
Terbongkarnya siapa sesungguhnya Bimo menimbulkan banyak reaksi bagi semua orang yang selama ini berhubungan dengan Bimo.
Teman teman Dojo yang ikut dalam pengejaran bahkan menjadi lebih sungkan, setelah mengetahui siapa Bimo sesungguhnya.
"Waah pantas dia mampu membeli gedung yang berharga milyaran, melengkapi Dojo dengan aneka kebutuhan dan sering bawain kita makanan, rupanya anak sultan to..," kata teman temannya yang masih menyaksikan siaran pers langsung tersebut sambil berbisik bisik.
Papa Adrian juga mama Qonita yang ikut menjemput ke kantor polisi tak dapat menyembunyikan keterkejutan begitu mendengar pernyataan polisi barusan.
"Pantas saja peusahaan raksasa itu begitu mudah melimpah kan sebagian proyek nya kepada PT KSAJ, rupanya nak Bimo adalah CEO di sana, berarti aku dan pak Bandi tidak salah lihat waktu itu di kantor polisi ini," batin papa Adrian.
Mama Qonita juga kaget dengan berita itu, namun melihat kesopanan dan kerendahan hati Bimo selama beberapa kali berkunjung ke rumah nya membuat makin kagum dengan Bimo.
"Aku tak menyangka nak Bimo yang sopan dan rendah hati juga anak yang tekun beribadah adalah anaknya konglomerat nomor satu di negeri ini," batin mama Qonita.
Keterkejutan bukan hanya pada orang lain.
Bahkan Meytta yang masih di dekap Bimo seakan tak percaya berita tersebut, pandangannya tak pernah lepas dari wajah Bimo.
"Sayang ..benarkah yang di katakan kepala polisi itu..?," bisik Meytta sambil menatap Bimo tak percaya.
Bimo yang juga kaget dengan apa yang di katakan polisi hanya mengangguk kecil.
"Sekarang apa coba hubungannya antara anak pemilik GSB group dan kasus ini..?, bukankah bisa kan, hanya di sebutkan sekelompok orang membantu membebaskan sandera titik tanpa embel embel apapun," batin Bimo dengan gemas setelah kepala polisi menunjuk dirinya dan membongkar penyamarannya.
Meytta yang mengetahui seberapa kayanya keluarga tuan Haryo Perwira Atmaja yang sudah terkenal seantero negeri menjadi gelisah sendiri, apalagi selama ini Bimo menutup nutupi jati diri darinya.
Perlahan keraguan menghinggapi diri Meytta, kenapa Bimo menutupi jati dirinya..? atau jangan jangan Bimo juga punya kekasih lain..? atau bahkan sudah punya istri..? bisa saja kan ..?anak sultan..mah bebas.
__ADS_1
Tanpa sadar Meytta melepaskan rangkulan di pinggang Bimo dan sedikit menjauh membayangkan semua yang ada di pikirannya.
Bima kaget merasakan perubahan sikap Meytta tersebut, namun karena masih berada di kantor polisi Bimo hanya membiarkan Meytta yang perlahan melepaskan diri darinya.
Acara konferensi pers yang di lakukan pihak kepolisian akhirnya berakhir.
Dari kedua belah pihak sudah menunjuk pengacara masing masing yang akan menjadi pembela dan penuntut pada kasus itu.
Adrian menghampiri Bimo untuk mengucapkan terima kasih.
Sedikit canggung dia mendekati Bimo yang kini masih duduk sendiri setelah Meytta meninggalkannya menuju ke mama Qonita.
"Terima kasih nak..eeh..pak Bimo," kata papa Adrian sambil sedikit membungkukkan badan.
Bimo yang melihat hal itu menjadi salah tingkah sendiri.
"Sudahlah om .. tidak usah sungkan begitu aku jadi bingung mau berlaku bagaimana," kata Bimo yang jadi salah tingkah.
"terimakasih nak Bimo berkat bantuannya Meytta bisa selamat tak kurang suatu apapun," kata mama Qonita.
Bimo tersenyum senang dengan sikap mama Qonita yang masih seperti biasanya.
"Sama sama Tante, lagian Meytta kan pacar aku bukan orang lain, sudah kewajiban bagiku melindunginya," sahut Bimo yang kini terang terangan menyebut Meytta pacarnya di depan mama Qonita.
Sesaat Meytta sangat senang mendengar pengakuan Bimo tersebut kepada orang tuanya, namun pikiran pikiran yang tadi menghinggapinya hadir kembali dan sedikit membuat kekhawatiran tersendiri baginya.
**
__ADS_1
Tuan Hartono sangat geram mendengar berita tentang penangkapan anakanya Johan dan menjadikannya tersangka pada kasus penculikan itu.
"Dasaar anak bodoh..," umpat Hartono menyesali tindakan anaknya hingga bisa tertangkap.
Dengan segera di ambil telepon genggam nya dan di hubungi pengacara pribadi keluarga untuk mengurus semua perkara anaknya.
"Segera ke kantor polisi dan urus perkara Johan, kalau perlu backup berita dan kasus ini," perintah Hartono kepada pengacara andalannya itu.
"Baik tuan, segera akan ku bereskan masalah ini," janji pengacara itu terdengar melalui telepon genggamnya.
Segera pengacara tersebut berangkat menuju ke kantor kepolisian di mana tuan muda Johan diproses secara hukum.
**
Meytta dan kedua orangtuanya meninggalkan kantor kepolisian itu untuk kembali ke rumah nya.
Sepanjang jalan pikiran Meytta masih saja berkecamuk dengan berbagai hal.
Bayang bayang buruk yang menghinggapi perasaan nya atas ketidak jujuran Bimo masih saja menghantuinya.
Namun sisi hati yang lain kadang menguatkannya bahwa tak mungkin orang sebaik Bimo berlaku macam-macam.
Meytta masih saja gelisah dengan hatinya.
_________
**Maaf reader sekalian hanya bisa up secuil ..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Happy reading**...