Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
seratus tiga


__ADS_3

Keesokan harinya, Fernando baru tiba di ibukota usai menjemput adik-adik dari Ayudia.


Lelaki itu langsung mengantarkan ketiganya ke rumah sakit dimana Ayudia masih betah memejamkan mata, Benedict yang meminta.


Urusan di rumah sakit selesai, Fernando berniat menemui istrinya, ia merindukan wanita itu, ia bahkan belum tidur sama sekali sedari kemarin, lelaki itu sengaja melakukan itu karena ingin cepat bertemu istrinya.


Namun, niat itu sepertinya harus diurungkan, di lobby rumah sakit, ia bertemu dengan Tamara lagi, wanita itu sengaja menunggunya.


Andai tak ingat ini di rumah sakit mungkin, Fernando sudah memaki wanita itu,


Dan disinilah keduanya sekarang, berada di kedai kopi tak jauh dari lobby utama.


"Ada apa lagi sih Ta? Apa ucapan aku kurang jelas kemarin?"tanya Fernando mencoba bersabar.


Tamara memegang tangan Fernando tetapi dengan cepat lelaki itu menepisnya kasar, "jangan melewati batas Tamara,"ucapnya memperingatkan.


Mata wanita itu berkaca-kaca, "do, aku mohon kembali sama aku, apapun akan aku lakukan asal kita bersama, kamu minta aku ikut keyakinan kamu, akan aku lakukan, kalau seandainya aku jadi yang kedua aku mau do, bukankah keyakinan kamu diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu?"pintanya memohon.


Fernando menghembuskan nafasnya kasar, rasanya lelah sekali, ia mengantuk, ia ingin memeluk, ingin mencium aroma istrinya yang membuatnya tenang dan nyaman.


"Dengarkan ucapanku Tamara, camkan baik-baik, tanamkan di otak kamu, sampai matipun istriku hanya Rara, aku tak akan membagi cinta dan sayang aku dengan wanita lain, kamu mengerti, jadi jangan buang waktu kamu untuk mengejar laki-laki beristri seperti aku, gunakan waktu kamu untuk melanjutkan hidup kamu, bukankah kemarin aku sudah bilang, silahkan temui Alex, ambil uang dari aku, untuk kamu membuka lembaran baru, saran aku, kamu pergi dari kota ini, bila perlu keluar negeri, uang dari aku sepertinya cukup untuk hidup kamu selama setahun ke depan, asal kamu tidak berfoya-foya,"


Usai mengatakan itu, Fernando bangkit, "oh ya aku lupa, soal Nicholas, hari ini dia sudah aku masukan ke kartu keluarga aku dan Rara, jadi secara hukum Nicholas adalah anak kami, kamu tidak usah khawatir, Nicholas berada di tangan yang tepat, dia tidak akan kekurangan baik kasih sayang atau masalah keuangan, jaga diri kamu baik-baik, jangan pernah ganggu hidup aku lagi, kalau kamu tidak ingin berakhir seperti citra dan keluarganya,"


Fernando benar-benar pergi meninggalkan mantan pacarnya, lelaki itu tak mempedulikan tatapan orang-orang yang menyaksikan perdebatannya.


Sementara Tamara masih terisak, ia tak bisa maju lagi, ia tau soal Citra teman SMA nya,  keluarga Citra bangkrut, sementara Citra depresi dan belum lama menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.


Hingga saat ini dirinya bingung, mengapa keluarga Citra yang kaya raya mendadak bangkrut.


Apa semua ini perbuatan Fernando?


Dalam hati Tamara bertanya, bukankah Fernando hanya membatu menjalankan usaha resort dan villa milik Benedict.

__ADS_1


Sebenarnya seberapa berpengaruh lelaki itu?


Tamara merinding mengingat ancaman mantan pacarnya, seperti lebih baik ia tak lagi berurusan dengan lelaki itu.


Fernando yang ia kenal dulu sama sekali tak menakutkan, berbeda sekali dengan sekarang.


Tamara menghela nafas, ia mengatakan pada dirinya sendiri, sepertinya lebih baik ia kembali ke luar negeri, melupakan hal pahit di negara ini, tentang puteranya dan keluarganya yang berantakan.


Disisi lain, Fernando tengah mengemudi, ia menghubungi Alex, ia mengingatkan sahabatnya untuk memberikan uang kompensasi dan surat pernyataan.


"Banyak juga ya do, duitnya, ngomong-ngomong udah Lo omongin sama Rara soal uang kompensasi itu?"tanya Alex diseberang sana.


"Rencananya entar gue kasih tau, terus Kartu keluarga gue, bisa Lo suruh orang anterin ke rumah Ben? Sekalian gue mau kasih unjuk ke Rara,"


"Oke, tapi serius ini dua milyar, gila Lo ya! Banyak itu do,"


"Anggap aja buat gantiin biaya hidup Nicholas selama lima belas tahun ini,"


"Tapi Lo udah keluar duit banyak buat pengobatannya do,"


"Serah Lo deh Fernando, gue pusing mikirin Lo,"


Fernando yang tengah mengemudi tertawa mendengar protes sahabat sekaligus pengacaranya, "tadi udah gue kirim duit buat Tamara sekaligus uang jajan buat modal Lo nyewa anak buah mami, kan duitnya bakal balik ke gue lagi, iya nggak Lex?"


Cacian keluar dari mulut Alex, hingga Fernando mengakhiri panggilannya,


Meski lelah, Fernando menyempatkan diri mampir ke supermarket, ia akan membelikan buah-buahan untuk dibawa ke rumah Benedict.


Lagi-lagi ia harus mengurungkan niatnya untuk segera pulang, karena tanpa sengaja, ia bertemu dengan Cristy, saat dirinya berada di kasir mengantri pembayaran belanjaannya.


Cristy bekerja sebagai kasir di supermarket itu, dan wanita itu meminta waktunya untuk berbicara.


Karena lelah dan tak ingin menimbulkan keributan, Fernando menyanggupinya.

__ADS_1


Cristy ijin kepada rekannya, beralasan jika dirinya ingin ke toilet.


Keduanya duduk di kursi panjang tak jauh dari parkiran,


Cristy membuka pembicaraan dengan menanyakan kabar dari Rara,


"Tidak usah berbasa-basi, to the poin aja, aku lagi capek banget,"


Pinta Fernando.


Cristy bercerita tentang hidupnya, usai diberi uang oleh Rara, ia mengaku sempat pergi dari kota ini, tetapi anak buah rentenir dimana maminya berhutang berhasil menemukannya, akhirnya seluruh uang itu digunakan untuk melunasi hutang beserta bunganya.


Sekarang ini, maminya di penjara atas kasus judi.


Cristy juga bercerita, jika dirinya kembali ke kontrakannya yang lama dan menjalani hidup baru.


Ia baru bekerja selama tiga bulan sebagai kasir di supermarket, meskipun gajinya hanya setara upah minimun ibukota, tapi ia bersyukur, setidaknya hidupnya lebih tenang tak lagi dikejar-kejar rentenir.


Tak lupa Cristy menitipkan rasa terima kasih pada Rara, setidaknya ia sudah lebih bahagia, meskipun sampai saat ini dirinya belum menjalin hubungan lagi, ia masih menikmati kesendiriannya.


"Apa aku masih boleh berteman dengan kalian?"tanya wanita itu.


"Maaf bukannya aku menolak, tapi untuk menjaga perasaan istri aku, lebih baik kita tidak usah berhubungan lagi,"jawab Fernando menolak.


Cristy menghela nafas, "baiklah do, terima kasih pernah singgah di hidup aku, semoga kalian bahagia,"


"Kamu juga, jaga diri baik-baik,"usai mengatakannya, Fernando meninggalkan mantan pacarnya, lelaki itu menuju mobilnya sembari membawa barang belanjaannya.


Fernando bisa melihat dibalik spion, Cristy melambaikan tangannya.


Tak lama, mobil memasuki halaman depan rumah sahabatnya, ia memberitahukan kepada salah satu maid untuk mengambil belanjaan yang ada di bagasi.


Lelaki itu memasuki rumah, ia mencari keberadaan istrinya, namun tak menemukannya di kamar mereka, begitu juga di ruang bermain.

__ADS_1


Ia menanyakan pada maid, dan ia diberitahu jika Rara dan si kembar sedang berada di kebun belakang untuk memetik sayuran.


__ADS_2