
Permintaan pengunduran dirinya tak disetujui oleh sahabatnya, kesal tapi tak ada pilihan lain, bagaimanapun berkat sahabatnya, kehidupannya menjadi lebih baik.
"Lo kerja dari Jakarta aja do, sesekali Lo pantau ke Bali, sebulan sekali lah, yang penting Bagus kasih laporan setiap hari ke elo, begitu juga pak Imam, sama Edwin,"pesan Benedict padanya.
Intinya tak masalah jika Fernando ingin menetap di ibu kota, tapi harus tetap bertanggung jawab tentang resort, villa serta taman bermain.
Sebenarnya Benedict memintanya mencari lokasi di bagian timur negara ini, namun Fernando menolaknya mentah-mentah, dengan alasan dirinya sedang melakukan program agar istrinya hamil kembali.
Selain memantau bisnis milik sahabatnya, ia juga memantau perusahaan yang ia beri suntikan modal atau investasi, jadi dirinya tidak sepenuhnya menganggur.
Hanya saja sekarang ini, dirinya lebih sering bersama istri dan anak-anaknya.
Karena putranya sudah membawa motor sendiri, maka dirinya tak perlu lagi. mengantarkannya.
Pagi-pagi dirinya akan berolahraga bersama istrinya di ruangan gym pribadi, atau berenang, sesekali mereka akan mengajak Arana untuk berjalan-jalan di Taman kota.
Walau ada asisten rumah tangga, namun istrinya yang menguasai dapur di rumah itu, awalnya dirinya protes, tapi sang Ratu memintanya bahwa dapur adalah mutlak teritorinya, sehingga ia tak diperkenankan mengganggunya.
Meskipun tak membantu, tapi kesenangannya setiap hari adalah ketika melihat istrinya memasak di dapur, hanya menggunakan daster batik rumahan dan celemek, terlihat seksi dimatanya.
Sekarang setiap saat ia bisa memeluk istrinya, sebuah impian yang dulu terlintas dipikirannya setiap kali berjauhan dengan wanita itu.
Rasanya hidupnya lebih bahagia, istri yang ia cintai dan anak-anak tumbuh dengan baik.
Karena tak suka dengan istrinya yang sering keluar rumah tanpa dirinya, Fernando meminta usaha online milik Rara yang dijalankan oleh Cristy dan mbak Cici, dipindahkan di garasi mobil.
Fernando sudah berdamai dengan mantan pacarnya, hubungan mereka juga telah membaik, apalagi wanita berwajah oriental itu akan segera dipinang oleh sepupu Benedict, dan akan segera dibawa ke Amerika.
Ia tak menyangka mantan teman tidurnya membuat George yang katanya gay, tergila-gila.
Bahkan saat George diberitahu jika Cristy adalah mantan pacar Fernando, lelaki berambut pirang itu tak peduli, belum lagi fakta bahwa Cristy tak akan bisa memberinya anak.
George mau menerima Cristy apa adanya.
Malam itu, saat Cristy baru saja menyelesaikan laporan terakhir mengenai bisnis online milik Rara, Fernando mengundangnya makan malam, ada istri dan anak-anaknya yang turut serta.
Usai makan malam, ketiganya mengobrol di teras belakang yang menghadap kolam renang.
"Jadi kamu serius mau menikah dengan George?"tanya Fernando.
"kamu kenapa nanya gitu? kamu nggak rela Mbak Cristy move on dari kamu?"sela Rara.
Mata hijau itu melototi istrinya, "nggak usah mikir macem-macem istriku, aku hanya ingin memastikan, kamu nggak ingat waktu kita berkunjung ke mansion keluarga Wright, kamu dengar kan Benedict bilang apa soal George,"
"ya iya sih, tapi kok George malah melamar mbak Cristy ya!"ucap Rara sambil berfikir, "jangan bilang George cuman menjadikan mbak Cristy tameng untuk menutupi kelainannya di depan uncle Frederic,"tebaknya.
Rara menggenggam tangan sahabatnya, "mbak jawab jujur, George beneran gay atau nggak?"tanyanya memastikan.
"Gay dari mana sih Ra? dia lebih parah dari Nando,"Cristy menutup mulutnya, ia keceplosan, "sorry Ra, aku nggak bermaksud mengingat masa lalu,"lanjutnya canggung.
Rara menggeleng, "nggak usah dipikirin, nggak masalah kok,"
__ADS_1
"maksud aku hanya ingin memastikan bahwa George tidak memanfaatkan mbak Cristy doang, aku nggak mau ya, mbak Cristy disakiti lagi,"ujarnya sambil melirik suaminya.
"Kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu? lagian itu masa lalu, jangan mulai Amara,"tutur Fernando mengerti arti lirikan mata bulat istrinya.
"Jadi maksud aku, kamu yakin jika George bukan seorang gay? kamu benar-benar udah memastikannya?"tanya Fernando kembali memastikan.
"aku serius do, harusnya kalian mengerti maksud aku kan, nggak mungkin juga aku jelaskan secara detail, yang jelas George bukan Gay, itu hanya alasan darinya, dia normal, sangat normal, dia punya alasan pribadi yang membuat dia seperti itu,"jawab Cristy yakin.
"oke anggap kami percaya, tapi apa mbak Cristy mencintai George?"tanya Rara.
"Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, apalagi aku nyaman sama dia, yang utama dia mau menerima aku apa adanya,"
"Oke jadi kapan rencananya kalian akan menikah?"tanya Fernando.
"Alex yang akan mengurus semua keperluan administrasinya, tapi aku hanya minta menikah di gereja saja, ya paling nanti akan mengajak kalian makan bersama aja, oh iya kalau bisa umi Fatimah datang ya do,"
Fernando mengangguk tanda setuju,
"satu lagi, karena aku udah nggak ada papi, nanti aku minta Alex dan Nicholas dampingi aku di gereja ya!"
Rara dan Fernando mengangguk setuju.
Hari dilaksanakan pemberkatan antara Cristy dan George tiba.
Uncle Frederic dan Benedict datang menghadirinya.
Dilaksanakan disalah satu gereja dipusat kota dengan pendamping dari pihak Cristy adalah Alex dan Nicholas.
Rara sempat menanyakan keberadaan Ayudia dan si kembar, dan Benedict mengatakan jika Istri juga anak-anaknya sedang di mansion.
"dasar posesif,"cetus Rara pada suami sahabatnya.
"sama aja Amara, Nando juga gitu kan?"sahut Benedict tak mau kalah.
"diem Lo Ben, bini gue ngambek, awas aja Lo,"ujar Fernando membela istrinya.
"apa Lo? mau ngancem, karena Ayu sama Aileen lebih nurutin Lo gitu, udah nggak ngaruh, kan udah jauh, sengaja Ayu gue tahan di sana, biar nggak ketemu Lo,"ungkap lelaki dengan postur tinggi besar itu.
"Dasar stress, segitunya mas Ben, memangnya Ayu udah tau kalau profesi sampingannya mas Ben itu agen rahasia yang terkadang bisa bunuh orang?"cetus Rara.
Benedict mengumpat, "bini Lo do, mulutnya kebanyakan disuruh karaokean sama Lo sih, jadi dol gitu,"
Fernando tertawa terbahak-bahak,
"Laki bini sama aja, paling bisa kalau ngancem orang,"celetuk Benedict kesal.
Fernando merangkul istrinya, lalu mencium bibir merah muda itu tepat didepan Benedict.
Melihat hal itu, Benedict mengumpat lagi, "sialan lo berdua, ciuman nggak liat tempat,"
Fernando melepas ciuman itu dan tersenyum jahil, itu yang gue rasain waktu dulu Lo mesra-mesraan depan gue, mana gara-gara lo, gue kehilangan pacar gue, untung sekarang udah jadi bini gue,"ungkap Fernando.
__ADS_1
"masih aja diinget Do, pendendam Lo ya!"
"sama kaya Lo,"sahut Fernando.
Setelah acara pemberkatan selesai, mereka mengunjungi salah satu restoran mewah yang sebelumnya telah dibooking untuk makan bersama.
Umi Fatimah juga turut hadir, Cristy menyalaminya dan meminta maaf tentang kesalahannya di masa lalu,
Perempuan paruh baya itu memeluknya dan mengatakan telah memaafkannya, tak lupa doa untuk kedua mempelai.
Fitri dan Nurul juga turut hadir dalam acara pernikahan itu, ketiganya menangis sedih sekaligus bahagia, sedih karena akan ditinggal Cristy, bahagia karena wanita itu telah menemukan kebahagiaannya.
Sandra dan Putranya juga turut hadir, "padahal kita baru mulai Deket, kamu malah harus pergi jauh, kita nggak bisa liburan bareng lagi dong,"ujarnya menyeka sudut air matanya.
"iya, aku juga sedih, makasih banyak ya San, mau menerima aku sebagai sahabat,"
Giliran Dani dan lucky yang memberi Tante cantik selamat, julukan dari keempat remaja yang beberapa kali liburan bersama, memang paras Cristy yang oriental serta tubuh tingginya membuat julukan itu tersemat padanya.
"Selamat ya Cristy, aku harap kamu bahagia selalu, mudah-mudahan kita bisa liburan bareng lagi,"ujar Sinta sambil memeluk salah satu sahabatnya.
"makasih ya sin, udah mau terima aku jadi sahabat kamu, aku juga berharap kamu selalu bahagia dan Rayan punya adik deh," sahut Cristy.
Sinta tertawa sambil menyeka sudut matanya.
Sekarang giliran Rara diikuti Fernando, "selamat ya mbak, akhirnya mbak Cristy menemukan kebahagiaannya, jangan lupain Rara ya, sering-sering kabari aku ya!"wanita berhijab itu terisak.
"iya Ra, aku makasih banget, kamu orang paling berjasa dalam hidup aku,"
Fernando memeluk George dan mengucapkan selamat, juga berpesan untuk menjaga dan membahagiakan Cristy,
Saat kedua mantan pacar itu berhadapan, terdengar cekikikan dibelakang sana,
"Selamat ya Cristy, aku harap kamu bahagia setelah ini,"ujar Fernando.
"Makasih do, kamu orang kedua yang paling berjasa dalam hidupku, maafkan aku pernah gangguin kamu,"balas Cristy.
"yey... akhirnya pada akur, celetuk Oscar dan Rama secara bersamaan.
Yang hadir di sana tertawa secara bersamaan.
Begitulah kehidupan, tak akan ada yang tau kedepannya, dulu Cristy dan Fernando adalah sepasang kekasih, karena memang tak seharusnya bersama keduanya berpisah meskipun ada drama yang mengiringi perpisahan itu.
Berkat Amara, hubungan keduanya kembali membaik, Fernando yang tadinya membenci mantannya karena selalu mengganggunya, sekarang memaafkannya dengan ikhlas.
Ya Cristy menemukan kebahagiaannya sendiri, berkat perantara Rara yang mengajaknya liburan dan Fernando yang berniat menyembuhkan kelainan yang katanya diderita oleh George.
Setelah angin topan berlalu, akan datang angin yang menyejukkan, begitu juga kehidupan, akan ada saatnya kebahagiaan menghampiri, tidak sekarang mungkin nanti.
Terima kasih buat yang mengikuti kisah ini dari awal hingga akhir semoga bisa diambil pelajaran.
Masih ada ekstra part sekali lagi, ditunggu ya.
__ADS_1