Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
seratus tujuh puluh


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, sudah satu setengah bulan berlalu Fernando tak kunjung ada kabar.


Memang seperti itu saat lelaki itu melakoni misi yang diberikan organisasi, segala komunikasi akan terputus, juga identitas aslinya, hal ini bertujuan agar tidak ada jejak yang tertinggal ditempatnya melakoni misi, juga tidak akan mempengaruhi kehidupan sebenarnya.


Mengikuti amanah sang suami, akhirnya Rara beserta kedua anaknya bertolak menuju negeri paman Sam.


Sebelumnya dirinya sebagai wali dari Nicholas, meminta ijin pada guru sekolahnya, agar putranya bisa belajar secara daring.


Perjalanan pertama untuknya dan Arana ke luar negeri, ia berharap putrinya yang masih balita itu tidak rewel, mengingat waktu tempuh perjalanan memakan waktu sekitar dua puluh tiga jam.


Nicholas yang memang terlahir di sana, dan menghabiskan masa kecil hingga remaja, menjadi guide perjalanan kali ini.


Meskipun nantinya akan ada orang suruhan suaminya yang akan menjemputnya di Bandara.


Lelah, bosan tentu saja, meskipun menumpangi bangku first class dengan fasilitas mewahnya.


Belum lagi perbedaan waktu dan cuaca di sana, Rara berharap dirinya dan Arana bisa menyesuaikan diri.


Ketiganya sampai di bandara internasional di kota yang terkenal sebagai pusat bisnis di negara adidaya itu.


Salah satu Assisten Benedict yang bernama Richard menjemputnya di Bandara,


Sebenarnya Lelaki berambut pirang itu menawarinya untuk berjalan-jalan tetapi Rara menolak secara halus, dengan alasan masih


Jet lag.


Rara diantarkan ke salah satu Penthouse yang terletak di jantung kota.


Mewah dan besar, lebih dari apartemennya yang ada ditempatinya di Jakarta.


Rara jadi teringat, ini yang pernah di bicarakan oleh Mr. William saat menerangkan tentang beberapa aset milik suaminya saat pengalihan harta yang ada diluar negeri.


Richard menjelaskan seluk beluk tentang apartemen mewah yang akan menjadi tempat tinggal Rara dan anak-anaknya entah berapa lama, setidaknya sampai Fernando kembali.

__ADS_1


Assiten Benedict itu juga memberikan sebuah kartu berwarna hitam, lelaki itu mengatakan, jika ini pemberian dari Fernando, untuk digunakan berbelanja selama ada di negara itu.


Selesai menjelaskan semua, Richard berpamitan, karena ada pekerjaan yang mendesak.


Rara menghela nafas, lelah sekali rasanya, menempuh perjalanan jauh dan waktu yang cukup lama, dengan menaiki pesawat.


"Aku nggak menyangka, Daddy sekaya ini Uma,"ujar Nicholas saat keduanya berdiri berdampingan melihat pemandangan kota dari ketinggian, "dulu saat aku dan mommy tinggal di negara ini, tak pernah sekalipun aku berfikir akan merasakan tinggal di tempat semewah ini,"


"memangnya dulu kamu tinggal dimana?"tanya Rara.


"Aku dan mommy juga Daddy tiriku tinggal di apartemen kecil di LA, hidup kami tidak berlebih juga tidak kekurangan,"


Keduanya akhirnya duduk di sofa yang menghadap dinding kaca, "Hingga karena ulah mommy, papa tiriku yang orang itali meninggalkannya begitu saja,"


"bukankah karena mommy kamu sakit?"tanya Rara.


Nicholas menggeleng, "Suami mommy yang jarang di rumah, membuat mommy sering membawa lelaki random yang ditemuinya di club' malam, hingga akhirnya Daddy tau, selama ini mommy berselingkuh, hingga dia menceraikan mommy dan kembali ke Itali, tak lama setelah itu, mommy sakit, dan dokter memvonisnya terkena kangker serviks,"


"Maaf Uma, dulu aku sempat berpikir jika Uma yang menghalangi hubungan Daddy dan mommy, tapi aku sadar, jika kedua orang tua kandung aku tak mungkin bersatu,"


Rara menepuk pundak putranya, "maafkan Uma, seandainya kamu dan mommy datang lebih cepat, mungkin ceritanya tak jadi begini, kamu tau bukan saat itu, Uma juga sedang hamil anak Daddy, didalam agama yang kami anut, wanita hamil tidak boleh bercerai dengan suaminya,"


Nicholas mengangguk, "aku tau Uma, meskipun Uma dan Daddy tidak bersama, kedua orang tuaku, tak mungkin bisa bersatu, bukankah Uma tau, Daddy dan mommy berbeda keyakinan, Nini sudah menjelaskan alasan kenapa kedua orang tuaku tak mungkin bersatu, selain itu, aku tau, Daddy sangat mencintai uma,"


"Ya begitulah, terkadang hidup tak berjalan seperti yang kita inginkan, kamu tau, Uma sempat menghindari Daddy selama tiga tahun, andai saat itu Uma tidak bertemu dengan sahabat Uma, mungkin Uma akan menikah dengan lelaki lain,"


Remaja itu menoleh, "maksud Uma?"


"kamu ingat aunty Fitri, saat kita jalan-jalan ke Malang?"


Nicholas mengangguk,


"Dulu Uma sengaja bersembunyi dari daddy kamu, selama tiga tahun, selain Uma belum terima dengan masa lalu Daddy kamu, kakak pertama Uma, tak menyetujui hubungan kami, kamu tau bukan Daddy orang yang arogan, sayangnya memang kami berjodoh dan sebelum Uma bertemu Daddy lagi, Uma baru dikenalkan dengan salah satu pemuda Soleh di kampung aunty Fitri,"

__ADS_1


"Apa Daddy tau?"


Rara mengangguk, "karena itulah, Daddy menikahi Uma secara paksa,"


"waw... Daddy terobsesi terhadap Uma,"


"Bisa dibilang begitu, bukan hanya memaksa, bahkan Daddy mengancam keluarga Uma,"


"Aku tak menyangka, Daddy seperti itu, Pemaksa, arogan dan egois, semoga saja aku tidak seperti itu,"


"Tentu, putra uma, harus jadi orang yang baik, andai suatu saat kamu menyukai seorang gadis, jangan pernah memaksakan cinta,"


"Apa saat kalian menikah, Uma tidak mencintai Daddy?"


"Uma mencintai Daddy sudah beberapa tahun yang lalu, tak lama kami mulai menjalin hubungan, benih-benih cinta telah tumbuh, hanya sikap dan tingkah laku Daddy yang membuat Uma bersembunyi,"


"Ingat Nicho, Selalu hargai wanita, terutama mommy kamu, dan jangan benci Daddy meskipun Daddy menyebalkan,"


Nicholas mengangguk.


Kehidupan Rara di negara asing dimulai, beruntung ia lumayan lancar berbahasa Inggris, sehingga tak ada kendala dalam segi komunikasi.


Sambil menunggu suaminya, Rara menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga, ia belanja di supermarket, berjalan-jalan di kota itu, tentu bersama putranya.


Tak jauh berbeda dengan aktivitasnya saat berada di negara asalnya, hanya saja disini ia tak perlu mengantarkan putranya sekolah, atau bertemu dengan sahabatnya.


Akan ada orang yang datang seminggu dua kali untuk membersihkan Penthouse, seorang wanita berkulit hitam berumur lima puluh tahunan bernama Mariah.


Sesekali Rara berbicara dengan Mariah, hanya obrolan seputar keluarga saja,


Mariah seorang singel parent dengan dua anak yang telah beranjak dewasa, ia bekerja hanya untuk membalas kebaikan Fernando karena dulu pernah menyelamatkan salah satu putranya dalam sebuah tindakan penyerangan oleh orang tidak dikenal.


Sejak itulah, Mariah bertekad membalas kebaikan Fernando, bukan perkara uang, tapi sebuah rasa terima kasih, walaupun begitu Lelaki itu rutin mengiriminya uang melalui Troy.

__ADS_1


__ADS_2