Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
enam belas


__ADS_3

"Mas, kamu kok tega banget sih, kasihan mbak nya tau,"ucap Rara begitu keduanya memasuki kamar.


"Ra, aku cuman nggak mau kasih dia harapan palsu, karena mau selama apapun aku berhubungan sama dia, itu tak akan ada ujungnya, kami berbeda keyakinan juga dia penganut child free, sementara jika aku menikah nanti, aku harus memiliki anak, karena mau bagaimanapun, aku satu-satunya keturunan laki-laki dari pihak Vater aku, kamu tau maksud aku kan?"jelas lelaki itu panjang lebar.


"Apa kamu mencintainya?"tanya Rara penasaran.


"Aku hanya nyaman sama dia, tapi kalau cinta entahlah, kalau menurut salah satu sahabat aku yang belum lama menikah, ada debaran tak biasa dan hasrat memiliki yang begitu besar jika itu cinta, tapi aku biasa saja saat dekat dengan dia,"


"Lalu kenapa kamu bilang, aku calon istri kamu? Apa kamu nggak melihat ekspresi kecewanya dia, saat kamu bilang aku adalah calon istri kamu,"


"Ya memang kamu calon istri aku kan?"


"Udah mulai ngarang, dah lah aku mau jalan-jalan sendiri aja,"


Ujarnya sambil berjalan kembali keluar kamar.


"Ra, sama aku aja,"bujuk Fernando sambil memegang lengan gadis itu.


Rara menghela nafas, "nggak jadi deh, mending aku berjemur aja,"ucapnya pada dirinya sendiri.


Gadis itu berjalan menuju tas ranselnya, sedangkan Fernando mengangkat panggilan masuk dari Alex.


Beberapa menit berlalu Rara sudah berbaring tengkurap di tepi kolam renang, dengan kaos lengan pendek berwarna putih dan celana pendek setengah paha bergambar strawberry.


Sebenarnya ia paling malas berpanas-panasan, takut kulit gosong, tapi ia bingung hendak melakukan apa, ingin keluar kamar, tapi takut bertemu mantan kekasih Fernando, memainkan ponsel, lama-lama bosan juga.


Kegiatan Rara terganggu karena ada lelaki bertubuh kekar merebahkan diri disebelahnya.


"Ra, apa kamu serius akan melanjutkan rencana pernikahan kamu dengan laki-laki beristri itu?"tanya Fernando penasaran.


"Kenapa nanya itu lagi sih? Lagian yang jalanin kan aku, jadi kamu nggak perlu ikutan pusing mikir,"


"Tapi sayang kamu nya Ra, kamu bisa dapat lelaki yang jelas-jelas singel, itu untuk meminimalisir konflik rumah tangga Ra,"


"Terus menurut kamu, aku harus sama kamu yang player, celup sana sini gitu? Apa bedanya kamu sama dia, mendingan dia kemana-mana, walaupun bukan orang kaya setidaknya dia hanya berhubungan dengan istrinya dan juga aku yang akan jadi istrinya kelak,"

__ADS_1


Mendengar itu Fernando mendadak kesal moodnya tiba-tiba memburuk, seorang Fernando dibandingkan dengan laki-laki tidak jelas.


"Rara, kenapa kamu bandingkan aku sama calon suami kamu? Aku paling tidak suka dibandingkan,"ungkap lelaki itu kesal.


"Maaf deh," ujar gadis itu santai, ia bangkit dan nyemplung ke kolam renang dengan pemandangan samudra nan luas dan berwarna biru.


Fernando bangkit duduk, ia mengamati gadis yang sedang lalu lalang berenang dari sisi kolam renang yang satu ke sisi yang lain.


Diam-diam lelaki itu tersenyum, saat melihat celana bermotif strawberry, benar-benar penggila pernak pernik buah berwarna merah itu.


Seketika pikiran licik terlintas, lelaki itu menyeringai, lalu melepaskan pakaiannya menyisakan bokser berwarna hitam, ia bergabung dengan gadis itu.


Rara terkejut saat pria blasteran itu bergabung dengannya, "kamu bukannya tadi pagi udah berenang ya! Kenapa sekarang ikut berenang lagi?"


Lelaki itu tak menjawab dan tak menanggapi apapun.


"Ditanya diam aja, huh.."ujar gadis itu kesal.


Fernando menghampiri Rara yang sedang duduk di pinggir kolam, dengan kaki yang menjulur ke dalam kolam.


Lelaki itu berdiri diantara kedua kaki Rara, permukaan air hanya setinggi pinggangnya.


Rara melihat tubuhnya sendiri, dan benar saja, bra-nya tercetak jelas karena kaos nya berwarna putih, sedangkan celana pendeknya juga sama, ia mengatai dirinya sendiri, lalu gadis itu berniat bangkit, namun kakinya ditahan oleh lelaki itu.


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau udahan aja, aku malu,"


"Hei... Ini Bali sayang, lagian ini privat poll, kamu nggak usah khawatir ada orang lain yang lihat, kan hanya ada aku,"


"Justru kamu penjahat sebenarnya, lepasin kaki aku,"


Fernando memegang kedua kaki gadis itu, lalu menariknya dan byur.... Rara ditarik lagi ke kolam itu,


Lelaki itu memeluk pinggang gadis dengan kaos putih itu, lalu menunduk dan mulai menciumnya, beberapa saat berlalu, tengkuk Fernando mulai pegal, ia menggendong tubuh Rara ala koala, tapi tak melepaskan tautan bibir itu.

__ADS_1


Keduanya saling berbalas ciuman, mereka mulai larut dalam gairah.


Fernando menaiki tangga kolam renang sambil menggendong gadis yang terlihat mungil dalam gendongannya, tanpa melepas tautan keduanya, lelaki itu merebahkan tubuh gadis itu di kursi putih.


Meskipun angin samudera bertiup sepoi-sepoi, tak menyurutkan gairah yang semakin panas diantara kedua sejoli itu.


Gadis yang katanya akan menikah beberapa hari lagi itu semakin terbuai dengan permainan dari seorang player macam Fernando, yang sudah ahli berbagi kenikmatan antara lawan jenis.


Merasa tempat terbuka itu tak memungkinkan untuk melanjutkan aksi panasnya, Fernando kembali menggendong gadis penyuka strawberry menuju ranjang miliknya.


Entah apa yang sekarang dipikirkan oleh seorang Amara Cahyani, gadis itu pasrah dicumbui oleh lelaki yang baru seminggu dikenalnya.


Mungkin nanti, setelah otaknya berfungsi dengan baik, ia akan menyesali perbuatan yang saat ini dilakukannya.


Fernando yang sudah paham soal titik sensitif wanita, semakin membuat gadis dibawahnya tak berdaya dan pasrah saja dengan apa yang tengah ia lakukan.


Suara yang keluar dari mulut gadis itu semakin membuat Fernando terbakar gairah,


Fernando menatap gadis yang sebentar lagi akan jadi wanitanya, seolah meminta persetujuan, untuk melanjutkan menuju kegiatan puncak diantara dua sejoli yang semakin tenggelam dalam gairah.


Dengan kedipan mata bulatnya, seolah gadis itu memberikan persetujuan.


Ada sedikit keraguan yang melintas dipikiran gadis itu, namun amarah tentang penghianatan calon suaminya membuatnya nekad berbuat hal ini.


Beberapa kali mencoba, Fernando tak juga berhasil menembus pertahanan terakhir dari gadis dibawahnya, dahinya Sampai berkeringat, lelaki yang terkenal paling tak sabar diantara sahabatnya akhirnya mendorong keras sesuatu dibawah sana.


Terdengar teriakan keluar dari mulut gadis yang sekarang telah menjadi wanita,


Air mata mengalir dari kedua sudut mata bulat itu, tangannya mencengkram sprei berwarna putih itu, rasanya seperti terbelah, sakitnya luar biasa.


Fernando membisikan kata maaf juga pernyataan cinta, ini kali kedua ia menyatakan kata cinta pada seorang wanita.


Kali kedua juga dia mendapatkan seorang gadis perawan, rasanya berbeda sekali, lebih nikmat, lebih manis entah kata apa yang tepat untuk menggambarkan hal ini.


Dalam hati, Fernando berjanji akan menjadikan wanita ini, sebagai istrinya kelak, bagaimanapun caranya, tiba-tiba terlintas dalam ingatannya, saat salah satu sahabatnya meminta saran untuk mengikat seorang gadis, dengan santainya Fernando menyarankan kepada sahabatnya yang tak lain adalah Benedict, untuk menghamili gadis pujaannya, walau pada akhirnya sampai saat ini istrinya belum hamil.

__ADS_1


Teringat hal itu, Fernando menyunggingkan senyumannya, sepanjang ia berhubungan dengan wanita, ini kali pertama dirinya tidak menggunakan pengaman.


Setelah wanita dibawahnya mulai bisa menerimanya, ia mulai bergerak, awalnya perlahan, namun beberapa menit berlalu, ia mempercepat gerakannya, dan lenguhan panjang menandakan dirinya mencapai puncak kenikmatan, ia membiarkan benihnya berenang menuju inangnya, ada harapan dalam hatinya, jika ini akan menjadi seorang bayi yang diinginkan oleh uminya.


__ADS_2