Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
44. Dalang di balik pengeroyokan


__ADS_3

Rombongan pemotor dengan suara berisik itu menghampiri arena perkelahian itu.


"Ada masalah bro?," tanya seseorang kepada Bimo.


Rupanya mereka adalah teman teman Bimo di Dojo, begitu mereka mendengar ada pengeroyokan dan tahu yang di keroyok Bimo dengan segera mereka menyusul di lokasi kejadian.


"Gak pa pa bang, cuma kecoak aja kok ni sudah pada KO," sahut Bimo menjawab pertanyaan bang Anton.


Begitu melihat yang datang teman teman Bimo dengan tampang tampang yang sangar membuat para pengeroyok makin ketakutan, mereka berniat untuk pergi, dengan terpincang-pincang mereka di biarkan pergi begitu saja oleh Bimo.


Namun sebelum pergi bang Anton menghampiri mereka.


"Sekali lagi kalian membuat ulah kupatahkan kedua kakimu..!!," kata bang Anton dengan muka sangarnya.


Para pengeroyok masuk ke mobil dengan terburu buru, temannya yang masih terseok-seok di seret masuk mobil dan mereka langsung tancap gas.


"Makasih bang Anton dan teman teman semua," kata Bimo kepada rekan rekannya sambil memutar tubuh dan tersenyum.


"Santai aja brother," kata mereka semua sambil merangkul dan menepuk nepuk pundak Bimo.

__ADS_1


"Siapa sih mereka?, sok jagoan cari gara gara," tanya Handoko salah satu teman di Dojo.


"Aku juga gak tahu, tapi tadi ada orang yang masih di mobil, kayaknya orang orang yang ku hajar tadi orang suruhannya," sahut Bimo.


"Kurang ajaaaar, tahu begitu aku hajar tuh orang," bang Anton yang mendengar nampak geram.


"Udahlah gak usah di bahas lagi kita balik latihan di Dojo," sahut Bimo meredam suasana yang panas itu.


Bagi mereka Bimo sudah di anggap saudara sendiri, semenjak Bimo memenangkan pertandingan dan bantuan dana asosiasi tak sedikitpun di ambil, bahkan beberapa kali Bimo menyumbang kan dana untuk memenuhi semua perlengkapan yang kurang maupun sudah rusak.


Jadi Bimo sudah di anggap keluarga dan memang di akui di Dojo itu jiwa Forza adalah hal utama.


Mereka akhirnya kembali ke Dojo setelah merasa beres tidak ada masalah dengan Bimo.


Andre yang libur kerja memanfaatkan waktu liburnya dengan melancarkan latihan setir mobilnya, dengan di dampingi instruktur setir mobil profesional Andre mengelilingi kota itu.


"Tekan gasnya sedikit bang lalu lepaskan kopling nya pelan pelan, ya ..betul begini,'' kata instruktur setir itu.


Mobil terus berputar putar di area kota mulai dari jalur yang sepi sampai yang ramai dari jalan datar sampai jalan tanjakan semua di coba untuk memperlancar dan membiasakan insting menyetir Andre.

__ADS_1


Memasuki sebuah jalan yang lumayan sepi sekilas terlihat sebuah mobil putih dengan beberapa orang nampak keluar dari mobil dengan sempoyongan, beberapa orang nampak bonyok kayak habis di pukuli.


Nampak Joni Arman memarahi orang orang itu dengan menuding nuding wajah orang orang tersebut dengan sangat gusar.


"Bukankah itu pacarnya Arlita, ngapain pagi pagi sudah memarahi orang orang itu,kayak gak ada kerjaan,emang ada masalah apaan ya?," batin Andre bertanya tanya.


Joni Arman yang nampak geram karena orang suruhannya malah di hajar Bimo makin marah.


Apalagi setelah orang suruhannya berkelit," memang anak itu jagoan bos, bukankah bos tahu sendiri kita sampai bonyok kayak gini."


"kamu itu bilangnya preman hebat melawan anak kemaren sore aja sampai babak belur," dengan marah Joni Arman berkata.


Rupanya mereka adalah para pengeroyok Bimo, yang babak belur di hajar Bimo.


Mereka di marahi habis habisan karena tidak berhasil menghajar Bimo namun malah balik di hajar.


_____________


**Terima kasih sudah mampir dan membaca karyaku jangan lupa like ,vote dan koment-nya...

__ADS_1


Baca juga karya lainku "SANG PENGACAU" yang bergenre silat..


Happy reading**.......


__ADS_2