Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
121. Lapor kepolisian


__ADS_3

Papa Haryo sudah pulang, Bimo masih menunggu di ruang tengah.


"Lho ..tumben masih di sini," kata papa Haryo yang melihat Bimo masih ada di ruang tengah sambil menonton TV.


"Biasanya kan nonton TV di kamar," kata papa lagi.


"Sengaja mau nunggu papa kok."


"Memangnya mau bicara masalah apa..?," tanya Papa Haryo.


"Masalah perusahaan pa."


"Oooh.. papa kira masalah pernikahan mu dengan Meytta, soalnya kan kamu habis mengantarnya."


"Enggak kok pa, malah om Adrian dan Tante Qonita titip salam tadi sama papa dan mama," sahut Bimo.


Papa kemudian duduk di sofa sebelah Bimo.


"Masalah peusahaan yang mana lagi..?," tanya papa Haryo begitu sudah duduk nyaman di kursi nya.


"Masalah serangan hacker di sistem komputer perusahaan pah."


"Apakah mereka menyerang lagi..?," tanya papa Haryo.


"Enggak sih pah, malah Andre sudah menemukan bukti bukti yang cukup kuat untuk menyeret Hartono ke meja hijau," kata Bimo dengan serius.


"Baguslah.." kata papa Haryo mendengar bahwa bukti bukti sudah makin kuat untuk menjerat lawannya.


"Bimo mau minta pertimbangan papa, untuk segera aku laporkan masalah ini ke kepolisian cybercrime," kata Bimo kepada papanya.


"Lha kalau bukti sudah kuat langsung saja kita ke kantor polisi untuk segera melaporkan kejadian ini," kata papa Haryo dengan yakin.


"Naaah...ini yang Bimo tunggu restu dan ijin dari papa," kata Bimo sambil tersenyum.


"Kapan rencana mau melaporkan..?."


"Rencana malam ini pah..," jawab Bimo.


"Janganlah malam ini.., besok pagi tak apa, sambil kita lebih memantapkan semuanya," kata papa memberikan saran dan pertimbangan nya.


"Baiklah kalau menurut papa begitu kita akan lapor besok pagi," jawab Bimo kembali.


Perbincangan keduanya pun berakhir.


Bimo kembali menghubungi Andre.


"Halo... Ndre..., rencana kita mau ke kantor kepolisian besok pagi saja, saran papa begitu," kata Bimo setelah tersambung dengan Andre.

__ADS_1


"Ok bos, akan aku siapkan semuanya," jawab Andre.


"Jangan lupa hubungi Om Satya dan Lawyer perusahaan," kata Bimo lagi.


"Siap..bos," jawab Andre.


**


Hartono makin meradang mengetahui segala usahanya gagal total menghancurkan kedua perusahaan sasarannya.


"Kau itu tak becus bekerja ya..!," bentak Hartono kepada para hackers nya.


Para hackers pun hanya terdiam, mereka sudah berusaha sebaik mungkin, namun rupanya semua serangan yang mereka lakukan berhasil di hadang oleh hackers lawan yang nampak lebih handal.


"Aku sudah bayar mahal kalian, kenapa kalian malah tak becus kerja," dan banyak lagi kata makian dan bentakan yang Hartono keluarkan kepada orang orang nya Tersebut.


Bahkan pekerja yang lain juga makin ketakutan dengan pucuk pimpinan yang selalu marah marah tersebut, membuat kinerja para pekerja menjadi terganggu.


Perusahaan semakin mengalami penurunan apalagi dengan adanya keterlibatan anggota keluarga itu menjadi seorang tersangka penculikan dan akhirnya menjadi terhukum akibat kejahatan nya membuat mitra maupun rekanan menjadi ragu dan mundur teratur.


Melihat perusahaannya makin mendekati kehancuran membuat Hartono makin kalap saja.


**


Pagi hari rombongan dari Bimo sudah mendatangi kantor kepolisian setempat untuk melaporkan temuan bukti bukti dari kejahatan cyber tersebut.


Bersama dengan papa Haryo, Andre dan om Satya serta di dampingi tim kuasa hukum nya, Bimo sudah ada di kantor kepolisian dan di sambut oleh kepala kepolisian yang merupakan sahabat dari papa Haryo itu.


Akhirnya rombongan itu memasuki ruang pengaduan.


Merekapun membuat pengaduan dan gugatan resmi yang nanti akan di tindaklanjuti pihak kepolisian.


"Terimakasih pak Haryo dan bapak bapak semuanya atas pelaporan ini, kami berjanji akan menindaklanjuti masalah ini setelah kami melakukan penyelidikan nantinya," kata kepala polisi tersebut berjanji.


**


Mama Halimah dan mama Qonita masih bersama sama pagi itu, mereka mengecek semua keperluan dalam menyiapkan acara pernikahan anak anak mereka, yang hanya kurang dari dua minggu itu.


Kedua mama itu masih sibuk berkomunikasi dengan Weeding Organizer, mencocokan semua rencana yang nanti akan di langsungkan.


"Jeng lihat...ini model dekorasi nya kelihatannya kok bagus banget," kata mama Halimah kepada mama Qonita sambil menunjukkan foto contoh dekorasi.


"Ooh..iya..jeng terlihat elegan dan mewah," sahut mama Qonita.


"Nuansa ini kayaknya cocok dengan anak anak kita," kata mama Halimah lagi.


Kedua mama itu masih mengamati foto foto yang lain hingga akhirnya keduanya sepakat menggunakan dekorasi yang tadi pertama di pilih.

__ADS_1


"Mbak...mbak..," panggil mama Halimah kepada salah satu wanita dari pihak WO.


"Ya... Nyonya..," kata wanita itu yang cukup siapa wanita elegan di depannya itu.


"Aku mau pesan dekorasi yang seperti ini saja ya," kata mama Halimah.


"Bahan bahan yang di gunakan sudah ready kan..?," tanya mama Halimah lagi.


"Sebentar ya.. Nyonya, saya akan koordinasi lagi sama Ibu Ryska karena beliau yang paling tahu di bidang dekorasi."


Soalnya ini tinggal kurang dari dua minggu, apakah bahan bahan penyusunnya cukup di dapat kan dari lokalan sini saja...? apa perlu impor...? atau bahkan mungkin masih ada stok di gudang, seperti tirai dan aneka atributnya," kata pekerja itu lagi.


Sebentar kemudian Ibu Ryska datang ke kantornya.


"Eeh...jeng Halimah dan jeng Qonita..., sudah lama nunggunya..?," sapa ibu Ryska.


"Maaf...ya...jalanan padat banget ...soalnya awal pekan," kata ibu Ryska lagi.


Mama Halimah dan mama Qonita hanya tersenyum.


"Enggak apa apa jeng..., kami memang datang awal mau melihat lihat semua contoh yang ada," kata mama Halimah mewakili mama Qonita.


"Bagaiman jeng...milih yang mana dekorasinya nanti..?," tanya ibu Ryska.


Kemudian mama Halimah dan mama Qonita menunjukkan gambar foto yang di inginkan.


"Pas...banget untuk pernikahan seorang tuan muda, dekorasinya yang sesuai memang itu jeng," kata ibu Ryska lagi...promosi..biasakan penjual harus seperti itu pada konsumen.


"Ahh..jeng Ryska bisa aja...kalau ngomong..," kata mama Halimah sambil tersenyum.


"Kalau gitu kasih potongan harga dong....masak ya di samakan sama orang luar," tawar mama Halimah, (biasakan meski istri sultan tetap menawar juga..hehehe.)


"Pastinya dong jeng...masak kita tega sesama anggota sosialita," jawab ibu Ryska kembali memastikan.


"Kalau prosesinya kan seperti yang dahulu kita bicarakan kan jeng..?," tanya ibu Ryska lagi.


"Iya ..jeng, pokoknya habis ijab qobul pagi harinya terus ganti busana langsung ke prosesi acara, baru malamnya pesta lagi dengan busana lain yang sudah di siapkan," kata mama Halimah lagi.


Mama Qonita memang ikut semua yang sudah di rencanakan mama Halimah dan Meytta soal busana yang akan di kenakannya.


Rencananya nanti Meytta memang memakai busana berhijab saat pernikahan karena itu sudah pilihannya.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku

__ADS_1


* Sang pengacau (silat)


* Aku Lebih Mencintaimu (roman**)


__ADS_2