
Sore itu mereka berkumpul di taman belakang rumah, menikmati indahnya sore sambil melihat para tukang yang membuat Taman dan tempat bermain.
Karena itu pekerjaan borongan jadi para tukang bekerja hingga benar benar petang baru mereka pada pulang.
"Mey..bulan besok mama mau mengadakan selamatan tujuh bulanan kandunganmu..," kata mama Qonita.
"Tanggal berapa mah..?," kini Bimo yang bertanya.
"Biar semua longgar, mama jatuhkan hari sabtu..tanggal sepuluh.."
"Lah berarti tinggal dua Minggu lagi dong mah dari sekarang..?."
Mama Qonita mengangguk mendengar perkataan anaknya.
"Mama juga sudah berembug dengan jeng Halimah..bahkan besok tanggal tersebut Jeng Halimah dan mas Haryo mau nginap di sini," kata mama Qonita lagi.
"Oh..gitu ya mah..?," sahut Meytta sambil mengelus perut nya karena baby boy nampaknya menendang nendang perutnya.
"Kenapa sayang..?," tanya Bimo yang melihat istrinya sedikit meringis.
"Baby Boy nendang mas..?.," kata Meytta mengambil tangan suaminya di tempelkan ke perut nya untuk merasakan tendangan nya.
"Aau..," seru Meytta karena baby boy makin gencar menendang seakan tahu di elus Dady nya.
Mama Qonita dan papa Adrian hanya tersenyum saja.
"Sabtunya itu pagi apa malam mah..?.," tanya Bimo kepada mama mertuanya.
"Sore mas kenduren dulu...terus malamnya seperti kemaren pengajian bapak bapak," sahut papa Adrian yang malah menjawabnya.
"Berarti tak ada prosesi ya mah..?, seperti siram siraman .?," tanya Meytta karena setahunya acara mitoni atau tingkepan ada prosesi mandi trus mecah telur dan sebagainya.
"Enggak kok ...cukup makanannya aja ada bubur, rujak dan jajanan pasar dan lainnya terus di do'akan pak ustad udah ..gitu aja..," jawab mama Qonita sambil tersenyum menenangkan anaknya.
"Terus malamnya pengajian seperti biasanya..bapak bapak.."
Bimo dan Meytta mengangguk mendengar rencana tersebut.
Hari kian gelap, matahari sudah tenggelam dengan keindahan warnanya, semua terlihat sangat tenang menuju ke peraduan nya.
**
"Ayo mas..kita berangkat," ajak papa Adrian kepada Bimo yang berencana sholat Maghrib di masjid kampung belakang.
"Iya..pah," sahut Bimo bergegas mengikuti papa mertuanya.
Kedua pengawal juga bergegas di belakang Bimo yang menyusul papa Adrian.
Seperti biasa kini jika Bimo datang dan ikut sholat berjamaah pasti banyak bapak bapak yang mengajak mengobrol.
__ADS_1
Mereka kini makin merasa akrab dengan Bimo.
"Kapan datangnya mas Bimo..," tanya pak Beno.
"Tadi siang pak, habis kondangan.. ada teman menikah sekalian mampir ke rumah papa..," sahut Bimo sambil tersenyum.
"Oh..."
Bimo menyalami orang orang yang ditemui di masjid itu.
"Mas Bimo.."
"Pak RT."
Bimo berbincang dengan pak RT bermacam topik sambil menunggu sholat Maghrib di laksanakan.
**
Minggu pagi Bimo sudah berolahraga di taman belakang, bersama dengan para pengawalnya.
Berlari lari meningkatkan daya tahan tubuh dan kebugaran.
"Sudah..aku sudah cukup ," kata Bimo sambil berjalan menuju rumah utama papa Adrian.
"Baik tuan,..silahkan tuan istirahat," kata kedua pengawal kepada Bimo.
Bimo yang berjalan tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Baik tuan, akan saya siapkan," kata salah satu dari pengawal tersebut.
Setelah berkata, Bimo melanjutkan langkahnya menuju kamarnya untuk mandi pagi sebelum sarapan pagi.
**
"Sudah selesai mas olahraga nya..?," tanya Meytta yang melihat suaminya berjalan ke arah kamar.
"He'em."
Bimo berjalan menuju kamarnya dengan di ikuti oleh Meytta, menaiki tangga satu persatu dengan pelan karena istrinya mengikutinya.
"Kita jadi belanja keperluan baby boy kan Mas..?."
"Jadilah sayang.."
"Mas Bimo sudah suruh para pengawal jam sepuluh nanti agar bersiap."
Cekleek..
Bimo terus masuk ke kamar, diikuti istrinya.
__ADS_1
"Mas Bimo langsung mandi aja nanti bajunya aku siap kan di sini," kata Meytta menunjuk ke kasur.
"Kenapa malah di bawa ke sini..?enggak di antar di kamar mandi..?, di taruh di meja walk in closed..?."
"Enggak nanti malah aku yang mandi lagi..," sahut Meytta yang melihat ada udang di balik batu dari perkataan suaminya.
"Kan kata Bu dokter kemarin masih boleh ..malah di anjurkan..," seru Bimo yang merasa sudah ketahuan maksud nya sambil tersenyum kecut.
"Kan semalam sudah mas.. ," sahut Meytta sedikit mengerucutkan bibirnya," soalnya pagi tadi sudah mandi keramas masak mandi lagi ..?."
"Kan sekalian mandi bareng mas Bimo..," sahut Bimo yang subuh tadi juga sudah mandi keramas.
Meskipun bibirnya mengerucut tapi Meytta ikut juga langkah kaki suaminya masuk ke dalam kamar mandi sambil sekalian membawa baju ganti lagi.
Bimo tersenyum senang sambil memeluk pinggang istrinya yang kian melebar.
"Pelan pelan mas..," sahut Meytta ketika keduanya sudah masuk ke dalam bathtub di kamar mandi.
Bimo hanya mengangguk sambil mulai melakukan aksinya.
Meytta yang semula hanya setengah hati kini malah sudah terhanyut dengan permainan itu.
"Pelan pelan sayang..," kini malah Bimo yang mengingatkan istrinya tersebut.
"emmm.."
**
Pukul 10.05.
Bimo sudah berada di mobilnya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan dimana mereka akan berbelanja kebutuhan baby boy.
"Maaf tuan kita mau berbelanja di mana..?," tanya pengawal dengan sopan.
"Ke Mall X di jalan YY ," kata Bimo sambil melihat lihat produk baby di tablet yang dibawa nya.
"Mas itu lucu lucu banget..bajunya," seru Meytta.
"Iya..semoga nanti masih ada stok sesuai yang mereka upload..di medsos.."
Mereka kembali melihat lihat barang yang di pajang di medsos salah satu toko tersebut.
Mobil akhirnya sampai di parkiran Mall tersebut, dan sepasang suami istri tersebut turun dengan di dampingi dua pengawal nya meskipun kedua nya berjalan agak sedikit menjauh.
Meytta nampak senang sekali melihat semua kebutuhan bayi yang sangat komplit tersebut.
___________
**Happy reading...maaf chapter nya pendek...soalnya masih ada kesibukan di dunia nyata.
__ADS_1
Tetep tinggalan jejaknya ya**...