Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
Seratus delapan puluh empat


__ADS_3

Rara sedang duduk di sun lounge bersama dengan Sandra sambil mengawasi keempat remaja yang sedang bermain pasir bersama Arana.


Sementara Fitri dan Cristy sedang membeli minuman dan camilan di mini market.


Rara bisa melihat bagaimana putrinya menjadi pusat perhatian dari keempat remaja itu.


"aku rasa kalau suatu saat Arana dewasa bakal sulit dideketin cowok, soalnya bodyguard nya ada empat gitu,"cetus Sandra.


Rara tertawa, "ya nggak juga, jarak usia mereka kan kelewat jauh, aku rasa, kalau Arana udah gede, mereka berempat udah pada berumah tangga,"sahutnya.


"Belum tentu Ra, dari keenam geng-nya Benedict, yang udah nikah baru tiga, padahal umur mereka udah kepala tiga loh,"


"diantara mereka yang belum menikah, kira-kira siapa duluan yang taken?"


"kalau Asha, masih jauh, tau sendirikan Kama masih kuliah, kalau Alex kalau dia terima mau dijodohin bisa duluan, kalau yang pasti kayaknya Oscar deh,"ucap Sandra.


"Emang mbak Sandra Rela bang Alex sama cewek lain?"


"emang apa urusannya sama aku Ra? lagian kami susah untuk bersatu, kamu mengerti kan alasannya apa?"


"iya juga sih, kayak dulu mas Nando sama mbak Tamara, cuman bedanya mas Nando udah keburu nikah sama aku sebelum mbak Tamara datang,"


"tapi aku rasa walau Tamara rela ikut keyakinannya Nando, belum tentu Nando mau terima dia, Kata Asha, sejak tau penghianatan yang dilakukan Tamara dulu saat malam prom night, Nando yang awalnya mulai ada rasa sama Tamara, jadi berubah benci banget, kamu tau karakter suami kamu kan Ra?"


"Jadi mas Nando benci dikhianati ya mbak?"


"mana ada cowok yang terima dikhianati sama ceweknya, jangan bilang kamu mau pakai cara itu buat lepas dari Nando,"


Rara tertawa lagi, "kalau aku tau sebelum Arana lahir mungkin aku akan pura-pura ngelakuin itu, tapi sekarang udah nggak kepikiran sih,"


"Meskipun waktu Nando sedikit buat kamu gitu?"tanya Sandra.


Rara mengangguk, "yang penting mas Nando setia, nggak masalah kalau waktunya cuman sedikit, toh aku juga sibuk sama anak-anak sama sahabat aku,"jawabnya.


"bagus kalau kamu berfikir begitu,"


Nicholas datang sambil menggendong Adiknya, "Uma, kayaknya Arana mau pup deh,"ujarnya sambil memberikan adiknya.


Rara pamit menuju toilet tak jauh dari sana.


Baru saja Nicholas akan kembali ke sahabat-sahabatnya, ponsel yang ada di tasnya berdering, remaja itu mengangkat telpon dari daddy-nya.


Nicholas berbicara sejenak dengan daddy-nya,


"Nando telpon?"tanya Sandra begitu Nicholas mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


remaja itu mengangguk dan berlalu menuju sahabat-sahabatnya.


Matahari mulai terasa panas, keempat remaja itu mengakhiri kegiatannya di pantai.


Mereka berjalan menuju dimana keempat perempuan dewasa dan satu balita menunggu.


Rencananya sebelum menuju villa mereka akan mampir terlebih dahulu untuk makan siang disalah satu warung.


Namun dalam perjalanan menuju warung, Cristy dan Fitri meminta ijin, untuk ke toilet terlebih dahulu,


Disisi lain, Fernando baru saja menghentikan mobilnya di parkiran, tak jauh dari titik GPS ponsel putranya.


Ketiga pria tampan itu bersama-sama mencari kebenaran Rara dan Nicholas disekitar pantai.


Karena tak menemukan yang dicarinya, ketiganya berjalan lagi menuju parkiran, namun ada seseorang yang memanggil Fernando.


Yang dipanggil tentu menoleh, Lelaki bermata hijau itu melebarkan matanya, mengetahui siapa yang memanggilnya.


Itu mantan pacarnya.


"Kamu lagi apa disini do? bukannya masih di Amerika?"Tanya Cristy heran.


"bener kan kata gue, bini Lo pasti bareng mantan Lo,"bisik Alex.


"Mana Amara?"tanya Fernando tak mau berbasa-basi.


"Ya udah kamu duluan, nanti aku nyusul,"


Cristy mengangguk sambil berjalan beriringan dengan Fitri.


Sementara ketiga laki-laki tampan itu mengikuti dua orang perempuan yang berbeda penampilan, satu berkerudung dan memakai pakaian serba panjang, sedangkan yang satu lagi memakai dress floral selutut tanpa lengan.


"Mereka siapa ?"tanya George berbisik pada Alex.


Alex melihat dua wanita yang berjalan didepannya, "itu Cristy yang memakai dress, kalau yang berkerudung aku nggak tau siapa, kenapa memangnya?"tanyanya.


"so beautiful,"jawab lelaki berambut pirang itu jujur.


Alex mengernyit, ia melirik George yang sedang tersenyum sambil melihat ke arah salah satu kedua perempuan yang berjalan didepannya.


Tak lama, mereka memasuki warung sederhana, ada Rara yang sedang menyuapi Arana, sedangkan yang lain menikmati pesanan makanannya masing-masing.


"Cristy, sorry kita pesan duluan keburu laper soalnya, udah sana kamu sama Fitri pesan dulu,"ujar Sandra begitu melihat kedatangan dua sahabatnya.


"Dicariin tuh, selamat ya"ucap Cristy ambigu sambil berlalu menuju penjual bersama Fitri.

__ADS_1


Hingga sapaan khas, membuat Sandra menghentikan kunyahannya,


"Halo sayang,"sapa Alex pada Sandra, lelaki itu duduk disebelah wanitanya, "suapi aku dong,"lanjutnya manja.


Sandra dan Rara terkejut dengan kedatangan Alex, jika ada lelaki itu berarti ada Fernando.


"kok kamu disini sih? kapan pulang dari Amerika?"tanya Sandra heran.


"Karena aku kangen kamu, makanya aku kesini,"jawab lelaki yang berprofesi sebagai pengacara itu.


Sandra hanya bisa menghela nafas sambil melirik ke arah wanita berkerudung Salem.


Rara hanya bisa berdecak dan menggelengkan kepalanya, usai sudah kesenangannya bersama sahabat-sahabatnya.


Fernando duduk disebelah istrinya lalu merangkul tak lupa mencium kening wanita itu, "aku kangen banget sama kamu,"


Rara tersenyum canggung sambil melirik ke arah keempat remaja yang sedang melihat ke arahnya,


Rara juga bisa melihat wajah kesal putranya karena kedatangan Fernando.


"Kamu kapan sampai? kok nggak ngabarin aku?"tanya Rara sambil menyuapi putrinya.


"Semalam baru aja sampai, Aku telpon kamu kok, tapi nomor kamu nggak aktif,"jawab lelaki itu.


"oh itu hape aku habis baterai,"


"lalu kenapa kamu bisa bareng dia,"Fernando menunjuk Cristy dengan dagunya.


Rara melirik ke arah sahabatnya yang duduk bersebelahan dengan Fitri di ujung meja.


"kan dia partner bisnis aku, bukankah kamu tau,"


"kenapa sih Ra, kamu senengnya cari penyakit, udah enak jalani rumah tangga, malah temenan sama biang masalah,"bisik Fernando.


Rara menggeleng, "udah berubah mas, tenang aja, dia udah move on dari kamu, liat aja, dia cuek kan sama kamu, melirik aja enggak,"bisiknya.


"Abis ini kamu ikut aku,"


Rara menggeleng tanda tak setuju, "aku mau liburan sama sahabatku, tinggal tiga hari lagi kok, kamu sama bang Alex aja, eh... George ikut juga?"


"kita udah lama nggak ketemu, aku kangen sama kamu, dan aku sengaja ngajak George biar bisa sembuh dari penyakit gay,"


Rara menatap lelaki berambut pirang yang duduk disebelah Alex, "kamu perhatikan deh, kayaknya george lihat ke arah mbak Cristy sama Fitri deh,"bisiknya pada Fernando.


Lelaki bermata hijau itu melirik ke arah George, "terus menurut kamu gimana?"

__ADS_1


Rara menaikan bahunya, namun setelahnya memanggil Fitri, ia meminta tolong agar membantunya memegangi Arana, karena dirinya baru mulai menikmati makan siangnya.


Dan terjawab lah sudah, perempuan yang sedari tadi menarik perhatian lelaki berambut pirang itu.


__ADS_2