Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
37. Kandidat Calon Asisten Pribadi CEO


__ADS_3

Andre masih menatap Bimo dengan kekagumannya, melihat penampilan Bimo yang sangat berkelas.


"Sudah minum nya ?,"


Andre hanya menganggukkan kepalanya, seakan belum bisa mengatakan apapun.


Pikirannya masih di penuhi tanda tanya, dia hanya mengikuti langkah kaki Bimo menuju garasi mobil yang luasnya selapangan sepakbola, aneka mobil mewah berjejer di sana.


Bimo memilih salah satu mobil tersebut



Salah satu yang di pilihnya adalah mobil Bentley continental GT 6000 cc seharga 8 milyar.


Andre masih diam melihat semua hal yang di luar pikiran nya tersebut.


''Ayo masuk," ajak Bimo kepada Andre yang masih terdiam di luar mobil.


Segera Andre masuk ke dalam mobil mewah itu dan duduk di kursinya yang nyaman, Bimo menjalankan mobil dengan santai menuju ke perusahaannya.


Sampai di perusahan semua orang menganggukkan kepala dengan hormat, ketika melihat Bimo.


"Selamat pagi pak Bimo," sapa resepsionis depan begitu melihat Bimo di depannya.


Bimo menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecil, kemudian bertanya.


''Apalah pak Satya sudah datang?"

__ADS_1


"Sudah pak, barusan pak Satya lewat sini,'' kata resepsionis tersebut.


Bimo berjalan menuju ke lift dengan Andre yang mengekor di samping nya, mereka memasuki lift itu memencet lantai 6 dimana ruang direksi berada.


Setelah sampai di salah satu ruangan Bimo menghampiri meja sekertaris dan asisten om Satya.


Melihat kedatangan Bimo mereka segera berdiri dari kursinya dan menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Apa ada yang bisa saya bantu pak Bimo,'' tanya sekertaris om Satya.


"Apakah pak Satya ada di dalam ?."


"Ada pak, mari saya antar," kata sekertaris itu sambil berjalan ke ruang om Satya.


Tok..tok..tok..


''Masuk," terdengar suara jawaban dari dalam Ruangan.


Bimo memasuki ruangan itu dan menyapa om Satya.


"Pagi Om,''


"Oh ..Kamu Bimo," kata om Satya menyambut Bimo.


Andre yang melihat om Satya terperanjat dan terkejut.


"Bukankah tuan ini yang dahulu memberikan uang dan kartu ATM yang selama ini menopang hidup dan kuliahku? Siapa sebenarnya tuan ini? dan siapa yang selama ini telah membiayai hidupku dan keluarga ku sebenarnya."

__ADS_1


Kembali pikiran Andre berkecamuk di kepalanya, dia semakin bingung dengan semua ini.


''Aku mau mengenalkan seseorang yang kemarin kita bahas itu om, biar bisa belajar sama om Satya," kata Bimo.


Om Satya memandang Andre, seperti mengingat sesuatu.


''Apakah aku mengenalmu," tanya om Satya kepada Andre.


"Saya Andre tuan, anak yang tuan tolong dan di biayai kuliahnya,'' kata Andre memperkenalkan dirinya.


Satya mengerutkan keningnya sesaat kemudian tersenyum gembira.


"Waah... ini suatu kebetulan yang telah Allah atur bagi kita hamba Nya," kata om Satya dengan wajah yang gembira.


"Maksud tuan apa saya tidak tahu," kata Andre lagi.


"Mari duduk sini , aku akan menceritakan sesuatu kepada mu," kata om Satya.


Andre menarik sebuah kursi di dekat Bimo yang sudah duduk dari tadi, kemudian menduduki kursi tersebut.


Setelah Andre duduk om Satya memulai ceritanya.


"Sebenarnya yang membiayai kuliah dan semua kebutuhan mu adalah tuan Haryo Perwira Atmaja, ya... ayah nak Bimo ini, semua itu tak lepas dari adanya pertemanan kalian di saat sekolah SMP, melihat kepintaranmu dan kegigihan mu dalam belajar membuat tuan Haryo merasa sayang kalau kamu tidak sekolah dan kuliah, oleh karena itu tuan Haryo mengutusku untuk menemui mu memastikan kamu dapat sekolah dan kuliah, dan akhirnya waktu membuktikan bahwa tuan Haryo tidak salah membiayai kuliah mu karena nak Bimo memilihmu untuk menjadi asisten pribadinya."


Andre masih tercengang mendengar semuanya.


__________

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like, vote dan koment-nya...


Happy reading........


__ADS_2