
Dua buah mobil meluncur keluar dari kediaman rumah utama keluarga Hartono.
Mereka membawa Meytta menuju salah satu Mension keluarga itu yang ada di pinggiran kota.
"Cepaat..cepaat...,'' kata Johan yang nampak tak sabaran kali ini.
Maman dan rombongan nya masih tetap mengikuti dari belakang dengan jarak yang di perkirakan aman.
"Jangan terlalu dekat nanti mereka akan curiga..," kata Maman mengingatkan teman temannya.
Setelah sampai di perempatan seruni rombongan itu mengambil belokan ke arah kanan.
Melihat kedua mobil itu menjauh dari lokasi Bimo, Maman kembali menghubungi teman teman nya juga Bimo.
"Bos ini kayaknya rombongan mereka mau ke arah luar kota menuju puncak ," kata Maman memberitahukan Bimo.
Bimo yang ada di seberang perempatan seruni mulai melihat rombongan teman temannya.
Dipacunya motornya mengejar rombongan itu, sambil memacu motor Bimo menghubungi pihak kepolisian.
"Pak nampaknya rombongan bergerak menuju ke arah puncak melewati perempatan seruni," kata Bimo kepada kepolisian.
Kepala regu misi penggerebekan dan penangkapan itu kemudian memberikan instruksi sesuai informasi dari Bimo
"Kita keluar dari jalur ini menuju jalan xx arah perempatan seruni," perintah atasannya itu kepada sopir rombongan penyergapan itu.
Fachri dan teman teman Dojo juga sudah mengambil jalan pintas mengejar kemana arah yang di berikan.
Nampaknya usaha membuntuti kedua mobil itu di ketahui oleh kelompok Johan.
Didalam mobil Johan yang nampak gelisah karena habis di gampar papanya sedikit meluapkan kekesalannya kepada anak buahnya .
Setiap kesalahan kecil saja dia uring-uringan.
"Bisa cepat sedikit enggak sih bawa mobilnya," bentak Johan yang merasa mobilnya terlalu lambat.
"Maaf bos, ini jalanan lagi macet kan jam pulang kantor ," kata anak buahnya berkilah.
Mendengar jawaban itu Johan langsung menendang kursi sopir yang di duduki sang sopir yang menjawab perkataan Johan tersebut.
Braak..!!
"Kalian ini .. kerja aja.. gak becus..!! masih berkilah," kata Johan yang makin marah.
Melihat kemarahan dari "Bos ladang uang" nya, mereka semua nampak diam tak lagi menjawab.
Salah satu dari rombongan itu menyadari banyaknya motor di belakang mereka.
__ADS_1
''Bos kayaknya kita ada yang mengikuti," kata salah satu anak buah Johan.
Johan pun menolehkan kepalanya melihat rombongan Maman yang sudah bersatu dengan Bimo.
"Bangsat..ayo tancap gas..," umpat Johan sambil menyuruh anak buahnya untuk mempercepat kendaraanya.
Kedua mobil langsung melesat dengan kecepatan tinggi mengetahui di ikuti rombongan motor.
Melihat kedua mobil yang langsung tancap gas rombongan Bimo makin menarik gas motor masing masing dan kejar kejaran pun terjadi.
Mobil sudah keluar dari jalur keramaian dan makin tancap gas.
Rombongan Bimo yang juga sudah tancap gas sebagian mulai tercecer, maklum sebagian hanya menaiki motor 125 cc yang pasti kesulitan mengejar laju mobil yang kabur tancap gas itu.
Bimo yang kebetulan menggunakan motor bermesin besar masih masih mampu mengimbangi kecepatan mobil tersebut, nampak di belakangnya ada Fachri juga Anton yang juga menggunakan motor sport dengan cc besar.
Kejar kejaran mobil dan motor itu makin seru, dua mobil yang di kejar beberapa motor masih melaju dengan kencang bahkan mereka menerobos lampu merah yang ada, alhasil para polisi penjaga pos di lampu merah itu ikut mengejar kedua kelompok penerobos lampu merah.
"Dasaar bodoh...," teriak Johan yang makin panik dengan adanya polisi jalan raya yang ikut mengejar.
Makin lama kejar kejaran itu makin panjang bahkan polisi penyergapan juga sudah berada di arena kejar kejaran itu.
Dua mobil itu sengaja memisahkan diri mengacaukan kelompok pengejar.
Dengan sedikit mengandalkan insting nya Bimo tetap mengikuti mobil berwarna putih, sedangkan sebagian mengikuti mobil berwarna hitam.
Mobil putih yang di kejar Bimo kembali memasuki jalur utama, dengan Jalanan yang halus dan mulai sepi mobil tersebut mampu melaju dengan kecepatan penuh.
Sedangkan mobil warna hitam mengambil jalur satunya masih di jalur cabang, jalanan yang tak terlalu mulus itu membuat semua yang melintasinya tak bisa tancap gas sesuai keinginannya.
Akhirnya mobil dengan warna hitam itu terpojok di suatu jalan yang tak bisa di lewati mobil dengan cepat.
Segera teman teman Bimo menghambur ke arah mobil hitam yang juga sudah keluar beberapa orang.
Penumpang mobil hitam itu ada enam orang yang langsung turun dari mobil berniat menghadapi teman teman Bimo yang mengejarnya.
Setelah mengetahui jumlah penumpang mobil itu Anton sedikit lega.
"Ah.. untung Bimo mengejar mobil putih itu, karena pacarnya ada di mobil itu," batin Anton yang hanya sesaat karena sudah harus bertarung menghadapi orang orang Johan yang menghampiri pemotor itu.
Mobil putih yang bergerak cepat itu masih mampu di ikuti oleh Bimo, Fachri juga Roni.
Ketiganya yang menggunakan motor sport masih mampu mengimbangi kecepatan mobil putih itu.
Hingga akhirnya mobil putih itu berhenti di sebuah bangunan mewah dan memasukinya.
ketiga motor pengejar itu pun langsung mengejar dan masuk disana.
__ADS_1
Berapa orang menghadang tiga pemotor itu dan terjadilah perkelahian di sana.
Empat orang menghadapi Bimo Fachri dan Roni.
Sedangkan Johan sudah menyeret Meytta masuk ke dalam bangunan itu.
Bimo yang menghadapi dua orang penyerangnya itu tanpa kesulitan menghajar kedua orang itu, sedangnya Fachri dan Roni pun sama.
Beberapa saat saja rombongan lainnya berhasil menyusul.
Para polisi jalan raya dan polisi yang akan menyergap penculikan sudah bergerak mengepung area tersebut.
Bimo yang akan bertindak di tahan oleh pihak kepolisian.
Setelah melalui sebuah drama macam sinetron di TV penyanderaan itu akhirnya berakhir dengan Meytta yang berhasil di selamatkan.
Meytta yang nampak syok menghambur memeluk Bimo sambil menangis terisak.
Dalam waktu sesaat saja lokasi tersebut telah ramai di datangi orang-orang.
Entah mendapat berita dari mana para wartawan sudah berkerumun di sana.
Memang berita penculikan itu sudah menjadi trending topik di berbagai media .
Apalagi ternyata kini drama penculikan itu berkaitan dengan keluarga konglomerat Hartono pemilik PT ASA PRIMA group.
Dan berita yang lebih menghebohkan lagi yakni terungkapnya siapa jati diri Bimo yang ternyata seorang anak dari orang terkaya di negeri ini pewaris tunggal dari Tuan Haryo Perwira Atmaja pemilik GSB group.
Berita itu seketika menjadi sebuah berita besar dengan di bumbui bebagai isu isu menarik yang makin membuat panas berbagai pihak.
Ada yang mengatakan peristiwa itu buntut dari persaingan dagang dan ekonomi.
Ada juga yang mengatakan itu efek dari perang bisnis yang kejam.
Semua berita menyebar liar tanpa bisa di kontrol.
Hartono yang mengetahui berita penangkapan anaknya segera memerintahkan pengacaranya untuk membela anakanya.
Begitu juga dengan keluarga dari Meytta juga sudah mengajukan tuntutan resmi yang sudah di laporkan di kepolisian melalui pengacara kepercayaan Adrian.
_____________
**Selamat membaca...jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,vote hadiah dan koment nya..
Juga rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit...
Happy reading**....
__ADS_1