
Fernando menghubungi istrinya, menanyakan keberadaan wanita itu, dirinya baru saja melajukan mobilnya, ia melirik boks berisi Strawberry cake pesanannya tadi.
Rara bilang dirinya sedang berkunjung ke rumah temannya, usai tadi membereskan barang-barangnya,
Fernando hanya berpesan untuk berhati-hati pada istrinya.
Tak lama lelaki itu sampai di rumah umi Fatimah, ia memarkirkan mobilnya di carport.
Fernando baru saja turun dari mobil, berniat hendak masuk rumah, namun langkahnya terhenti ketika ada mobil yang berhenti tepat didepan pagar rumahnya.
Terlihat istrinya turun dari mobil itu bersama laki-laki yang pernah ia temui.
Benar itu Pradikta yang sedang membawa kardus mengangkatnya dan berjalan bersama Rara memasuki halaman rumah umi Fatimah,
"Oh kamu udah pulang mas? Aku kira belum pulang,"ucapnya menatap Fernando, Rara mengalihkan pandangannya ke lelaki disampingnya, "Ta, taruh di teras aja ya, makasih banget loh udah bantuin, bilang Tante Arini maaf banget kuenya aku abisin, enak sih,"lanjutnya sambil tertawa.
Pradikta meletakan kardus besar itu tepat disebelah Fernando yang berdiri melihatnya.
"Ga apa-apa lagi, mama pasti seneng kalau kue buatannya dihabisin sama Amara, ngomong-ngomong gue langsung balik ya!"pamit Pradikta.
"Iya, hati-hati di jalan ya, kasih tau kalau udah sampai rumah,"
Pradikta sempat mengelus kepala yang tertutup jilbab berwarna maroon itu, lalu berlalu dari sana meninggalkan rumah itu.
Fernando melotot kaget saat melihat betapa luwesnya Pradikta mengelus kepala istrinya, dan sepertinya wanita itu tidak keberatan.
Rara menghampiri suaminya dan mencium tangannya, "kirain kamu tadi pas telpon aku, kamu masih di tempat teman kamu,"
Fernando membuka pintu rumah dengan kunci yang diambil dari saku celananya, lalu ia mengangkat kardus yang tadi dibawa oleh Pradikta.
Lelaki itu tak menanggapi ucapan istrinya, ia lebih memilih masuk ke rumah dan meletakan kardus itu di ruang tengah, lalu ia berjalan menuju dapur untuk mengambil botol air mineral dari dalam kulkas, ia juga membantu membukakan tutup botol dan memberikannya kepada Rara,
__ADS_1
"Kamu kenapa bisa bareng Dikta?"tanya Fernando saat keduanya duduk di sofa ruang tengah.
Rara baru saja minum air mineral itu, meletakan botolnya di meja kaca, ia mulai membuka jilbabnya sambil berbicara, "tadi pas aku dari rumah, aku kan minta tolong tetangga buat angkatin kardus ke pinggir jalan, niatnya aku mau naik taksi, eh nggak sengaja malah ketemu Dikta, terus dia ngajakin mampir ke rumahnya, katanya Tante Arini buat kue strawberry, jelas aku maulah, jadi aku tadi mampir sebentar buat makan kue terus pulang diantar Dikta deh,"jelasnya panjang lebar.
"Kok bisa kebetulan gitu ya? Kamu nggak sengaja menghubungi dia kan?"tanya Fernando menyelidik.
Rara menggeleng, "ya nggak lah,"
"Memangnya kamu nggak bisa nolak kalau diajak sama dia, terus kenapa kamu nggak kasih tau aku, kamu ke rumah dia, aku suami kamu kalau kamu lupa,"lelaki itu mengingatkan.
"Kan Dikta sahabat aku, memangnya nggak boleh ya? Aku ketemu sama sahabat aku sendiri, kayak kamu sama sahabat kamu aja,"ujar Rara mengelak.
"Tapi sahabat yang aku temui itu lelaki semua Ra, ada Rama sama Alex juga bang Satria, sedangkan kamu menemui sahabat kamu yang berbeda jenis kelamin, itu masalahnya,"
"Kan aku sama Dikta nggak ngapa-ngapain, orang aku cuman makan kue Sambil ngobrol kok,"
"Lain kali kalau kamu ketemu dia, harus sama aku, minimal kasih tau aku,"ungkap Fernando tegas,
"Aku punya, Natasha namanya, dia satu-satunya sahabat perempuan yang aku punya, tapi dari jaman SMA sampai detik ini, aku nggak pernah sekalipun anggap dia perempuan begitupun sebaliknya, dia bahkan sebal sekali dengan kelakuan kami berlima,"
"Ya sama aja mas, aku juga anggap Dikta sebatas sahabat aja,"
"Ra, aku dengar dan ingat pembicaraan kamu sama dia saat kita ada di Surabaya tiga tahun lalu, katanya kalau dia nggak jadi sama Ayu, dia bakal nikahi kamu,"ungkap lelaki itu, mengingatnya Fernando jadi kesal.
"Itu kalau aku belum nikah, sekarang nyatanya aku udah nikah sama kamu, jadi udah deh nggak usah cari-cari kesalahan aku, kamu mau aku ingatkan kesalahan kamu dulu,"
"Aku udah berhenti Ra, aku setia sama kamu selama tiga tahun ini, aku nunggu dan cari kamu, dan aku nggak suka kalau kamu dekat dengan lelaki lain selain aku,"
"Males ngomong sama kamu, mending aku tidur siang aja,"ucap Rara bangkit berniat hendak ke kamar, namun ia melihat ada boks berwarna merah di samping kardusnya, "ini apa?"tanyanya sambil mengangkat boks itu.
Fernando yang baru mulai memainkan ponselnya melirik, "itu aku beliin strawberry cake buat kamu,"ucapnya sambil memasukan lagi ponselnya ke saku celananya, ia bangkit dan berjalan menuju istri, lalu mengambil boks yang di pegang wanita itu, "nggak jadi aku kasih, mending aku makan sendiri, kamu kan tadi udah makan kue buatan Tante Arini, jadi nggak ada jatah buat kamu,"lanjutnya dan berlalu menuju dapur sambil membawa boks itu.
__ADS_1
Mendengar makanan kesukaannya, Rara yang berniat akan istirahat di kamar, mengurungkan niatnya, ia mengikuti suaminya hingga ke dapur,
Terlihat lelaki blasteran itu sedang memotong cake dengan toping strawberry diatasnya, melihat itu, Rara sampai menelan ludahnya, ia mendekati suaminya yang mulai meletakan potongan cake itu di piring kecil lengkap dengan sendok.
Fernando sama sekali tidak memperdulikan istrinya yang tengah memandanginya, ia bahkan sengaja memejamkan matanya menikmati cake lembut kesukaannya.
"Kamu beneran nggak mau sharing sama aku cake itu?"tanya Rara kesal.
Sambil mengunyah cake lembut itu, Fernando menatap istrinya yang sedari tadi berdiri diseberang meja makan, "kan kamu udah makan kue di rumah Tante Arini kan? Nggak baik sayang kebanyakan makan manis-manis," jawabnya meledek.
"Bilang aja kamu pelit nggak mau kasih ke aku,"ujar wanita itu kesal.
"Kamu kan udah makan kue sayang, sedangkan aku belum,"
"Tapi kan cake nya gede, masa kamu mau abisin sih?"
"Ya aku simpan buat nanti malam, kan enak tuh tunggu dingin,"
Rara menghentakkan kakinya, "kamu pelit, aku sebel sama kamu,"
"Aku cinta sama kamu Amara Cahyani, tapi kalau kamu mau makan kue silahkan meminta ke mantan calon mertua kamu yang nggak jadi itu,"ejek Fernando.
Rara yang kesal menghampiri suaminya, ia merebut potongan cake yang tinggal setengah, dan langsung memakan semua dengan sekali suapan,
Melihat kelakuan istrinya, Fernando hanya bisa melongo, padahal potong cake itu cukup besar, tapi bisa masuk ke mulut wanita itu.
Berhasil menelan cake lembut itu, Rara mengambil air mineral yang berada di samping piring, ia meminumnya hingga tandas,
"Kalau kamu nggak mau bagi cake lagi sama aku, kamu tidur di sofa, and don't touch me baby,"usai mengatakan itu Rara berlalu dengan wajah penuh kemenangan.
Fernando yang merasa kecolongan mengejar istrinya, ia menahan tangan wanita itu, lalu menciumnya sejenak, "balikin cake aku,"ujarnya lalu mencium istrinya lagi, ia bisa merasakan rasa cake strawberry yang tertinggal didalam mulut wanita itu.
__ADS_1
Rara membalas ciuman dari suaminya, bagai gayung bersambut, pasangan suami istri itu, melanjutkan kegiatan berbagi peluh itu di kamar keduanya hingga sore