
Setelah kepergian kedua wanita seksi itu, wajah Rara berubah muram, hal itu disadari oleh Sandra juga Sinta, kedua wanita itu saling pandang.
"Nggak usah dipikirin Ra, mereka emang gitu, senengnya merusak hubungan orang,"ujar Sinta berusaha menenangkan.
"Tapi kalau yang dikatakan mereka benar, menurut kalian, apa yang harus aku lakukan?"tanya Rara pada kedua wanita dihadapannya.
"Kalau menurut aku, mending kamu tanya baik-baik dulu sama Nando, kalau ternyata itu benar, coba lihat apa keputusan yang diambil oleh suami kamu, kalau sekiranya kamu nggak puas, kamu bisa meninggalkan dia, kamu baru menikah dan belum hamil kan?"saran Sinta.
Rara mengangguk, dan menatap Sandra seolah meminta pendapat dari wanita dengan setelan formal khas wanita karir.
Sandra menghela nafas, "kalau misal Nando punya anak dengan Tamara, anak itu tidak berhak mendapatkan hak waris dan nasab dari Nando, karena dia ada diluar pernikahan, misal Nando ingin memberikan nafkah kepada anak itu, boleh saja tapi tidak wajib, karena sekali lagi dia bukan anak hasil pernikahan, jadi terserah Nando mau kasih uang atau tidak, mengenai Tamara, dia sama sekali nggak berhak menuntut, karena dia sudah menyembunyikan anak itu kan? kalau Nando bijak, tentu dia hanya akan memberikan uang untuk anak itu, kalau sudah terbukti itu anaknya, ya semacam rasa kemanusiaan gitu Ra, ingat Ra, kamu sebagai istri sah, lebih berhak atas Nando dalam hal apapun meskipun kamu belum memiliki anak lagi dengan dia," ujarnya.
"Kalau seandainya mas Nando ingin kembali sama dia gimana?"tanya perempuan dengan hijab maroon itu.
"Itu kembali ke kamu Ra, setau aku, Tamara berbeda keyakinan sama Nando,"jawab Sandra.
"Kalau aku jadi kamu, mending mulai sekarang kamu kuras sedikit demi sedikit harta Nando ya kira-kira cukup buat hidup selama lima tahun lah, diantara sahabatnya disini, dia yang paling kaya loh,"sambung Sandra.
"Benar tuh kata Sandra, buat jaga-jaga kamu kuras harta suami kamu Ra,"ujar Sinta melanjutkan.
"Kenapa mbak Sinta nggak begitu Sama mas Rama?"tanya balik Rara.
"Aku udah terlanjur hamil anaknya Rama, setidaknya kalau sampai aku melahirkan suamiku masih berurusan sama mantannya, sepertinya setelah melahirkan aku mau mengajukan gugatan cerai, aku nggak mau stres cuman gara-gara ngurusin masa lalu suami aku, setidaknya dengan adanya anak, aku bisa lebih semangat menjalani sisa hidupku, bener nggak san?"
"Kok aku?"
"Kan kamu lagi proses juga sama suami kamu yang suka main judi itu kan?"
"Jujur aja bertahun-tahun aku menjalani rumah tangga hanya karena mama aku, mama selalu bilang, jangan pernah bercerai apapun yang terjadi, tapi pada kenyataannya, mental aku nggak kuat lama-lama, kasihan Xander yang liat aku sama suamiku bertengkar setiap hari,"curhat Sandra.
"Terus apa rencana mbak Sandra setelah berpisah dari suami mbak, apa mbak mau kembali sama bang Alex?"tanya Rara penasaran.
__ADS_1
Sandra tertawa, "tau dari mana kamu?"tanyanya balik.
"Ya kan bang Alex cinta pertamanya mbak Sandra kan? Kali aja mau CLBK,"
"Aku mau gedein Xander aja Ra, untuk saat ini, aku tidak ingin berhubungan dengan lelaki manapun, aku lelah Ra, benar kata Sinta, setidaknya kalau sudah ada anak, aku bisa menghabiskan sisa umurku sama anak aku,"
"Terus kalau Alex maksa gimana tuh?"giliran Sinta bertanya.
"Dia nggak berhak maksa aku, dia hanya atasan aku di kantor, diluar itu kita hanya orang asing,"
"Yakin san? Setau aku, Alex lebih beringas loh, apa lagi dia mengurusi perusahan yang berkaitan dengan keamanan, kamu harusnya lebih tau seperti apa Alex itu, pengacara bukannya cuman pekerjaan sampingannya, ada pekerjaan yang lebih utama?"ungkap Sinta.
Sandra mengangguk, "aku tau sin, tapi karena aku sekretarisnya, aku jadi tau celah yang bisa bikin Alex nggak bisa maksa aku,"tuturnya.
"Mbak-mbak mending kalau kalian mau lari dari pasangan masing-masing, aku punya tempat aman, selama tiga tahun aku di sana, dan Mas Nando nggak tau loh keberadaan aku,"tawar Rara.
"Boleh tuh Ra, aku mau deh, abis lahiran ya!"ucap wanita hamil itu.
Ketiganya masih terus membicarakan rencana kabur yang akan mereka lakukan jika pasangan masing-masing berulah.
Hingga terlihat ketiga lelaki yang dimaksud berjalan bersamaan menuju wanita masing-masing, Dan otomatis ketiga wanita itu menghentikan obrolannya.
Fernando mengajak istrinya untuk pulang, pasangan suami istri itu akan bersiap untuk menuju pulau Dewata nanti malam.
Sepulang dari cafe, Rara menjadi lebih pendiam, ia hanya berbicara ketika ditanya, tak ada candaan yang biasa ia lontarkan.
Malamnya saat berada di pesawat, Fernando memegang tangan istrinya dan menciuminya,
"Rara sayang, aku perhatiin sepulang dari cafe kamu lebih pendiam, apa ada masalah?"tanyanya.
Wanita itu menghela nafas, "mas, kalau misalnya kamu ternyata punya anak laki-laki tapi bukan dari rahim aku, apa yang akan kamu lakukan?"tanyanya balik.
__ADS_1
Fernan tertawa, "ya nggak mungkinlah, kan aku kalau main cari aman, selain pakai pengaman, aku juga suruh mereka minum obat kontrasepsi darurat, tenang aja, anak aku hanya dari rahim kamu,"jawabnya sambil mengelus perut rata yang tertutup gamis hitam itu.
"Apa dulu saat kamu melakukannya untuk pertama kalinya, kamu memakai pengaman dan wanita itu mengkonsumsi pil kontrasepsi darurat, seperti yang kamu bilang,"
Fernando diam berfikir, "kayaknya sih nggak, kan itu juga nggak sengaja, dia juga ngajak duluan, aku nggak ada persiapan sama sekali,"
"Nah itulah celahnya, bisa jadi kamu punya anak dari wanita itu, dia cinta pertama kamu kan? Andai dia kembali apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan kembali sama dia dan membesarkan anak kalian yang sudah menginjak remaja, lalu kamu meninggalkan aku,"
"Aku nggak akan pernah melepaskan kamu, istri aku hanya kamu,"
"Yakin kamu akan begitu, dia cinta pertama kamu loh mas,"
"Kenapa jadi bahas mantan aku sih? Lagian dia udah nikah dan tinggal di luar negeri, nggak mungkin tau-tau minta balikan sama aku,"
Rara menunjukan layar ponselnya, semua percakapan yang mereka katakan di rekam oleh ponselnya, "aku pegang kata-kata kamu, dan jika kamu melanggarnya, saat itu juga kita berpisah,"
"Kamu kenapa tiba-tiba ngomong kayak gitu? Apa Sandra membicarakan soal masa lalu aku?"tanya lelaki itu.
"Tadi ada dua perempuan seksi datang dan bilang jika cinta pertama kamu yang bernama Tamara, memiliki anak dengan kamu, anak laki-laki yang umurnya berbeda setahun dengan anaknya mbak Sandra, dia juga bilang akan menyuruh Tamara untuk pulang menemui kamu,"ungkap Rara jujur.
Fernando sampai menghadap ke istrinya, "siapa yang kamu maksud dua perempuan seksi itu?"tanyanya penasaran.
"Mbak Lusi sama mbak citra,"jawab Rara.
Fernando terdiam entah apa yang dipikirkannya,
Rara menyunggingkan senyumannya miris, "aku udah tau kamu masih ada rasa sama cinta pertama kamu, saran aku mas, sebelum dia datang, bagaimana kalau kamu lepaskan aku dulu, supaya kalian bisa membesarkan buah cinta kalian yang sudah remaja, aku tau diri tidak akan merusak kebahagiaan kalian,"
Mendengar hal itu, Fernando menoleh, ia menatap istri tajam, "apa telinga kamu tidak dengar Amara, aku tidak akan melepaskan kamu sampai kapanpun, dan istri satu-satunya aku adalah kamu, jika dia ingin kembali aku tidak peduli, salah sendiri dia nggak kasih tau aku kalau dia dulu hamil anak aku, soal anak itu, tentu aku tetap akan bertanggung jawab, dengan memberikan biaya untuk hidup juga sekolah, sampai dia mandiri, tentu semua itu akan aku diskusikan dulu Sama kamu sebagai istri aku,"
"Aku harap ucapan kamu sekarang benar-benar kamu lakukan nanti, ingat ya mas, aku tidak akan memaafkan satu pengkhianatan sekalipun,"ancamnya.
__ADS_1