Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
147. Honeymoon


__ADS_3

Dengan mengendari mobil yang di sopiri pak Abraham Bimo dan meytta berkeliling sedikit kota Amsterdam sebelum sampai di toko Lanksroom yang berada di tepi kanal Singel.


Meskipun keduanya sudah memakai jaket tebal dan topi bulu tapi masih saja udara di sana terasa dingin bagi keduanya.


"Sayang ..mendekatlah kemari," kata Bimo ketika melihat istrinya nampak kedinginan.


Meytta bergeser duduk mendekat ke arah Bimo.


Direngkuhnya tubuh Meytta hingga berada di pelukannya.


"Mas...bagus banget ya .. pemandangan nya...semua nampak tertata rapi," kata Meytta.


"Namanya saja negara maju sayang..ya begini, semua sudah tertib dan tertata."


"Aku senang melihat nya...terasa tertib enggak semrawut," kembali Meytta mengungkapkan kekagumannya.


"Ya...karena kita jarang aja lihat yang kayak gini jadi terasa jauh berbeda," kata Bimo.


"Coba lihat sayang ..para pesepeda nya banyak ,...kan enggak menimbulkan polusi udara." teriak kecil Meytta sambil menunjuk beberapa pesepeda yang melintas.


"Iya..sih..disini memang di tekankan untuk transportasi sepeda dan karena sudah tertib ya enjoy enjoy saja..."


"Kalau di negara kita ...naik sepeda malah was was di sambar pengguna jalan yang lain, kayak motor dan mobil," sahut Bimo.


"Sudah tahu jalur Busway aja masih di serobot (hayoo..siapa..nih..?)," kata Bimo.


"Iya...sayang..,kemarin aku juga lihat di negeri kita, jalur sepeda di masuki mobil, coba...apa enggak ngawur banget tuh pengemudi," sahut Meytta sambil tersenyum antusias.


Bimo sangat senang istri nya sudah kembali ceria, dengan gemas di peluknya dan di ciumi nya.


"Kenapa sih mas...?."


"Aku senang sayang ...kamu sudah ceria lagi enggak seperti kemarin dan tadi pagi," kata Bimo.


"Maaf ya...mas...aku terlalu panik," kata Meytta tersenyum kecil.


"Nggak pa ..pa..sayang...," kata Bimo sambil kembali mencium rambut wangi istrinya.


Mobil masih melaju dengan santai karena memang pak Abraham ingin mengajak keliling melihat lihat kota sebelum sampai di kanal Singel dan berbelanja Stroop wafle di toko Lanksroom.


"Sebentar lagi kita sampai di kanal Singel tuan muda..," kata pak Abraham pelan.


"Ya..pak."


Begitu mobil melintasi sebuah sungai yang ada kanal di bawahnya Meytta sangat takjub.


"Mas...bagus banget ...besok kita naik perahu ya..mas..."


Bimo menganggukkan kepalanya.


"Aku ingin foto selfie di atas perahu itu..," kata Meytta yang kesenangan melihat keindahan kanal yang banyak perahu dan kapal sungai itu.

__ADS_1


Kapal kapal di kanal itu nampak sangat indah, ada yang di buat seperti perahu antik, kuno, perahu biasa bahkan ada yang menyerupai bis di atas air.


"Itu kanal Singel...dan yang itu toko Lanksroom," kata pak Abraham.


Setelah mencari tempat yang nyaman untuk parkir mereka menuju toko Lanksroom.


Di sana mereka memesan stroop wafle yaitu wafle tipis yang di rekatkan dengan sirup yang sangat khas sehingga terasa enak sekali di lidah.


"Enak banget mas..," kata Meytta tersenyum senang.


"Bila mau di bawa sambil keliling juga bisa tuan muda,'' kata pak Abraham.


Akhirnya Bimo memesan makanan itu yang di kemas dengan kemasan plastik yang unik dan indah.


"Kalau tuan muda mau besok kita bisa keliling kanal dan juga museum," kata pak Abraham menawarkan.


"Waah...boleh tuh pak..istriku kepingin naik perahu di kanal," sahut Bimo.


"Besok kita bisa ikut tur kanal atau Keizersgracht," kata pak Abraham.


"Atau ke kawasan Museum plein (Museum Square)."


Ada 93 museum di negara ini mulai dari museum mainan, museum makanan hingga museum seni yang paling terkenal adalah


Rijkmuseum adalah museum terbesar di Amsterdam yang telah berdiri sejak 1800 Masehi, disini kita bisa melihat ratusan karya seni dari seniman kenamaan Belanda seperti Rembrandt.


Yang paling terkenal dan menarik perhatian pengunjung adalah lukisan "Night Watch" sebuah lukisan besar karya Rembrandt yang di lukis tahun 1962.


Disini bisa melihat rumah dan ruangan sempit tempat persembunyian Anne dan keluarga selama di persembunyian.


Sementara Van Gogh museum, sesuai dengan namanya berisi karya karya terkenal seniman terkenal Van Gogh.


Berbeda dengan dua museum lainnya yang masih mempertahankan gaya kolonial bangunan Van Gogh museum ini telah mengalami modernisasi gaya.


Ketiga museum ini terletak di kawasan Museum plein sehingga dalam sekali jalan bisa mengunjungi ketiga tiga nya.


Sambil menikmati makanan ringan tersebut Bimo dan Meytta kembali ke kondominium karena hari sudah sore.


"Nanti malam kita jalan jalan lagi ya ...mas."


"Hmm.. sudah..senang rupanya kamu sayaang," sahut Bimo menggoda istrinya.


Meytta hanya memeluk suaminya saat di goda begitu.


Setelah sampai di kondominium keduanya hanya bersantai dan tiduran di kasur.


"Oh..iya sayang.. kamu mau bikin minuman apa..," tanya Meytta kepada Bimo.


"Kemarin kita di bekali apa aja dari tanah air," tanya Bimo langsung mengikuti istrinya ke dapur kondominium tersebut.


"Ada kopi Nusantara, jahe wangi dan teh celup terus kalau mas Bimo mau yang seger seger ada mie instan kuah," kata Meytta.

__ADS_1


"Lho ada mie instan rebus juga ...?," Bimo nampak terkejut.


"Aku yang minta mas..sama mama, takutnya kangen masakan rumahan," kata Meytta.


"Soalnya kalau pas kepingin kayak pas di rumah itu... nggak bisa di cegah harus ada..," kata Meytta lagi.


"Kok kayak orang ngidam saja ya..," sahut Bimo.


"Jangan jangan kamu beneran hamil sayang...," kata Bimo membantu menuangkan air panas di gelas mereka berdua.


"Enggak tahu...mas.''


"Memangnya kapan sih datang bulan nya..?."


"Harusnya minggu minggu ini mas..?," kata Meytta yang baru menyadari itu.


"Bisa aja... kan, pas kita malam pertama itu kamu pas puncak masa subur trus terjadi pembuahan, jadi saat ini sudah terjadi pembuahan," kata Bimo sok tahu masalah kesehatan.


"Mungkin mas...," kata Meytta malah terlihat cemas.


"Kok malah lesu..?," tanya Bimo.


"Kalau emang hamil gimana mas..?, kan kita di negeri orang..?," kata Meytta makin cemas.


Bimo terkekeh..mendengar kekhawatiran istrinya yang tak berdasar.


''Hubungannya apa sayang ..?antara istriku yang hamil sama negri orang, tok di sini juga ada dokter bila ingin periksa," kata Bimo yang belum tahu ke khawatiran Meytta.


"Bukan masalah itu mas...kalau aku ngidam apa apa yang ada di tanah air gimana mas..?," sungut Meytta cemberut menggemaskan.


"Kalau ngidam ya...pulang sayang.., seperti kata papa kemarin kalau enggak kerasan ya...pulang..enggak usah bingung,'' kata Bimo tersenyum.


"Beneran mas...?, mas Bimo enggak marah kalau aku minta pulang cepetan..?," tanya Meytta .


Bimo tersenyum...sambil menggeleng menandakan enggak marah.


Meytta kemudian menghambur memeluk Bimo.


"Terimakasih mas...mas Bimo .., emang paling baik..," kata Meytta memeluk suaminya.


Bimo membalas pelukan istrinya dan mencium lehernya hingga Meytta kegelian.


"Auuww.." dan Meytta tertawa senang.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku


*Sang Pengacau

__ADS_1


* Aku Lebih Mencintaimu**


__ADS_2