
Fernando bersama Alex menyambangi kontrakan Cristy yang terletak didalam gang di pemukiman padat penduduk.
Namun keduanya harus kecewa karena wanita itu telah pindah beberapa hari yang lalu, tetangga sebelah dan pemilik kontrakan tidak tau, Cristy pindah kemana.
"Terus gimana do?"tanya Alex saat keduanya dalam perjalanan menuju kantornya.
"Besok gue mau ke tempat kerjanya, kali aja bisa ketemu,"jawabnya.
"Terus Lo mau ngapain ngajak ke kantor gue sekarang?"tanya Alex lagi.
"Gue mau numpang mabok,"jawabnya konyol.
"Kenapa nggak ke tempat mami aja, bukannya Lo udah lama nggak ke sana? Sekali-kali pantau tuh usaha Lo,"
"Tanpa gue kesana, tiap hari orangnya mami kasih laporan ke gue,"
"Terus Lo percaya?"
"Emang gue ada opsi buat nggak percaya, lagian bisnis kayak gitu hasilnya jarang gue pake, mengendap aja di rekening gue, kecuali buat hal tertentu aja,"
Alex sampai menoleh mendengar ucapan sahabatnya, "udah seberapa banyak do?"
Fernando mengutak-atik tab miliknya, lalu menunjukkan saldo m-banking disalah satu rekening miliknya.
Pengacara itu melebarkan matanya melihat jumlah saldo yang tertera di sana, "gue jadi ingat waktu Lo bilang kalau cuman beli private jet lo bisa, itu pake duit ini ya?"
"Iya nggak semua pake duit ini, tapi kalau duit gini mah, baru terbang udah nyemplung tuh pesawat ke laut, duit setan Lex,"
"Jadi selama ini itu duit Lo pake buat apa?"tanya Alex heran.
"Buat bayar ******,"jawab Fernando santai.
"Pantesan dulu kalau abis putus kasih duit kagak pake mikir, Lo pake duit itu buat cewek-cewek itu termasuk Cristy, terus jangan bilang duit yang dikasih Tamara Lo ambil dari sini?"
"Pinter banget sih temen gue,"
"Terus duit halal punya Lo buat di kasih bini Lo ya!"
"Wah bapaknya Xander makin pinter deh,"
"Itu kalo Rara tau gimana do?"
"Udah tau kok,"
Alex menginjak rem mobilnya setelah mendengar jawaban Sahabatnya.
"Anj*Ng kalo mau mati, jangan ngajak gue dong,"
"Jadi ini alasan Rara kabur?"
__ADS_1
Fernando menaikan bahunya,
"Dasar gila,"maki Alex.
"Kok cuman Ben yang ngasih pengajuan cerai ke kantor gue?"
"Ya udah Lo urusin tuh,"
"Emang Lo nggak?"
"Gue nikah seumur hidup sekali Lex, lagian Sampai kapanpun gue nggak bakal lepasin Rara,"
"Terus kalau Rara tetep mau pisah dari Lo gimana?"
"Kalau berani silahkan,"
Mobil memasuki parkiran gedung kantor Alex, waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
Alex memasuki kamar pribadi didalam ruangan miliknya, sementara Fernando menuju mini bar, yang menyediakan wine juga minum alkohol beberapa merk.
Sejak berjauhan dengan istrinya, Fernando sering kali mengkonsumsi minuman memabukkan itu, selain sebagai pengantar tidur juga menjalani peran sebagai anggota mafia.
Red wine menjadi pilihannya kali ini, ia tau sahabatnya akan mengomel jika dirinya mengambil salah satu koleksi miliknya yang berharga lumayan.
Dan benar apa yang dipikirkannya, pengacara yang baru saja selesai mandi itu menceramahinya karena menghabiskan lebih dari setengah botol.
"Berisik banget sih Lex, kan gue bilang gue numpang mabok, artinya gue mau tenang, lagian wine kayak gini Lo tinggal telpon asistennya mami, bilang disuruh gue, entar bakal dikirimin sebanyak yang Lo mau,"ujar Fernando sambil mengorek telinganya.
"Gue tamu VVIP Lo,"
Alex yang malas menanggapi sahabatnya memilih mengambil bir kalengan lalu menuju kursi kebesarannya memeriksa beberapa pekerjaannya.
"Lex, kok Sandra mau Lo ajak main tempo hari?"tanya Fernando sambil menggoyangkan gelas berkaki berisi cairan berwarna merah gelap itu.
"Ya jelas mau lah, gue godain,"jawab Alex asal tanpa melihat ke arah sahabatnya.
"Nggak mungkin banget, cuman digodain langsung mau diajak main, pasti ada sesuatu kan?"
"Kepo banget Lo, tumbenan pengen tau urusan gue,"
"Iseng aja pengen nanya, lagian kalo mau main, pintu nggak dikunci, untung gue yang masuk, coba kalau yang lain, mana telanjang bulat gitu,"
"Lo udah mabok apa gimana sih do, aneh banget, dari dulu kita udah sepakat nggak ngebahas hal begituan,"
"Iseng Alex, pengen ngoceh aja gue,"
"Ya udah ada yang pengen gue omongin sekalian deh, Lo udah tau kan, sekarang mantan temen tidur Lo sama bini Lo akrab banget, menurut Lo nih, kira-kira mereka ngebahas waktu mereka berhubungan badan sama Lo nggak ya! Bisa tuh do sekali-kali main threesome,"
Fernando mengumpat keras, "ngapa jadi ngebahas itu sih,"
__ADS_1
"Lo yang mulai duluan Dodo, coba Lo bayangin, Cristy sama Amara lagi ngobrolin step by step kalau lagi gituan sama Lo,"
"Diem Lo brengsek, bini gue nggak mungkin mau ngomongin gituan,"
"Lo lupa sifat bini Lo, coba misal Cristy cerita semua tentang Lo berdua ngapain aja, kira-kira setelah Amara denger apa reaksinya?"
"Sekali lagi Lo ngebahas itu, gue acak-acak minibar Lo,"ancamnya.
Alex menggelengkan kepalanya, "udah Lo diem disitu, serah Lo mau ngapain, yang jelas jangan ajakin gue ngobrol, besok gue ada sidang, gue harus pelajari ulang materinya,"
Mau tak mau, Fernando menurutinya, lelaki itu memilih menghabiskan wine yang ada dihadapannya, lalu berakhir tertidur di sofa panjang itu.
Tidur lelaki blasteran itu terganggu karena getaran ponsel yang terdapat di kantong celananya.
Fernando mengambil ponselnya lalu menerima panggilan itu tanpa membuka matanya,
Terdengar suara Anna yang menanyakan keberadaannya, juga suara tangis balita perempuan memanggil namanya.
Fernando tersadar dan melihat ke sekeliling, terlihat dari balik jendela, langit sudah cerah, sepertinya dirinya kesiangan.
"Nando lagi ada urusan kerjaan sama Alex, nanti agak siang aku ke situ,"
Terdengar Aileen masih merengek, hingga Nando meminta Anna mengganti mode panggilan video, agar balita itu bisa melihat wajahnya.
Fernando memperbaiki rambut cokelatnya yang berantakan, ia juga membersihkan sudut matanya.
Lelaki itu memasang mode senyum lebar pada lawan bicaranya.
Terlihat Mata biru itu berkaca-kaca, pipi dan hidungnya memerah serta bibir yang masih bergetar.
"Ai sayang, papa Nando lagi ada urusan kerjaan sama om Alex, lihat nih," Fernando menunjukan seluruh ruangan milik pengacara itu, "kalau urusannya udah selesai, papa kesana ya, kan papa mesti cari uang buat beliin princess-nya cokelat yang banyak,"
Aileen menunjukan jari kelingkingnya begitu juga dengan Fernando lalu tangan keduanya saling melambai.
Fernando mengakhiri panggilan video itu terlebih dahulu.
"Aileen nanyain Lo?"tanya Alex yang membawa bungkusan diikuti Sandra dibelakangnya.
Ibu dari Xander itu memberikannya minuman pereda mabuk, Lalu duduk bersebelahan dengan Alex.
"Si Ben benar-benar brengsek, gue dikerjain abis-abisan sama dia tiga bulan ini, sialan emang, udah gitu gue nurut aja lagi,"keluh lelaki blasteran itu.
Alex menerima suapan bubur ayam dari Sandra sambil membaca berkas yang ada ditangannya, "nikmati aja sih do,"
"Gue nggak masalah kalau itu soal Aileen, gue itu kesel sama bapaknya, kayak lepas tanggung jawab gitu, abis jatuhin talak main kabur aja, nggak mikirin anak-anaknya apa?"
"Ya mungkin Ben lagi patah hati juga kali, Lo tau kan itu pasti berat banget buat dia,"
"Lo pikir masalah gue nggak berat? Gue udah tiga bulan nggak ketemu bini sama anak gue, dan sekarang gue nggak tau mereka dimana? Apa baik-baik aja apa nggak?"
__ADS_1
"Sorry do, bukannya gue mau ikut campur, gue rasa Amara sama Arana baik-baik aja, dia perempuan mandiri, kalau emang mereka lagi bareng Cristy, gue rasa nggak masalah, Cristy itu sayang banget sama Arana, gue bisa ngomong gini, karena gue udah lihat dengan mata kepala gue sendiri,"jelas Sandra,
Fernando terdiam mencerna ucapan Sandra.