Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
dua puluh


__ADS_3

Fernando kembali menggauli Rara malam harinya, lelaki itu seolah tak ada bosannya, sementara wanita itu hanya bisa pasrah menerimanya.


Saat terbangun di pagi hari, lagi-lagi Fernando melakukan hal yang sama, keduanya bagaikan pasangan pengantin baru.


Saat sarapan tiba, keduanya memilih makan di balkon kamar yang mereka tempati.


Fernando bercerita tentang pekerjaan yang kemarin ia kerjakan disalah satu resort yang ia kelola, entah mengapa, lelaki itu menjadi cerewet dan selalu membuka obrolan dengan wanita yang ia klaim akan menjadi istrinya kelak.


Ini pertama kalinya ia seperti ini,  ia juga heran dengan dirinya sendiri, biasanya ia lebih banyak mendengar cerita dari mantan-mantannya, tapi ini malah sebaliknya, bukan gayanya sekali, sejak keduanya berada disini, perubahan signifikan ia rasakan pada dirinya sendiri.


Fernando menjadi banyak bicara, banyak tersenyum juga ramah pada para pekerjanya.


"Kamu banyak merubah aku Ra, padahal kita baru kenal seminggu loh, kamu hebat ya!"ucapnya disela-sela sarapan keduanya.


"Masa sih? Perasaan aku nggak ngapa-ngapain deh,"balas wanita itu.


"Mungkin karena aku lebih nyaman ketika sama kamu, bukan hanya urusan ranjang, tapi juga urusan hati dan yang terpenting, Umi Fatimah menyetujui hubungan kita, itu yang buat aku tenang,"ungkap Fernando dengan senyum mengembang.


"Memang sebelumnya tidak seperti ini?"


Fernando menggeleng, "Ra bisa tidak, mulai sekarang tidak usah bahas masa lalu aku yang kelam, jujur saja aku malu sama kamu, aku yang brengsek bisa mendapatkan wanita baik-baik seperti kamu, aku beruntung banget tau,"


"Aku bukan wanita baik-baik mas, mana ada wanita baik-baik yang mau ditiduri berkali-kali sama laki-laki yang belum sah menjadi suaminya,"


"Ya kan laki-laki yang meniduri kamu itu calon suami kamu, jadi nggak masalah kan?"


Malas berdebat di pagi hari, Rara hanya berdehem sambil memakan roti dengan selai strawberry kesukaannya.


"Mas boleh aku bertanya?"ujar Rara.


Fernando menganggukkan kepalanya,


"Mas, kamu serius ingin menikahi aku? Kamu sudah yakin sama aku?"tanyanya.


Lelaki itu mengangguk lagi, "kenapa kamu nanya begitu? Memangnya kamu belum yakin sama aku?"


"Mas, bapak aku orangnya keras loh, mungkin agak susah jika meminta putri bungsunya menikah dengan lelaki asing yang baru dikenalnya, jadi mendingan pikir-pikir dulu deh, dari pada kamu kecewa, begitu bertemu dengan beliau,"


"Rara sayang, aku akan melakukan apapun agar aku dan kamu bisa bersama, aku akan kerahkan semua kemampuan aku untuk mendapatkan kamu, bila perlu aku meminta bantuan sahabat-sahabat aku,"


"Baiklah, aku percaya kamu bisa melakukannya, oh ya mas, aku boleh pinjam uang sama kamu nggak?"


"Berapa yang kamu butuhkan?"tanya Fernando sambil membuka ponselnya, ia mengutak-atik sejenak, lalu menyodorkannya pada wanita dihadapannya,


"Kok dikasih aku?"Tanya Rara bingung.


"Kamu ketik nomor rekening, sama nominal yang kamu butuhkan,"jawabnya santai.


"Mas, kamu nggak nanya, uang itu buat apa?"


"Kamu kan calon istri aku, kamu berhak meminta uang ke aku, terserah kamu mau berapa,"

__ADS_1


"Kalau dua juta,"


"Ketik aja sayang,"


"Lima juta,"


Fernando mempersilahkannya,


"Lima puluh juta, seratus juta, tau lima ratus juta atau bahkan satu milyar bisa?"


Fernando mengangguk lagi, "berapapun yang kamu mau sayang, kalau kurang, nanti aku kasih salah satu kartu aku aja,"ujarnya santai.


"Terus kalau aku merampok kamu bagaimana?"


"Itu tidak akan terjadi sayang, memangnya kamu bisa serakah?"


Rara menggeleng, "kalau gitu aku pinjam sepuluh juta ya!"ujarnya sambil mengetik nomor rekening miliknya,


"Ini, kamu tinggal memasukan password nya,"ucap wanita itu sambil menyodorkan kembali, ponsel milik lelaki itu.


Fernando meletakkan garpunya, dan mengambil ponselnya, ia mengutak-atik sejenak, "udah masuk, aku kirim dua puluh juta, dan itu bukan pinjaman, anggap aja itu nafkah dari aku buat kamu, kalau kurang kamu kasih tau aku,"


"Kenapa banyak banget mas? Kebanyakan tau,"


"Sayang itu nafkah aku buat kamu, nominalnya akan bertambah seiring berjalannya waktu,"


"Terima kasih ya mas," Fernando mengangguk.


"Lalu apa hari ini kamu akan bekerja?"


"Memangnya boleh?"


"Rara sayang, kamu itu calon istri aku, jadi kamu harus tau apa pekerjaan calon suami kamu,"


"Aku mau deh, tapi ngomong-ngomong baju aku tinggal yang aku pakai, dari kemarin aku mau nyuci, tapi nggak ada detergen dikamar mandi, kalau pakai sabun mandi kan sayang,"


"Hah..?"Fernando melongo mendengar ucapan calon istrinya, "Rara sayang, kamu nggak perlu melakukan itu, akan ada orang yang mencucinya, tapi sebelum berangkat nanti kita mampir ke toko dulu, kamu bisa belanja baju juga dalaman,"


"Jangan mahal-mahal ya mas, nanti uangnya habis,"


"Rara, aku yang belikan, kamu itu tanggung jawab aku, kamu tinggal tunjuk baju mana yang kamu inginkan, nanti itu semua aku yang bayar,"


Keduanya menyelesaikan sarapannya.


Fernando sempat mengerjakan beberapa pekerjaannya selama satu jam di ruangan disebelah ruang makan.


Setelahnya ia mengajak Rara untuk berbelanja terlebih dahulu disalah satu toko dari brand ternama.


Saat sedang memilih baju mendampingi calon istrinya, ada yang memanggil nama lelaki blasteran itu, keduanya menengok,


"Halo Nando, apa kabar?"sapa wanita dengan dress tali satu dengan panjang hanya setengah paha, memeluknya juga mencium kedua pipinya.

__ADS_1


Rara melotot melihat hal itu dengan mata kepalanya sendiri,


"Hai, kabar aku baik, kamu apa kabar?" Sapa balik Fernando ramah.


Wanita itu memeluk lengan kekar milik Fernando, "buruk sejak kita berpisah setahun yang lalu,"ujarnya manja.


"Oh gitu ya! Apa kamu sedang liburan disini?"tanya lelaki itu.


"Ia, aku lagi suntuk banget sama pekerjaan aku, makanya aku liburan kesini, eh kebetulan ketemu kamu, terus nanti malam  kita ketemu di club' yang biasa ya!"


Fernando mengangguk,


"Kalau gitu aku ke teman aku dulu ya,"ujarnya sambil mencium pipi lelaki itu.


Fernando melihat kepergian wanita itu, entahlah ia lupa siapa namanya, namun setelahnya ia baru menyadari, sepertinya ada yang salah, dan setelahnya ia mengumpat, calon istrinya sudah tak ada disisinya.


Fernando panik, ia menanyakan keberadaan Rara kepada pelayan toko, tapi mereka tidak melihat kepergian wanita yang tadi datang bersamanya.


Fernando menghubungi Rara, tapi panggilannya tak kunjung diangkat, berkali-kali sumpah serapah keluar dari mulutnya, ia mengatai dirinya sendiri.


Hingga entah panggilan ke berapa kalinya, dari sebrang sana menyahut, lelaki itu langsung menanyakan keberadaan wanita itu, dengan jujur Rara menjawab sedang berada di sebuah mini market, sedang memakan es krim.


Tak banyak membuang waktu, Fernando berlari menuju tempat dimana calon istrinya berada, sesampainya di sana, Rara sedang menikmati 1 boks es krim dengan rasa strawbery, cokelat juga vanila.


Fernando duduk disebelahnya, lelaki itu merangkulnya juga mencium keningnya, "maafkan aku,"


Rara masih asik memakan es krim itu, seolah tak mempedulikan lelaki itu,


Merasa tidak direspon, Fernando meminta maaf berkali-kali,


"Kamu apa-apaan sih, nggak capek apa minta maaf melulu, aku aja sampai males dengernya,"ujar Rara kesal, kegiatannya terganggu.


"Abis kamu diam aja, kamu cuekin aku,"


"Aku lagi makan es krim,"ucapnya sambil menunjukan boks es krim yang tinggal setengah itu.


"Maaf Rara sayang, aku salah, harusnya aku nggak menanggapi wanita tadi, harusnya aku menghargai kamu,"


"Udah lewat mas, nggak perlu minta maaf, aku tau hal ini akan sering terjadi,"


"Sayang please maafkan aku,"


"Nggak ada yang perlu dimaafkan mas, jadi nggak usah dipikirin,"


"Tapi sayang, aku merasa kamu marah sama aku, kamu juga ninggalin aku gitu aja,"


"Untuk apa aku mengganggu pasangan yang sedang bernostalgia,"


"Sayang, maafkan aku,"ujar lelaki itu memelas.


"Aku bilang nggak ada yang perlu dimaafkan, wajar bukan kamu berbuat ramah pada dia, bagaimanapun, dulu dia pernah mengisi hari-hari kamu, jadi nggak masalah bukan, udah resiko aku menjalin hubungan Sama kamu,"

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan supaya kamu memaafkan aku,"


"Kamu tidak perlu melakukan apapun,"ujar Rara sambil menghabiskan seluruh es krim dalam satu boks dengan tiga rasa itu, ia bangkit dan berlalu dari sana.


__ADS_2