Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
seratus lima puluh enam


__ADS_3

Usai menyelesaikan ujian semesternya, Nicholas bersama sahabatnya mengunjungi villa yang sekarang sudah menjadi miliknya.


Dia dan kedua sahabatnya, dijemput oleh mang Hendi Jum'at sore.


Beberapa hari yang lalu, remaja itu telah meminta ijin pada daddy-nya, untuk berkemah bersama dua sahabatnya, tentu saja Fernando mengijinkan.


Dan memberi putranya saran untuk berkemah disekitar villa miliknya di Sukabumi,


Di villa itu terdapat fasilitas untuk berkemah, Fernando juga menyarankan pada remaja itu agar sedikit mempelajari usaha itu.


Mengetahui istri dan putrinya sendirian di Apartemen, Fernando meminta agar Rara membawa Arana mengunjunginya, namun dengan alasan malas, wanita itu malah menolaknya.


Kesal tentu saja, padahal Fernando begitu merindukan istrinya, walau belum sampai seminggu ia meninggalkan ibu kota.


Karena hal itu, mendadak mood Ayah dua anak itu memburuk, yang menjadi pelampiasan tentu para bawahannya.


Fernando menjadi ketus atau marah jika karyawan melakukan kesalahan.


"bos, nyonya nggak mau kesini?"tanya Bagus saat keduanya mengawasi para pekerja yang sedang menyiapkan tempat untuk pesta nanti malam.


Private Party yang akan diadakan oleh salah satu pesohor negeri ini.


Hal yang sudah biasa di sana, akan ada seorang Disc Jockey terkenal yang akan mengisi acara.


Belum lagi berbagai jenis minuman beralkohol yang disediakan pihak resort atas permintaan si empunya acara.


Fernando menanggapi ucapan asistennya dengan anggukan.


"tapi seandainya nyonya Dateng kesini, apa nggak berabe bos, bukannya nyonya paling benci yang gini-gini, pasti nanti bakal ada mantan temen kencan bos yang Dateng,"ujar Bagus.


"persetan sama mereka, nanti malam, Lo aja yang awasi, gue mau selesain kerjaan yang lain,"


"tapi bos, kalau mereka nanyain Lo, gimana?"tanya Bagus.


"Lo ikut gue udah berapa tahun Bagus, kan Lo tinggal bilang gue kemana kek, masa yang begitu mesti diajarin,"jawab Fernando mulai kesal, lalu berlalu meninggalkan area itu.


Lelaki itu memilih bekerja di kursi didekat kolam renang kamarnya, sambil menikmati langit yang berwarna oranye, indah sekali, tapi rasanya ada yang kurang.


Fernando memutuskan untuk menghubungi istrinya, sebenarnya ia masih kesal dengan penolakan wanita itu, tapi rasa rindu melihat senyuman berbentuk hati itu membuatnya menepis sejenak rasa kecewanya.


Namun sayangnya, ponsel milik istrinya tidak aktif, makin kesal saja rasanya,


Ada tanya dalam dirinya, kemana wanita itu pergi? berbagai pikiran buruk menghantuinya,


Apakah istrinya meninggalkannya lagi?


memikirkannya saja membuat moodnya makin memburuk.


Ia mengecek CCTV yang ada di apartemen melalui laptopnya.

__ADS_1


Terlihat dilayar, seluruh ruangan yang terjangkau CCTV tidak menemukan, tanda-tanda keberadaan istri dan putrinya.


Fernando memundurkan sekitar satu jam dari waktunya, dan terjawab sudah, terlihat wanita itu menggeret koper dan travel bag, keluar dari apartemen.


Fernando mengumpat, benar apa yang dipikirkannya, istrinya pergi lagi darinya.


Seketika kepalanya pusing, ini keempat kalinya wanita itu pergi darinya.


Dirinya jadi menyesal tidak jadi mengundurkan diri dari pekerjaan ini setahun yang lalu, andai dulu ia mengundurkan diri, mungkin saja istrinya tidak akan meninggalkannya.


Fernando terus berusaha menghubungi istrinya, masih belum aktif, ia mencengkram ponselnya erat.


Ia menghubungi putranya, dan menanyakan apakah terjadi sesuatu dengan uma-nya saat wanita itu ada diluar apartemen, tapi putranya mengaku, tidak terjadi apapun.


Usai mengakhiri panggilan dengan putranya, ia menghubungi Alex, untuk melacak keberadaannya Rara.


Beberapa menit berlalu Alex mengirim pesan dan memberitahukan jika wanita itu pergi menuju stasiun kereta.


Marah, kesal dan kecewa, istrinya meninggalkannya lagi, kenapa sesulit ini mencintai?


Apa alasan wanita itu meninggalkannya?


Seingatnya, tidak ada masalah apapun saat beberapa jam lalu mereka melakukan panggilan video, istrinya masih tersenyum sambil bercerita tentang persiapan putranya yang akan berkemah.


Rasanya ingin segera berlari ke bandara dan terbang menuju kota dimana istrinya berada, tapi ada tanggung jawab besar disini.


Fernando benci ketidakberdayaan ini, kenapa harus disaat seperti ini, andai nanti malam tidak ada pesta mungkin, ia akan mencuri waktu sejenak untuk memastikan keberadaan istrinya.


Ini bukan masalah uang saja, tetapi tentang hubungan kerja sama yang terjalin bertahun-tahun.


Fernando menghela nafas, kalau dipikir-pikir hari sore ini sudah berkali-kali ia menghela nafas.


Kenapa selalu seperti ini ketika istrinya pergi darinya?


Hal menyesakan untuknya, tiga kali dirinya merasakan rasanya ditinggal pergi oleh wanita yang sama.


Tiga kali dirinya terpuruk, mungkin tak terlihat oleh orang disekitarnya, namun saat dirinya sendirian disaat itulah perasaan sesak itu melanda, menangis tentu saja, bukan meraung-raung seperti para wanita yang patah hati, hanya keluar air mata yang terus menerus sambil memeluk baju milik wanita yang ia cintai, menciumi aroma khas milik Amara.


Tak ada yang tau kebiasaannya ketika wanita itu meninggalkannya kecuali Bagus sang asisten yang selalu mendapati matanya yang membengkak, atau mabuk didalam kamar.


Fernando tidak akan lari ke pelukan wanita lain, ia bahkan muak dengan para wanita yang menggodanya.


Sayangnya disaat seperti ini, nanti malam mau tidak mau, ia harus berinteraksi dengan mereka.


Selain bertemu dengan koleganya di acara nanti malam, pastinya akan ada beberapa mantan teman kencannya yang datang.


Tak terasa langit sudah sepenuhnya gelap, terlihat dibawah sana lampu-lampu dipinggir kolam renang berkelap-kelip.


Acara dimulai nanti pukul delapan malam waktu setempat, masih ada waktu kurang satu jam lagi.

__ADS_1


Bagus datang membawakan setelah Jas yang akan dipakainya nanti malam.


Andai ini acara biasa mungkin ia akan memilih berada dibalik meja kerjanya, namun sepertinya tak mungkin ia melakukannya malam ini.


Dirinya harus menghadirinya, ia berharap emosinya tak terpancing disaat keadaan hati dan pikirannya tidak baik-baik saja.


Ia juga berharap, nanti malam istrinya bisa dihubungi kembali.


Fernando tidak langsung menuju tempat pesta, ia akan bertemu dengan koleganya di lobby resort, lalu mengadakan meeting sejenak disalah satu private room di restoran.


Pak Renaldi, koleganya yang dulu pernah ia kenalkan pada Rara disalah satu hotel di kota Surabaya, membawa serta istri dan putrinya.


Kebetulan beliau diundang oleh si empunya acara, sehingga sekalian saja membicarakan proyek yang akan beliau jalankan.


Kedua laki-laki itu berjalan menuju private room sementara istri dan putri pak Renaldi diantarkan oleh salah satu pekerja resort menuju tempat dilangsungkannya pesta.


Lebih dari tiga puluh menit mereka membicarakan masalah bisnis, dan terjalin kesepakatan akan adanya kerja sama, kali ini Fernando akan berinvestasi cukup besar di perusahaan milik pak Renaldi.


Nantinya Sekretaris beliau akan menghubungi Bagas untuk menyiapkan kontrak kerja sama.


Usai urusan bisnis selesai, kedua lelaki itu berjalan menuju lokasi pesta.


Dentuman musik dari disc jockey kenamaan membuat suasana semakin meriah.


Berisik tentu saja, rasanya Fernando ingin lari saja, disaat seperti ini, ia hanya ingin ketenangan menikmati rasa rindu pada istrinya, berharap tertidur dan bermimpi bertemu dengan wanita itu.


Ia sudah tak lagi bersama pak Renaldi, beliau sudah bergabung dengan istri dan putrinya menikmati suasana pesta.


Seperti biasa, akan ada beberapa wanita yang menyapa sekaligus menggodanya, namun karena moodnya yang sedang tidak baik, ia menolak dan tak mempedulikan wanita-wanita itu.


Hingga seorang wanita mantan kencannya datang menghampirinya, Kelly namanya, ingat wanita yang membuatnya membanting ponsel milik Rara, karena wanita itu akan meninggalkannya.


Kelly duduk disebelahnya sambil menikmati minuman yang disajikan bartender.


Wanita dengan dress hitam seksi yang memperlihatkan belahan dada itu, bercerita jika, dia telah menikah, dua tahun yang lalu namun suaminya malah berselingkuh dengan sekretarisnya.


Wanita itu tengah patah hati, "Do, sepanjang aku berhubungan dengan laki-laki meskipun kamu sama-sama selingkuh, tapi kamu memperlakukan aku dengan lembut, kamu tidak pernah kasar sama aku, andai aku bercerai dengan suamiku, maukah kamu kembali sama aku?"


Fernando menggoyangkan gelas berkaki berisi red wine, ia tersenyum miris, lalu meminum wine itu dalam sekali teguk.


Ia menunjukan cincin platinum di jari manisnya, "maaf Kelly, tapi aku sudah menikah dan sangat mencintai istriku, aku tak mungkin mengkhianatinya,"ujarnya.


Kelly mengangguk, ia menanyakan keberadaan istrinya, dan Fernando mengatakan jika istrinya sedang berada di Jakarta bersama putrinya.


"tapi do, bolehkah malam ini kita bersama, bukankah sedari dulu kamu suka menduakan pasangan kamu,"


"itu dulu, sekarang aku sudah bersamanya, dan tak ingin mengkhianatinya,"


"ayolah do, toh istri kamu jauh, apa kamu tidak merindukan aku?"

__ADS_1


Fernando menggeleng sambil meminum red wine dalam sekali teguk, entah ini gelas ke berapa, toh jika dirinya mabuk, Bagus akan membantu membawanya ke kamar.


__ADS_2