
motor melaju melewati jalan perkampungan karena melewati jalan kampung Bimo tidak memacu motornya, lagian dia tidak sedang terburu-buru.
Setelah bermotor agak lumayan lama sampai lah mereka di sebuah rumah yang cukup sederhana, meskipun sederhana rumah itu cukup bersih dan lumayan besar bila di bandingkan dengan rumah kontrakan Andre waktu dahulu.
Disekitar rumah masih ada tanah yang bisa di tanami bermacam tanaman.
"Waah ..enak ndre suasananya, sejuk banyak pohon pohanan," kata Bimo sesaat setelah sampai rumah kontrakan itu.
Andre hanya tersenyum mengangguk," bentar ya Bim..., duduk dulu deh maaf tempat nya kotor," katanya lagi.
Andre masuk rumah sesaat kemudian keluar lagi dan berjalan kesamping rumah ke arah kebun.
"Maaak....emak .. di mana..?,"terdengar teriakan Andre.
"Ada apa ..!! emak di sini...!!" dari kejauhan terdengar suara emaknya.
"Ada tamu maaak..!!," suara Andre masih dengan berteriak.
Sehabis memanggil emak nya Andre menemui Bimo kembali dengan tersenyum.
"Sorry bro...nyokap masih metik sayuran, bentar lagi pasti kesini," kata Andre sambil tersenyum.
"Mau minum apa..?,"
''Alaah santai ..aja..gak usah repot-repot, duduk dulu aja sini,'' ajak Bimo.
Andre dan Bimo duduk di beranda yang ada kursi santai nya, mereka cerita berbagai kenangan semasa dulu di sekolah maupun saat bermain bersama.
__ADS_1
Mendengar suasana nampak ramai di beranda, emak yang sudah selesai memetik sayuran menghampiri nya.
"Siapa sih ndre tamunya..?" tanya emak setelah dekat.
"Nih..orangnya.."
Emak memandang pemuda gagah dan tampan itu, sedikit mengingat ingat hingga akhirnya wajah nya seketika berubah gembira.
"Mas Bimo ya.....ya mas Bimo..kan,... bener kan emak?", teriak emak nampak senang .
"Iya mak ...saya Bimo.''
Emak sangat kegirangan, di rangkulannya Bimo tanpa merasa sungkan, nampak kedua matanya berkaca-kaca.
Ya bagi keluarga itu Bimo sudah seperti anak sendiri, dahulu hanya Bimo teman Andre di sekolahnya.
Hingga akhirnya berita tentang sebuah peristiwa mengenai keluarga Bimo terdengar.
Bapak dan emak Andre sudah meminta Bimo tinggal bersama mereka, namun saat itu Bimo di ajak ke kampung pak Joko dan Bu Siti.
"Kemana saja mas Bimo lama tidak pernah main ke sini," kata emak setelah melepas rangkulannya. emak bertanya sambil mengusap sisa air matanya.
"Berjuang untuk hidup lebih baik mak," kata Bimo sambil tersenyum.
Bimo memanggil kedua orang tua Andre sebagaimana Andre memanggil orang tuanya.
Mendengar jawaban Bimo emak tersenyum.
__ADS_1
"Mas Bimo enggak buru buru kan kata emak selanjutnya."
"enggak Mak ,"
"Kalau gitu emak tak masak dulu bentar lagi babe pulang, sekalian ketemu babe soalnya babe juga sering banget merindukan mas Bimo,'' kata emak lagi.
"Lho ndre..gak di buatkan minum mas Bimo nya," kata emak lagi melihat meja di beranda kosong.
''Tadi sudah di tawari Mak, gak mau anaknya,'' kata Andre.
"Haiisss kamu ini, jangan di tawari langsung di buatkan aja," kata emak kembali.
Sebentar kemudian emak masuk ke dalam rumah dan keluar lagi sambil membawa minuman hangat dan makanan kecil
''Di minum dan di makam mas Bimo," kata emak.
"Iya mak..., jadinya ngerepotin nih,"
''Mas Bimo ini. .., kayak sama siapa aja, dah di makan sambil nunggu babe pulang.
Meskipun sederhana suasana rumah itu selalu nampak hangat dan penuh kekeluargaan.
____________
Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...
Happy reading......
__ADS_1