
Fernando masih menenangkan istrinya hingga tak lama makanan yang dipesannya datang diantarkan langsung oleh Satria.
Semuanya berkumpul menikmati makanan sambil berbincang-bincang.
Rara yang sudah tenang juga mulai memakan makanannya.
Hingga beberapa menit berlalu mereka sudah menyelesaikan makannya.
Satria dan para wanita yang ada di sana memilih untuk turun ke cafe untuk mengobrol di sana, sedangkan para pria membicarakan tentang rencana renovasi villa.
Ketiga wanita itu duduk didekat jendela, di meja sudah ada kue juga minuman yang mereka pesan beberapa menit yang lalu.
"Ra, tadi kenapa kamu segampang itu kasih uang ke Cristy, kalau ternyata dia bohong bagaimana, uang segitu besar loh Ra,"Sandra mengingatkan.
"Aku tidak peduli mbak, aku hanya ingin rumah tangga yang baru kami jalin, tidak berakhir,"ujar Rara.
Tadi Sandra sempat menceritakan kepada Sinta soal kejadian di kantor milik Alex.
"Terus reaksinya Cristy begitu dikasih uang sama Amara gimana san?"tanya Sinta penasaran.
"Yang jelas dia seneng, masalah uang itu digunakan untuk apa aku kan nggak tau, semoga sesuai dengan apa yang diomongin sama dia,"jawab perempuan berambut sebahu itu.
"Aku berharap dia nggak gangguin rumah tangga aku,"Rara berharap, "lalu maksud mbak Sinta yang mantannya mas Rama masih ngejar-ngejar beliau bagaimana?"tanyanya.
Sinta menjelaskan tentang apa yang dilakukan oleh mantan pacar suaminya, yang hingga saat ini merongrong rumah tangganya.
"Sampai sebegitu nya mbak? Urusan ranjang dibahas? Apa dia sudah gila mengumbar aib sendiri?"tanya Rara tak percaya.
"Bukan hanya itu saja, bahkan mbak pernah dikasih lihat foto seronok Rama sama dia, mbak stress banget Ra, sempat mbak ingin berpisah sama suami mbak, tapi karena saat itu mbak sudah hamil anak pertama jadi nggak bisa dilakukan, dan karena masalah itu juga mbak yang baru tau ternyata mbak hamil langsung keguguran,"
Sinta menghela nafas, "mbak segitu stres nya saat itu, salah mbak, nggak cari tau tentang masa lalu Rama,"
"Emang Dia nggak ngasih tau?"tanya Rara heran.
__ADS_1
"Ayu di Amerika, Ben menutup semua akses komunikasi Ayu dari mbak yang cuman tetangganya, saat itu Rama mendekati mbak sebentar dan tak lama menemui kedua orang tua mbak untuk melamar lalu mengajak menikah, kamu tau kan umur mbak udah hampir tiga puluh saat itu, tentu saja tanpa pikir panjang orang tua mbak setuju, dari pendekatan hingga pernikahan hanya sekitar enam bulan saja, dan pintarnya Rama dua bulan sebelum hari H, kami melakukannya, awalnya mbak bingung, kenapa kami menikah tidak disini melainkan di Bali, dan hanya mengundang keluarga dekat saja, ternyata hanya karena ingin rencana pernikahan kami tidak terendus oleh mantan pacarnya,"
"Berarti mas Rama udah merencanakan ini dari awal ya!"
Sinta mengangguk, "dan bodohnya mbak nggak sadar,"
"Udah Sin, nggak usah nyesel, udah terlanjur,"ungkap Sandra yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.
"Oh ya san, kenapa kamu nggak ngasih tau aku, soal Rama bagaimana,"
"Dulu kita nggak dekat sin, bahkan aku nggak kenal kamu kan? Alex nggak kenalin aku ke kamu,"
"Emang tuh kumpulan cowok-cowok brengsek, kalau ingat kesel banget,"ungkap Sinta.
"Aku udah tau dari jaman mereka masih SMA, biarpun aku beda sekolah sama mereka, nih contoh ya, Ben itu ibaratnya kayak ketua geng gitu, mungkin karena badannya paling gede, dia pacaran sama Lusi, aku dengar Lusi kejar-kejar dia dari kelas satu SMA, tapi berakhir malah menikah dengan Arnold saudara tiri Ben, maaf ya Ra, Nando itu udah terkenal player diantara kami cewek-cewek SMA atau SMEA karena ketampanannya, wajar kan dia blasteran, tapi setau aku dia punya satu pacar lupa aku namanya, lebih tua dua tahun kalau nggak salah, terus Rama karena Ben pacaran sama Lusi, dan Lusi punya sahabat namanya Citra, jadi mau nggak mau Rama jadi dekat sama citra, hingga mereka pacaran bertahun-tahun lamanya, walau sering kali putus nyambung, terus Oscar dan Natasha, mereka kutu buku, aku nggak pernah dengar mereka pacaran, aku juga aneh kenapa kutu buku bisa Deket sama cowok-cowok brengsek itu,"jelasnya panjang lebar.
"Terus Alex?"tanya Sinta.
"Kalau Alex, dia mantan pacar aku,"
"Itu cuman masa lalu, tau kan yang namanya masa putih abu-abu kayak apa, kan Alex bisa dibilang ganteng,"ujar Sandra membela diri.
"Emang kalian bisa profesional dalam bekerja?"tanya Sinta.
"Kalau aku bisa Sin, kalau Alex ya gitu deh,"jawab Sandra Ambigu.
"Tapi setau aku bukannya bang Alex itu sama kaya mas Nando sama-sama player kan, bener kan mbak Sandra?"tanya Rara.
"Itu dia masalahnya, Alex nyalahin aku karena dulu, aku ninggalin dia gitu aja, makanya dia dendam sama cewek-cewek, dan jadinya dia sengaja mempermainkan mereka,"jawab Sandra.
"Tapi mbak kan udah nikah? Terus reaksinya bang Alex gimana? Pas pertama kali kalian ketemu lagi,"
"Waktu aku baru jadi sekretarisnya, untuk melampiaskan amarahnya, aku disuruh lembur tiap hari, pokoknya kejam banget deh, sampai aku mau mengundurkan diri, tapi Alex bilang, karena aku sudah tanda tangan kontrak selama beberapa tahun, mau nggak mau aku harus bayar pinalti yang nggak masuk akal, gila kan?"
__ADS_1
"Kayaknya mereka kumpulkan laki-laki licik ya!"ungkap Sinta kesal.
Obrolan mereka terus berlanjut hingga dua orang wanita seksi menghampiri ketiganya,
Itu adalah Lusi dan Citra,
"Hai Sandra, apa kabar?"sapa Citra yang memang sudah mengenalnya dari masa putih abu-abu.
"Hai cit, ada apa nih? Tumben?"tanya Sandra.
"Pengen ketemu Rama, dia ada nggak di atas? Tau kan kalau udah ketemu kita ngapain?"ujar perempuan dengan dress ungu floral dengan panjang setengah paha.
Sinta memutar bola matanya malas, tapi memilih tidak berkomentar menghadapi mantan pacar suaminya itu.
"Wah sayangnya Rama lagi ada rapat penting dengan yang lain, kamu tau kan, kalau dia Rapat, paling nggak suka kalau diganggu,"
"Kalau lagi rapat berarti ada Ben dong san?"tanya Lusi angkat bicara.
"Ben lagi ada kerjaan di luar negeri,"
"Yah, padahal aku kangen banget sama Ben,"keluh wanita dengan dress merah.
Citra yang melihat Wanita berhijab maroon bertanya, "itu siapa san?"
"Ini istrinya Nando, namanya Amara,"
"Wah, Tamara mesti tau nih, kalau Nando udah move on dari dia,"celetuk Citra,
"Betul beb, kasih tau Tamara, biar dia balik ke Indo, akhirnya kita bisa menang taruhan sama dia, kalau Nando bakal move on,"ujar Lusi.
Rara mengernyit bingung,
Hal itu disadari oleh Citra, "Amara sama Tamara, nama yang sama ya, mungkin Nando mau sama kamu, karena nama kamu mirip sama cinta pertamanya, terus hubungan mereka dalem banget loh, terus alasan Nando jadi player kan gara-gara ditinggal sama Tamara, maklum Tamara kan bunga sekolah dulu,"jelasnya.
__ADS_1
"Saran kita, siap-siap kamu bakal ditinggalkan Nando kalau Tamara kembali, dan asal kamu tau, Mereka bahkan sudah punya anak laki-laki yang sekarang sudah remaja, kalau seandainya Nando tau hubungannya dulu dengan Tamara menghasilkan anak, pastinya kamu akan ditinggalkan gitu aja,"ungkap Lusi,
Setelah mengatakan itu keduanya berlalu pergi, namun baru beberapa langkah, Citra berbalik, ia menatap Sinta sinis, "oh ya istrinya Rama, bilang ke dia, untuk datang ke apartemen aku jam sepuluh malam, aku baru beli lingerie merah kesukaannya,"ucapnya dan keduanya benar-benar meninggalkan ketiga perempuan itu.