
Rara membuka mata, saat merasa kandung kemihnya telah penuh dan harus dikeluarkan, namun ada sesuatu yang berat menimpa perutnya, juga helaan nafas hangat yang menerpa lehernya, ia menoleh dan mendapati lelaki dengan rambut kecokelatan yang berjarak beberapa centi darinya.
Gadis itu melotot kaget, apalagi saat menoleh kebawah, lelaki itu bertelanjang dada juga satu selimut dengannya, reflek ia mendorong lelaki itu, walau tak sampai terjatuh, karena hal itu Fernando terbangun, lelaki itu terkejut.
"Kamu kenapa sih? Kenapa dorong aku?"protes Fernando sambil mengucek matanya.
Bukannya menjawab pertanyaan lelaki itu, Rara berlari menuju kamar mandi.
Selang beberapa menit gadis itu keluar dari toilet, rasanya lega sekali.
Namun sepertinya ia lupa jika sesuatu yang ia buat tadi membutuhkan penjelasan, dan pihak yang merasa dirugikan tengah menunggunya.
Fernando duduk di atas ranjang menghadap pintu kaca yang baru semalam diubah menjadi mode kaca buram.
Merasa bersalah, Rara tersenyum canggung, memperlihatkan bentuk bibir hati miliknya.
Sesaat Fernando terpana melihat senyum gadis itu, tapi dengan segera ia menggelengkan kepalanya, "kamu kenapa tadi dorong aku? Aku kaget, kalau aku jantungan bagaimana?"protesnya.
"Maaf soal tadi, tapi aku yang harusnya marah, kamu kenapa tidur di samping aku? Pake acara peluk-peluk segala, terus nggak pakai baju lagi, kamu mau macem-macem sama aku?"gadis itu ikut protes atas tindakan Fernando.
"Ya kan ranjang aku, ya wajar kan kalau aku tidur disini, lalu aku biasa tidur tidak pakai baju, apa masalahnya?"
"Tapi kan ada aku disini, setidaknya kamu bisa tidur di sofa,"
"Ra apa menurut kamu kaki panjang aku bisa muat di sofa itu?"ujar lelaki itu menunjuk sofa yang tak jauh dari ranjang.
"Ya tapi kan...."
"Amara Cahyani, kita hanya tidur dalam artian sebenarnya, tidak ada yang terjadi diantara kita, baju yang kamu kenakan masih utuh kan?"
Amara melihat keadaan piyama yang ia kenakan, masih utuh artinya tak terjadi apapun.
"Kamu tenang saja, meskipun rasanya aku ingin sekali meniduri kamu, tapi setidaknya aku tidak akan melakukannya tanpa seizin kamu,"ujarnya sambil berlalu menuju ruangan disebelah.
Rara mengikuti lelaki itu, namun mulutnya menganga saat melihat pemandangan didepannya, ada privat poll yang menghadap ke arah samudera, dan lelaki itu sedang merebahkan dirinya di kursi berwarna putih.
Berusaha mengontrol dirinya agar tidak terlihat kampungan, Rara mendekati lelaki itu, ia duduk disisi kursi yang masih kosong.
"Maaf, aku salah paham sama kamu, apa kamu marah?"
Fernando membuka matanya, ia menatap gadis itu, hanya menatap tanpa berucap.
Mendapatkan tatapan dari lelaki dengan mata berwarna hijau itu, Rara semakin dibuat tak enak, ia menunduk tak berani menatap balik.
Ada pergerakan dari lelaki itu, ia memegang dagu Rara, dan menatap mata hitam itu dalam,
Rara bingung maksud tatapan lelaki itu, namun setelahnya, sesuatu yang kenyal itu saling beradu, Fernando mencium bibirnya, tengkuknya ditahan oleh tangan besar itu, entah setan dari mana, dengan bodohnya, gadis itu membalas ciuman yang semakin panas.
Bagai gayung bersambut, disela ciuman itu, Fernando menyeringai, ia menatap gadis yang sedang memejamkan matanya menikmati ciuman mereka.
Lagi-lagi ada aroma strawberry yang Fernando rasakan disela-sela ciuman dibawah mentari pagi itu.
Seorang gadis bernama Amara Cahyani dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan strawberry.
__ADS_1
Rambut, rasa bibir, pasta gigi hingga aksesoris bahkan baju yang dikenakannya berhubungan dengan strawberry, buah kesukaan Fernando.
Bibir mereka saling bertaut ketika Fernando mengangkat tubuh gadis itu untuk duduk berhadapan di atas pangkuannya.
Lidah mereka saling bertaut, sepertinya gadis itu cepat belajar, padahal beberapa saat yang lalu, ciumannya terasa kaku.
Hingga Rara melepaskan terlebih dahulu tautan itu, gadis itu menunduk malu, terlihat rona merah dikedua pipi itu.
Fernando mengelus rambut beraroma strawberry itu, ia tersenyum manis, dan berkata, "aku nggak marah sayang, aku hanya kaget tadi,"
Rara bangkit dari pangkuan lelaki itu, ia berlalu masuk tanpa mengatakan apapun.
Sementara Fernando tertawa melihat tingkah malu-malu gadis itu, ia melanjutkan kegiatan berjemurnya.
Selang beberapa menit kemudian, lelaki itu memutuskan untuk berenang, salah satu olahraga favoritnya, untuk menjaga bentuk tubuhnya agar tetap proporsional.
Saat menyembulkan kepalanya menuju permukaan air, ia melihat gadis itu telah rapih mengenakan kemeja putih dengan beberapa bagian bergambar strawberry kecil dengan celana kulot berwarna khaki.
"Kamu mau kemana?"tanya Fernando.
"Aku mau jalan-jalan disekitar sini, aku pamit ya,"ujar gadis itu sambil memeriksa Sling bag miliknya.
"Kenapa nggak ngomong sama aku tadi?"
"Ini aku ngomong, udah ya, nanti keburu panas,"ucap gadis berlalu meninggalkan tempat itu.
Fernando bergegas naik, ia berjalan cepat dan memegang tangan Rara, "pergi sama aku aja, tunggu aku mandi sebentar,"
"Aku jalan sendiri aja, kamu disini aja,"
Rara mengangguk, gadis itu melepaskan genggaman tangan lelaki itu dan duduk di sofa.
Fernando bergegas memasuki kamar mandi, tidak sampai sepuluh menit, lelaki itu telah rapih dengan kemeja slim fit berwarna putih dengan celana panjang berwarna khaki.
Keduanya berjalan keluar kamar, Fernando menggenggam tangan gadis itu, turun menuju lobby, ia mengambil kunci mobilnya di resepsionis.
"Kamu mau jalan-jalan kemana?"tanya Fernando setelah keduanya berada didalam mobil sport yang semalam mereka naiki
"Mas, sebenernya aku mau jalan kaki, tapi kamu malah ngajak aku naik mobil,"jawab gadis itu kesal.
"Memangnya kamu mau kemana sih?"tanya lelaki itu lagi.
"Ya jalan-jalan random aja, kemana gitu, mumpung aku disini, kapan lagi kan aku bisa kesini?"
"Kamu bisa sering-sering kesini, kalau sama aku,"
"Beberapa hari lagi aku udah jadi istri orang loh, kalau kamu lupa, dan kami bukan dari kalangan orang yang dengan mudahnya menghabiskan uangnya untuk liburan,"
Fernando yang sedang mengemudi, mengernyit bingung, "maksud kamu?"tanyanya.
"aku bukan orang yang banyak uang, keluarga aku sederhana, jadi untuk sekedar liburan, kami hanya mengunjungi tempat wisata di Malang, kemungkinan kami liburan ke Bali itu, kecil sekali,"
"Kamu serius akan melanjutkan rencana kamu untuk menikah dengan pria beristri? Apa kamu tidak bisa membatalkannya?"
__ADS_1
"aku tidak mau membebani keluarga, dengan gagal menikah lagi, mereka pasti akan malu sekali, anak bungsunya dua kali gagal menikah,"
"Apa yang harus aku lakukan supaya kamu batal menikah dengan pria beristri itu? Apa perlu aku menghampiri bapak kamu, dan bilang aku yang akan menikahi kamu?"
"Tidak perlu mas, aku bisa mengatasinya sendiri,"tolak gadis itu.
Tak ada pembicaraan lagi setelah itu, hingga mobil berhenti tepat di depan kedai nasi campur yang terdapat logo halal di spanduknya.
Mereka memesan makanan sesuai selera masing-masing.
Tak ada pembicaraan, keduanya hanya makan, hingga piring berisi makanan itu telah tandas.
Setelah dari warung makan, Rara meminta kembali ke resort, gadis itu merasa tidak nyaman, didiamkan oleh lelaki itu, namun tak berani berucap.
Mobil kembali ke resort, gadis itu mengucapkan terima kasih dan keluar dari mobil terlebih dahulu.
Fernando tau, Rara marah, ia segera keluar mengikuti langkah gadis itu hingga lelaki itu berhasil memegang lengannya.
"Kamu marah?"tanya Fernando.
"Aku nggak marah dan tidak berhak untuk marah,"jawab nya.
"Aku berniat baik Ra, aku nggak mau kamu tersakiti,"
"Iya aku tau, tapi biar itu jadi urusan aku,"
"Ra, apa kamu tidak bisa menghargai rasa peduli aku buat kamu?"
"Aku berterima kasih, aku menghargai kamu, tapi biarkan aku mengatasinya sendiri,"
Belum sempat Fernando membalas ucapan Rara, ada seseorang yang memanggilnya.
Lelaki itu kenal suara itu,
"Sayang ternyata kamu disini? Dari kemarin aku tunggu kamu disini loh, abisnya kamu susah banget dihubungi, aku kangen sama kamu bisa kita bicara sebentar,"bujuk wanita yang mengenakan dress tali satu bermotif bunga-bunga.
"Kamu ngapain disini? Urusan kita sudah selesai,"ucap Fernando tegas sambil menggenggam tangan Rara.
"Jangan kayak gini, sayang, aku cinta sama kamu, aku mohon jangan tinggalkan aku,"ujar wanita itu.
"Cristy, aku dan kamu tidak mungkin bisa bersama, kamu tau kan alasannya,"
"Sayang please, aku nggak mau pisah sama kamu, apapun akan aku lakukan asal kamu nggak ninggalin aku,"
Fernando menghela nafas, "tapi aku nggak bisa, aku sudah punya calon istri,"ujarnya sambil memperlihatkan tautan tangannya.
Mata wanita itu berkaca-kaca, "sayang kalau kamu tinggalkan aku, hidup aku akan hancur, please.. aku mau jika jadi yang kedua, tidak masalah, asal kamu jangan tinggalkan aku,"
Rara menganga mendengar ucapan wanita itu, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar, ia tak menyangka ada seorang wanita yang segitu cintanya pada lelaki brengsek seperti Fernando.
"Mbak, tolong ijinkan aku sama Fernando tetap berhubungan, aku janji, aku tidak akan serakah, tapi tolong jangan pisahkan kami,"mohonnya pada Rara sambil memegang tangan gadis itu.
"Kamu tidak perlu melakukan itu Cristy, aku yang tak akan membagi cinta dan sayang aku, jadi tolong menyerah lah lalu jangan temui aku lagi,"
__ADS_1
"Please Fernando, aku mohon, kalau kamu tinggalkan aku, aku lebih baik mati,"
"Aku tidak peduli," usai mengatakan itu, Fernando berjalan sambil menggandeng tangan Rara menjauhi Cristy yang berlinang air mata.