
Fernando tak mempedulikan bisik-bisik orang yang ia lewati saat menggendong kekasihnya.
Hingga lelaki itu sampai dikamar hotelnya, ia menurunkan kekasihnya di atas ranjang queen size.
Rara duduk, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, ia merasakan pusing akibat perbuatan lelaki itu.
"Apa kamu sudah gila? Gara-gara kamu kepalaku jadi pusing,"dengan berani Rara membentak Fernando.
Wanita itu bangkit, setelah merasa lebih baik, ia berjalan menuju pintu keluar,
Melihat hal itu Fernando mencekal tangan milik kekasihnya, "mau kemana kamu?"tanyanya dengan nada tinggi.
"Tentu saja aku mau pulang, untuk apa aku disini, bukankah kamu ada janji dengan Felicia untuk pergi bersenang-senang ke club' malam di hotel ini? Aku cukup tau diri tidak menggangu kesenangan kamu,"jawabnya menatap tajam lelaki itu.
Fernando menghela nafas, "Ra, aku salah, aku minta maaf, tolong jangan begini, please!"mohonnya.
Rara menyunggingkan senyuman, "aku maafin, tapi maaf aku nggak bisa lagi bersama dengan laki-laki yang sudah ke empat kalinya berurusan dengan wanita lain didepan mata aku sendiri, aku bukan orang yang sabar dengan itu, dua kali aku gagal karena dikhianati, dan sekarang pun sama,"ungkapnya dengan berani, bahkan dirinya sendiri bingung bisa mengungkapkan itu.
"Ra aku salah, tolong maafkan aku, jangan tinggalkan aku Ra,"mohon lelaki itu sambil memeluk paksa kekasihnya.
"Mas, dari awal aku memang tidak bisa menerima masa lalu kamu, aku memberikan kamu waktu satu tahun untuk berfikir ternyata baru sebulan kamu melakukan kesalahan yang sama, sekali player tetap player, aku bakal makan hati Mulu kalau sama kamu, aku nggak mau itu mas,"Rara menegaskan keputusannya.
Fernando menatap kekasihnya lembut, "Ra, please... Apa yang harus aku lakukan supaya kamu tetap sama aku? Kasih tau aku supaya kamu bisa maafin aku, tolong Ra, aku nggak mau kehilangan kamu,"
Rara meniup poni yang menutupi dahinya, ia malas sekali berhubungan dengan player satu ini, kenapa bisa dirinya menyukai lelaki macam dia?
Tapi mengingat dirinya sudah jauh-jauh datang ke sini, bahkan harus merelakan beberapa juta untuk membeli tiket pesawat pulang pergi, apa mau dikata? Mungkin ini akan jadi yang terakhir dirinya bertemu lelaki ini,
Setidaknya selama dua hari tiga malam, ia akan meninggikan hati lelaki player ini dan setelahnya ia akan menjatuhkannya ke dasar terdalam samudera.
Kemarin saat makan siang ia mendengar cerita dari Liana, rekan kerjanya itu memutuskan pacarnya yang berkali-kali selingkuh dan memberi pelajaran tak terduga.
"Oke,"ucap wanita itu singkat.
Rara meletakan tas Ranselnya di sofa yang dekat dengan jendela, lalu ia melepas Hoodie kebesaran dan meletakkannya di sana.
__ADS_1
Setelah itu ia membuka blouse batik khas wanita pekerja kantoran, menyisakan tank top berwarna putih dengan bra yang terlihat berwarna maroon, juga celana formal hitam.
Wanita itu mengambil peralatan mandi miliknya, dengan santai ia berjalan menujuĀ kamar mandi melewati Fernando, yang hanya diam melihat kegiatan yang dilakukan oleh kekasihnya.
Sepuluh menit berlalu, Rara keluar dari kamar mandi dengan bath rob berwarna putih dengan logo hotel di dada kirinya, lagi-lagi ia melewati lelaki itu.
Rara mengambil piyama motif strawberry kecil di beberapa sisinya.
Dengan santainya, ia memakai bajunya didepan lelaki itu, setelahnya ia mengambil hair dryer yang tersedia di sana, lalu mengeringkan sendiri rambutnya yang basah.
Melihat hal itu, Fernando berinisiatif membantu kekasihnya untuk mengeringkan rambut beraroma strawberry itu.
Tanpa berucap terima kasih, Rara melenggang menuju ranjang dan merebahkan diri di sana, ia menyelimuti tubuhnya hingga sebatas leher, ia juga memiringkan tubuhnya menghadap jendela kaca.
Fernando bergegas membersihkan diri di kamar mandi,
Tak berapa lama, lelaki itu keluar dengan handuk melilit di pinggangnya, dengan segera ia mengeringkan rambut cokelatnya sambil memandangi wanita yang tengah merebahkan diri disisi ranjang queen size itu.
Fernando hanya mengenakan bokser dan membaringkan diri tepat dibelakang kekasihnya, ia memeluk wanita itu erat, menciumi aroma strawberry kesukaannya, ini moment yang ia tunggu selama sebulan.
Tak ada tanggapan dari wanita didepannya, dengan hati-hati Fernando membalikan tubuh kekasihnya agar menghadapnya, Mata bulat berwarna hitam itu bertemu dengan mata hijau miliknya,
"Rara sayang, maafin aku ya! Aku bodoh, aku belum bisa sepenuhnya menghilangkan kebiasaan buruk aku, tolong jangan tinggalkan aku, kamu boleh marah tapi jangan lama-lama, tolong kasih kesempatan aku ya! Sesuai kesepakatan kita,"ucapnya memohon.
Rara hanya mengedipkan matanya, tak ada ucapan yang terlontar dari mulutnya,
Fernando mengelus rambut hitam milik kekasihnya, "sayang aku kangen banget sama kamu, boleh aku cium kamu?"tanyanya.
Rara mengangguk, tanpa membuang waktu, lelaki itu mulai mencium kekasihnya dari dahinya, kedua mata bulat itu, hidung, kedua pipi lalu mengecup bibir yang hanya ia bayangkan selama sebulan mereka tak bersama.
Tak ada tanggapan apapun dari wanitanya, Fernando menatap mata bulat itu lagi, "Rara sayang, please maafin aku,"mohon nya.
Cukup lama keduanya hanya bertatapan, hingga Rara lebih memilih mengalihkan pandangannya, lalu terlentang menatap langit-langit kamar hotel itu, sambil mengembuskan nafas lelah.
"Mas, aku udah nggak tinggal di Malang, aku kabur dari rumah,"akhirnya Rara membongkar sendiri rahasianya,
__ADS_1
Fernando terkejut, ia sampai bangkit dan duduk bersila menghadap wanita itu.
"Apa maksud kamu? Jadi selama sebulan ini kamu kemana? Dan itu artinya kamu membohongi aku begitu?"tanyanya berusaha untuk mengendalikan emosinya, Fernando paling tidak suka dibohongi.
Rara bangkit duduk menyandarkan dirinya di head board ranjang, "kalau aku pulang ke rumah orang tua aku, pastinya dua hari setelah aku pulang dari Bali, aku pasti sudah menikah dengan laki-laki pilihan bapak, kamu mau aku begitu? Lagian ini hidup aku, masa depan aku, yang jalani juga aku, jadi kenapa mesti ditentukan oleh orang lain,"jelasnya.
"Jadi selama ini kamu kemana?"tanya Fernando sudah mulai tenang mendengar penjelasan wanitanya.
Rara menggeleng, "kamu nggak perlu tau, toh nggak penting juga buat kamu kan?"
"Ra, semua yang berhubungan dengan kamu, itu penting buat aku, kamu wanita terpenting dalam hidup aku setelah Umi, jadi tolong ceritakan semua yang terjadi,"ujarnya sambil memegang tangan milik Rara.
Wanita itu menatap lelaki itu dengan pandangan sulit diartikan, "bisakah kamu cukup tau sebatas ini saja, tentang kehidupan pribadiku yang lain cukup hanya aku yang tau, aku juga membiarkan kamu melakukan semau kamu kan? Tadi saat kamu sama Felicia, aku nggak tiba-tiba Jambak rambut teman kencan kamu kan? Aku malah pergi dan hanya mengirimi kamu pesan kan? Jadi bisakah kamu menghargai pilihan yang aku buat?"
Fernando diam tak berkomentar, ia memilih bangkit meninggalkan wanitanya, menuju kulkas mini yang ada di hotel, berisi beberapa bir, soft drink, air mineral.
Lelaki itu menelepon pihak hotel dan menyebutkan pesannya.
Setelahnya, Fernando duduk di sofa sambil menatap kekasihnya, tangannya mengetikan sesuatu di ponselnya.
Ia menyunggingkan senyumannya, wanita ini tidak sepenuhnya tau Fernando yang sebenarnya.
Tak lama, pintu kamar diketuk, dengan mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, ia membuka pintu, terlihat pelayan hotel memberikan sebotol red wine juga gelas berkaki tinggi.
Fernando duduk disisi ranjang yang kosong, ia meletakan wine dan gelas itu di atas kabinet sebelah ranjang.
Ia menuang sedikit minuman berwarna merah itu kedalam gelas, lalu ia menggoyangkannya perlahan dan meminumnya dalam sekali teguk, ia mengulanginya lagi, hingga wine itu tersisa setengah botol.
Semua yang dilakukan lelaki itu tak luput dari penglihatan Rara, ia hanya mengamati apa yang dilakukan Fernando.
Hingga secara tiba-tiba, usai minum red wine itu, Fernando sengaja menyimpannya di mulutnya lalu mendekati kekasihnya, ia memegang tengkuk Rara, dan mencium bibir itu tak lupa, wine yang ia simpan ia masukan kedalam mulut itu,
Ada pemberontakan dari wanita itu, namun lelaki itu lebih sigap menahan tengkuk kekasihnya.
Dan semua wine yang ia simpan di mulutnya, berpindah ke dalam lambung wanitanya.
__ADS_1