
Adrian makin bingung dengan situasi tersebut, bagaimana nanti menyampaikan perihal lamaran tuan Hartono kepada anak dan istrinya.
Adrian memainkan telepon yang ada di depan mejanya, memencet nomor tertentu.
"Ya halo.. , tolong kamu panggilkan pak Bandi ada sesuatu hal yang akan saya sampaikan padanya," kata Adrian kepada sekertaris nya.
"Baik pak," sahut suara dari seberang telpon nya.
"Apa yang mesti ku katakan kepada anak dan istriku nanti, bagaimana bila mereka tidak setuju perjodohan ini, memang sih anakku kulihat selama ini belum pernah mengajak teman ataupun pacarnya pulang ke rumah.tapi aku tahu sifat kerasnya."
Sambil memijit pelipisnya Adrian termenung sendirian.
Tok...tok...
"Masuk," terdengar suara sahutan dari dalam.
Kemudian Bandi memasuki ruangan atasannya tersebut.
"Apakah ada yang mau bapak bicarakan dengan saya?," kata Bandi setelah memasuki ruangan itu.
"Duduklah pak Bandi," kata Adrian sambil menghela nafas panjang.
Tampak raut muka penuh tekanan di wajah Adrian, pria paruh baya itu sedang banyak pikiran.
"Ya pak ," kata pak Bandi setelah duduk di kursi didepan direktur nya itu.
Adrian dan Bandi sudah mengenal cukup lama, bagi Adrian orang yang paling di percaya di perusahaan nya adalah Bandi.
__ADS_1
"Saya akan sedikit bercerita kepada pak Bandi semua yang terjadi di perusahaan ini,"
Adrian mulai menceritakan semua permasalahan yang tengah terjadi dan apa yang menyebabkan hal itu.
Bandi dengan sabar mendengarkan semua cerita Andrian, hanya sesekali menimpali dengan pertanyaaan kecil ataupun jawaban kecil.
"Bagaimana menurut tanggapan pak Bandi atas kejadian ini," akhirnya Adrian selesai menceritakan permasalahan yang di hadapinya.
"Kalau menurut saya sebaiknya kita selidiki dahulu siapa tuan Hartono itu, baru kita mencari solusi dari permasalahan ini," kata Bandi memberikan usulannya.
"Namun pak Adrian juga harus menceritakan kepada keluarga bapak semua yang terjadi sehingga anak dan istri bapak tidak terkejut dengan situasi ini, dan mungkin bisa ikut memecahkan permasalahan-permasalahan yang terjadi," kembali Bandi mengeluarkan pendapatnya.
"Terima kasih pak Bandi atas saran dan usulannya, saya minta tolong selidiki siapa tuan Hartono itu dan segera laporkan kepada ku ,"
"Saya akan berusaha secepat nya mencari informasi itu pak,'' kata Bandi mengakhiri percakapan itu.
Sore hari di cafe D'JOSs nampak terlihat ramai pengunjung, semakin lama cafe itu semakin terkenal berkat terobosan pemasaran yang di lakukan atas usulan Bimo tersebut.
Meskipun acara itu berlangsung hanya seminggu dua kali namun efeknya terasa setiap hari nya.
Para pengunjung yang sudah mengetahui menu dan suasana di cafe D'JOSs akan selalu datang meskipun tidak ada acara live music.
"Meja dua pesan kopi dan cake pisang, meja sembilan jus alpukat sama roti bakar," kata Ani yang bertugas di bagian depan.
Segera Dodi membuatkan pesanan baru tersebut karena Iwan sedang menyelesaikan pesanan sebelum nya.
Sudah beberapa hari Bimo ijin tidak datang ke cafe D'JOSs karena memang banyak hal yang perlu di selesaikan di perusahaannya namun dia ijin ke Meytta karena ada tugas kampus.
__ADS_1
Sore itu Bimo datang ke cafe D'JOSs lebih awal karena sudah beberapa hari melewatkan tugasnya di sana.
"Hai bro, tumben jam segini dah datang," kata Dodi sambil menyerahkan pesanan pelanggan dengan memberi nomor mejanya.
"Ya nih ...dah kangen sama kalian ," kata Bimo sambil tersenyum.
"Kangen kita apa si bos," kata Ruri menyahut dari belakang Dodi.
"Ya kangen kalian semua nya," kata Bimo kembali.
"Aku heran deh Bim, sama kamu itu," kata Iwan yang tiba -tiba datang.
"Heran kenapa sih ,''
"Kamu kerja disini, tapi kalau habis gajian uangnya malah kamu buat traktir kami makan makan, emangnya kamu gak butuh duit apa?, kalau gak butuh duit ngapain kerja sih," kembali Iwan berkata sambil garuk garuk rambutnya yang tidak gatal.
Memang bagi teman-teman, Bimo itu sangat dermawan hampir tiap gajian uangnya mesti di buat membeli makanan yang tidak ada di cafe tersebut.
Atau bahkan memborong makanan yang disediakan cafe untuk di makan bersama sama.
Meskipun Meytta memperbolehkan karyawan untuk mengambil makanan di sana tapi para karyawan cukup tahu diri.
Bila ingin memakan dalam porsi banyak ya harus beli dan itu sudah di sepakati semua karyawan.
___________
**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya.....
__ADS_1
Happy reading**......