu memutuskan kembali ke negara asalnya.


Dan setelahnya selalu sama, beberapa kali menjalin hubungan tanpa ikatan pernikahan, hingga pacar terakhirnya melamarnya, dan menikahinya dua tahun yang lalu, namun baru beberapa bulan menikah , dokter memvonis Tamara mengidap kangker serviks, mengetahui hal itu, bukannya mendampingi istrinya, suaminya malah menceraikannya.


"Lalu mbak kembali kesini, ingin menikah dengan mas Nando dalam kondisi sakit seperti ini? Kok mbak tega sih, bukankah mbak tau, kalau mas Nando sudah menikah?"tanya Rara setelah mendengar cerita mantan pacar suaminya itu.


"Maafkan aku Ra, sebenarnya Citra yang memberikan ide itu, supaya aku bisa mendapatkan uang pengobatan yang tidak sedikit itu, Citra bercerita jika Nando sekarang kaya raya,"jawab Tamara jujur.


"Apa mbak masih mencintai mas Nando?"tanya Rara penasaran.


"Nando cinta pertama aku Ra, tentu saja masih ada sedikit rasa, memangnya kamu sama cinta pertama kamu nggak kayak gitu?"ujar Tamara.


"Kalau Rara sih nggak mbak, lah wong, pacar pertama aku sekaligus calon suami aku, malah menghamili wanita lain disaat kami hampir menikah, bagaimana mungkin aku masih ada rasa cinta, benci ia,"jelas wanita yang mengenakan jilbab berwarna dusty pink itu.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu yang seperti ini bisa bertemu lalu menikah dengan Nando?"tanya wanita beranak satu itu.


"Dipaksa mbak,"jawab Rara asal.


Mendengar hal itu Fernando yang sedari tadi diam mendengarkan, tentu saja protes, "Rara sayang, aku nggak sepenuhnya maksa loh,"


"Maksa lah, orang kedua kakak aku diancam mbak, kami nggak punya pilihan lain,"


"Keliatan sih Ra, Nando kan ambisius sama kayak Ben, kamu kenal sama Ben kan?"


Rara mengangguk, "istrinya mas Ben itu sahabat dekat aku mbak, kasusnya sama, dipaksa menikah,"


Mendengar itu Tamara tertawa, "dari dulu sifatnya nggak berubah ya mereka, kirain udah pada tua pada berubah, ternyata sama,"


"Mbak, aku tanya boleh ya, dulu waktu mbak sama mas Nando, siapa yang nembak duluan?"


Lagi-lagi Tamara tertawa, "kayaknya Nando takut banget kamu marah Ra, yang jelas dulu aku yang nembak duluan, cowok seperti dia kan langka, ya meskipun dia lebih muda dari aku, lagian setiap diajak jalan, Nando itu sibuk sama sahabat-sahabatnya, jarang ada waktu buat aku, dia itu pasif banget, semua aku yang mulai duluan, seolah aku yang tergila-gila sama dia,"


"Emang kamu Ta, yang suka duluan sama aku, dan aku hanya ikut alur aja,"Fernando menimpali ucapan mantan pacarnya itu.


"Iya deh kamu emang bener, dan itu juga yang buat aku heran saat dengar Nando udah nikah dari Citra, teman yang lain juga sering cerita ke aku, kalau Nando playboy, aku pikir dia nggak bakal nikah, tapi setelah dengar kamu bilang dia paksa kamu untuk menikah, sepertinya dia benar-benar cinta banget sama kamu Ra,"


"Tuh dengar Rara sayang, Tamara aja tau kan kalau aku benar-benar mencintai kamu,"


"Tapi kok bisa kebetulan ya do, nama aku sama Rara mirip gitu, apa saat bertemu Rara, kamu ingat aku?"ejek Tamara.


"Sama sekali nggak Ta, Rara beda banget sama kamu, dia pasif banget udah gitu dia suka banget strawberry, beda kan?"


"Apa benar begitu Ra?"

__ADS_1


Rara yang ditanya hanya mengangguk,


"tau nggak dulu aku sering ribut sama Nando hanya karena rasa susu dan kue, aku suka cokelat dan Nando suka strawberry, nggak penting banget  kan?"


Rara tertawa, "pantas saja, mas Nando mau ngedeketin Dia, sampai nggak jadi, ternyata karena alasan ini ya!"


"Dia siapa?"tanya Tamara heran.


"Sebelum menikah sama mas Ben, mas Nando mendekati Ayudia namun karena Dia suka cokelat, mas Nando nggak lanjut dekatinya,"


"Urusan sepele kayak gitu seminggu aku nggak ditanya sama Nando, wajar kalau dia nggak mau dekat cewek yang suka cokelat,"


"Sampai segitunya mbak?"


"Nggak cuman masalah rasa, hal sepele apapun selalu buat kami sering bertengkar, jadi saat itu aku yang selalu mengalah,"


Pembicaraan itu terus berlanjut hingga mobil memasuki ibukota.


Fernando menjelaskan jika nantinya Tamara akan diperiksa di rumah sakit tempat Oscar bekerja, sudah ada tim dokter yang menunggunya,


Jika masih bisa diobati di sana, maka akan berlanjut, namun jika harus dikirim keluar negeri mungkin Tamara akan berobat di rumah sakit milik keluarga Wright di Amerika.


Sesampainya di rumah sakit, sudah ada Oscar dan tim dokter yang menunggu kedatangan Tamara sesuai permintaan Fernando.


Tamara mulai menjalani serangkaian pemeriksaan didampingi oleh Rara, sedangkan Fernando mengaku ada pekerjaan bersama Rama dan Alex, tentu saja Rara percaya dengan perkataan suaminya, karena wanita itu berfikir mungkin mereka akan membicarakan soal pembangunan villa.


Rara terus memberikan semangat untuk Tamara, tak lupa mendoakan kesembuhan untuk wanita itu.


Tamara semakin bersemangat memulai pemeriksaan dan pengobatan, ini kali pertama ada yang mendampinginya puteranya.

__ADS_1


__ADS_2