
Dengan masih memeluk Bimo Meytta berkali kali mengusap air matanya.
Hatinya sangat bahagia saat itu, hingga tak menghiraukan beberapa pasang mata yang melihat ke arah mereka.
"Kemana aja sih kamu Bimo..? apa kamu tidak tahu betapa khawatir nya aku..? betapa aku selalu memikirkan kamu..? aku pikir kamu meninggalkanku, dan bla..bla..bla.."
Semua apa yang ada di benaknya di utarakan di depan Bimo tanpa malu malu masih sambil memeluk dan berlinangan air mata.
Bimo hanya membalas pelukan gadis manis itu dengan tersenyum. Sebenarnya di hati terdalam Bimo, hanya ada Meytta yang sempat terlintas, meskipun saat itu ia tepis rasa itu karena ia merasa rendah dirinya.
Namun kini Bimo sudah tidak merasakan rendah lagi, tapi memang ia masih ingin menguji semua orang dengan menjadi orang miskin.
"Lihat tuh mbak Meytta bucinnya sampai kayak gitu,'' kata Ruri kepada Ani yang ada di sebelah nya.
"Namanya juga jatuh cinta ! ya kayak gitu dodol," balas Ani sok Sokan.
"Eeh..emang lu sudah pernah punya pacar?" tanya Ruri lagi .
"Beluuum..''
"Lha ..belum pernah punya pacar ngomongin cinta..dasar jombo abadi," kata Ruri kembali.
"Sudah sudah kalian ini sama sama jomblo abadi malah saling ejek", Iwan menengahi perdebatan itu.
Mendengar kasak kusuk disekitar mereka menyadarkan kedua orang yang masih berpelukan itu.
__ADS_1
Dengan mengusap air mata Meytta melepaskan pelukannya, wajahnya tersipu malu.
"Memangnya kemana aja sih selama ini?" Meytta bertanya dengan masih sedikit terisak.
"Aku ada sedikit urusan yang belum bisa kuceritakan saat ini," jawab Bimo.
"kapan kapan aku akan ceritakan semuanya padamu," kembali Bimo berkata.
Sambil berjalan kembali menuju ruang kerjanya, Meytta menoleh," kamu punya hutang penjelasan kepada ku".
Bimo tersenyum sambil mengangkat tangan kanannya keatas membuat huruf O dengan menyatukan jempol dan jari telunjuk nya.
"Kemana aja sih bro selama ini," Dodi bertanya.
"Nyari duit buat makan..'' jawab Bimo sekenanya.
"Siapa takut... bolehlah.., ..kapan ??" gantian Bimo menantang.
Ya karena Bimo sekarang adalah anak sultan. Uang di ATM nya tak terhitung jumlahnya. karena sebelumnya papa nya memberikan black card yang nominal angkanya susah di ingat.
"Gak kok bercanda ...aja ," kata kedua temannya.
Karena setahu mereka Bimo anak yatim-piatu yang berjuang hidup untuk kuliah dengan biaya sendiri.
Mereka tidak sampai hati "memeras"nya.
__ADS_1
Lalu mereka tertawa lepas bersama.
Sore sampai malam itu suasana kerja sangat menyenangkan. wajah wajah ceria melayani konsumen dengan hati riang.
Apalagi hati Meytta, bahagianya sangat susah di ungkapkan.
Tidak seperti biasanya yang banyak kerja di dalam ruangnya, kali ini ia ikut terjun langsung melayani pembeli.
Rasanya ingin selalu di samping Bimo, yang memang bagiannya di depan.
Sambil melayani pesanan konsumen pandangan Meytta tak pernah lepas dari Bimo.
******
Di tempat lain .
Di Dojo tempat latihan Bimo terjadi kegaduhan, penyebabnya Roni yang di rencanakan bertanding mewakili Dojo itu mengalami cidera saat berlatih.
Padahal pertandingan persahabatan itu akan di lakukan kurang dari dua Minggu.
Pertandingan itu adalah pertandingan berkala dari berbagai Dojo untuk memperebutkan hadiah subsidi dari asosiasi berupa uang pembinaan demi kemajuan Dojo
Bang Fachri dan bang Anton nampak kebingungan mencari penggantinya.
__________
__ADS_1
Happy reading jangan lupa like vote dan koment-nya****