
Meytta yang semenjak kedatangan nya sore tadi agak cemberut kini sudah ceria.
Setelah mendengar semua cerita Bimo, bagaimana dahulu di didik dengan sebuah "PRANK" yang bukan main main hingga menjadi seorang pribadi yang matang seperti sekarang hati Meytta semakin mengagumi sosok kekasihnya tersebut.
"Wuih mbak Meytta ..nampak senyum senyum aja dari tadi..," goda Ruri yang ada di kasir sambil memandang ke bagian depan dimana Meytta nampak menyambut setiap pelanggan yang baru datang.
"Terang aja kan ..di samping..Bimbim tamvan," balas Ani di meja samping Ruri sambil membereskan bekas bekas makan pelanggan yang baru saja pergi.
"Makanaya cepetan kalian cari pacar biar tahu bagaimana rasanya punya pacar," sahut Bimo..yang ternyata mendengar godaan Ruri.
"Eeh..bos Bimo salah..," spontan Ruri menyahut setelah Bimo dan Meytta mendekat.
"Salah gimana maksudnya..?," kini giliran Meytta sambil tersenyum menanggapi perkataan Ruri.
"Belum tentu punya pacar bisa membuat selalu ..bahagia..," sambil membersihkan mesin kasir Ruri berkata pelan.
"Kok bisa..?," Bimo dan Meytta menyahut berbarengan.
"Bisa aja tuh..si Iwan.., tiga hari yang lalu katanya nembak cewek,..eh malah sampai sekarang berantem terus," kata Ruri sambil menunjuk ke arah iwan.
Iwan yang di tujuk hanya menghembuskan nafasnya dengan bete.
Bimo langsung merangkul gadis di sampingnya.
"Berarti itu Iwan enggak sayang .. beneran...enggak
sama kayak aku," kata Bimo sambil tetap merangkul gadisnya, yang membuat hati Meytta berbunga meskipun wajahnya sedikit memerah menjadi bahan godaan yang lainnya.
__ADS_1
"Pameeer..!!," serentak teman temannya berteriak.
Bimo tertawa lepas..namun Meytta tersenyum malu malu.
Sore hingga malam hari suasana hati Meytta sangat berbunga, bahkan semua trauma penculikan yang selama ini membayanginya terkikis pelan meskipun terkadang masih menghantui pikiran nya.
"Besok aku ingin mengajakmu menemui kedua orang tuaku," kata Bimo di depan rumah Meytta sewaktu mengiringi mobilnya untuk mengantar Meytta pulang malam itu.
Bimo masih menggunakan motor untuk kegiatan sehari hari nya meskipun sekarang sudah tinggal di apartemen dan tidak di kosan lagi.
Meytta hanya menganggukkan kepala, sambil mendekat ke arah Bimo setelah keluar dari mobilnya.
"Aku di jemput kan..?"
"Ya iya..lah..masak aku tega ..nelantarin gadis ku..," kata Bimo tersenyum.
"Emang kenapa..mesti takut..? kata Bimo sambil mendekap gadis itu.
"Tidurlah... enggak usah terlalu banyak pikiran, besok aku kabari lagi, semoga mama dan papa tidak ada acara..bebergian ok," sambil mengusap punggung Meytta dengan lembut.
Bimo melepaskan dekapan gadisnya ketika terdengar suara mama Qonita mengajak masuk ke dalam.
"Masuk dulu nak Bimo..," suara mama Qonita dari kejauhan.
"Makasih Tante .., sudah malam.. besok lagi aja mampir nya," balas Bimo sambil pamit pulang sekalian.
"Hati hati ..jangan kebut kebutan..."
__ADS_1
Bimo mengangguk mengetahui kekhawatiran kekasih nya tersebut.
**
Pagi hari di apartemen Bimo.
Sesudah sholat subuh Bimo menelpon mama nya memberitahukan bila nanti malam mau mampir ke rumah mengajak temannya.
"Tumben nak kamu mengajak teman gadis mu..?," kata mama menggoda.
"Emang mama enggak kepingin segera gendong cucu..?," balas Bimo gantian menggoda mama nya.
"Kepingin sih nak.., mama enggak sabar ketemu calon menantu," kata mama Halimah akhirnya yang terpancing.
Bu Siti yang mendengar akan ke datangan Bimo bersama teman gadisnya ikut bersorak kegirangan.
"Beneran nyonya..? mas Bimo mau mengajak teman gadisnya...?," teriak Bu Siti kegirangan.
Sudah lama sekali keluarga itu menginginkan kelahiran darah keturunan mereka untuk menyambung kelangsungan dari keluarga Haryo Perwira Atmaja.
___________
**Maaf reader sekalian hanya bisa up secuil lagi...
Tetap semangat tinggalkan jejak ya..
Happy reading**...
__ADS_1