Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
109. Pinangan melamar kekasih


__ADS_3

Waktu acara Pinanganpun tiba, tampak ballroom hotel yang di gunakan dihias sedemikian rupa hingga menjadi sangat mewah.


Meskipun ini masih acara pinangan atau lamaran, bukan pernikahan tapi prosesinya terlihat sangat sakral.


Di depan ballroom sudah di buat semacam panggung mini yang hanya setinggi setengah meter dengan undak undakan untuk naik.


Di atas panggung mini sudah ada beberapa kursi yang sudah di duduki dari kedua keluarga termasuk para tetua desa dari kedua keluarga itu dan juga pemuka agama yang nantinya akan bertugas membacakan doa.


Para tamu undangan yang akan menjadi saksi atas kebahagiaan kedua mempelai nampak sudah duduk di tempat yang di sediakan.


Meytta yang kali ini tampil dengan busana model hijab terlihat anggun dengan tampilannya.


Riasan yang sangat pas dengan wajahnya dan busana yang di kenakannya membuatnya makin tampak menawan.


Dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya menambah kecantikan wajahnya.


Bimo pun tak kalah menawan, dengan baju lengan panjang model baju Koko namun mewah, serta warna yang senada dengan Meytta membuat keduanya memang cocok dan serasi.


Acara pinangan atau dalam istilah di agama Islam yang Bimo dan keluarga yakini di sebut "khitbah", adalah sebuah proses meminta izin serta memberi izin dari pelamar ke orang tua atau wali yang di lamar untuk di jadikan istri sah sebelum proses pernikahan.


Dalam proses "khitbah" ini pihak mempelai laki laki akan mengutarakan permintaan untuk mengajak sang mempelai perempuan berumah tangga.


Jika sang perempuan mengiyakan maka di sebut "makhthubah" atau perempuan yang telah resmi di lamar, dengan demikian ia tak di perkenankan untuk menerima pinangan laki laki lain.


Sebenarnya ada beberapa syarat dalam "khitbah".


Pertama mengetahui dan melihat calon mempelai, hal ini di sarankan di lakukan agar tak terjadi fitnah atau masalah di kemudian hari.


Kedua sang calon tidak dalam proses khitbah dengan laki laki lain.


Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW "seorang lelaki tidak boleh meminang perempuan yang telah di pinang saudaranya." (HR Ibnu Majah)


Ketiga sang perempuan boleh menerima atau menolak orang yang melamarnya, maka sebaiknya sang perempuan di tanya dan di tunggu jawabannya lebih dulu agar tidak terjadi paksaan.


Keempat tidak melamar perempuan yang sedang masa Iddah.


Kelima memilih pasangan sesuai dengan ajaran agama Islam yaitu di utamakan agama baru kecantikan rupa kemudian asal keturunan dan terakhir karena harta benda nya.


Prosesi acara pinangan sudah mulai berlangsung.

__ADS_1


Dengan di pimpin pemuka agama yang memang di datangkan, acara pinangan di awali dengan doa bersama dan membaca sholawat nabi, bagi pemeluk agama lain seperti bang Anton di persilahkan mendoakan sesuai ajaran agama keyakinannya.


Kemudian dari perwakilan keluarga mempelai pria menyampaikan maksud dan tujuan dari pinangan.


Setelah itu perwakilan dari pihak keluarga pria, meminta Bimo untuk mengatakan sendiri maksud dari pinangan itu.


"Maukah kau menjadi istriku, melaksanakan syariat agama dengan memembina rumah tangga bersamaku dan menjadi ibu dari anak anakku dalam suka maupun duka..?," tanya Bimo kepada Meytta di inti acara pinangan tersebut.


Dengan sedikit malu malu dan mata berkaca kaca Meytta menjawab.


"Aku mau..," katanya sambil menundukkan kepalanya.


Para hadirin pun bertepuk tangan dan turut bergembira.


Setelah jawaban Meytta di berikan yang menandakan bahwa acara pinangan di terima kemudian di lanjutkan dengan acara serah serahan hantaran yang di lakukan secara simbolis, karena begitu banyaknya hantaran yang di bawa.


Bimo hanya mengambil keranjang yang berisi beberapa kotak perhiasan yang sudah di hias tersebut.


Kemudian berdiri menghampiri Meytta dan menyerahkan keranjang tersebut.


Kembali tepuk tangan di lakukan oleh para tamu undangan yang hadir di sana.


Acara pun selesai, namun ada perubahan sedikit dari hasil pertemuan dua keluarga itu yaitu acara pernikahan di ajukan menjadi satu bulan setelah pinangan yang sebelumnya di rencanakan tiga bulan setelah lamaran atau pinangan.


Setelah prosesi pinang lamaran selesai, maka kini saatnya acara pesta makanan di mulai.


Makanan yang sudah di siapkan di bebagai outlet di pinggiran ballroom tersebut mulai di tata oleh petugas yang berjaga.


Semua tamu undangan berjalan menuju outlet makanan yang di kehendaki.


Meytta yang sedikit kesulitan dengan gaunnya masih enggan bergerak dari kursinya.


"Kamu mau makan apa sayang..?, nanti aku yang akan memgambilkan," kata Bimo yang melihat Meytta sedikit kesulitan bila akan bergerak.


"Puding aja mas..sama ice krim," jawab Meytta yang sangat senang dengan perhatian Bimo.


Papa Haryo masih berbincang dengan papa Adrian.


Mereka nampak berbincang sedikit serius.

__ADS_1


"Beberapa hari ini aku melihat kembali ada beberapa keanehan di sistem perusahaan kami mas..," kata papa Adrian kepada papa Haryo.


"Apakah sudah di panggilkan staff ahli di bidang IT mas Adrian..?," tanya papa Haryo.


"Lha...itu mas Haryo ...yang jadi.. masalahnya, menurut orang IT sendiri mengatakan kayak ada yang mengacaukan dan berniat memboikot," kata papa Adrian.


"Kadang aku negatif thinking kembali dengan PT ASA PRIMA mas..., apalagi setelah kejadian anaknya yang di vonis lima tahun karena menculik Meytta."


"Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan dari peristiwa ini, aku juga kemarin mendengar ada juga sedikit keanehan dari Satya asistenku yang mengatakan ada sedikit kerancuan data data," kata papa Haryo.


Keduanya masih berbincang serius hingga mama Halimah dan mama Qonita datang, setelah mengitari outlet makanan sambil membawa beberapa makanan di tangan masing-masing untuk para suami.


Keduanya akhirnya menghentikan perbincangan masalah perusahaan setelah para istri datang sambil membawa makan di tangannya.


Merekapun makan di tempat itu sambil berbincang masalah pernikahan anak anak mereka.


Meytta yang bosan duduk terus, akhirnya ikut berjalan jalan sambil menggandeng lengan Bimo soalnya takut keserimpet gaun yang di pakai nya.


Keduanya menghampiri outlet dari cafe D'JOSs yang nampak masih ramai peminat makanan cafe tersebut.


Di outlet itu yang paling di minati adalah aneka menu minuman karena banyak pilihannya sesuai kekinian.


Karena makanannya sudah banyak di ambil dari outlet lain seperti sate dan gulai kambing, atau dari outlet lontong opor dan sambal goreng, ataupun malah dari makanan western yang juga banyak membuat orang orang penasaran dengan rasanya.


"Kalian bergilir ambil makanan yang lain, nanti keburu habis enggak bisa mencicipi makanan kalau terus bekerja," kata Meytta mengingatkan anak buahnya tersebut.


"Tenang aja mbak..tuh si Iwan yang jadi kurir kita, dia enggak usah kerja tugasnya cukup mengambilkan kita kita makanan," terang Dodi sambil menunjuk ke arah Iwan yang ada di seberang masih membawa nampan makanan untuk teman temannya.


Bimo dan Meytta tersenyum melihat Iwan yang patuh dengan tugasnya, dan tanpa malu malu membawa setumpuk makanan untuk anggota yang lain.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...dengan like, vote, hadiah, rate dan juga koment-nya..


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau (genre silat)


* Aku lebih mencintaimu (romantis**)

__ADS_1


__ADS_2