
Karena seharian kemarin Rara izin bekerja demi menuruti kemauan kekasihnya, sehingga mau tidak mau dirinya harus masuk di hari-hari terakhirnya berkerja di perusahaan milik pak Rudi dan Bu Erika.
Saat pemilik perusahaan mengetahui Rara tidak melanjutkan kontrak kerjanya, mereka sedih, karena bagaimanapun Rara merupakan pekerja yang nyaris tanpa cela, rajin dan selalu mengerjakannya pekerjaannya dengan sungguh-sungguh.
"Pokoknya Amara, kalau kamu mau masuk kesini lagi, kamu bisa kapan aja masuk, tanpa tes,"ujar Bu Erika dua hari yang lalu saat berkunjung.
"Iya Bu, ini suami sama mertua saya melarang saya bekerja, karena khawatir dengan kandungan saya,"ucapnya sambil mengelus perut yang mulai sedikit membuncit.
Bu Erika yang terkenal dingin sampai memeluk pekerjanya yang baru bekerja di kantor pusat selama tiga bulan.
Hari ini untuk terakhir kalinya Rara bekerja, atas saran umi Fatimah, ia membagikan nasi kotak untuk rekan-rekan kantornya yang dipesan dari katering milik Tante Susi.
Rekan-rekannya bahkan ada yang menangis sedih karena harus berpisah dengannya saat sore hari ia berpamitan,
Mereka berpesan untuk selalu menjaga komunikasi walau Rara sudah tidak bekerja di sana.
Rara membawa kotak berisi barang-barangnya, tidak banyak, hanya beberapa item saja,
Dengan menumpang ojek online wanita hamil itu meninggalkan kantor Sambil melambaikan tangannya kepada rekan-rekannya.
Jalanan cukup macet saat itu, perjalanan yang biasa ditempuh dengan ojek online selama tiga puluh menit, menjadi hampir satu jam, entah karena apa, Rara tidak tau, hanya saja pinggang dan pantatnya mulai pegal.
Saat ojek online mulai melaju setelah lampu berwarna hijau, tiba-tiba dari arah kiri, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi menghantam beberapa kendaraan bermotor termasuk ojek yang dinaiki Rara, hingga wanita hamil itu terjatuh cukup keras bersamaan dengan driver ojek online yang dinaikinya.
Terjadi kepanikan diantara pengendara jalan yang melintas, banyak yang berhenti untuk menolong beberapa korban kecelakaan itu.
Rara melihat sekelilingnya, banyak orang berdatangan menghampirinya, rasanya kepalanya mulai pusing, ia memegang dahinya, ada darah yang mengalir, itu membuatnya semakin pusing, hingga ia merasakan sakit yang luar biasa di bagian bawah tubuhnya, tak tahan dengan rasa sakit itu, perlahan Rara menutup matanya.
Disisi lain didalam pesawat pribadi milik sahabatnya, Fernando yang sedang tertidur mendadak terbangun.
Lelaki itu bermimpi didatangi sesosok gadis kecil yang sangat mirip dengan Rara hanya saja bermata hijau seperti dirinya, mengatakan sesuatu padanya, "Abi, maafkan Strawberry ya! Aku nggak bisa ketemu Abi dulu, tapi Abi tenang aja aku tunggu Abi sama Uma disini, tapi Abi harus jadi orang baik dulu supaya bisa sama Uma,"setelah mengatakan hal itu anak perempuan itu memeluk Fernando, mau tak mau, lelaki itu berlutut menyamakan tingginya, ada aroma strawberry yang menyusup ke indera penciumannya, wangi khas milik Rara,
"Pokoknya Abi jaga baik-baik Uma ya, jangan sakiti Uma, nanti strawberry sedih disini,"
__ADS_1
Gadis kecil itu melepaskan pelukannya terlebih dahulu, ia menyentuh kedua sisi rahang tegas Abi-nya lalu mencium kening yang tertutup rambut cokelat itu.
Gadis kecil itu menjauh sambil melambaikan tangannya dan tersenyum mirip sekali dengan Rara.
Fernando berteriak "tunggu..." Lelaki itu mengejarnya tapi tak kunjung mampu menggapainya,
Hingga panggilan serta tepukan dari sahabatnya membangunkannya dari mimpi yang menurutnya indah sekaligus mengerikan diakhir.
"Kenapa sih Lo Do? Teriak-teriak nggak jelas, mata merem tapi mulut ngoceh,"ujar Alex yang duduk disampingnya.
Fernando yang sedang mengembalikan kesadarannya, menatap sahabatnya dengan pandangan berkaca-kaca.
"Lex gue punya firasat buruk,"ucapnya setelah memiliki kesadaran penuh.
"Kenapa sih Lo? Aneh banget, liat tuh jidat Lo, Ampe keringatan, emang AC-nya kurang kenceng apa?"
Rama dan Oscar yang kebetulan ada di kursi depannya sampai menoleh, menatap keduanya seolah bertanya ada apa?
Alex yang menyadari tatapan kedua sahabatnya berkata, "Dodo mimpi buruk kayaknya,"jelasnya.
"Kenapa sih Lo Do? Tumben nangis segala, seumur-umur baru kali ini gue liat Lo nangis," tanya Rama heran.
"Tadi gue mimpi Strawberry gue pamit,"jawabnya.
Ketiganya mengernyit bingung, hingga Oscar angkat bicara, "Strawberry siapa do? Bukannya itu buah kesukaan Lo?"tanyanya heran.
"Anak gue Os,"
Ketiganya kembali mengernyit, "anak dari Mana sih Dodo, Lo kapan nikah? Bukannya Lo udah putus sama Cristy?"tanya Oscar lagi.
"Lo terlalu sibuk sama meja operasi, sampai kabar sahabatnya move on, nggak tau, kebangetan Lo," celetuk Alex,
"Do, jangan bilang Rara udah hamil anak Lo?"tanya Alex.
__ADS_1
"Iya gue baru tau dua hari yang lalu gue udah memastikan ke dokter, udah USG juga, Rara hamil tiga bulan,"
"Wah bakal barengan nih sama Ayu nantinya,"ujar Rama,
"Do, tapi kok Lo nggak periksa ke rumah sakit gue?"tanya Oscar lagi.
"Gue males, entar ketemu Asha, gue bakal diceramahi, kalo ngomong udah kayak kaleng rombeng, Lo bertiga nggak usah cerita sama si bangsat sama kaleng rombeng, males gue, apalagi si Ayu,"Fernando memperingati ketiga sahabatnya.
"Terus apa hubungannya sama mimpi buruk Lo?"tanya Rama penasaran.
Fernando menceritakan mimpi yang beberapa saat lalu ia alami,
"Itukan cuman mimpi do, bisa aja karena Lo kangen sama emaknya, padahal tadi pagi Lo nganter dia kan?"ujar Alex.
Fernando mengangguk, "mudah-mudahan Rara nggak kenapa-kenapa,"
Ia melihat jam dipergelangan tangannya, waktu menunjukan pukul lima lebih lima belas menit, tentunya Rara sudah sampai rumah umi Fatimah, mungkin kedua wanita yang ia cintai sedang bercengkrama di dapur untuk menyiapkan makan malam.
Namun entah mengapa hatinya gelisah, ia tak tenang, ada pikiran buruk yang mengganggunya.
Disisi lain UGD salah satu rumah sakit swasta terkenal di selatan Jakarta, mendadak heboh, dikarenakan kecelakaan yang terjadi di lampu merah tak jauh dari rumah sakit.
Ada lebih dari sepuluh orang yang tengah ditangani, ada yang menderita luka ringan hingga luka berat,
Seorang perempuan dengan sweater cokelat terlihat tak sadarkan diri, dahinya yang sobek tengah dijahit oleh dokter dibantu perawat,
"Dokter, seperti pasien sedang hamil, ada darah merembes dari celananya,"jelas perawat pendamping,
"Panggil dokter kandungan untuk memeriksa cepat, jangan lupa cari tau keluarganya,"perintah dokter itu.
Dan beberapa menit berlalu, seorang dokter kandungan memeriksa keadaan pasien itu, benar saja, sepertinya akibat kecelakaan itu, membuat janin yang ada di rahimnya tidak bisa bertahan.
Perawat mencari tau identitas korban dari Sling bag berwarna cokelat milik pasien, ada ponsel dengan kondisi pecah dan tak berfungsi, buku tabungan, juga dompet yang berisi beberapa lembar uang, KTP, ATM, satu kartu nama.
__ADS_1
Perawat menyerahkan Sling bag milik korban kepada polisi yang kebetulan ada didepan UGD.