Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
enam puluh lima


__ADS_3

Pulang dari rumah sakit, Fernando mampir ke cafe dimana Rama berada, ada yang  akan ia bicarakan tentang pekerjaan,


Seperti biasanya, Lelaki blasteran itu menemui Satria terlebih dahulu, entah hanya sekedar menyapa, memesan kopi, atau seperti sekarang, ia mengajak sahabat lamanya itu bercerita.


"Bang, gue udah nikah,"bisik Fernando pelan.


Mendengar hal itu satria terkejut,  "kapan? Kok nggak ada kabar atau heboh gitu,"tanyanya.


"Gue sengaja bang, Lo tau kan si Ben paling nggak bisa lihat gue seneng, adanya gue bakal beneran dikirim ke Afrika,"jawabnya.


"Jadi belum ada yang dikasih tau sama Lo? Rama sama Alex sekalipun?"tanya Satria lagi seperti tak percaya.


"Baru Lo bang yang gue kasih tau, yang lain kan jongosnya Ben, pasti bakal langsung laporan sama dia, males gue bang,"


"Ya nggak gitu Do, mereka peduli sama Lo kok, tapi cewek mana yang apes dapat suami kayak Lo?"canda Satria yang tau betul kelakuan minus lelaki blasteran itu.


"Cewek yang dari tiga tahun lalu gue tandai, asli Malang bang, dia sahabatnya Ayu,"


"Lo dikenalin sama Ayu apa gimana?"


"Kaga bang, gue nggak sengaja kenal, pas gue abis mutusin Cristy, kan gue iseng main ke Malang, sekalian nyari lahan, eh malah kenalan sama bini gue, jatuh cinta pada pandangan pertama bang,"


"Wah udah kayak di novel yang dibaca bini gue, terus kalo itu sahabatnya Ayu, berarti cewek baik-baik dong,"


"Iyalah bang, kalau bukan cewek baik-baik, nggak mungkin umi Fatimah kasih restu hubungan gue sama dia,"


"Wah beruntung Lo ya! Kalau gitu, saran gue Lo jangan sakiti, terus jadiin dia ratu selain nyokap lo, kan jarang-jarang cowok brengsek dapet cewek baik-baik,"


"Itu mah pasti bang, bantu doa ya bang, biar bini gue cepat isi, soalnya masih rada sensitif kayak Ayu,"


"Iya gue doain, selamat ya! Semoga jadi keluarga sakinah, mawadah warahmah, Aamiin,"


"Aamiin, makasih buat doanya bang,"


Fernando mengutak-atik ponselnya sambil berucap, "bang, tolong bikinin Americano sama cake strawberry, terus bilang orang kitchen bikinin satu loyang strawberry cake, mau gue bawa pulang buat bini gue, oh ya udah gue bayar ya, sekalian buat jajan anak-anak Lo, gue ke Rama dulu,"


Satria melihat ponselnya, ia membaca notifikasi yang masuk di benda gepeng itu, seraya berterima kasih pada sahabatnya.


Fernando berbicara dengan Rama untuk urusan pekerjaan, hingga satu jam lamanya, tak lama Alex juga datang membawakan makan siang untuk mereka bertiga.


Ketiganya memang banyak uang, tapi untuk urusan makan bersama, mereka lebih suka nasi Padang, atau lalapan ala Sunda.


"Lo tadi abis dari rumah sakit do?"tanya Alex saat ketiganya tengah makan.


"Kok Lo tau? Ben cerita sama Lo?"tanya balik Fernando,


"Gue malah belum ngobrol sama ben dari pagi, itu pipi Lo, udah kayak pake blush on,"jawab Alex,

__ADS_1


Fernando bercermin di layar ponselnya, dan benar saja pipinya memerah,


"Kenapa sih Do, Lo nggak bisa akur barang sebentar sama Ben, bosen lama-lama gue liat Lo berdua, kalau ketemu berantem terus, nggak ada yang lain apa?"tanya Rama.


"Seru bikin Ben kesel,"jawabnya asal.


"Tapi kalau sampai bikin ayu koma sih udah keterlaluan Dodo,"ujar Rama.


"Gue itu cuman pinjem anting, kalung sama hape ayu, kalau masalah Ayu bareng Dikta, mana gue tau, gue cuman asal ngomong, eh kalau ternyata bener, Ya bukan salah gue lah,"


"Kok bisa kebetulan gitu ya!"ucap Alex heran.


"Mungkin balasan buat Ben kali, Lo ingat beberapa hari yang lalu gue cerita soal calon bini gue yang kecelakaan sampai koma, padahal dia lagi hamil anak gue, mending Ben, seenggaknya kemungkinan Ayu masih hidup, lah Anak gue yang baru tumbuh di rahim perempuan yang gue cinta, itu meninggal, saking depresinya calon bini gue, dia sengaja ngilang sampai tiga tahun lamanya, karena merasa bersalah nggak bisa jaga janinnya, gue nyariin sampai mau gila rasanya, coba kalau Lo berdua jadi gue, kira-kira apa yang bakal Lo lakuin kalau ada diposisi gue, yang gue sesali saat cewek gue terpuruk gue nggak ada disampingnya,"


Rama dan Alex terdiam, omongan Fernando ada benarnya juga, harusnya lelaki bermata hijau itu, tidak usah ikut pergi ke Amerika.


"Tapi itu udah lewat do, anak Lo nggak bisa balik, dan sekarang Ayu koma, jujur aja gue juga sempat kesel sama Ben, yang masih belum bisa mengendalikan dirinya, udah tau Ayu keras kepala, eh dianya sama aja, lagian gue yakin, Ayu nggak mungkin macem-macem sama Dikta,"ujar Alex.


"Dan sebentar lagi, Ben bakal ngerjain proyek dari tuan Amar, sementara Ayu belum bangun juga, gimana tuh, mana anak-anak masih kecil-kecil, kasihan juga Tante Anna,"sela Rama sambil mengunyah makanannya.


"Kalau aja gue nggak kerja jauh, gue bisalah bantu-bantu Tante Anna ngurus si kembar, Lo tau kan nggak emaknya nggak anaknya, lengket banget sama gue, sayangnya gue lebih banyak menghabiskan waktu di Bali, terus Lo berdua bisa bantu-bantu nggak?"ucap Fernando.


"Kayaknya kalau gue nggak bisa deh, Sinta lagi ribet banget, bawaan bayi kali ya!"celetuk Rama.


"Kok Amara dulu nggak ya! Dia aja nggak nyadar kalau udah isi, udah masuk bulan ke tiga baru tau kalau dia lagi hamil,"


"Lo udah bawa Sinta ke Asha belum? Konsul dong," ujar Alex.


"Udah, kata Asha ada sebagian ibu hamil kayak Sinta, udah dikasih resep juga, emang agak mendingan sih, tapi ya kalau lagi kumat, kadang gue nggak tega,"tutur Rama.


Fernando yang sudah menyelesaikan makannya terlebih dahulu memilih membereskan bungkus makanan dan mencuci tangan di wastafel.


Ia mengambil botol air mineral yang tersedia di kulkas mini tak jauh dari meja kerja Rama, tak lupa ia mengambilkan untuk kedua sahabatnya.


"Lo berarti Lex sering-sering nengok si kembar, bantu-bantu Tante Anna, ajak Sandra sekalian, dia kan pengalaman ngurus balita,"sarannya.


"Sandra lagi sibuk ngurus perceraiannya,"


Fernando dan Rama menatap Alex tak percaya, seolah mengatakan, "kok bisa?"


"Gue bikin mantan suaminya masuk penjara,"seolah Alex tau harus menjawab tatapan kedua sahabatnya.


Alex meminum air mineral hingga sisa setengah botol, "gimana gue nggak bertindak, sebulan yang lalu, Sandra berangkat kerja badannya pada biru-biru, dia disiksa sama mantan suaminya, gara-gara tuh laki minta duit buat main judi, Sandra nolak, eh malah digebukin, gue sebagai bos yang baik, nggak tega lah, lihat salah satu karyawan gue menderita,"


Fernando menyunggingkan senyuman, "kok Lo bisa tau badannya Sandra biru-biru? Bukannya kalau dia ke kantor pake blazer, terus roknya aja dibawah lutut, abis ngapain Lo, sama bini orang?"tanyanya menyelidik.


"Bener juga kata Lo Do? Tiga tahun lalu kan suaminya Sandra pernah jual istrinya ke Lo kan?  Jangan bilang selama ini Lo berdua selingkuh, parah Lo, bini orang itu Lex, kenapa Lo embat sih, mending Lo sewa psk, seenggaknya Lo nggak rusak rumah tangga orang, dosa Lo dobel Alex,"ungkap Rama.

__ADS_1


Alex yang sudah tidak bisa mengelak akhirnya mengaku, "iya emang selama tiga tahun ini gue sering main sama Sandra, emang gue belum pernah cerita ya! Kalau Sandra itu cinta pertama gue, dan perjaka gue ilang sama dia,"


Fernando dan Rama saling pandang?


Lalu Fernando terlebih dahulu angkat bicara, "seingat gue dulu, pertama kali Lo main, bukannya sama cewek yang Lo ajak kenalan di acara pensi?"


Alex mengangguk, "gue juga nggak nyangka, kalau ternyata Sasa itu Sandra, Lo tau kan kalau dulu Sasa dulu kurus banget, nggak ada montok-montok nya, walau saat itu dia masih perawan sih, maka dari itu pas Sandra pertama kali ngelamar jadi sekertaris, gue nggak ngenalin dia, tau sendirikan bodynya Sandra sekarang kayak apa?"


"Wah ceritanya cinta lama belum kelar nih, tapi bukannya dulu Lo nggak sempat pacaran sama dia kan? Kita kan langsung sibuk ujian,"ujar Rama.


"Iya, kalau dibilang gue baru beberapa kali ketemu Sandra, terus pas dia ceritain masalah keluarganya sambil mabok, eh dia duluan yang ngajakin main, kaga nolak lah gue, secara gue ada rasa kan,"ucap Alex.


"Terus apa rencana Lo sekarang?"tanya Fernando.


"Gue mau nikahin setengah tahun lagi,"jawab Alex.


"Emang Sandra mau? Dan Lo bisa terima anaknya dia emang?"


"Bisalah, Lo nggak tau emang, kalau anaknya Sandra itu anak biologis gue,"jawab Alex santai.


Fernando dan Alex mengumpat secara bersamaan.


"Berarti seumuran sama Cleo bukan sih?"tanya Rama.


"Iya, kompak gue sama Arnold,"jawab lelaki yang berprofesi sebagai pengacara itu.


"Kok dia nggak minta tanggung jawab Lo pas itu?"tanya Fernando heran.


"Katanya sih, orang tuanya sengaja mengasingkan Sandra ke luar pulau Jawa, terus pas anaknya lahir baru balik lagi ke sini, buat kuliah,"


"Kirain gue yang paling gila hamilin anak orang, nggak taunya Lo lebih parah ya Lex, udah jadi papa muda Lo!"ujar Fernando tertawa.


"Kita kan selalu kompakan do, nggak kayak Rama, ditipu sama cewek pertamanya selama bertahun-tahun,"ledek Alex.


"Bodo amat, yang penting gue dapat Sinta masih perawan,"ujar Rama membela diri.


"Kayaknya gank kita sebelum nikah pada test drive dulu ya, tinggal Oscar sama Asha nih," Alex angkat bicara.


"Kalau Oscar berat Lex, dia mesti berhadapan sama Ben dan Ayu, susah, kalau mau dapat perawannya Anin, mesti nikahin dulu lah,"ucap Rama.


"Kalo Asha kayaknya susah deh, tau nggak sih Lo, gara-gara liat kelakuan kita yang brengsek, katanya dia nggak mau berhubungan sama cowok, takut dapet laki kayak kita-kita,"Alex berucap.


Fernando juga Rama tertawa terbahak-bahak,


"Kasihan banget sahabat gue, kalau mau dapet perjaka, suruh pacaran sama anak SMA tuh,"celetuk Fernando yang diiyakan oleh Rama.


Obrolan mereka berlanjut hingga siang menjelang sore.

__ADS_1


__ADS_2