
Sebelum ke rumah sakit, Fernando mendatangi supermarket tempat Cristy bekerja, tapi menurut informasi dari rekan kerja wanita itu, Cristy baru datang jam dua siang nanti.
Malam hari saat jam pulang kerja karyawan super market Fernando kembali mendatanginya, namun alangkah kecewanya dirinya, saat tau jika Cristy sudah pulang terlebih dahulu.
Tiga hari berturut-turut dirinya tak kunjung bertemu mantan pacarnya, rasanya kesal sekali padahal ia sudah menunggu berjam-jam di sana.
Hingga hari keempat Fernando sengaja menunggu tak jauh dari pintu keluar masuk karyawan, kali ini dirinya tak mau gagal lagi.
Siang itu Cristy datang setelah sebelumnya memarkirkan motornya di parkir khusus karyawan supermarket.
Baru saja membuka helmnya, ada seorang yang memanggilnya,
"Loh do, kamu ngapain disini?"tanya Cristy heran.
"Dimana Amara?"tanya balik Fernando dengan tatapan tajam.
"Bukannya kamu lagi di luar negeri ya! Kok malah disini,"jawab wanita dengan jaket berwarna cokelat.
"Jawab pertanyaanku Cristy, dimana Amara?"tanya Fernando mulai gusar.
"Amara mungkin udah sampai rumah kamu, soalnya tadi nungguin taksi onlinenya bareng,"jawabnya.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Fernando meninggalkan mantan pacarnya, meskipun terdengar wanita itu memanggilnya.
Fernando langsung tancap gas menuju rumahnya, ia berharap benar adanya yang dikatakan Mantan pacarnya tentang istrinya.
Namun nyatanya ia harus kecewa lagi, sesampainya di rumah, ia hanya mendapati mbak Narti sedang bersih-bersih.
Lelah sekali rasanya, pulang menyelesaikan misi yang panjang, membantu sahabatnya bekerja selama dua pekan, mengurus drama keluarga sahabatnya, dan sekarang istrinya menghilang, ingin sekali mengamuk.
Dirinya menerima misi yang berbahaya itu, untuk melampiaskan amarah karena istrinya meminta padanya untuk berpisah, ia juga ingin memberi wanita itu waktu untuk berfikir, tapi tidak dengan menghilang seperti sekarang.
Rasanya mau gila mendapati istrinya tak ada dalam jangkauannya setelah dirinya kembali ke rumah.
Amarah dan rindu bersatu, dirinya butuh pelampiasan, tetapi ia tak ingin menambah masalah baru.
Dulu sebelum mengenal Rara, jika sedang lelah atau Marah, dirinya akan mendatangi ****** atau pacar-pacarnya, tetapi sejak ada wanita itu, hasratnya pada wanita lain seolah mati.
Sepeninggal mbak Narti, Fernando memilih tidur di kamarnya, sambil memeluk dan menciumi baju tidur bermotif strawberry milik istrinya.
Mungkin kalau sahabat-sahabatnya tau tentang kondisinya sekarang, mereka akan tertawa, seorang Fernando menangis hanya karena seorang wanita.
Lelaki itu menangis di bantal yang biasa dipakai oleh istrinya untuk tidur.
Ia menangis karena rindu yang menggerogoti jiwanya, rasanya tersiksa sekali, ia butuh pelukan wanita itu.
__ADS_1
Setelah puas menangis, lelaki itu berakhir tertidur, dengan memeluk baju tidur dan guling milik istrinya.
Diwaktu dan tempat yang lain.
Rara sengaja pulang ke rumah mendiang ibunya, dan berniat menginap di sana selama beberapa hari.
Rumah yang baru ditempati Cristy beberapa hari, yang akan digunakan untuk usaha jualan online nantinya.
Rumah telah di cat ulang, belum banyak barang di sana, hanya kasur yang dibeli Cristy juga lemari kayu milik Rara dulu.
Selama empat hari di sana, Rara mengajak Cristy berbelanja perabot untuk mengisi rumah, semua menggunakan uang miliknya.
Dirinya sengaja tidak membeli sofa, karena nantinya, ruang tamu akan digunakan untuk meletakan barang dagangannya.
Pembicaraan diantara keduanya hanya menyangkut tentang bisnis mereka, tak sedikitpun mereka membahas tentang lelaki itu.
Hanya saja sewaktu baru bertemu, Rara mengatakan jika suaminya sedang bekerja bersama Benedict diluar negeri.
Jika nantinya bisnisnya lancar, Cristy akan resign dari pekerjaannya sebagai kasir, wanita itu akan fokus dengan jualan baju-baju online milik Rara.
Hari keempat, Rara memutuskan untuk pulang ke rumah mertuanya, siang itu bersaman dengan Cristy yang akan berangkat kerja siang hari.
Karena belum membeli ponsel baru, Rara meminta Cristy memesankan taksi online.
Karena waktu masuk kerja tinggal sedikit lagi, setelah memesankan taksi online, Cristy berpamitan terlebih dahulu.
Taksi online tak kunjung datang, hingga sebuah mobil tepat berhenti dihadapannya.
Rara yang mengenali mobil itu, tersenyum lebar, ketika seorang lelaki turun dari sisi pengemudi.
Itu Pradikta, lelaki itu menawarinya untuk mampir terlebih dahulu ke rumahnya.
Rara meminta menunggu sebentar hingga taksi online datang, tak lama taksi itu datang, wanita itu meminta maaf pada pengemudi dan memberikan uang sesuai yang disebutkan tadi oleh Cristy.
Kedatangan Rara dan Arana disambut hangat oleh Arini.
Pradikta mengajak Rara berbicara berdua dihalaman belakang rumah, sementara Arana diajak oleh Arini ikut arisan bersama ibu-ibu komplek.
"Ra, Ayu udah sadar,"ucap Pradikta memulai pembicaraan.
Rara berucap syukur, "terus kenapa muka kamu kusut gitu?"
Pradikta menghela nafas, "masalahnya Ayu marah sama aku,"
"Alasannya?"tanya Rara heran.
__ADS_1
"Suaminya menjatuhkan talak disaat Ayu belum sadar dan setelah suaminya pergi, Ayu tersadar, dia marah dan menuduh aku sebagai penyebab suaminya meninggalkannya,"
"Masa Dia gitu,"ujar Rara tak percaya.
"Aku juga bingung awalnya, tapi dokter bilang, itu karena Ayu tertekan, untuk pertama kalinya Ayu marah sama aku, sejujurnya aku sedih, tapi aku paham kenapa dia begitu,"
Rara hanya diam menanggapi penjelasan sahabatnya.
"Kamu tau, saat Ayu mengetahui jika suaminya menceraikannya, ia terdiam lalu tak lama histeris, aku berusaha menenangkannya, tapi dia mengusir aku, dan apa kamu tau yang buat aku terkejut saat itu?"
Rara menggeleng.
"Suami kamu dengan mudahnya menenangkan Ayu yang sedang histeris,"
Rara terkejut, "suami aku? Mas Nando maksudnya?"
Pradikta mengangguk, "memangnya siapa lagi Amara?bukan hanya Ayu, tetapi Aileen juga turut menangis, saat itu suami kamu yang menenangkan mereka, ajaib Ra, Ayu sama Aileen bisa tenang karena suami kamu,"
"Aku menghubungi mbak Sinta menanyakan kabar dari Ayu, katanya suami kamu yang mengurus mereka, menenangkan mereka, bahkan suami kamu selama tiga hari tertahan di kamar rawat itu,"
"Aku tau kalau Aileen memang dekat banget sama mas Nando, tapi nggak nyangka sampai ayu segitunya,"
"Kamu nggak cemburu?"
Ditanya hal itu, Rara malah tertawa keras, "ya nggak lah, kan aku nggak lihat langsung, mungkin kalau lihat langsung aku bakal cemburu, memangnya Mas Nando ngapain?"
"Seperti yang aku lakukan ke kamu, sehingga wajah aku babak belur,"
"Aku tau sih, kalau mas Nando memang dekat sama Ayu, malah dulu mau jadiin Ayu pacarnya, cuman gara-gara beda makanan favorit, mas Nando mundur,"
Pradikta tertawa, "hal sepele ya Ra,"
"Ra, pertengahan tahun ini, aku mau ambil S2 diluar negeri,"
"Yah kita susah ketemu dong,"
"Kita bisa sering Skype Ra,"
Rara tersenyum dan mengangguk.
Malam sehabis Isya, Rara pamit pulang, awalnya AriniĀ memintanya untuk menginap, tetapi karena mengetahui suaminya telah pulang, akhirnya Rara menolaknya secara halus.
Pradikta mengantarkan Rara dan Arana pulang, sebelum berpisah Wanita itu berpesan, "Ta, aku minta kamu obati luka hati kamu Selama di sana, syukur-syukur dapet bule,"
"Aku coba Ra, tapi nggak janji, Bu guru terlalu membekas di hati aku,"ujarnya sambil tertawa.
__ADS_1
Sesampainya didepan rumah umi Fatimah, Pradikta membantu menurunkan barang-barang Rara.
Ibu dari Arana itu melambaikan tangannya ketika mobil Pradikta mulai melaju.