Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
tujuh puluh dua


__ADS_3

mohon dukungannya, jangan lupa like, mau komen juga boleh, vote juga ya kalau mau kasih hadiah boleh banget, jangan lupa follow terima kasih.


Fernando menggandeng istrinya menuju mobil yang terparkir di samping kantor sahabatnya,


Sejujurnya Rara kesakitan, pergelangan tangannya dicengkeram oleh suaminya.


Lelaki itu mendudukkan istrinya di samping kursi kemudi lalu membantu memasangkan seat belt untuk wanitanya.


Setelahnya ia mengitari mobil dan duduk dibalik kemudi, ia mengambil ponselnya, ia menghubungi Alex, untuk mengajaknya bertemu di cafe dimana ada Rama.


Tak ada pembicaraan diantara kedua pasangan suami istri itu, selama perjalanan,


Hingga mobil memasuki area parkir didepan cafe, terlihat mobil milik Rama telah terparkir di sana.


Fernando bahkan membukakan pintu mobil untuk istrinya, lalu menggandengnya masuk, kalo kali ini pegangan tangannya lembut,


Memasuki cafe, seperti biasa cafe selalu ramai pengunjung, ada Satria yang sedang menggiling kopi,


Fernando menghampiri sahabat lamanya, "bang, kenalin bini gue,"ujarnya tiba-tiba saat satria masih membelakanginya.


Satria yang hafal suara lelaki blasteran itu, menoleh ia mendapati, Fernando bersama seorang gadis berhijab maroon,


"Wah do, pinter Lo nyari bini,"puji Satria dengan senyum mengembang.


"Iya dong bang, kan bakal jadi ibu dari anak-anak gue,"


Satria menganggukkan kepalanya menyapa istri sahabatnya, Rara membalas dengan senyum khasnya.


"Udah jangan lama-lama senyumnya, entar bang Sat terpesona sama kamu,"ungkap Fernando pada istrinya.


"Dih, gue juga punya kali,"sahut satria, "dedek Rara kok mau sama dia sih, lagi nge-lag apa gimana?"ejeknya.


"Mulai Lo bang,"


"Becanda do, serius amat hidup Lo, jadi apa ada yang mau dipesan sama dedek Rara? Abang Satria buatkan kopi spesial khusus dedek cantik nan Soleha,"


"Bang..."


"Nggak usah cemburu do, gue cuman nyapa bini Lo dengan ramah,"ucap Satria yang melihat wajah kecut lelaki blasteran itu.


Fernando merangkul istrinya tak lupa mencium keningnya, "Rara sayang, ingat cake strawberry yang aku bawain buat kamu tempo hari? Aku pesan dari sini loh, kamu mau pesan itu nggak?"


Rara mengangguk sambil tersenyum antusias,


"Bang, cake strawberry satu loyang, minumnya Americano sama milk shake strawberry, terus tolong sekalian pesankan  makan siang buat anak-anak cafe buat Lo, beliin nasi Padang aja kayaknya ya, sekalian buat Rama sama Alex juga,"Fernando mengutak-atik ponselnya, "udah gue transfer, suruh siapa gitu, gue naik dulu ya!"


Satria menunjukan kedua jempolnya seraya tersenyum lebar, sedangkan Fernando mengajak istrinya menuju ruangan milik Rama.


Sudah menjadi kebiasaannya bagi Fernando ketika masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, namun pemandangan didalam sana membuatnya menutup mata istrinya.


Rama sedang memangku istrinya seraya berciuman mesra,


Tentu saja Rama terkejut karena dipergoki sedang bermesraan bersama istrinya, ia kesal kegiatannya terganggu, "bisa nggak Lo, ketuk pintu dulu,"protesnya.


Fernando tak mempedulikan protes sahabatnya, ia malah mengajak istrinya duduk di sofa.

__ADS_1


Sinta yang sudah merapihkan jilbabnya tersenyum canggung pada pasangan suami istri baru itu.


Fernando memperkenalkan istrinya pada wanita yang tengah hamil muda itu.


"Mbak Sinta tetangganya Dia bukan si?"tanya Rara memastikan.


Sinta yang paham, mengangguk ,"kamu temennya Ayu kan?"


Rara mengangguk, "ya ampun udah lama ya kita nggak ketemu,"


Sinta menghampiri Rara lalu memeluknya, tak lupa cipika-cipiki,


"Jadi mbak Sinta istrinya mas Rama?"


"Ya gitu deh Ra, mbak malah nggak nyangka kamu istrinya Nando, kok bisa sih Ra?"


"Maksud Lo apaan Sinta?"ujarnya lelaki blasteran itu kesal.


"Ya kirain Rara yang lain, nggak taunya Amara sahabatnya Ayu, kirain karena Ayu nikah sama Ben, kamu bakal nikah Sama Dikta,"ucap wanita hamil itu.


"Tapi dia jodoh gue Sinta,"sela Fernando mulai kesal.


"Ya kan gue bilang do, gue pikir Dikta nikahnya sama Rara, ngerti nggak sih Lo,"


"Gue nggak ngerti,"


"Ngapa jadi ribut sih,"protes Rama.


"Bini Lo nih Rama,"


Rara mengangguk, "kemarin terakhir ketemu Dikta juga gitu mbak, kita berdua buat kesepakatan,"jelasnya.


"Oh jadi kamu mau nikah sama Dikta gitu, nggak akan aku biarkan, yang jelas akan ada anak aku lagi di rahim kamu,"sela Fernando mulai kesal.


"Lah bukannya kalian pengantin baru ya?"tanya Sinta.


"Tiga tahun lalu Nando nanam saham dulu sayang, sengaja dia biar Rara mau dinikahi dia, eh nggak taunya malah ngilang,"jawab Rama menjelaskan.


"Bener Ra?"tanya Sinta kepada perempuan berjilbab maroon itu.


Rara mengangguk,


"Wah beneran kumpulan genk brengsek emang ya, semuanya dites Drive dulu,"ungkap Sinta kesal.


Rara mengernyit bingung tapi segera mengerti yang dimaksud oleh wanita dengan jilbab berwarna nude itu, "mbak Sinta juga?"tanyanya.


"Untungnya aku sama Ayu nggak sampai isi dulu, biasa Ra, mereka memanfaatkan kepolosan gadis lugu macam kita-kita,"ungkap Sinta kesal.


"Mending mbak Sinta nggak ada yang merongrong, aku tadi barusan mantan pacar suami, nyamperin minta balikan, dulu mbak waktu baru jadian empat mantan cewek suami nyamperin, bahkan Rara memergoki mereka lagi adu lidah, coba bayangkan perasaan Rara kayak apa saat itu?"curhat wanita itu.


"Ya ampun Ra, ternyata bukan mbak aja yang begitu, cuman satu cewek tapi susah banget lepas sama suami mbak, apalagi mereka berhubungan dari SMA, masih ngejar-ngejar suami mbak, sampai sekarang malah, duh, ternyata nasib kita sama ya Ra?"Sinta tak mau kalah dalam menceritakan kisah hidupnya.


"Apa kita tinggalin aja ya mbak, aku punya tempat persembunyiannya yang mungkin mereka berdua nggak tau, aku tiga tahun aman di sana,"bisik Rara pada wanita tiga puluh dua tahun itu.


"Boleh tuh Ra, kalau mereka nakal, kita kabur aja,"sahut Sinta.

__ADS_1


Rama juga Fernando menggelengkan kepalanya, keduanya mendengarkan pembicaraan kedua wanita itu "nggak boleh,"jawab keduanya kompak.


"Jangan ngajarin bini gue yang enggak-enggak Amara,"ungkap Rama.


"Nggak akan aku biarkan kamu lari dari aku lagi Rara sayang,"ujar Fernando.


"Kirain waktu tiga tahun udah cukup buat kamu berurusan sama mantan kamu, kok malah ini masih diulang lagi, mau ditambahin jadi lima tahun?"Rara angkat bicara.


"Mana aku tau, kalau dia masih cari aku, kan aku lebih banyak diluar kota,"


"Terserahlah, kalau ada lagi yang kayak gini, aku menghilang lagi,"ancam Rara.


"Sama Ra, mbak ikut kamu, kalau sampai si Citra masih samperin Rama lagi,"sahut Sinta.


"Tapi kan aku nggak menanggapi,"Rama berkilah.


"Karena kamu nggak tegas, maka dari itu, dia mikir kamu masih sayang sama dia,"


"Masa aku mesti pukuli dia sayang, kan nggak mungkin,"


"Ya gimana kek, makanya kalau belum selesai sama mantan jangan berhubungan sama wanita lain, pake acara jebolin duluan, mau nggak mau kan diterima, huh... Nyesel.... nyesel,"keluh wanita hamil muda itu.


Rara menepuk punggung tangan Sinta lembut, "sabar mbak, kita bernasib sama, jadi sebisa mungkin kita saling support,"


Sinta mengangguk seraya berterima kasih.


Tak lama seorang waiters datang membawakan pesanan wanita berjilbab maroon itu,


"Masih aja, suka sama strawberry Ra,"celetuk Sinta melihat kue yang dibawakan Waiters tadi,


"Jelas dong mbak, kita makan bareng yuk,"ajaknya.


Sinta mengambil potongan strawberry cake lalu memakannya.


Sembari makan, kedua wanita itu mengobrol di sofa, sedangkan  Rama dan Fernando berdiskusi soal rencana renovasi villa yang di Lembang.


"Ra, kalau boleh mbak tau, dulu waktu kamu hamil, ngidam atau mengalami morning sick nggak?"tanya Sinta sambil mengunyah cake yang lembut itu


"Pernah mengalami morning sick tapi jarang, kalau ngidam, kayaknya enggak deh,"jawab Rara mengingat kehamilannya dulu.


"Mbak tuh, hampir setiap pagi mengalami morning sick sampai lemes banget, makanya sekarang mbak nggak kerja lagi, tapi kalau mantan bos butuh konsep acara wedding, mbak bakal bantu, lumayan kan buat sampingan,"


"Awalnya aku cuman curiga sih, soalnya telat haid kok sampai dua bulan, cuman takut mau periksa, kan posisinya aku belum nikah, terus karena aku tinggal bareng sama umi Fatimah, justru beliau yang nyuruh aku untuk periksa ke dokter,"


"Terus sekarang anak kamu mana?"tanya Sinta.


Rara yang teringat janinnya, mendadak murung dan menundukkan kepalanya, Sinta bingung dengan sikap wanita berhijab maroon itu.


"Kenapa Ra?"tanya Sinta.


Fernando sampai menoleh begitu mendengarkan obrolan kedua wanita itu.


"Janin itu gugur ketika aku mengalami kecelakaan sepulang bekerja, bahkan saat itu aku sempat koma, aku hancur saat itu mbak, aku merasa bersalah tidak bisa menjaga dia dengan baik,"isaknya.


Fernando yang melihat istrinya menangis memilih menghampiri wanita itu lalu memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2