Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
Seratus delapan puluh satu


__ADS_3

Ujian kenaikan kelas telah usai, Rara datang ke sekolah putranya, untuk meminta ijin pada wali kelasnya.


Di sekolah Rara bertemu dengan sahabat putranya, Lucky dan Dani menanyakan kabar ibu sambung dari Nicholas juga tentang liburan yang direncanakan dua pekan sebelumnya.


Kedua remaja itu meminta ikut liburan bersama, Rara tak keberatan dengan permintaan sahabat putranya.


Tak lupa Rara memberitahukan pada Tamara tentang rencananya.


"Ada Nando juga Ra?" tanya Tamara via sambungan telepon ketika dirinya sedang mengemudi dalam perjalanan pulang ke apartemen.


"Mas Nando masih ada pekerjaan di Amerika mbak, jadi aku liburan sama anak-anak sama sahabat aku juga,"jawab Rara.


Usai berbasa-basi, Tamara mengijinkan Putranya untuk liburan bersama ibu sambungnya.


Terdengar suara berseru di jok belakang mobil, itu putranya yang sedang senang setelah mendapatkan ijin dari mommy-nya.


"lagian aku kan udah gede, kenapa minta ijin segala sih, toh mommy lagi sibuk sama keluarga barunya,"tutur Remaja itu.


"Nicho, anak lelaki itu selamanya milik ibunya, jadi kamu harus selalu menghormati dan menghargai mommy kamu,"ujar Rara menasehati putranya.


"iya Uma,"


"Nggak usah manyun, entar nggak ganteng lagi,"Canda Rara melihat putranya memajukan bibirnya.


"berarti suami Uma nggak ganteng dong, wajah kami kan sama,"


"iya deh, putra Uma tetep ganteng meskipun lagi manyun,"


Nicholas tertawa, hanya Uma-nya yang bisa membuatnya tertawa lepas dan bermanja, tentu kalau tidak ada daddy-nya.


"Uma, ada adik kelas yang menyatakan cinta padaku, bagaimana menurut Uma?"tanya remaja yang sedang bermain dengan adiknya di jok belakang mobil.


"putra Uma kan ganteng, wajar ada yang suka, sejak kamu sekolah lagi, sudah ada berapa gadis yang menyatakan cintanya sama kamu?"


Nicholas belum menjawab, remaja itu sedang menghitung jumlah gadis yang menyatakan cinta padanya, "sepuluh atau sebelas ya?"


Rara mengangkat bahunya, "lalu dari sekian banyak gadis apa ada yang kamu sukai?"


"tidak ada sama sekali,"


"kenapa? apa mereka tidak cantik?"tanya Rara heran.


"perempuan itu pada dasarnya cantik, hanya saja tidak ada yang seperti Uma,"jawab Nicholas.


"Kenapa kamu ingin mencari yang seperti Uma? bukankah Uma cerewet dan suka mengatur?"

__ADS_1


"tapi tulus mau menerima aku, meskipun tau aku ini siapa? aku yakin, jika mereka tau aku siapa, tidak ada yang mau sama aku,"


"nggak semua begitu Nicho sayang, pasti akan ada gadis yang mencintai kamu dengan tulus,"


"iya Uma,"


"lalu tahun depan kamu akan lulus bukan? kamu mau kuliah dimana?"


"aku mau bareng Uma,"


"kenapa nggak di luar negeri aja?"


Remaja itu menggeleng, "kalau Daddy selalu disisi Uma, baru aku mau kuliah diluar, aku harus jagain uma,"


"baiklah, apapun pilihan kamu, Uma menyetujuinya,"


Beberapa hari kemudian, Rara dan anak-anaknya telah berada di bandara.


Mereka menunggu kedatangan peserta yang akan liburan kali ini.


Dani dan Lucky datang pertama kali, disusul Cristy bersama Sandra juga Xander,


Sinta dan Rayan tidak ikut, karena sedang bersama Rama di Amerika.


Nantinya Fitri akan menyusul naik pesawat dari Jogjakarta.


Sandra yang merekomendasikan villa tak jauh dari pantai yang terletak di Bali bagian timur, spot terbaik menyaksikan sunrise.


Villa dengan tiga kamar tidur juga privat poll, Rara dan Sandra sewa selama seminggu.


Untuk transportasi, mereka menyewa sebuah mobil yang biasa digunakan untuk keluarga.


Senang tentu saja, liburan pertama bagi Rara dan anak-anaknya sekembalinya dari Amerika.


Xander yang jadi adik kelas Nicholas dan sahabatnya semakin akrab dengan mereka.


Jika ke-empatnya sudah berkumpul begini maka suasana menjadi semakin ramai.


"Nggak nyangka aku Ra, kirain bapaknya doang yang akrab, nggak taunya anaknya sama, cuman kebalik, dulu Alex yang lebih tua dari Nando,"Ujar Sandra sambil melihat keempat remaja itu berenang.


Begitu sampai, mereka langsung membuka baju dan menyisakan bokser lalu menceburkan diri ke kolam renang yang ada di samping villa.


"mudah-mudahan kelakuannya nggak kayak bapaknya,"ujar Rara.


"kayaknya sih nggak, dari Xander kecil, aku udah wanti-wanti untuk selalu menghargai dan menghormati wanita,"

__ADS_1


"Mbak, Xander cerita nggak kalau dia banyak disukai gadis-gadis?"tanya Rara.


"Cerita sih, Xander malah sering bawa hadiah ke rumah, cuman ya gitu, dia itu pendiam dan dingin sama cewek, beda banget sama Alex yang selalu tebar pesona,"


"Nicho juga sama mbak, belum lama dia cerita, selama balik lagi ke sekolah ada sepuluh atau sebelas gadis yang nembak dia, tapi katanya nggak ada yang dia suka,"


"Pesonanya Nando nurun ke anaknya ya Ra,"cetus Cristy yang datang dari dapur membawakan minuman dingin untuk mereka.


Rara tertawa, "mantan korbannya lagi curcol,"


Sandra ikut tertawa, "dan nggak disangka akur sama bininya,"


Cristy merangkul Rara, "abisnya bininya super baik melebihi lakinya,"ucapnya sambil tertawa.


Fitri yang sedang memangku Arana mengernyitkan keningnya, "memang siapa yang korban? lagi pada ngomongin apa sih?"tanyanya bingung.


Ketiga wanita itu saling pandang, mereka lupa, hingga saat ini, Fitri belum mengetahui fakta yang sebenarnya.


"Aku itu mantan pacar suaminya Rara sebelum mereka menikah,"sahut Cristy.


Fitri melongo mendengar pengakuan sahabatnya,


Sandra melempar kacang ke dalam mulut Fitri, "biasa aja neng, nggak usah kaget gitu,"


"Aku nggak habis pikir, kok bisa kalian akur bahkan join bareng, kayak nggak pernah ada masalah apapun,"tutur Fitri.


"Ya itu kan masa lalu, udah lewat, ngapain dipikirin,"ucap Rara.


"ya bener sih, tapi kok bisa sih?"tanya Fitri masih tak percaya, gadis itu menatap pada Rara dan Cristy secara bergantian.


"Bisalah nih buktinya,"jawab Cristy masih merangkul istri dari mantan pacarnya.


Fitri menggeleng sambil menunjukan dua jempolnya, mungkin gadis itu salut kepada dua wanita yang begitu berjiwa besar saling menerima padahal umumnya hal ini jarang terjadi.


"Tenang aja mbak, Rara percaya, mbak Cristy akan dapat lelaki yang bucin akut,"harapnya.


Sandra dan Fitri mengaminkan.


"males aku Ra, mending kayak gini, temenan sama kalian, liburan bareng, hidupku lebih tenang dan berarti, aku bahagia dengan hidupku yang sekarang, terima kasih ya udah terima aku, terutama kamu Amara,"ungkap Cristy dengan mata berkaca-kaca.


"Ngapa jadi Melo gini sih, kita disini mau senang-senang, mumpung nggak ada pengganggu,"ujar Sandra sambil menyeka sudut matanya.


Keempatnya kompak tertawa setelah sebelumnya menghapus air mata yang hendak mengalir.


Malamnya mereka menggelar barbeque di dekat kolam renang, sederhana saja ala kadarnya, yang penting adalah kebersamaan dan kebahagiaan yang tercipta.

__ADS_1


Ada beberapa usulan dari keempat remaja itu kegiatan esok pagi,


Tentu Sunrise menjadi tujuan utama mereka menginap di sana.


__ADS_2