Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
36


__ADS_3

Fernando masih sibuk memantau proyeknya yang ada di Malang, lelaki itu juga harus mengawasi beberapa resort di Bali juga Lombok,


Benar-benar sangat sibuk, terkadang ia hanya bisa menghubungi kekasihnya saat hendak tidur dimalam hari.


Sudah hampir dua bulan, kedua sejoli itu hanya berkomunikasi lewat panggilan video atau pesan saja, juga saling berkirim foto aktivitas masing-masing.


Lelaki itu benar-benar sangat merindukan kekasihnya, rasanya mau gila, ini juga menjadi rekornya tidak berhubungan intim dengan wanita.


Mungkin sudah ribuan kali, lelaki itu mengatakan rasa rindu pada kekasihnya,


Yang membuatnya kesal bos sekaligus sahabatnya memintanya untuk mengikutinya ke Amerika, ada pekerjaan yang harus dilakukannya, entah berapa lama.


Rasanya ingin mengumpat pada sahabatnya, memberikan pekerjaan dan tanggung jawab bertubi-tubi, diantara semua sahabatnya yang lain, memang dirinyalah yang paling sibuk, hanya untuk sekedar makan saja, terkadang dirinya sampai lupa, beruntung ada bagus yang selalu mengingatkannya, juga Rara yang mengiriminya pesan.


Alex dan Rama lebih banyak bekerja dibalik meja, sesekali mereka akan keluar untuk sekedar sidang untuk Alex, atau Rama yang mengecek usaha kos-kosan itupun hanya sebulan sekali, sedangkan Oscar juga Natasha lebih sering menghabiskan waktunya di meja operasi atau ruang praktiknya, intinya semuanya sahabatnya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja didalam ruangan.


Berbeda dengan Fernando yang bekerja di ruangan ketika memeriksa laporan saja, sebagian waktunya untuk berkeliling memantau resort antara Bali juga Lombok, dan sekarang ia sendiri yang turun tangan mengerjakan proyek pembangunan taman bermain dan taman bunga di kota yang terkenal dengan buah apelnya.


Terkadang ia berfikir, apa ini karena dirinya yang paling pembangkang diantara sahabat-sahabatnya, ia tau betul Benedict sengaja melakukannya untuk membalas perbuatan yang dilakukan oleh dirinya.


Sedari SMA, walau bersahabat, tetapi dirinya dan Benedict, jarang sekali akur, hal apapun akan selalu menjadi masalah buat keduanya, bahkan mereka sering baku hantam hanya karena masalah sepele.


Dari masalah candaan atau saingan dalam prestasi, meski kedua lelaki itu bukan kutu buku seperti Oscar dan Natasha, tapi keduanya termasuk berprestasi dalam akademik atau non akademik,


Keduanya sama-sama peringkat sepuluh besar satu angkatan di sekolah, mereka juga pandai berenang, dan pernah beberapa kali keduanya mengikuti pertandingan tinju ilegal.


Sama-sama blasteran, hanya saja Benedict wajahnya lebih dominan lokal, berbanding terbalik dengan Fernando yang benar-benar terlihat keturunan bule, tapi tidak sekalipun mereka bersaing dalam hal cinta, sebuah aturan yang tak tertulis, para lelaki itu tidak pernah menyukai wanita yang sama.


Proyek pembangunan taman bermain baru mencapai lima puluh persen, ia menyerahkan pengawasan kepada Bagus, Karena tiga hari ini, ia akan mencuri waktunya untuk bersama kekasihnya sebelum keberangkatannya ke Amerika.


Dan disinilah ia berada sekarang, tepat didepan rumah orang tuanya, tempat dimana dua wanita yang paling ia cintai berada.

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul sebelas malam, tadi saat baru tiba di bandara, Alex menjemputnya, dan mengajaknya menemui Benedict, ada masalah yang menimpa bosnya itu.


Saat sahabat-sahabatnya berbicara, Fernando lebih banyak diam, sesekali ia menanggapi, pikirannya  melayang  memikirkan kekasihnya.


Alex juga mengantarnya ke rumah uminya, suasana rumah sudah sepi juga gelap, hanya lampu teras yang menerangi.


Fernando melewati mobil miliknya yang terparkir didepan garasi rumah uminya, lelaki itu mengambil kunci cadangan di dalam kantong celananya, ia membuka pintu berwarna putih itu.


Tanpa suara ia melangkah memasuki rumah yang menurutnya kecil itu, hanya ada ruang tamu, ruang tengah, dua kamar dengan masing-masing kamar mandi didalam, ruang makan yang bersatu dengan dapur, teras belakang untuk tempat cuci dan sedikit Taman mini juga kolam ikan kecil di sana.


Meletakan kopernya di kamarnya yang kosong, ia tau pasti uminya mengajak Rara untuk tidur bersamanya.


Fernando membersihkan diri juga berganti baju, rasanya ia lelah sekali, seharian bekerja di proyek, sore menaiki pesawat menuju ibu kota, belum tadi ia ada pertemuan dengan sahabatnya.


Tapi rasa rindunya pada kekasihnya lebih besar dibandingkan rasa lelahnya, ia ingin menciumi aroma strawberry khas wanita yang selama tiga bulan ini mengisi hatinya.


Perlahan ia membuka pintu kamar uminya tanpa mengetuk, cahaya di dalam kamar hanya berasal dari lampu tidur berwarna kekuningan, namun Fernando bisa melihat jelas dimana kekasihnya,


Saat sedang mengamati kekasihnya, umi Fatimah membuka mata, beliau sedikit terkejut dengan kedatangan putra semata wayangnya secara tiba-tiba,


"Kamu mau apa do?"tanya Umi Fatimah dengan suara pelan.


"Nando mau pindahin Rara,"jawabnya tak kalah pelan.


Umi menggelengkan kepalanya, "kalian belum menikah Do,"


"Nando mohon umi, Nando hanya akan tidur sambil memeluk Rara, tidak lebih,"


Umi Fatimah terdiam lalu mengangguk, melihat persetujuan yang diberikan uminya, Fernando tersenyum lebar, sambil berterima kasih, dengan hati-hati ia mengangkat kekasihnya.


Lelaki tinggi itu menggendong kekasihnya, dan berjalan menuju kamar miliknya.

__ADS_1


Dengan perlahan ia membaringkan kekasihnya di ranjang miliknya, ia tersenyum melihat piyama yang dikenakan oleh wanita itu, piyama berwarna merah, dengan gambar strawberry kecil di beberapa sisi, kontras sekali dengan kulitnya yang putih.


Fernando kembali melepaskan pakaiannya dan menyisakan bokser hitam, menutupi bagian bawahnya yang perlahan menggembung.


Hanya dengan melihat wanitanya tertidur hasratnya bangkit, namun ia tidak akan melakukannya, ia tidak ingin uminya mengamuk pagi-pagi, karena ulahnya.


Dengan segera ia berbaring di samping kekasihnya, ia memandangi wajah yang selama ini hanya ia lihat dilayar ponselnya, ia mencium kening itu lembut,


Tangan nakalnya mulai membuka kancing piyama merah itu, tidak semua, hingga terlihat jelas bukit kembar yang selalu ia bayangkan, ada sesuatu yang mencuat dibalik Piyama merah itu, rasanya ia ingin menghisapnya, Fernando sampai menelan ludahnya, namun teringat uminya, ia mengurungkan niatnya.


Lelaki itu, hanya menyusupkan kepalanya tepat didepan dada yang terbuka itu, sambil menciumi aromanya, tidak sampai lima menit, terdengar suara dengkuran halus dari lelaki blasteran itu.


Matahari menembus ke celah gorden yang sedikit terbuka, cahayanya menyinari tepat di kelopak mata yang tertutup itu, merasa terganggu, perlahan mata hijau itu terbuka, pikirannya masih mencerna, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, ini kamar miliknya di rumah orang tuanya, namun ia merasa ada yang kurang, wanita yang ia cintai tidak ada disampingnya.


Lelaki yang tidur hanya mengenakan bokser saja, perlahan bangkit menuju kamar mandi, ia hanya mengosongkan kandung kemihnya, menggosok gigi juga mencuci mukanya.


Saat melihat perabotan yang ada di sana, ia menyunggingkan senyumnya, itu semua milik kekasihnya, serba beraroma strawberry, dari sabun mandi, shampo, pasta gigi hingga pajangan untuk hiasan semuanya ada stiker atau apapun yang berhubungan dengan buah berwarna merah itu.


Lelaki itu keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari kayu miliknya, ia mengambil kaos putih polos dan celana training abu, setelahnya, ia hanya menyisir rambut cokelat yang mulai memanjang itu.


Ia mendapati rumah telah sepi, tak ada tanda-tanda keberadaan dua wanita yang ia cintai, ketika ia keluar kamar.


Fernando berjalan menuju kulkas, dan ia  menemukan sebuah note, yang ia tau betul tulisan milik siapa,


Mas, aku sama umi berangkat kerja dulu ya, ada capcay seafood di meja makan, kamu sarapan ya! Love u.


Ada cap bibir di sana, Fernando tersenyum, lalu menempelkan bibirnya tepat di cap lipstik itu.


Ia memakan sarapannya, sudah lama ia tidak memakan masakan uminya, rasanya lain dari yang lain, enak sekali.


Sambil makan, Fernando membayangkan seolah dirinya telah menikah dengan pujaan hatinya itu, sepertinya akan sangat menyenangkan, ini pertama kalinya uminya mau menerima perempuan yang jadi pilihannya.

__ADS_1


Sepertinya setelah ini ia akan melanjutkan tidurnya, masih ada tiga jam lagi menuju makan siang, mungkin tidur selama dua jam sudah cukup untuk mengobati lelahnya beberapa hari kebelakang.


__ADS_2