
Liburan yang harusnya menyenangkan, rusak gara-gara kedatangan tiga lelaki yang tak diharapkan kehadirannya.
Usai makan siang, ketiga lelaki itu mengikut Rara dan rombongan menuju villa yang disewa.
Keempat remaja yang biasanya ramai, tiba-tiba menjadi kalem, begitu juga perempuan dewasa itu.
Fernando seolah tak mau lepas dari istrinya, lelaki itu terus menempel.
Risih tentu saja, Rara sempat protes tapi tak diindahkan oleh suaminya.
Sandra juga sama, Alex lebih parah, didepan orang-orang yang ada di sana, tak segan untuk mencuri ciuman dari wanita yang berprofesi sebagai sekretarisnya.
Menjelang malam ketiga lelaki itu tak kunjung enyah dari Villa,
Hingga Rara dan Sandra mengajak pasangan mereka masing-masing untuk berbicara dikamar.
"Bisa nggak, kamu balik ke resort,"ucap Rara pada suaminya.
"Kenapa harus kembali kesana, istriku disini,"sahut Fernando.
"aku tau kerjaan kamu banyak, kasihan Bagus,"
"itu urusan nanti, prioritas aku itu kamu,"
Rara melirik Sandra, keduanya saling pandang, seolah berbicara dengan tatapan mata,
"Lex, sebentar aja, tinggal tiga hari doang, aku juga ini ambil jatah cuti, sebagai bos yang baik, bisakah kamu membiarkan sekretarisnya untuk berlibur sejenak,"giliran Sandra yang berbicara.
Alex yang duduk berdampingan dengan Fernando, menanggapinya dengan gelengan, "kita udah lama nggak ketemu, aku kangen kamu,"
Rara memutar bola matanya malas, kedua lelaki itu sama-sama menyebalkan dan egois.
"jangan mau mbak, kalian belum sah, rugi sebagai cewek nggak dikasih kejelasan, entar kalau ada adiknya Xander jadi repot loh,"ungkap Rara jujur, ia tak peduli reaksi pengacara itu.
"bini Lo do,"bisik Alex pada sahabatnya.
Fernando tersenyum, "berarti karena aku udah sah sama kamu, boleh dong kita melepas rindu?"
Rara berdecak, "emang kamu nggak canggung, ada mantan teman tidur kamu disini,"
"kenapa diungkit sih Ra, dia cuman masa lalu, nggak penting juga bagi aku,"
"Nyatanya gitu mas, dulu kan kalian sering gituan, apa nggak kebayang kalau ketemu dan deket lagi,"ejek Rara.
Sandra dan Alex menahan tawa,
Fernando mendadak kesal, istrinya mengungkit masa lalunya yang kelam,
"kalau aku nggak boleh disini, berarti kamu ikut aku,"
"ya nggak bisa lah, aku harus awasi anak-anak,"tolak Rara mentah-mentah.
__ADS_1
"kalau gitu aku disini,"
"ada mbak Cristy, kalau ada kamu, dia pasti nggak nyaman,"
"masalahnya cuman Cristy kan? lalu teman kamu satu lagi nggak masalah kan? berarti cukup Cristy yang pergi dari sini bukan?"
"jangan aneh-aneh kamu mas, aku nggak enak sama mbak Cristy,"
Fernando bangkit keluar dari kamar, melihat hal itu, Rara mengikutinya begitu juga dengan Sandra dan Alex.
Fernando menemui George yang sedang duduk di sofa lalu mengajaknya menuju kamar yang ditempati Cristy dan Fitri.
Lelaki blasteran itu mengetuk pintu berwarna cokelat, tak lama pintu terbuka ada Cristy dengan raut bingung,
"Cristy bisa bereskan barang-barang kamu,"ucap Fernando.
Rara yang disampingnya protes dan keberatan dengan ucapan suaminya.
"Kamu pindah villa, aku yang bayar,"ucap Fernando lagi.
Cristy masih terlihat bingung, wanita itu menatap Rara seolah bertanya maksudnya.
"George, bisa kamu temani Cristy untuk tiga hari ke depan,"ujar Fernando pada sepupu Benedict,
Tak lupa memberikan salah satu kartunya juga kunci mobil miliknya.
"Jangan aneh-aneh kamu mas, aku nggak bolehin,"tolak Rara.
Cristy yang tau betul sifat lelaki dihadapannya, hanya bisa pasrah, ia mengangguk tanda setuju.
Rara hendak mengikuti Cristy masuk ke kamar, namun tangannya ditahan oleh Fernando, "kamu disini sama aku,"
"Kenapa kamu nyebelin banget sih, kamu ngerusak liburan aku,"ungkap Rara kesal sambil menepis tangan suaminya.
Rara menghampiri Cristy yang sedang membereskan barang-barangnya, "mbak, aku maaf banget, aku nggak nyangka mas Nando udah pulang, aku juga sengaja matiin ponsel, tapi dia masih bisa tau keberadaan aku,"ungkapnya tak enak.
Cristy tersenyum, "Nggak apa-apa Ra, aku ngerti, jadi nggak masalah,"
"Tapi mbak.." Rara berdecak kesal, suaminya benar-benar menyebalkan.
"Aku yang makasih banget sama kamu, diajakin liburan gratis, apalagi aku jadi akrab sama mereka,"ujar Cristy sambil menggenggam tangan Rara.
"Gini deh, entar kalau mas Nando pergi lagi, kita bisa liburan bareng, aku pastikan dia nggak akan gangguin kita lagi,"
"jangan gitu Ra, Nando suami kamu,"
"Tapi dia nyebelin mbak,"
Cristy tertawa melihat tingkah Rara, ia seolah sedang menghadapi adik yang sedang merajuk,
Bagi Cristy, Rara dan Fitri bukan hanya sebagai partner bisnis tapi keduanya sudah dianggap adik olehnya.
__ADS_1
"Pokoknya, aku makasih banget ya Ra, sampai ketemu di Jakarta,"ucap Cristy sambil memeluk wanita berkerudung itu, tak lupa Fitri juga.
Sepeninggal Cristy dan George, keempat remaja itu mulai menyiapkan keperluan barbeque.
Karena sudah terlanjur belanja tadi sehingga mau tidak mau mereka melakukannya, walau suasana sedikit kaku karena kedatangan dua lelaki dewasa itu.
Sementara Rara, masuk ke kamar untuk menidurkan Arana.
Tak lama Rara keluar menuju keempat remaja yang sekarang dibantu oleh Fitri.
Sedangkan Sandra menyiapkan meja dibantu Alex dan Fernando.
"mbak Rara, aku baru tau suaminya secara langsung, ganteng ya!"bisik Fitri, "tapi kok bisa mbak Cristy yang mantan pacarnya suaminya mbak Rara, bisa akrab ya!"
"Ya bisa lah fit, lagian yang bermasalah kan suamiku sama mbak Cristy bukan aku,"
"Tapi apa mbak Rara nggak cemburu?"tanya Fitri.
"Kalau sama mbak Cristy aku nggak bakal cemburu,"jawab Rara.
"Salut aku sama mbak, berjiwa besar,"
"Nggak segitu fit, aku biasa aja,"
Fernando menghampiri dan merangkul istrinya, "Apa kamu yang namanya Fitri?"tanyanya.
Yang ditanya hanya mengangguk.
"Terima kasih ya, sudah temenin Amara, selama saya nggak ada,"
"iya mas,"
Rara melirik suaminya, tatapan mereka bertemu, "dibawa kemana mbak Cristy sama George? bukankah ini kali pertama dia kesini?"tanyanya.
"Cristy akan jadi penunjuk jalan yang baik,"jawab Fernando santai.
"Oke, aku akan terus menghubungi mbak Cristy, aku hanya ingin memastikan keadaannya baik-baik saja, apalagi mereka belum saling kenal bukan?"
"Tenang aja Rara sayang,"ujar Fernando berusaha menenangkan istrinya.
Nicholas memanggil Daddy-nya untuk membantunya membakar jagung, mungkin remaja itu sengaja melakukannya, supaya Daddy-nya tidak lagi mengganggu uma-nya.
Terpaksa Fernando menuruti kemauan putranya, meskipun dirinya malas.
Tak lama Alex menyusul di samping Fernando,
Hingga semuanya matang mereka makan bersama.
Selesai dengan pesta barbeque, Rara memasuki kamar diikuti suaminya.
Sebenarnya Sandra hendak masuk ke kamar yang sama dengan Fitri, namun Alex menahannya, tau betul watak atasannya itu, Sandra terpaksa mengalah, akhirnya ia menempati kamar yang digunakan keempat remaja itu,
__ADS_1
Alhasil Fitri tidur sendiri di kamarnya, sedangkan keempat remaja itu tidur ruang Tv beralaskan karpet tebal.