
Sepeninggal Suaminya bekerja di pulau Dewata, rutinitas Rara berjalan seperti biasa, mengantar jemput putranya, menemani nya belajar, dan kegiatan seorang ibu rumah tangga pada umumnya.
Sesekali sambil menunggu putranya pulang sekolah, Rara berkunjung ke rumah lamanya untuk bertemu Cristy, membahas usaha mereka atau hanya sekedar makan bersama.
Saat weekend biasanya ia dan kedua anaknya akan mengunjungi tempat wisata disekitar ibu kota, terkadang ada Sandra dan Xander turut serta, tak ketinggalan Sinta juga Rayan.
Rara benar-benar menikmati perannya meskipun jauh dari suaminya,
Walau begitu, setiap saat kalau ada kesempatan, lelaki itu akan menghubunginya via panggilan video, hanya untuk mengetahui, aktifitas apa yang sedang dilakukannya.
Meski berjauhan, lelaki itu masih saja posesif dengan dirinya.
Dua pekan sekali, Fernando akan datang ke ibu kota, tentu dengan alasan memberikan laporan pada Rama, Rara tau itu hanya dalih suaminya, untuk menemuinya, padahal tanpa lelaki itu datang, laporan tentang resort bisa dikirim via email.
Kalau sudah begitu, Rara harus menemani suaminya seharian, sedangkan Nicholas harus mengungsi sejenak ke Apartemen mommy-nya.
"Ra, kayaknya aku bakal ke Amerika bulan depan,"ujar Fernando ketika dirinya baru saja menyelesaikan kegiatan panasnya.
Rara yang masih mengatur nafasnya, terkejut dengan ucapan suaminya,
"Apa ada misi baru?"tanyanya.
Fernando yang sedang membersihkan sisa percintaan mereka melirik sekilas ekspresi tak suka isterinya,
"Iya, tapi nggak bahaya kok, sebelum aku kembali ke sini, Troy menugaskan aku untuk misi baru, lalu aku ada urusan bisnis dengan Ben di sana,"
Rara hendak bangkit untuk membersihkan diri, tapi tangannya ditahan oleh suaminya,
"Kamu marah?"tanya Fernando.
"aku mau bersih-bersih, jadi lepaskan tangan kamu,"jawab wanita berambut panjang itu.
Fernando terpaksa melepaskan tangannya, ia bisa melihat tubuh polos istrinya dari belakang, seketika otak kotornya memikirkan hal yang selalu diinginkannya.
Lelaki itu menyusul istrinya ke kamar mandi untuk melanjutkan kegiatan panas itu.
Antara Suka dan lelah, ketika suaminya pulang, Lelaki itu seolah tak ada bosannya mengulangi kegiatan panasnya, tak peduli waktu dan tempat, asal memungkinkan lelaki itu akan melakukannya,
Karena itulah, setiap kali Fernando datang, lelaki itu akan menyuruh putranya pergi, ia tak ingin kegiatan menyenangkan itu dilihat oleh Nicholas.
Entah sudah berapa kali hari ini, keduanya berperang peluh, yang jelas setiap waktu ibadah, keduanya akan mandi junub terlebih dahulu.
Benar-benar Hiper lelaki dengan usia kepala tiga itu.
__ADS_1
"Kamu marah sama aku?"tanya Fernando ketika keduanya makan malam bersama.
Rara yang akan menyuapkan sendok ke mulutnya, menghentikan kegiatannya sejenak, "kalau aku marah, aku nggak akan mau melayani kamu,"
"itu udah kewajiban kamu sayang, kalau kita nggak temu selama empat belas hari berarti empat belas kali dua, dua puluh delapan kali kita harus melakukannya, selama aku berada disini,"
Rara yang sedang mengunyah sampai tersedak mendengar ucapan suaminya, benar-benar gila, bisa pingsan lagi dirinya kalau sampai lelaki itu melakukannya sebanyak itu.
Fernando menepuk punggung Istrinya, lalu memberikan segelas air mineral,
Setelah merasa lebih baik, Rara melototi suaminya, "kamu mau buat aku pingsan lagi, karena nafsu besar kamu itu?"
"aku melakukannya dengan lembut sayang, waktu itu aku emosi, makanya aku agak keras melakukannya,"
"dah lah nggak usah dibahas, selama aku mampu, aku akan berusaha melayani kamu,"ujar Rara pasrah.
"gitu dong, kan aku jadi tambah cinta,"
Fernando yang sudah menyelesaikan makannya mengelap mulutnya dengan tisu.
"Kamu ijinkan aku menerima misi itu kan? tenang aja, orang yang kami incar bukan mafia kelas kakap, cuman penjahat kecil aja,"
"terserah kamu, yang penting, aku minta kamu jaga diri, berangkat sehat, pulang juga sehat, jangan terlalu lama,"pesan Rara.
Rara memilih menyelesaikan makannya.
Fernando sedang bermain dengan putrinya, yang mulai belajar berbicara,
Rara yang sedang mencuci piring bisa mendengar apa yang diucapkan suami pada putrinya, bahasa asing yang tidak dimengerti olehnya.
Hingga pekerjaannya selesai, Rara baru menghampiri suami dan putrinya.
"kamu tadi ngomong pake bahasa apa?"tanya wanita dengan dress setengah paha.
"bahasa kakek moyang akulah, Anak aku harus bisa bahasa tanah kelahiran aku,"jawabnya.
"apa nggak bingung nanti anaknya?"
Fernando menggeleng, "aku dari kecil udah diajari berbagai bahasa, ada Jerman, Bahasa Indonesia, bahasa inggris, bahasa Arab itu dikit doang yang terakhir bahasa Sunda,"
"wah suamiku pintar ternyata, makin cinta deh,"puji Rara,
Fernando yang jarang dipuji oleh istrinya, mendadak wajahnya memerah,
__ADS_1
Rara menutup mulutnya untuk menahan tawa, melihat ekspresi suaminya.
"kamu jarang muji aku Ra,"
"iya maaf, suamiku yang tampan, baik hati, kaya raya tapi sayang player,"
"yang belakang nggak usah disebut Ra, aku udah taubat,"
"iya suamiku,"
Fernando bercerita jika misinya akan dilakukan bersama Troy, karena Benedict tidak bisa menerima misi, lelaki itu sedang mengurung diri di hutan.
Lelaki itu juga mengatakan jika dirinya, akan berada di Amerika selama satu setengah bulan, bukan hanya menjalani misi, ia juga akan membantu salah satu proyek keluarga Wright.
"Oh ya Rara sayang, kamu sama Arana belum ada paspor ya?"tanya Fernando.
"Ya belum lah, memangnya mau kemana mesti punya paspor?"
Fernando mengambil ponselnya, ia menghubungi salah satu sahabatnya untuk meminta bantuan agar dibuatkan paspor sekaligus visa untuk berkunjung ke beberapa negara.
"Nanti kalau ada orangnya Alex menghubungi kamu untuk melengkapi administrasi, kamu datang ya, mungkin kalau senggang tahun ini kita bisa berkunjung ke tanah kelahiran aku,"
Rara mengangguk setuju,
"Kalau lebih dari waktu yang ditentukan aku belum kembali kesini, kamu susul aku ke Amerika ya, aku nggak tau proyek seperti apa yang dimaksud oleh George sepupunya Ben,"
"aku kesana berdua sama Arana gitu? terus Nicholas gimana?"
"ada mommy-nya, atau kalau boleh ijin sama sekolah, ajak sekalian,"
"Tapi aku belum pernah ke luar negeri,"
"aku tau istriku pintar, pasti bisa,"
Tak bisa membantah, Rara memilih menyetujui permintaan suaminya.
Fernando berada di ibukota hanya dua hari, belum puas sebenarnya harus berpisah lagi dengan keluarga kecilnya terutama istrinya, namun tanggung jawab menuntutnya untuk selalu berjauhan dengan mereka
Rara yang ditinggal suaminya tentu sedih tapi lega juga, lega karena ia bisa menjalani aktivitas kesehariannya dengan leluasa tanpa dikurung oleh lelaki itu, belum lagi tubuhnya yang remuk redam akibat ulah lelaki itu.
Biasanya setelah kepulangan suaminya, ia mengajak Sinta atau Sandra bahkan Cristy untuk menemaninya menjalani serangkaian perawatan yang membuat tubuhnya kembali segar.
Sedangkan Arana akan dijaga oleh Nicholas dan kedua temannya yang datang berkunjung.
__ADS_1
Rara bisa tenang, karena Para remaja itu menjaga putrinya dengan baik.