Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
seratus lima puluh dua


__ADS_3

Sejak itu kehidupan Mereka berjalan sebagai mana mestinya, Rara mengikuti kemanapun suaminya pergi.


Usaha onlinenya di ibukota dikelola oleh Cristy sementara Fitri masih jadi pengelola utamanya.


Walau Rara bekerja sama dengan Cristy, tapi sekalipun Fernando tak pernah bersinggungan dengan mantannya itu.


Rumah di samping dan di belakang sudah dibelinya, setelah segala ijin membangun ditangan, tiga rumah itu mulai dibongkar.


Dan untuk sementara Rara tinggal di Apartemen dengan tiga kamar yang terletak tak jauh dari rumah itu.


Begitu Nicholas lulus dari Sekolah menengah pertamanya, remaja itu langsung pindah ke ibukota dan tinggal bersama orang tuanya di apartemen.


Sejak kepindahan remaja itu, Rara tak lagi mengikuti suaminya bekerja, ia mulai menetap di Ibukota,


Fernando tak punya pilihan lain, tidak mungkin bukan putranya tinggal sendirian.


Awalnya Fernando dan Rara hendak mendaftarkan Nicholas ke salah satu sekolah internasional paling bergengsi di ibukota yang bayaran pertahunnya mencapai ratusan juta rupiah, namun remaja itu menolak mentah-mentah, katanya dia ingin bersekolah di tempat daddy-nya dulu.


Walau sudah dibujuk, Nicholas tetap kekeh dengan pendiriannya, mau tak mau sebagai orang tua yang bijak mereka menuruti kemauan putranya itu.


Sebelum tinggal di apartemen, Rara juga mulai belajar mengemudikan mobil, bukan suaminya yang mengajarinya, tapi guru privat yang dibayarnya.


Mana mungkin suaminya yang sibuk berkeliling bisa menyempatkan waktunya untuk mengajarinya, bahkan lelaki itu berkata, "Rara sayang nggak usah belajar nyetir, buat apa sih, kan ada aku, tapi misal aku lagi nggak disini, aku bisa cari supir untuk mengantarkan kamu pergi kemanapun, tapi harus cewek,"


Rara pikir dari pada seperti itu, lebih baik, dirinya belajar, mengingat ia sering ditinggal suaminya bekerja, sementara dua anaknya suatu saat harus ia antar ke sekolah.


Masalah pembangunan rumah, Fernando banyak mendiskusikan dengan istri dan putranya, karena rumah akan dibangun sesuai dengan kebutuhan mereka, maksudnya ruangan apa saja yang diperlukan.


Rara sebagai seorang ibu sambung juga dekat dengan putra dari suaminya, wanita itu tak keberatan jika harus mendengarkan keluh kesah remaja itu.


Tak jauh berbeda dengan daddy-nya saat remaja, Nicholas juga banyak disukai oleh gadis-gadis bukan hanya teman satu angkatan, tapi juga kakak kelas bahkan siswi diluar sekolahnya.


Mereka sama-sama dingin, hanya saja, Fernando dulu masih mau menanggapi jika perempuan yang mendekatinya cukup agresif, sementara Nicholas sama sekali tidak menanggapi meskipun gadis-gadis itu mendekatinya secara agresif.


Kalau sedang tidak ada Fernando, Rara bisa bebas mendengarkan keluh kesah putra sambungnya, tetapi jika lelaki itu ada di apartemen, tak akan ada kesempatan dirinya mengobrol dengan Nicholas, karena suaminya memonopoli dirinya.


Bahkan Fernando pernah berkata, "aku nggak suka kamu terlalu dekat dengan Nicholas, bagaimanapun dia itu laki-laki dan dia mirip aku, jangan sampai aku berbuat yang tidak-tidak pada putraku, hanya karena cemburu,"


Saat itu Rara sampai menganga lalu mengorek kedua telinganya seolah tak percaya dengan apa yang diucapkan suaminya, lelaki itu cemburu hanya karena dirinya dekat dengan putranya, bukankah bagus jika seorang ibu tiri dekat dengan anak tirinya?

__ADS_1


Yang membuat Rara tak habis pikir suaminya mengatakan hal itu didepan putranya, saat mereka sedang sarapan pagi.


Sejak saat itulah Nicholas hanya mau mendekati jika Daddy-nya tidak ada di rumah.


Rara yang sejak pindah ke apartemen sudah bisa mengemudikan mobil sendiri, setiap pagi jika tidak ada Fernando, akan mengantarkan putranya menuju sekolah, tentunya dengan membawa serta Arana.


Atau jika keadaan macet, maka motor matic yang akan jadi pilihannya, karena belum berusia tujuh belas tahun, Nicholas belum diijinkan untuk membawa motor sendiri, sehingga remaja itu akan diantar jemput oleh Rara.


Jika akhir pekan suaminya tidak di rumah, beberapa kali, Rara mengajak putra sambungnya, mengunjungi tempat wisata di sekitar ibu kota.


Kehidupan yang menyenangkan bagi Rara, menjalani perannya sebagai seorang istri dan ibu dari dua anaknya.


Namun terkadang kehidupan berjalan tidak selalu mulus, ada saja batu yang membuatnya harus jatuh tersungkur.


Seperti saat ini ia dihadapkan dengan kedatangan Tamara di tempat Nicholas bersekolah.


Tentu ibu kandung dari Nicholas bisa tau, karena remaja itu aktif berkomunikasi dengan Tamara.


Rara tentu tau hal itu, bahkan semua isi chat antara Nicholas dengan mommy-nya ia membacanya, tentu karena di tunjukan oleh remaja itu.


Dari remaja itu juga, Rara tau, jika keluarga dari Tamara sudah bangkit, memulai usaha yang sempat bangkrut.


Mendapatkan tuduhan seperti itu, Rara hanya diam, tak menanggapinya, ia hanya mengatakan pada putra sambungannya, "hari ini silahkan kamu berkumpul dengan mommy kamu, tapi tolong segera kembali ke apartemen jika Daddy akan pulang," setelah mengatakannya, Rara pergi dari sana sambil membawa Arana pergi.


Rara pikir di sekolah sudah cukup bertemunya dengan Tamara, tetapi ia tak menyangka, setelah dua hari Nicholas tak pulang, ia mendapati remaja itu kembali bersama mommy-nya.


Bak nyonya rumah, Tamara berprilaku di apartemen miliknya dan suaminya.


"Maaf Uma, berhubungan tidak ada Daddy, mommy menginap disini ya,"ucap Nicholas.


Mendengar ucapan putranya, terpaksa, Rara menyetujuinya, tak mungkin bukan ia tiba-tiba mengusir Tamara.


Rara tidak menyangka, jika wanita itu berbeda saat dulu mereka bertemu,


Dulu wanita itu memang masih menginginkan kembali pada Fernando, ia juga ingat, saat membawa wanita itu ke rumah sakit, keduanya sudah cukup akrab, tapi dirinya tak menyangka, wanita itu banyak berubah.


Sekarang Rara bahkan harus melayaninya bak pembantu melayani majikannya.


Seperti menyediakan makanan, mencucikan baju, bahkan membereskan kamar wanita itu.

__ADS_1


Di apartemen memang ada orang yang membersihkan, tapi itu hanya dua hari sekali, tidak setiap hari ada.


Suaminya kembali secara mendadak, bukan karena hal penting, katanya hanya kangen ingin bertemu dengannya, padahal setiap ada kesempatan mereka melakukan panggilan video disela aktivitas keduanya.


Rara tentu saja khawatir, jika suaminya mengetahui keberadaan mommy dari Nicholas yang sedang menginap di sana.


Rara berharap wanita itu tidak keluar dari kamar yang biasa ditempati oleh umi Fatimah.


"Kamu kenapa sih, kayak nggak seneng gitu aku balik?"tanya Fernando saat keduanya ada di kamar.


Rara yang sedang menyiapkan baju ganti untuk suaminya hanya  menanggapi dengan senyuman.


"Oh ya, Uma sayang, kamu beli sepatu baru ya? Tapi kok kayak bukan ukuran kaki kamu, mana hak tinggi lagi, kapan kamu beli? Kok aku nggak tau,"


Deg...


Rara yang tak siap dengan kedatangan suaminya yang mendadak, lupa menyembunyikan sepatu milik Tamara.


"Iyaa, pengen punya aja,"jawabnya gugup.


Untuk menutupi rasa gelisah nya, Rara menawari suaminya makan,


"Sebelum pulang, tadi aku ketemu sama salah satu kolega aku di bandara, sekalian diajak makan malam, sekarang aku mau mandi, terus mau tidur sambil peluk kamu, tau nggak masa kemarin malam, aku mimpi kamu, saking kangennya aku sama kamu,"


Lagi-lagi Rara hanya tersenyum menanggapinya.


Usai mandi dan berganti baju, suaminya langsung meminta haknya, seperti kegiatan rutin sepulang lelaki itu bekerja diluar kota.


Mereka melakukan kegiatan panas untuk melepas rindu, lenguhan panjang itu mengakhiri kegiatan berbagi peluh,


Fernando membaringkan tubuhnya sementara Rara tengkurap diatas tubuh kekar itu,


Lelaki itu membelai rambut panjang istrinya, "kamu kenapa Uma sayang? Apa ada sesuatu yang menggangu pikiran kamu? Aku merasa kamu tidak seperti biasanya,"


Rara memaksakan senyumannya, "nggak ada apa-apa mas, aku hanya terkejut dengan kedatangan kamu yang tiba-tiba,"


Fernando mencium kening istrinya lembut, lalu menggendong wanita itu menuju kamar Mandi untuk membersihkan diri.


Fernando yang peka tentu tau jika istrinya sedang tidak baik-baik saja, beberapa hari yang sibuk, ia tak sempat mengamati kegiatan istrinya melalui cctv yang terhubung langsung dengan smartphone miliknya.

__ADS_1


Setelah memakaikan piyama dan menyelimuti istrinya, lalu memastikan wanita itu telah tertidur pulas, ia berniat menuju ruang kerjanya, tapi apa yang dilihatnya, membuat Amarahnya seketika naik.


__ADS_2