Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
enam puluh dua


__ADS_3

Fernando mencari keberadaan istrinya yang berpamitan akan ke resto, katanya wanita itu lapar, maka dari itu, dirinya mengijinkan untuk memesan makanan terlebih dahulu.


lelaki itu berjalan menuju restoran sambil berbincang dengan asistennya setelah meeting usai, namun sesampainya di sana ia tak menemukan keberadaan istrinya.


Fernando sampai menanyakan kepada beberapa pelayan restoran, tapi mereka tidak ada yang tau keberadaan wanita itu.


Ia berkeliling resort, ia tak menemukan keberadaan istrinya, entah mengapa otak cerdasnya tak bisa berfikir jernih.


Hingga asistennya menyarankan untuk melihat CCTV, barulah diketahui, jika istrinya tadi memasuki toilet.


Tak peduli meskipun itu toilet wanita, Fernando tetap menerobos masuk, ia mengetuk secara bergantian empat bilik yang ada di toilet itu.


Dan di bilik terakhir barulah ia tau keberadaan istrinya, terdengar Isak tangis di sana, ia memanggil nama istrinya, juga menanyakan keadaan wanita itu.


Tak berapa lama, pintu terbuka dan wanita itu keluar, Fernando terkejut mendapati mata sembab istrinya, tanpa menjawab pertanyaannya, Wanita itu melewatinya begitu saja.


Bukan ke kamar atau ke resto tetapi ke lobby resort,


"Kamu mau kemana sih Ra? Bukankah kamu lapar? Kita ke resto yuk,"


Tapi Rara tak mempedulikan lelaki itu, wanita itu tetap berjalan dengan langkah tergesa-gesa.


Fernando bukan orang yang sabar, ia mengandeng tangan istrinya juga menariknya menuju resto, awalnya Rara pasrah, namun setelahnya wanita itu malah memberontak hingga tangannya terlepas.


Rara berlari meninggalkan suaminya, ia menuju lobby lalu keluar, sayangnya tak ada taksi sehingga wanita itu berlari lagi menuju jalanan yang berjarak sekitar lima puluh meter.


Fernando bingung, tetapi ia tetap menyusul istrinya, hingga keluar area resort, terlihat istrinya berdiri di pinggir jalan, ia bergegas menghampiri wanita itu.


Melihat kedatangan Fernando, Rara langsung beranjak dari sana, bak adegan film India, pasangan pengantin baru itu berkejaran dipinggir jalan.


Hingga langkah panjang Fernando berhasil mendahului istrinya, "Ra, kamu mau kemana sih? Ngomong dong Ra, jangan kayak gini, kamu kekanakan tau nggak,"ucapnya mulai tak sabar.


Rara mengentikan langkahnya, mata bulat itu menatap mata hijau dengan tatapan tajam penuh amarah, tak ada kelembutan di sana.


"Kamu kenapa sih? Apa aku buat salah sama kamu? Kasih tau aku Ra, kalau kamu nggak kasih tau aku, bagaimana mungkin aku tau kesalahan yang aku perbuat sehingga kamu marah sama aku?"ujar lelaki itu.


Rara mengalihkan pandangannya ke arah kendaraan yang melintasi keduanya.


"Aku mau mengajukan pembatalan pernikahan,"ungkap wanita itu tiba-tiba.


Mendengar hal itu, Fernando terkejut bukan main, sejam yang lalu ia dan istrinya masih baik-baik saja, bahkan tadi saat wanita itu berpamitan, ia masih mendapatkan senyuman yang selalu membuatnya terpesona.


"Apa maksud kamu Ra?"tanya lelaki dengan rahang mengeras dan tatapan tajam.


Rara menatap balik laki-laki yang baru beberapa hari lalu resmi menjadi suaminya, "aku mau udahan sama kamu, aku mau mengajukan pembatalan pernikahan, aku nggak mau menjalani rumah tangga sama lelaki brengsek seperti kamu, aku pikir tiga tahun cukup buat kamu untuk berubah, tapi nyatanya kamu masih tetap sama ya! Sekali player tetap player, aku nggak mau terkena penyakit kelamin,"ungkapnya frontal.


Fernando terkejut, ia marah, "kamu menuduh aku? Apa kamu punya bukti?"tanyanya dengan nafas mulai memburu.


Rara menyunggingkan senyumannya, "ya nggak mungkin aku punya bukti, tapi aku punya telinga, aku nggak nyangka, kamu bohongi aku, kenapa sih kamu memaksa aku buat menikah sama kamu? Untuk apa sih? Bukankah kamu masih bisa menyalurkan hasrat kamu dengan para perempuan yang seksi, sementara aku? Bahkan badan aku kurus nggak ada seksi-seksinya, aku nggak bisa puaskan  kamu, bodohnya kamu, kenapa kamu menikah dengan perempuan yang bukan tipe kamu Sama sekali,"


"Maksud kamu apa sih Ra? Aku bingung, aku menikahi kamu karena aku cinta sama kamu, umi juga sayang sama kamu, dan kamu dengar omongan dari mana sih Ra,"


"Nggak penting aku dapat omongan dari siapa, yang jelas kamu belum berubah, kamu masih tetap sama, aku nggak mau jalanin rumah tangga sama laki-laki yang masih mau tidur dengan wanita random,"


Kesal akhirnya, Fernando mengambil ponselnya yang ada di saku celananya, ia menghubungi seseorang,


"Halo, pak Agung, tolong lihat CCTV di depan toilet dekat resto, siapa yang masuk ke dalam toilet sejam yang lalu sesaat setelah istri saya masuk, tolong panggil mereka ke ruangan saya," tanpa menunggu jawaban, Fernando mematikan panggilannya.

__ADS_1


Lelaki itu menatap istrinya, "Ra, kita balik ke dalam ya!"ucapnya lembut sambil menyentuh tangan wanita itu.


"Nggak, keputusan aku sudah bulat, aku nggak mau jadi istri kamu lagi,"tolaknya menepis tangan Fernando.


Lelaki itu menatap tajam istrinya, "Amara, apa kamu mau aku paksa? Silahkan pilih, mau aku gendong atau kamu jalan sendiri,"


"Jangan sentuh gue, jijik gue sama Lo, dasar penjahat kelamin, pergi Lo bangsat,"untuk pertama kalinya Rara memaki orang lain, wanita itu benar-benar marah karena merasa ditipu oleh lelaki yang tak lain adalah suaminya.


Fernando terkejut, untuk pertama kalinya, wanita yang dicintainya mengucapkan kata-kata yang kasar, mendengar itu tangannya terkepal hingga buku jarinya memutih, rahangnya  mengeras, giginya beradu, nafasnya memburu dan kelopak matanya memerah,


Lelaki itu benar-benar marah, "Amara jadi kamu ingin aku berbuat kasar, jangan salahkan aku," setelah mengucapkan itu, Fernando menggendong istrinya ala karung beras, ia bahkan memukul pantat wanita itu.


Berbagai makian keluar dari mulut Rara, seolah tak peduli dengan sekitar.


Karyawan yang melihatnya bingung dengan kelakuan bos mereka.


Hingga sampai di ruang kerja Fernando sudah ada pak Agung selaku manager, asisten yang bernama Ketut dan tiga orang karyawati resort.


Fernando menurunkan istrinya di kursi kebesarannya, lalu ia menatap tajam orang-orang yang berdiri tepat didepan meja kerjanya.


Lelaki itu berkacak pinggang, "apa yang kalian bicarakan soal saya di toilet beberapa saat yang lalu, coba saya ingin dengar?" Tanyanya tegas.


Ketiga karyawati itu menunduk mereka saling melirik satu sama lain,


"Jawab,"ucap Fernando menggebrak meja yang ada dihadapannya, ini untuk pertama kalinya ia marah besar, sehingga semua orang yang ada di ruangan itu terkejut, bahkan Rara sampai melonjak kaget.


Tak ada yang berani bersuara, bahkan ketiga karyawati itu gemetaran.


Fernando tersenyum miris, "pak Agung, pecat ketiga perempuan ini, jangan kasih pesangon dan beritahu seluruh pengusaha hotel dan resort untuk mem-blacklist mereka,"perintahnya tegas.


Ketiga karyawati itu menggeleng, mereka berlutut dan meminta maaf, memohon belas kasihan bos mereka.


Ketiganya saling pandang, salah satu dari mereka mengaku dan mengatakan apa yang mereka bicarakan di dalam toilet saat ketiganya membetulkan riasan.


"Kalian sok tau ya!"ucap Fernando menatap tajam ketiganya, "pak Agung, tolong berhentikan mereka, beri pesangon dengan nominal minimal, dan beri pengumuman pada seluruh karyawan untuk tidak bergosip, bukankah pekerjaan kalian banyak, apa perlu saya tambahi pekerjaan kalian?"


Salah satu karyawati dengan name tag Dewi, "pak tolong jangan pecat saya, saya minta maaf, saya salah, saya janji tidak akan mengulangi lagi, saya orang tua tunggal untuk kedua anak, tolong jangan pecat saya,"ungkapnya sambil berlutut.


Karyawati dengan name tag Indah, "pak saya juga jangan dipecat, saya butuh pekerjaan ini, ada adik-adik yang harus saya biayai, orang tua saya sedang sakit keras, saya mohon belas kasihannya,"mohonnya.


Sedangkan karyawati yang bernama Sukma, diam menunduk,


"Wah sekarang saya tau siapa biang keroknya, jadi kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu sengaja mengatakan hal keji itu? Seingat saya, bukankah kamu karyawati lama?"tanya Fernando berdiri tepat dihadapan Sukma.


Tanpa berani Menatap bosnya, Sukma membuka mulut, "saya tidak suka dengan wanita yang bapak bawa, dia tidak pantas ada di samping bapak,"ungkapnya jujur.


"Jadi menurut kamu, yang cocok di samping saya itu kamu begitu?"tanya Fernando marah.


Sukma menatap bosnya yang tampan, "bukan kah saya sesuai dengan tipe bapak, para wanita yang bapak bawa tidak jauh berbeda dengan saya kan?"ujarnya percaya diri.


Fernando melirik reaksi istrinya, wanita berhijab itu menatap Sukma kesal,


"Pak Agung dan pak Ketut, tolong seret wanita ini keluar, beri pesangon minimal dan beri tahukan kepada seluruh pengusaha hotel dan resort di Bali untuk mem-blacklist dia,"


Ucap Fernando tegas.


"Dan untuk kalian berdua,"ujar lelaki itu sambil menatap Dewi dan Indah, "silahkan kalian meminta maaf kepada istri saya, jika istri saya memaafkan kalian maka saya akan mempertimbangkan hukuman untuk kalian,"

__ADS_1


Kedua perempuan itu terkejut mengetahui siapa perempuan berhijab yang sedang duduk di kursi kebesaran bosnya, sedangkan Sukma tersenyum seolah mengejek,


Hal itu disadari oleh Fernando, "pak Ketut, tolong seret wanita itu keluar, jangan sampai dia menginjakan kaki di resort ini,"perintahnya.


Ketut langsung menyeret Sukma, sedangkan wanita itu memberontak dan mengatakan jika wanita berhijab itu tidak layak untuk Fernando.


Dua karyawati yang tersisa, meminta maaf kepada Istri bosnya, mereka menyesali perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.


Rara menghela nafas, ia kesal sekaligus malu, "mas dan Pak Agung, bisa tinggalkan saya dengan mereka sebentar, ada yang ingin saya bicarakan dengan mereka,"pintanya.


"Tapi sayang,"protes Fernando.


"Tolong mas,"


"Baiklah, tapi tolong hilangkan pikiran negatif kamu soal aku,"


Fernando dan pak Agung berlalu dari ruangan itu.


Sepeninggal lelaki itu, Rara menatap tajam dua wanita yang ada di seberang meja.


"Saya ingin bertanya, apa benar yang Sukma katakan tentang suami saya, soal sebulan yang lalu?"tanya Rara.


Indah dan Dewi saling pandang,


"Jawab jujur saja, tidak usah takut dengan ancaman suami saya, kalian bisa mendapatkan uang cukup besar dari saya untuk kalian membuka usaha, jika kalian menjawab jujur,"


"Sebenarnya saya tidak tau kejadian saat itu Nyonya, kebetulan saya libur,"ucap Dewi.


"Lalu kenapa kamu mengiyakan ucapan Sukma?"tanya Rara.


"Saya disuruh nyonya, saya akan dijanjikan uang seratus ribu, jika mengiyakan ucapan Sukma,"akui Dewi.


"Lalu kamu?"tanya Rara pada Indah,


"Saya karyawati baru, saat itu saya belum mulai bekerja, sama seperti mbak Dewi, saya dijanjikan uang seratus ribu jika mengiyakan ucapan mbak Sukma,"jelas Indah.


Rara manggut-manggut, "Bu Dewi, apa anda karyawati lama disini?"tanyanya.


"Saya sudah bekerja selama empat tahun disini nyonya,"jawab Dewi.


"Boleh saya bertanya?"


Dewi mengangguk tanda setuju.


"Apa selama tiga tahun ke belakang, suami saya pernah membawa perempuan masuk ke kamar pribadinya atau kamar manapun di resort ini?"tanya Rara menyelidik.


"Saya tidak tau nyonya,"jawab Dewi.


"Bu Dewi, kalau anda menjawab dengan jujur, tidak usah takut, jika anda dipecat, saya akan memberikan uang kepada anda sebesar lima puluh juta, cukup bukan untuk membuka usaha,"


"Maaf nyonya saya benar-benar tidak tau,"


"Baiklah kalau anda tidak mau jujur, saya bisa loh bilang ke suami saya supaya anda di pecat,"


"Saya benar-benar tidak tau nyonya, setau saya Pak Fernando jarang kesini, hanya kalau ada meeting atau masalah di resort, seingat saya, beliau jarang menginap disini,"ungkap Dewi.


"Oke saya terima,"lalu Rara membuka Sling bag nya, ia mengambil beberapa lembar uang merah dan biru.

__ADS_1


"Ini untuk kalian, terima kasih sudah menjawab pertanyaan saya,"ucapnya sambil memberikan uang kepada dua karyawati itu.


__ADS_2