Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
97. Rencana berlibur ll


__ADS_3

Andre membukakan pintu mobil dan membawakan tas bawaan Rani untuk di masukkan ke dalam mobil.


Setelah masuk mobil dan memastikan seat belt terpasang dengan benar Andre melajukan mobilnya dengan santai.


"Jangan kaget ya neng ...rumah orang tua abang jelek, itu aja masih kontrak..," kata Andre kepada Rani.


Usia Rani memang terpaut dua tahun dengan Andre sehingga sesaat setelah berkenalan dahulu Rani memanggilkan Andre dengan panggilan abang.


"Enggak ..pa.pa bang, aku juga anak orang susah, makanya langsung kerja selepas lulus D 1 dan enggak lagi ngelanjuti kuliah di S1," kata Rani sambil tersenyum lembut ke arah Andre.


Mobil berhenti di autlet makanan kesukaan adik adiknya.


"kita beli jajanan dulu neng..," kata Andre.


"Kamu mau jajanan apa ..?," tanya Andre lagi.


"gorengan biasa aja bang."


"Iishh...jangan ..."


"Lho ..lah..kenapa bang..?," tanya Rani dengan sedikit keheranan.


"Aku sukanya bakwan, tempe goreng atau pisang goreng juga tahu isi bang..," sungut Rani.


"Enggak gitu neng.., kan babe tukang gorengan ...nanti itu di rumah banyak..," jawab Andre lagi.


Rani tersenyum mendengar jawaban Andre.


"Kalau gitu serah abang dah..aku ikut aja," jawab Rani kembali tersenyum manis ke arah Andre.


Andre pun membeli kebab dan juga beberapa kilo ayam potong mentah yang masih buka di sana untuk lauk pauk nanti.


Setelah di rasa cukup Andre kembali ke mobil dan melajukan kembali kendaraannya membelah padatnya jalanan di sana, maklum malam minggu jadi jalanan agak sedikit macet.


**


Sementara itu di rumah, babe sengaja pulang awal dari jualan gorengannya.


Dengan di bantu emak dan anak anaknya mereka membersihkan rumah kontrakan itu agar lebih bersih lagi, karena akan kedatangan Bimo minggu paginya.


Hari sudah sore ketika mereka sudah selesai Bebersih.


"Mak ...emang..sudah masak..? kok dari tadi ngebantu babe bersih bersih terus..? ," tanya Babe.


"Sudahlah Be..sudah dari siang tadi masakan matang.," kata emak.


"Emang hari ini masak apaan kok cepet banget masaknya..?."


"Ya .. enggak cepetan lah Be.., tadi masaknya aja sebelum babe ke masjid sampai pulang baru matang ," jawab emak lagi


"Masak apaan sih..?,"


"sayur SOP sama tempe goreng dan telur dadar," jawab emak.


"Sambalnya..?." tanya Babe.


"Ya ada ...kan Andre mau pulang.?, kesukaannya kan sambal," jawab emak lagi.

__ADS_1


"Lha besok baru sayur asem sama kakap goreng kesukaan mas Bimo," kata emak lagi.


Babe tersenyum menganggukkan kepala.


Mendekati maghrib kegiatan bersih bersih itu kelar, babe mandi dan pamit pergi ke mushola terdekat.


Habis Maghrib mereka kembali duduk duduk di ruang keluarga, meskipun ruang itu tak terlalu luas namun nampak kehangatan dari keluarga itu.


Sengaja mereka tidak makan malam dahulu, menunggu anak mereka Andre yang rencana mau pulang.


Tak terlalu lama terdengar suara deru mobil berhenti di samping rumah, dekat tempat gerobak Babe.


Semua berjalan keluar rumah, nampak Andre keluar sambil menenteng dua buah tas, yang satu tasnya dan satu lagi semacam travel bag.


Rani yang membawa belanjaan dan jajanan nampak mengikuti langkah kaki Andre memasuki rumah itu.


Babe dan emak serta adik adiknya sedikit kaget dengan ke hadiran Rani.


Andre yang tahu kecanggungan Tersebut langsung mengenalkan Rani kepada keluarganya.


"Be..emak..ini Rani teman Andre," kata Andre mengenalkan Rani kepada keluarganya.


Setelah bersalaman Andre dan Rani pun di ajak masuk babe dan emak.


"Ayo masuk..nak..," ajak emak dan Babe.


Tak butuh waktu lama buat Rani untuk menyatu dengan keluarga Andre .


Rani yang supel dan sopan itu dengan cepat akrab dengan keluarga kekasihnya itu.


"Enggak..."


"Terus kalau enggak satu kantor kok bisa kenal..? tanya putri.


"Mungkin jodoh ya kak..," tiba -tiba Rizal menyahut obrolan kakak kakaknya sambil mengunyah kebab kesukaannya.


"Huus....apaan sih..bocah ikut aja nyaut nyaut omongan orang dewasa..," teriak Nissa sedikit keras kepada adiknya yang masih sekolah dasar itu.


"Sudah ..sana...! sana..! sama babe dan bang Andre, anak laki kok di sini," usir putri adik Andre kedua.


Rizal pun pergi dengan bersungut-sungut menuju ke arah babe dan bang Andre.


"Ndre ..Be..ayuk makan malam dulu ini sudah siap," teriak emak memanggil Babe dan Andre yang ada di beranda depan.


"Nak Rani yuuk makan dulu," ajak emak.


"Ayo kak ..," ajak Nissa sambil menggandeng tangan Rani menuju dapur, soalnya meja makan ada di sana.


Malam itu keluarga Babe nampak meriah dan semarak.


Sambil menikmati makanan, keluarga itu mengobrol panjang lebar.


"Eh.. ndre..besok jadi kan mas Bimo mau main ke sini..?," tanya Babe di tengah obrolan.


"Jadilah Be.., rencananya sih besok bos Bimo mau mengajak non Meytta calon istri nya, mau di kenalkan sama keluarga kita," jawab Andre.


"Wadduuh mau ngajak..calon istri nya..?, trus kita ..masak apa jadinya besok..?," emak yang panik sendiri.

__ADS_1


Andre hanya tersenyum.


"Bos Bimo kan membumi mak, enggak jaim, udah masakin kesukaannya aja sayur asem sama kakap goreng, tadi aku juga beli ayam tinggal di ungkep langsung goreng," terang Andre.


Emak hanya mengangguk angguk.


Malam makin larut tapi kehangatan di keluarga Babe seakan tak ingin berhenti sampai di situ, akhirnya mata ngantuk lah yang menghentikan obrolan dari keluarga tersebut.


**


Pagi sudah datang dengan cahaya semburat kemerahan di ufuk timur.


Sejak pagi emak sudah berkutat di dapur di bantu anak anaknya bahkan kini ketambahan Rani.


Meskipun emak sudah melarang Rani di dapur tapi tetap aja bantu bantu di sana.


"Udah neng...neng Rani duduk aja di depan nemani Andre menunggu mas Bimo sana," usir emak kepada Rani.


"Ya udah..mak, saya buat minuman aja ya mak..?," Rani minta ijin membuat minuman untuk Babe dan Andre.


**


Hari itu Meytta sudah bangun sejak subuh dan bersiap, kemarin sudah minta ijin sama papa Adrian dan mama Qonita.


"Duuhh udah siap siap ya non..?," sapa bi Iyem kepada Meytta yang nampak sudah bersiap.


"Iya bi, biar nanti kalau Bimo jemput sudah siap," kata Meytta .


Mama Qonita yang ikutan nimbrung memandang tas branded Meytta.


"Waaah..tas baru ya..Mey..? tanya mama Qonita sambil memegang megang tas itu.


"Iya ..ma..kemaren di belikan sama mama Halimah," kata Meytta pelan.


"Apaa..non..? waah non Meytta berarti udah sering jalan bareng mertua dong..," goda bi Iyem.


"Apaan sih..bi..," Meytta tersipu.


"Wah.... mahal dong non..? ," kembali bi Iyem bertanya.


"Banget.., Meytta aja sebenarnya enggak mau tapi mamah Halimah maksa ya udah lah," kata Meytta tersenyum.


Mama Qonita hanya tersenyum melihat obrolan anaknya dengan bik Iyem.


__________


**Selamat membaca jangan lupa like vote dan hadiahnya...


Juga rate bintang lima dan jadikan favorit.


Tetep koment ya ..biar seru...


Baca juga karya lainku..


*SANG PENGACAU


*AKU LEBIH MENCINTAI MU**

__ADS_1


__ADS_2