
Malam itu Bimo dan Meytta hanya menikmati malam di balkon apartemen.
Dengan rasa sayang yang membuncah Bimo memeluk istrinya yang masih nampak lemah meskipun tak selemah tadi sebelum makan soup khas Prancis hangat.
Masih memeluk istri tersayang dan menciumi rambut serta wajahnya Bimo menikmati malam yang kian larut.
Menara Eiffel makin indah di malam hari dengan aneka lampu yang menghiasi nya.
Meytta makin dalam menyusup di dada bidang suaminya, menghirup aroma wangi khas parfum kesukaan Bimo yang beraroma sangat maskulin.
Seketika wajahnya memerah ketika Bimo sudah memagut bibirnya dengan lembut.
"Kita pindah ke kamar...sayang," bisik Bimo ke telinga istrinya.
Meytta yang tahu akan terjadi apa selanjutnya hanya mengangguk pelan.
Dengan segera Bimo menggendong istrinya ala bridal style menuju ke kamar dengan masih terus menciumi istrinya.
Dan di kamar itu terjadilah apa yang mesti terjadi, keduanya tenggelam dalam indahnya malam itu dengan aktivitas nya, di balik selimut tebal.
**
Pagi hari Meytta yang sudah segar kembali, sudah mulai beraktivitas membuatkan minum suaminya setelah keduanya mandi dan sholat subuh.
"Lagi buat apa sayang..?," tanya Bimo.
"Kopi susu kesukaan mas Bimo," sahut Meytta sambil tersenyum cerah.
Bimo sangat senang melihat istrinya sudah kembali terlihat segar.
Meytta menghidangkan kopi susu kesukaan suaminya beserta kudapan ringan yang hari kemarin di beli di supermarket dekat kondominium sewaktu di Amsterdam.
"Mas..," panggil Meytta kepada suaminya yang masih asyik menyisir rambut nya.
"Apa sayang..?," tanya Bimo sambil mendekat ke arah istrinya.
"Mmm...kalau aku ngidam kok pagi pagi enggak mual ya mas..?," tapi malah kepinginnya makan pedas dan berkuah.
"Yaaa..kata orang tua tua..ngidam itu kan kadang beda beda sayang..?, udah kamu enggak usah banyak pikiran ya.."
"Seandainya memang benar ngidam.. yaa.. Alhamdulillah.."
"Tapi bila enggak ngidam mas..?," tanya Meytta khawatir.
"Memang nya mas Bimo memaksa kamu untuk segera cepat bisa hamil..?, enggak kan..?"
__ADS_1
"Ya kalau belum hamil yaa..berarti Allah belum kasih rezeki ke kita sayang."
"Tinggal kita aja yang rajin mbuatnya..," goda Bimo akhirnya.
Meytta tersipu di goda suaminya.
"Makasih ya mas," kata Meytta.
Bimo hanya mengangguk dan mencium kening istrinya sambil tersenyum geli.
Mereka makan kudapan ringan dan kopi susu yang sudah di buat Meytta tadi.
Sambil duduk di sofa balkon apartemen tersebut memandang menara Eiffel di pagi hari.
"Kita jadi nggak jalan jalan ke menara Eiffel... sayang..?," tanya Bimo.
"Jadi mas.."
"Bener sudah sehat ..?."
"He..em," sahut Meytta sambil memakan kudapan itu.
"Ok...mas Bimo akan telpon Yosef sekalian biar antar kita," kata Bimo.
Bimo kemudian menghubungi Yosef.
"Selamat pagi Yosef."
"Kami hari ini mau jalan jalan ke menara Eiffel dan sungai Seine, tolong antarkan kami."
"Baik tuan,...jam berapa tuan mau berangkat..?."
Bimo kemudian menyebutkan waktu yang di kehendaki nya sebelum menutup telponnya.
"Bagaimana mas..?."
"Kita akan jalan jalan ke menara Eiffel setelah itu kita akan menikmati indahnya sungai Seine dengan menaiki kapal," sahut Bimo sambil tersenyum ke arah istrinya.
**
Setelah Bimo dan Meytta berganti pakaian yang lebih pantas untuk jalan jalan, tak berapa lama bel apartemen berbunyi.
Bimo menghampiri pintu dan Melihat dari balik lubang kecil, memang Yosef.
"Pagi tuan...," sapa Yosef.
__ADS_1
"Pagi..."
"Masuk dan duduk dulu," kata Bimo.
Bimo masuk memberitahu istrinya bahwa sebentar lagi akan berangkat.
"Kita berangkat sekarang sayang," ajak Bimo kepada Meytta yang juga sudah siap.
Meytta tinggal mengambil tas jinjing nya yang dahulu di belikan mama Halimah saat di tanah air.
Mereka meninggalkan apartemen tersebut dan turun ke lantai dasar.
"Kita kemana dulu mas..?," tanya Meytta begitu sudah tiba di depan lobi apartemen.
"Kita ke menara Eiffel dulu sayang," kata Bimo.
Mobil yang di kemudikan Yosef sudah menghampiri keduanya.
Yosef turun dan membukakan pintu mobil untuk keduanya.
"Silahkan tuan..nyonya.."
Bimo dan Meytta pun memasuki mobil tersebut dan melaju ke pintu masuk area menara Eiffel.
Menara yang di bangun tahun 1889 ini merupakan monumen berbayar yang paling banyak di kunjungi di dunia.
Dengan sejarah berdirinya yang penuh dengan dramatisasi.
"Mas kita duduk duduk di sana sambil berfoto," kata Meytta menunjuk sebuah bangku yang tersedia di sana.
Bimo mengangguk dan menuruti apa keinginan istrinya.
Dengan di bantu oleh Yosef mereka berfoto berdua.
Kadang melakukan foto selfi dengan gaya sekenanya.
Hingga mendekati pertengahan siang mereka masih di sana menikmati suasana.
Setelah merasa puas berada di monumen berbayar tersebut mereka akhirnya pindah di sungai Seine yang tak jauh dari sana.
Menara Eiffel memang terletak di sekitar sungai Seine.
Setelah membeli tiket kapal yang akan menyusuri sungai tersebut mereka pun menaiki kapal yang sudah siap mengarungi sungai itu.
__________
__ADS_1
Segini dulu ya readers...maaf tak sampai seribu karakter ...lagi mager..maaaf