Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
197. Calon bayi laki laki


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian.


Mama Halimah sudah sibuk dari siang hari, dari persiapan camilan makanan yang akan di bawa, hingga obat obatan termasuk minyak angin anti mabuk (He.he.he..padahal tak pernah mabuk).


Bahkan mama Qonita juga sudah datang ke rumah utama dari pagi dan ikutan sibuk.


Penyebabnya karena sore nanti rencananya akan periksa ke dokter kandungan.


Ini sudah memasuki bulan ke enam dari usia kandungan Meytta.


Semua orang menjadi overprotektif terhadap Meytta apalagi sang suami, apa apa selalu di larang.


"Mas Adrian juga ikut kan Jeng..?," tanya mama Halimah.


"Iya jeng ..janjinya sih begitu...tadi pagi sebelum ngantor,...tapi kok ya belum pada kelihatan..," kata mama Qonita.


Malahan Meytta yang mau periksa masih bersantai tiduran di kamarnya sambil membaca artikel tentang ibu hamil.


Tok tok tok...


"Iya...masuk..!," seru Meytta dari dalam kamarnya.


"Lho..kok malah masih rebahan Mey..?," tanya mama Qonita yang masuk ke kamar Meytta.


"Kan masih jam segini mah..?, lagian mas Bimo juga belum pulangl," jawab Meytta sambil tersenyum bangun dari rebahan nya.


Mengelus perutnya sambil duduk di pinggiran kasurnya.


"Ya sudah..semoga para laki laki tidak pada lupa hari ini mau periksa kehamilan," kata mama Qonita lagi.


"He..he.. enggak lah ma.."


Meytta tersenyum melihat mamanya yang malah nampak gelisah tak sabar, karena selama ini kedua orang tua Meytta malah belum pernah ikut periksa, cuma periksa di awal kehamilan saja.


**


Flashback on.


Di tempat lain, tepatnya di keluarga Andre juga sedang terjadi persiapan menuju persiapan pernikahan Andre.


Satu minggu lagi pernikahan Andre dan Rani akan di gelar.


"Semua undangan sudah di sebar kan Be..?," tanya emak.


"Iya...sudah, paling tinggal teman teman pasar Babe yang mungkin nanti akan Babe bagikan, cuma sekilas mereka sudah pada tahu kita mau punya gawe..," jawab Babe sambil menyiapkan perlengkapan jualannya.


"Si Andre nya mulai kapan cutinya ya..?."


"Emak juga kurang tahu Be kalau masalah itu."


Mereka masih berbincang kecil sambil mengerjakan keperluan masing masing.


"Be..Mak..Nissa sekolah dulu..," pamit Nissa kepada Emak dan Babe.


"Mana adikmu putri kok belum pamitan..?."


"Sebentar lagi paling Mak...baru ambil tas nya.."


" Emang sudah pada sarapan..?," tanya Babe.


"Sudah Be.."

__ADS_1


Tak berapa lama Putri pun muncul dan berpamitan kepada kedua orang tua nya tersebut.


Nissa dan putri memang satu sekolah di SMA yang sama, mereka selalu berangkat bersama dengan berjalan kaki sebentar lalu naik angkutan umum.


Sedangkan Rizal bersekolah di SD negeri dekat dekat rumah saja.


"Hati hati..," kata Babe kepada dua anak gadisnya yang sudah mau melangkah ke luar rumah.


"Iya Be.. Assalamualaikum.."


"Waalaikumssalam ," sahut Babe dan Emak berbarengan.


"Sore nanti si Andre katanya juga mau pulang Be.."


"Iya..mungkin mau ngurus surat surat tertentu," sahut Babe sambil berjalan ke samping rumah dimana gerobak jualannya berada.


Flashback off.


**


Di kantor Bimo masih bersama Andre di ruangan nya.


"Mulai cuti kapan Ndre..?."


"mulai Kamis bos ...karena mau ngurusi surat surat juga.."


"terus resepsinya jadinya di mana..?."


"Di gedung kelurahan yang biasa di sewakan dekat rumah Rani bos.., sebenarnya mau di gedung wanita yang di jalan XX tapi kata mamak nya Rani malah kejauhan dari rumah....nanti tetangga malah kerepotan, ya udah aku ngalah saja..ikut aja..gedung kelurahan juga luas dan lumayan nyaman," sahut Andre menerangkan.


Bimo hanya mengangguk mendengar penjelasan tersebut.


Bimo kembali memeriksa berkas berkas di depannya kemudian menandatangani nya.


"Mbak Diah berkas sudah bisa di ambil ," sahut Bimo.


Tak berapa lama mbak Diah masuk mengambil berkas bekas tersebut.


Setelah berkas berkas beres Bimo segera bersiap untuk pulang karena hari ini tepatnya sore nanti mau periksa kehamilan istrinya.


"Ndre aku pulang dulu, sore nanti mau periksa kehamilan.," pamit Bimo sambil memakai jas yang tadi di sampirkan di kursinya dan meraih tas kerjanya.


"Iya bos..hati hati di jalan.."


"Mbak Diah ..aku pulang dulu, jika ada yang minta ketemu cancel dulu atau alihkan jadwalnya ya.."


"Ya pak ..," jawab mbak Diah sembari merapikan berkas berkas di mejanya.


**


"Mana nih..Bimo kok belum juga kelihatan..?," kata papa Haryo sambil tolah toleh.


"Papa sudah hubungi Bimo, jangan jangan kelupaan..," sahut mama Halimah.


"Enggak lah...barusan pengawal laporan mobil sudah meninggalkan kantor."


"Ya sudah ..kita tunggu saja..mungkin jalanan sangat padat hari ini."


"Iya kok jeng ...saya saja tadi kena macet lama banget," sahut papa Adrian yang juga sudah siap di sana.


"Ya sudah..yang penting selamat sampai rumah..," sahut mama Halimah menenangkan semuanya.

__ADS_1


Tak berapa lama terdengar mobil memasuki halaman rumah tersebut.


"Itu mungkin Bimo."


"iya biar masuk dan ganti baju dulu ," sahut mama Halimah lagi.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumssalam..," sahut semuanya.


"Waah...sudah pada siap ..?," kata Bimo sambil melihat jam tangannya.


Meytta menyambut Bimo mengambil tangannya dan menciumnya.


"Bimo ganti baju dulu pah..mah..," kata Bimo kepada keempat orang tuanya.


Meytta mengikuti sang suami masuk ke kamarnya.


"Bagaimana kabar baby Dady...?," kata Bimo yang duduk di pinggir kasur sambil memeluk dan menciumi perut istrinya.


"Kok cuma baby nya doang...mamanya enggak di tanya..?," sungut Meytta sedikit cemberut.


"Kan baby masih disini," kata Bimo sambil menunjuk ke perut jadi jika bertanya baby pasti bertanya mamanya juga kan..," kata Bimo sambil meremas apapun yang di pegang nya.


"Ish..mas..," seru Meytta kegelian sambil menikmati pelukan sang suami yang berhadapan dengannya.


"Udah cepetan ganti gih ..udah pada nungguin tuh..calon Opa sama Oma..dari pagi sudah pada enggak sabar..," kata Meytta pelan sambil tersenyum.


Bimo tersenyum dan melapas pelukannya lalu bangkit menuju ke kamar mandi.


"Aku tunggu di luar ya mas, pakaian ganti ada di sini.."


"Iya sayang..," sahut Bimo yang terus saja berjalan ke kamar mandi


**


Semua sudah berada di dalam ruang dokter Puspita SpOG.


Dengan serius semuanya menatap ke arah layar monitor dari USG.


"Ni...mukanya sudah terlihat makin jelas..," kata dokter spesialis kandungan itu sambil menerangkan dan memutar probe pemindai alat USG 4D tersebut.


"Waah...calon cucu kita ..jeng.," seru mama Halimah sambil memeluk mama Qonita.


Nampak sekali baby itu aktif bergerak gerak.


"Kalau tak salah jenis kelaminnya laki laki," kata dokter Puspita lagi.


"Jagoan kita ...mas," kata papa Adrian kepada papa Haryo.


Dokter Puspita masih serius dan fokus memeriksa dengan alat pemindai tersebut.


"Alhamdulillah..semua nampak baik baik saja," kata dokter Puspita di akhir pemeriksaannya sambil membersihkan jelly yang ada di perut Meytta di bantu Bimo.


"Alhamdulillah..," sahut semuanya.


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku......

__ADS_1


* Sang Pengacau


* Aku Lebih Mencintaimu**


__ADS_2