Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
116. Berbagi


__ADS_3

Sehabis makan Meytta bergabung dengan Bu Siti melihat para pekerja membuat aneka makanan dan jajanan.


Yang tinggal di rumah itu memang sangatlah banyak dari beberapa petugas keamanan, petugas kebersihan, sopir, belum petugas taman dan petugas dapur juga laundry.


Jika di total mungkin hampir limapuluhan, mereka juga perlu makan dan camilan maka tak heran bila di dapur selalu sibuk dengan kegiatannya.


Meytta yang juga suka kuliner karena usahanya salah satunya di bidang itu sangat tertarik melihat pembuatan dari para ahlinya itu.


"Itu mau buat apa Bu...?," tanya Meytta kepada Bu Siti.


"Ini makanan tradisional namanya kue klepon non," jawab Bu Siti menerangkan.


"Cuma kalau biasanya makanan ini gulanya di dalam dan memakannya pakai parutan kelapa, lha ini mau saya modifikasi makannya pakai santan manis," kata Bu Siti lagi.


Meytta yang anak modern memang kurang mengetahui tentang makanan tradisional.


Dia sangat tertarik melihatnya.


Setelah makanan itu di kukus dan santan matang, Meytta mendapat. kesempatan mencicipi nya.


"Ini makanan sehat tanpa pengawet non," kata Bu Siti sambil menyerahkan mangkuk kecil dengan sebutir bola klepon dan di siram santan manis.


"Hati hati non masih panas, diamkan dulu biar adem, sambil melihat pembuatan yang lain," kata Bu Siti.


Meytta pun masih asyik melihat proses pembuatan aneka masakan yang lainnya.


" Aduuh...mama cari kemana mana rupanya kamu di sini sayang..," tiba -tiba mama Halimah sudah muncul di dapur.


"Sayang nanti kan jadi ikut sama mama, papa dan mas Bimo kan..?," tanya mama Halimah.


"Ya..jadi dong mah.., kan Meytta masih di sini," jawab Meytta sambil tersenyum.


"Lah..kita perginya sama mama dan papa...?," tanya Meytta yang kaget.


"Iya...mama juga baru di beritahu, oleh mas Bimo tadi saat pulang kantor dan kebetulan mama sama papa juga pas longgar ya..jadi kita bareng bareng saja ke sana," kata mama Halimah lagi.


Meytta yang masih bingung dengan rencana Bimo bertanya kepada mama Halimah.


"Maah...emangnya kita mau kemana sih ma..?, Jadi penasaran..," tanya Meytta.


"Lho mas Bimo memang enggak memberitahukan," tanya mama Halimah balik.


Meytta hanya menggeleng kan Kepala nya.

__ADS_1


"Nanti malam kita mau ke panti asuhan sayang mau berbagi rezeki dengan mereka, sekalian syukur an kan sebentar lagi kalian mau menikah," kata mama Halimah.


"Haah ..aduuh maah," Meytta nampak panik.


"Kenapa sayang...? tanya mama Halimah yang juga kaget.


"Kita kan mau ke panti asuhan yang ada di pesantren kan mah..?."


"Iya ..sayang..," kata mama.


"Meytta enggak bawa baju muslim mah," kata Meytta yang memang belum berhijab.


Mama Halimah tersenyum mendengar itu.


"Aduuh...sayang kirain masalah aapa..., mamah sampai kaget lho tadi."


"tenang aja kalau masalah itu mama sudah siapkan,'' kata mama Halimah kembali.


"Haah..?, bener mah..?."


Mama Halimah menggandeng calon menantu nya di ajak ke ruang tengah.


"Niih...mama sudah siapkan baju untuk kamu," kata mama Halimah.


Meytta mengambil paper bag itu dan mengeluarkan isinya.


"Waah ...bagus banget mah..," kata Meytta sangat senang.


Habis sholat isya, nampak papa Haryo, mama Halimah dan Bimo sudah duduk di ruang tengah.


Mereka masih menunggu Meytta yang masih berdandan memakai baju gamisnya.


Bagi meytta bukan hal baru memakai pakaian hijab, beberapa kali dia sudah sering memakainya saat acara acara tertentu, hanya saja belum mampu menggunakan untuk pakaian harian.


"Mah..barang bawaan memangnya sudah di masukkan ke mobil," tanya Bimo.


"Semua sudah di urus pak Joko dan Bu Siti, mereka juga ikut soalnya," kata mama lagi.


Tak lama Meytta sudah turun dari tempat berganti bajunya, yaitu kamar Bimo yang ada di lantai dua.


Dengan baju warna maroon, Meytta terlihat makin cantik.


Bimo yang melihat calon istrinya turun dari kamarnya di lantai nampak terkejut dan terpesona.

__ADS_1


"Ada apa sih ...mas, tanya Meytta yang di pandangi terus oleh Bimo."


"Ada yang enggak pas ya mas..?," bisik Meytta pelan takut mama dan papa Haryo mendengar.


"Enggak kok ...malah kamu makin cantik dengan hijab dan gamismu," kata Bimo dengan tersenyum.


"Beneran mas..?," tanya Meytta.


"Beneerr... tapi..," perkataan Bimo di gantung.


"Kenapa mas..?."


"Tapi... kalau mas boleh jujur mas pilih kamu enggak pakai apa apa...," kata Bimo sambil tertawa tergelak.


Plaak...!!


Meytta mengeplak lengan Bimo.


"Apaan sih mas..??, kita mau ke pesantren lho..," kata Meytta cemberut.


"Enggak..kok mas Bimo bercanda doang," kata Bimo sambil cengengesan.


Papa dan mama sudah ada di mobil, Bimo dan meyttapun menyusul keduanya, mereka satu mobil dengan Bimo sebagai sopirnya dan Meytta di samping nya.


Pak Joko dan Bu Siti serta beberapa pegawai berada di mobil yang lain yang membawa beberapa barang bawaan.


Untuk menu makanan sudah di pesan yang nantinya akan langsung di antar ke pesantren.


Dua mobil sudah meluncur ke arah pondok pesantren yang ada panti asuhannya.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya...


Baca juga karya lainku..


*Sang pengacau (silat)


bagaiamana..perjuangan kaisar**


**Naga menghancurkan kejahatan..


* Aku Lebih Mencintaimu ( romantis)

__ADS_1


bagaimana Bara..menaklukkan**


gadis yang di cintainya...?


__ADS_2