
Fernando menjadi lebih sibuk menjelang pergantian tahun, seperti biasa resort akan mengadakan pesta.
Karena kesibukannya hampir seminggu ini, ia jarang menghabiskan waktu bersama istri dan anaknya.
Ia hanya akan berada di kamar saat malam menjelang dini hari hingga paginya dan waktu makan saja.
Kesal, tentu saja, karena waktu bersama sang istri sangat terbatas, tidak seperti beberapa Minggu ke belakang.
Rencananya setelah pesta tahun Baru ini berakhir, ia akan cuti, agar bisa seharian bersama istrinya.
Liburan semester, Putranya mengunjunginya bersama kedua temannya hampir dua pekan ini.
Mereka menaiki pesawat hanya bertiga, tak ada orang dewasa yang mendampingi.
Tentu atas persetujuan Fernando, putranya ingin menyusul uma-nya, bahkan dirinya yang membelikan tiket pesawat untuk ketiganya.
Putranya sempat protes dan marah ketika tau tentang keputusan sepihaknya.
Ini kali pertama remaja itu marah padanya, sempat keluar makian dari putranya untuk dirinya.
Fernando memberitahukan pada Nicholas, jika Rara akan menetap di resort meskipun liburan telah usai, dan meminta putranya untuk tinggal bersama Tamara.
Tapi ia tak menyangka Nicholas akan memakinya dan tak terima,
"Dengar son, Amara istri Daddy jadi kemanapun Daddy pergi, kami harus bersama,"
"bagaimana dengan aku?"
"kamu bisa ikut mommy, tenang saja, Daddy akan mengirimi kamu uang jajan,"
"ini bukan masalah uang, tapi Uma sekarang jadi ibuku, kenapa Daddy egois?"
"Keputusan Daddy sudah bulat son, Uma akan tetap tinggal disini bersama Daddy, dan silahkan kamu kembali usai liburan sekolah, Daddy sudah membelikan apartemen yang baru untuk kamu tempati bersama mommy,"
Sejak itu, Nicholas tak mau menemuinya atau sekedar menyapa bahkan saat mereka makan bersama.
Malam pesta pergantian tahun tiba, sedari siang Fernando sibuk mempersiapkan pesta yang akan diadakan di tepi kolam renang hingga pinggir pantai.
Akan ada disc jockey kenamaan yang akan mengisi pesta akhir tahun kali ini, tak ketinggalan pesta kembang api tepat jam dua belas malam nanti.
__ADS_1
Bukan hanya resort yang ada disini, Fernando juga memantau acara yang diadakan oleh resort bagian Utara pulau ini.
Sampai-sampai ia melewatkan jam makan malam, untuk mengisi perutnya ia mencoba sedikit hidangan yang akan disajikan.
Karena diadakan ditepi kolam renang, kebanyakan yang hadir mengenakan bikini atau celana pendek bagi laki-laki tentu dengan bertelanjang dada.
Hal yang menurutnya biasa, apalagi saat dirinya belum mengenal wanita bernama Amara, sambil bekerja mengawasi, ia juga menjadi salah satu dari mereka.
Dulu ia biasa berbaur dengan wanita-wanita berbikini itu, hingga melakukan tindakan vulgar, misal berciuman atau berpelukan sambil menari mengikuti alunan musik.
Tapi sekarang berbeda, masa itu sudah lewat, ia sudah muak dengan semua itu, andai bukan karena tanggung jawab, ia tak ingin melakukan pekerjaan ini.
Fernando berharap istrinya tak turun dan mengetahui seperti apa pesta pergantian tahun di resort ini.
Beberapa wanita yang dikenal maupun baru dikenalnya menyapanya, bahkan ada yang terang-terangan menggodanya, tapi sebagai penyelenggara acara, ia menanggapinya dengan ramah, padahal dalam hati ia sungguh muak dengan semua ini.
Rasanya ingin segera mengakhirinya dan kembali bersama istrinya, memeluknya mungkin bercinta hingga pagi.
Memikirkan Istrinya, ia jadi merindukan wanita itu, ia melihat pergelangan tangannya, pukul dua belas kurang sepuluh menit, kenapa waktu berjalan lambat sekali?
Tadi ia sudah berpesan pada Bagus, usai kembang api dinyalakan, ia akan kembali ke kamar.
Hingga ia bertemu dengan salah satu mantan pacarnya, yang membuat ia dan istrinya bertengkar,
Wanita dengan bikini two piece berwarna hitam itu memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Dulu dirinya pernah merasakan rasa lekukan tubuh itu, seperti wanita yang pernah ia tiduri, rasanya sama, tak ada yang istimewa, meskipun dada yang lebih menonjol juga bok*ng yang montok.
Fernando tak berhasrat melihat hal itu, ia bahkan ingin muntah, tapi sebisa mungkin ditahannya.
Ia juga berpura-pura tertawa ketika Kelly melemparkan candaan.
wanita itu bercerita jika dia datang bersama teman-temannya untuk bersenang-senang.
Kelly tak menyinggung sedikitpun tentang wanita berhijab yang mengaku sebagai istrinya.
Sejak kejadian itu, ini kali pertama ia bertemu dengan Kelly, andai tak ingat tempat, mungkin Fernando akan mencaci mantan pacarnya, Karena telah membuat Rara menangis dan memintanya berpisah.
Sebisa mungkin, ia bersikap profesional, Kelly adalah salah satu pengunjung resort, sehingga sebagai pengelola, Ia berusaha melayaninya dengan ramah.
__ADS_1
Fernando tau betul, mantannya itu sedang menggodanya, sedari tadi Kelly membenarkan posisi bikininya agar terlihat belahan dadanya yang besar itu.
Bukannya bernafsu, rasanya Fernando ingin muntah, tidakkah Kelly tau, milik Amara yang selalu tertutup gamis dan jilbab itu, jauh lebih besar, padat dan kencang, apalagi istrinya masih menyusui putrinya.
ah... memikirkan itu, ia merindukan Rara, apa yang sedang dilakukan wanita itu? mungkin sudah tertidur.
Tepat tengah malam, kembang api dinyalakan, suara gemuruh diatas sana bercampur dengan musik juga teriakan pengunjung menyambut datangnya tahun yang baru.
Ada seseorang yang menepuknya dari belakang, Mata hijau itu melebar, melihat siapa yang ada dihadapannya.
Wanita dengan tudung Hoodie berwarna navy menatapnya dengan pandangan berkaca-kaca.
Itu istrinya, selama beberapa saat keduanya bertatapan diantara suara-suara berisik disekitar, namun perlahan suara itu terasa menghilang sejenak, seolah ia hanya berdua dengan istrinya.
Hingga istrinya memutus tatapan itu, lalu berbalik dan berlari meninggalkannya.
Menyadari kesalahannya, Fernando menyusul mengikuti kemana istrinya pergi,
Berbagi makian ia tunjukkan untuk dirinya sendiri, tentu ungkapan itu hanya ia katakan dalam hati, sebisa mungkin logikanya harus berjalan.
Ia harus menjelaskan apa yang telah terjadi, apalagi kali ini seolah dirinya tak menolak keberadaan Kelly, seperti saat ia bertemu dengan Tamara juga Cristy, sikapnya yang dingin, mungkin dianggap sebuah penolakan terhadap dua mantannya.
Harusnya Rara mengerti, tak mungkin dalam kondisi saat ini, ia bersikap dingin pada salah satu pengunjung resort yang dikelolanya.
kenapa kaki pendek istrinya tak terkejar oleh kaki panjangnya? cepat sekali wanita itu berlari.
Fernando memutuskan kembali ke kamar, berharap ada istrinya sedang bersama putri mereka, namun ia mendapati, salah satu pekerjanya yang menjaga putrinya.
Fernando sempat bertanya, tetapi karyawannya menjelaskan, jika Rara bersama Nicholas pergi sekitar sejam yang lalu.
Ia menghubungi putranya untuk menanyakan keberadaan Rara, namun Nicholas malah bertanya balik padanya.
Fernando dibuat pusing dengan menghilangnya ibu dari Arana, ia sampai mengerahkan sebagian besar karyawan untuk mencari keberadaan wanita itu.
Hampir setiap sudut Resort sudah ia datangi, tapi tak kunjung bisa menemukan istrinya.
Ponsel dan dompet milik Rara, ada padanya, tak mungkin wanita itu bisa pergi jauh.
Dua jam berlalu, hujan deras mengguyur sekitaran Bali bagian selatan, juga terdapat petir diatas sana.
__ADS_1
Terpaksa Fernando menghentikan pencarian, ia juga mengkhawatirkan putrinya, ia memutuskan kembali ke kamar dan menyuruh pekerja yang menjaga Arana untuk keluar dari kamarnya.