Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
137. Rencana menginap di rumah Meytta


__ADS_3

Pagi hari Bimo sudah nampak bersiap berangkat ke kantor.


"Lho mau kemana...? kok sudah rapi..?," tanya mama.


"Mau ke kantor dulu Ma..., sebelum berangkat ke Eropa aku ingin memastikan pekerjaan dulu." jawab Bimo sambil duduk di meja makan.


"Kapan sih.. berangkat nya ke Eropa..?," tanya mama Halimah lagi.


"Dua hari lagi ma.."


"Ya..udah..hari ini saja ke kantor nya, kan kamu juga butuh persiapan mau ke Eropa," kata mama lagi.


Papa yang baru datang dari kamar sedikit kaget melihat Bimo yang sudah rapi di meja makan.


"Mau kemana..? Sudah..dandan..?," tanya papa Haryo.


"Mama juga barusan tanya, katanya mau ngantor dulu sebelum ke Eropa," kata mama Halimah yang malah menjawab pertanyaan papa Haryo.


"Memang nya apa ada masalah di kantor..?," tanya papa Haryo lagi.


"Enggak sih pah...cuma ingin melihat situasi aja sambil menandatangi beberapa berkas," sahut Bimo.


"Nanti enggak lama lama kok Pa..paling setengah hari...habis itu pulang," kata Bimo lagi.


"Enggak lama kok Pa...lagian nanti sore mau ke rumah mama Qonita," kata Meytta menyambung suaminya.


"Oh..iya kalian belum pulang ke sana..kok ya..," kata papa Haryo.


Semua sudah berada di meja makan dan duduk di kursi masing masing.


"Ayo Pah..di pimpin doa..," kata mama Halimah.


Kemudian papa Haryo menengadahkan tangannya dan mulai memimpin doa.


"Bismillahirohmanirohim


Allahumma baariklanaa fiimaa rozaktanaa waqinaa adzaa banaar.."


"Aamiin."


Mama Halimah mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk papa Haryo.


Kemudian mengambil untuk dirinya sendiri.


Disusul Meytta yang mengambilkan nasi untuk Bimo.


"Mas Bimo mau ikan apa daging," tanya Meytta.


"Daging aja.... sayang... dan nasinya di kurangi sedikit."


Meytta menuruti apa yang di maui suaminya tersebut.


Mereka kemudian menyelesaikan makannya dengan mengobrol sedikit.


Meytta mengantar kepergian suaminya sampai di pintu samping yang langsung terhubung dengan garasi mobil.


"Mas ..nanti mau ke rumah mama jam berapa..?," tanya Meytta sebelum Bimo menuju mobilnya.


"Habis dhuhur ya sayang..nanti mas Bimo usahakan pulang sebelum dhuhur kemudian habis dhuhur kita berangkat."


Meytta menganggukan kepalanya mengambil tangan Bimo dan menciumnya.


Bimo mencium kening istrinya kemudian pamit.

__ADS_1


"Hati hati mas.."


Bimo menganggukkan kepalanya kemudian memasuki mobilnya dan meluncur ke kantor.


**


Di rumah papa Adrian masih makan pagi di temani mama Qonita.


"Kapan rencana Meytta ke Eropa nya ma..?," kata papa Adrian.


"Belum tahu juga pah.., mama kemarin lupa tanya sama Meytta."


"Mungkin dalam minggu minggu ini, soalnya... kan mereka juga ada acara wisuda di kampus nya," kata mama Qonita lagi.


"Iyaa..ya..," kata papa Adrian.


Kriiing... kriiing....


Suara telpon rumah menghentikan obrolan suami istri tersebut.


"Bi...Ijaah....tolong angkat telpon nya," kata mama Qonita.


Bi Ijah buru buru mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Halo...assalamualaikum... dengan kediaman tuan Adrian," sapa bi Ijah.


Para pekerja memang di ajari cara menerima telpon yang benar di rumah tersebut.


"Waalaikumssalam..bi Ijah ni Meytta..."


"Oh..non..Meytta tumben enggak langsung telpon ke hape Ibu..," kata bi Ijah.


"Iya..bi...takutnya jam segini mama masih sibuk," jawab Meytta dari tempat lain.


Kemudian bi Ijah menghampiri mama Qonita.


"Non Meytta Bu ...yang telpon," sahut bi Ijah.


Mendengar anaknya yang telpon mama Qonita segera bergegas mengangkat telepon tersebut.


"Halo.."


"Assalamualaikum..ma..."


"Waalaikumssalam.., Ada apa Mey..?," tanya mama Qonita.


"Enggak ada apa apa Ma... cuma mau bilang ke mama...nanti siang Meytta mau pulang sama mas Bimo."


"Takutnya kalau enggak ngabari mama... nanti mama pas pergi..," sahut Meytta.


Mama Qonita yang mendengar anaknya akan pulang langsung kegirangan.


"Kapan..Mey..pulangnya...mama udah kangen kamu...," kata mama Qonita yang kegirangan.


"Rencana habis dhuhur mah... nunggu mas Bimo pulang dari kantor."


"Ya.. sudah...mama tunggu di rumah..hati hati ya.. nanti di jalan," pesan mama Qonita sebelum menutup telponnya.


Mama Qonita kembali ke meja makan meneruskan makannya.


"Ada apa ma...?, kok terdengar heboh," nyata papa Adrian.


"Nanti siang... Meytta mau balik pah..," kata mama Qonita tersenyum senang.

__ADS_1


Papa Adrian juga tersenyum...melihat kebahagiaan istrinya tersebut.


"Yaa..udah Ma..Papa berangkat kerja dulu...," kata papa Adrian pamit ke istri nya.


"Yaa..ati..ati..pah..," kata mama Qonita sambil mencium tangan suaminya.


Setelah kepergian suaminya mama Qonita menghampiri bi Ijah.


"Bi..Ijah....Meytta sama mas Bimo mau kemari...masakin yang enak ya bi..," kata mama Qonita.


"Beneran Bu...?," kata bi Ijah..yang juga kegirangan.


Bagaimana pun bagi bi Ijah, Meytta adalah anak asuhnya yang semenjak kecil sudah dirawatnya bagaikan anak sendiri.


**


Di kantor Bimo masih menandatangani beberapa berkas sambil di temani Andre dan mbak Diah.


"Bagaimana dengan kasus kita..?," tanya Bimo kepada Andre yang ada di sofa.


"Masih berlangsung..bos.... masih dalam proses tanggapan eksepsi habis itu masih nunggu putusan sela dulu,' jawab Andre sambil memandangi layar monitor laptop nya.


''Lumayan lama juga proses nya..," kata Bimo bergumam sambil masih menandatangani beberapa bekas.


"Ya..lama bos.. mungkin satu bulanan lagi baru putusan," sahut Andre.


"Pokoknya terus di awasi prosesnya..jangan sampai ada main mata dengan aparat," kata Bimo lagi.


"Semoga tidak bos...ni pak Satya selalu berada di sana dengan tim lawyer bila saat persidangan," jawab Andre lagi.


"Ngomong omong kapan berangkat ke Eropa..," tanya Andre.


''Dua hari lagi...ternyata visa sudah di urus papa jauh jauh hari," jawab Bimo.


"Tolong di urus semua masalah perusahaan selama aku pergi, bila ada sesuatu di komunikasi kan dengan papa dan om Satya." pesan Bimo sambil menyerahkan berkas yang sudah di tandatangani kepada mbak Diah yang berdiri di samping Bimo.


"Pasti..," sahut Andre sambil menganggukkan kepalanya.


Semua kembali menatap layar monitor laptop masing masing setelah mbak Diah keluar dari ruang presiden direktur PT GSB group.


"Ndre..aku nanti pulang sebelum sholat dhuhur..soalnya nanti sore mau nginap di rumah orang tua meytta," kata Bimo berpamitan ke Andre.


"Ok..bos.." jawab Andre pendek.


Bimo pun mulai memberesi perlengkapan pribadi nya sebelum pulang.


"Aku cabut dulu..jangan lupa kalau ada permasalahan di komunikasi kan dengan papa dan om Satya," kata Bimo sekali lagi kepada Andre.


Andre kembali menganggukkan kepalanya.


Bimo beranjak keluar dari ruangannya di ikuti oleh Andre yang juga akan menuju ke ruangannya sendiri.


"Mbak...aku pulang dulu..nanti semua scedul di komunikasi kan dengan Andre, biar nanti sama sama di atur... jadwal nya dengan papa dan Om Satya," kata Bimo kepada mbak Diah.


Bimo berjalan menuju tempat parkir khusus presiden direktur dan meluncur pulang kembali ke rumah.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya..


Baca juga karya lainku..


*Sang Pengacau (silat)

__ADS_1


* Aku Lebih Mencintaimu (romantis**)


__ADS_2