
Semua menikmati suasana berlibur kali ini, Babe dan Emak hanya duduk duduk saja di gazebo menjaga barang bawaan sambil menikmati angin semilir yang segar.
"Kita beruntung ya Be..mengenal keluarga tuan Haryo yang sangat baik itu," kata Emak kepada Babe.
"Iya ..Mak, Andre beruntung punya sahabat seperti mas Bimo,'' Babe juga menimpali perkataan Emak.
"Dari dulu mas Bimo selalu menolong Andre, Emak ingat nggak sama cerita Andre waktu SMP..?," tanya Babe.
Emak menganggukkan kepalanya.
"Ya ingat lah Be.., bagaiman mas Bimo membantu Andre dari gangguan teman temannya, membantu Andre dengan memborong jajanan jualan Andre, bahkan memberikan uang jajan dan membagi bekal makanannya kepada Andre," kata Emak sambil berkaca kaca.
"Bahkan Emak kadang merasa punya tiga anak lelaki di keluarga kita," kata Emak sambil meneteskan air mata yang tak bisa di tahannya lagi.
Babe juga menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan istrinya tersebut.
Mereka masih berbincang membahas kebaikan keluarga tuan Haryo saat Meyta dan Rani datang menghampiri keduanya.
"Lho..sudah main airnya toh..?,'' tanya Babe mengalihkan rasa haru istrinya.
"Sudah kok ...Be..," jawab kedua gadis itu.
"Mau nyebur males kok Be, apalagi non Meytta juga enggak nyebur ya udah kita kembali kesini aja, makin panas," kata Rani.
"Ya ..udah..non Meytta dan neng Rani mau makan dulu apa..?," tawar Emak.
"Nanti aja Mak...," jawab kedua gadis itu berbarengan lagi.
Mereka berempat akhirnya ngobrol di sana.
"Ngomong ngomong kapan ..Non..?," tanya Emak.
"Apanya yang kapan Mak..?," tanya Meytta keheranan.
"Ya...peresmiannya ..dong Non..?,"
"peresmian...apa sih mak..?, bingung deh Meytta," kata Meytta lagi.
"Maksud Emak..kapan non Meytta..peresmian nikahnya sama mas Bimo..?," terang Babe.
"Belum tahu ...Mak..Be...Bimo aja belum ngomongin masalah itu," kata Meytta sedikit tersipu.
"Lho...kok manggilnya cuma Bimo..? enggak boleh gitu..non, kalau adat ketimuran manggil suami..eh maksud emak calon suami ...harus pakai apa..ya ..namanya emak juga bingung, pokoknya gak boleh langsung panggil nama," kata Emak.
"Trus apa dong Mak..?," tanya Meytta.
"Ya ..terserah non Meytta, bisa mas, abang, Aa, atau kakak.. pokoknya terserah non Meytta yang mana," kata Emak lagi.
__ADS_1
Meyttapun menganggukkan kepalanya.
"Lha kalau..Rani kapan..mau resminya..," tanya Meytta kepada Rani yang duduk di sampingnya.
Rani yang mendapat pertanyaan tersebut dari Meytta dan tak menyangka nya menjadi gelagapan.
"Enggak tahu...bang Andre belum bilang apa apa sama Rani..," jawab Rani makin menunduk apalagi di sana ada Emak dan Babe yang juga menatapnya.
Merekapun menjadi sedikit kaku sesaat, sebelum akhirnya Bimo dan yang lainnya datang dan semua pada kumpul kembali.
"Temani aku ganti baju yuk," ajak Bimo kepada Meytta.
Meytta pun mengambil tas tempat baju ganti Bimo yang memang di siapkan, karena Bimo berdiri agak jauh sebab badannya basah kuyup.
Mereka berdua berlalu dari sana, menuju kamar mandi umum yang di sediakan di sana.
"Mas Bimo mau pakai baju ganti yang mana ni..?," tanya Meytta.
Bimo yang sedikit kaget dengan panggilan baru untuk nya sedikit mendekati Meytta.
"Kamu habis makan apa sayang..?," tanya Bimo.
Meytta sedikit kaget dan menatap Bimo.
"Emang kenapa Mas..?," tanya Meytta.
Meytta tersipu mendengar dan menyadari pertanyaan Bimo.
"Kan katanya kalau manggil suami.. eh.. eh..calon suami harus sopan," jawab Meytta gelagapan.
Bimo yang mendengar itu jadi terbahak dan kegirangan, spontan menghampiri Meytta dan memeluknya.
"Aaaaah...Mas Bimo...!! jadi basah nih baju Meytta," sungut gadis itu namun tak di hiraukan Bimo karena masih kegirangan.
Akhirnya Meytta malah kembali ke gazebo mengambil tas yang ada baju ganti nya.
hari sudah makin siang, rombongan itu sudah cukup puas bermain di pantai itu dan memutuskan untuk pulang.
Tak lama di rumah Andre, akhirnya Bimo dan Meytta pamit pulang.
"Mau langsung pulang apa mampir kemana dulu..? tanya Bimo sambil menyetir mobilnya.
Mampir sebentar ke cafe dulu ya Mas..," kata Meytta.
Bimo menganggukkan kepalanya sambil menyetir.
Mobil pun berjalan menuju ke arah cafe D'JOSs.
__ADS_1
Sampai di cafe itu, disana sudah terjadi banyak aktivitas seperti biasa.
Meskipun saat itu masih belum waktunya buka tapi memang para pekerja Meytta bermental jempolan dalam bekerja, mereka sangat loyal dan pekerja keras, sehingga selalu membuka cafe lebih awal dari jam seharusnya buka.
"Wuih... bos Bimo..lama enggak main ke cafe," sapa Ruri.
"Iya .. lagi...repot," balas Bimo sambil tersenyum dan menyerahkan bungkusan jajanan yang memang di beli untuk karyawan Meytta.
"Repot nyiapin rencana nikah ya bos..?," tanya Dodi menyahut aja.
"Mas Bimo masih sibuk ngurus .. perusahaannya," sahut Meytta yang ada di sana.
"Wadduuh...mbak Meytta ... manggil nya aja udah beda..," goda Iwan yang ada di belakang Dodi.
"Yaa..kan sama... suami..eh calon suami ..harus sopan," jawab Meytta sambil tersenyum malu malu.
"Ciyee...ciye.... cie....mesra nya...,"kata Ani sambil memeluk Ruri dari belakang.
"Sudah...sudah...kalian jomblo abadi mana ngerti yang begituan..," kata Bimo sambil merangkul kekasihnya.
" Udah ah....makan aja dulu jajanan itu mumpung masih belum ada pelanggan," kata Meytta menghentikan godaan anak buahnya.
"Yang penting..besok kalau nikahan kita kita di undang..kan makan makan enak," kata Iwan lagi.
"Pastilah ..," kata Bimo.
"Tapi enggak usah kasih amplop ya bos..!," kata Ruri lagi.
"Yang penting kalian datang dan doain kita aja, kami udah seneng," jawab Meytta tersenyum.
"Emaang kapaaaan...?," tanya ke empat orang anak buah Meytta berbarengan.
Meytta spontan memandang ke arah kekasihnya yang ada di sampingnya seakan meminta jawaban.
"Doa kan aja secepatnya," jawab Bimo pelan.
Karena hari itu minggu Meytta memang libur dari kegiatan cafe, Meytta pun minta di antar pulang setelah merasa cukup di cafe tersebut.
"Udah..pulang yuk mas..," ajak Meytta kepada Bimo.
Bimo pun mengangguk dan menggandeng tangan kekasihnya.
__________
**Selamat membaca jangan lupa like vote dan hadiahnya..... juga rate bintang lima dan koment serta favorit nya
Happy reading**...
__ADS_1