
Di Kampus.
Hari masih pagi ketika Bimo berangkat ke kampusnya meskipun masih belum menampakkan siapa dirinya sesungguhnya namun penampilan Bimo sudah sedikit berubah.
Baju branded sudah mulai di kenakannya meskipun yang kelas menengah, kecuali jika ada keperluan di kantor pasti baju branded kelas atas yang di pakainya.
Sepatu nya pun masih biasa biasa saja, yang berharga ratusan ribu sampai tak lebih dari satu juta rupiah dengan jam tangan bermerk sekelas Swiss army yang berharga jutaan saja.
Meskipun hanya berpenampilan sangat sederhana untuk ukuran anak sultan, namun itu sudah membuat ketampanan Bimo memancar keluar dan membuat gadis gadis histeris bila melihatnya.
Dengan motor sport keluaran terbaru yang hanya berkapasitas mesin 500cc sudah cukup menambah, kejantanan pemuda itu.
Motor sport itu memasuki parkiran kampus tersebut, tampak rombongan gadis gadis duduk menggerombol.
Melihat motor sport dengan pemiliknya yang tampan melintas, pandangan gadis gadis itu seketika bersinar.
Mereka saling menebar pesona menarik perhatian Bimo dengan berbagai tingkah mereka.
Sikap gadis gadis itulah yang membuat beberapa teman lelakinya menjadi cemburu bahkan marah kepada Bimo.
Tapi Bimo yang tak pernah menanggapi semua tingkah polah gadis gadis itu membuat para lelaki menjadi sedikit tenang.
Apalagi di kampus itu semua mengetahui siapa Bimo . Sang Jagoan yang sudah banyak memenangkan berbagai kejuaraan pertandingan bela diri sehingga membuat para lelaki ketakutan bila mengusik nya.
Bimo memasuki halaman kampus dengan menenteng tas punggung di salah satu lengannya. dia berjalan sangat maskulin bagai seorang peragawan melewati gerombolan gadis itu.
"Bimo...."
__ADS_1
"Hai...Bimo...."
Sapa gadis gadis itu dengan kecentilan menggoda Bimo.
Bimo hanya tersenyum melambaikan tangannya ," Hai..teman teman ," kata Bimo.
Bimo berlalu dari gadis gadis yang menggerombol itu, menuju ruang kelasnya.
"Bimooo...!"
Sebuah panggilan menghentikan nya, rupanya Arlita yang saat itu bersama teman temannya nampak menghampiri Bimo.
"Hai.."
"Ada apa..?"
"tolong apaan..sih?"
"Mencari kado buat sepupu aku," jawab Arlita singkat.
"Lha emangnya kemana pacar kamu..?," tanya Bimo.
"Gak tahu .. beberapa hari di hubungi nomernya tidak aktif," sahut Arlita dengan sedih.
"Lha terus kedua temanmu ini..? apa fungsinya..?" tanya Bimo sambil menunjuk ke arah dua teman Arlita yang berdiri dan tersenyum senyum.
''Kami ini perempuan... tidak tahu apa yang di inginkan seorang pria, makanya Arlita mengajakmu untuk mencari hadiah yang tepat bagi seorang pria,'' kata Yuke nerocos tak ada berhentinya bila sudah berkata.
__ADS_1
Bimo diam, sesaat dia berfikir.
"Bolehlah.....tapi kapan..?'' tanya Bimo memastikan waktunya, untuk memperkirakan jadwal kegiatannya.
Mendengar kesanggupan Bimo menemaninya saja Arlita sudah bersorak dalam hati, dengan senyum terkembang dia berkata," aku terserah kamu aja kira kira ada waktu kapan?."
"Nanti siang aja gimana ?" mumpung aku sedikit longgar kata Bimo menawarkan.
"Oke..deal," kata Arlita sambil mengulurkan tangan menirukan sebuah program kuis di salah satu tv swasta.
Setelah selesai dengan urusannya Bimo keluar dan berjalan menuju motornya.
Disana sudah ada Arlita menunggu sambil tersenyum ke arahnya.
"kemana dua dayang dayangmu," tanya Bimo yang melihat nya seorang diri.
"Mereka enggak ikut baru ada keperluan katanya," sahut Arlita.
"Beneran nih kita cuma berdua, jadi enggak enak aku, kalau ada yang lihat nanti berpikiran macam macam," kata Bimo dengan sedikit ragu .
''Santai aja kali, emangnya kita mau kemana ? takut amat, cuma mau belanja aja kan?," kata Arlita dengan tersenyum genit.
____________
Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...
Happy reading....
__ADS_1