
Bimo sudah tiba di kantor, semua pada menyambut sang CEO yang habis bulan madu tersebut.
"Selamat datang kembali ke kantor pak Pres dir..," sapa penjaga pintu sambil menunduk hormat.
Setiap berpapasan dengan para karyawan semua pada menunduk menghormat.
Bimo mengangguk dan tersenyum membalas sapaan anak buahnya itu hingga akhirnya sampai di ruangannya.
Di depan ruangannya mbak Diah sudah nampak sibuk dengan setumpuk berkas yang sudah di siapkan nya.
"Pagi pak..?."
"Pagi mbak..Diah...," balas Bimo kemudian memasuki ruangannya.
Setelah sampai di dalam, Bimo menaruh tas kerja nya, kemudian melepas jas yang di pakainya dan di sampirkan di tempat duduknya.
Di mejanya sudah banyak berkas yang harus di teliti nya dan juga di tandatangani nya.
Tok.. tok .. tok
"Ya..masuk..," jawab Bimo.
Mbak Diah nampak masuk sambil membawa beberapa berkas.
"Maaf pak.. saya mau memintakan berkas berkas ini tanda tangan," kata mbak Diah.
"Apakah sudah mbak Diah teliti..?."
"Sudah pak..ini tentang SK kepegawaian dan juga beberapa kebijakan baru dari perusahaan kita," jawab mbak Diah sambil melangkah maju.
"Baiklah mbak kalau urusan internal saya bisa langsung menanda tangani tanpa perlu ku periksa ulang."
"Oh..ya..tolong panggilkan Om Satya dan pak Andre," kata Bimo kepada mbak Diah yang sudah akan melangkah keluar.
"Baik pak..," jawab mbak Diah sambil mengangguk.
Bimo kini beralih ke berkas yang barusan mbak Diah sodorkan, karena berkas tersebut urusan internal yang tak perlu pemeriksaan, karena pasti sudah di periksa pihak sekretariat maka Bimo dengan segera menanda tanganinya.
Tok..tok..tok..
"Masuk..," sahut Bimo sambil menghentikan penandatanganan.
Cekleek..
"Pagi..pak presdir..," sapa Om Satya.
"Pagi Om..," balas Bimo.
Om Satya melangkah maju dan duduk di depan Bimo.
"Apakah ada permasalahan selama saya tinggalkan Om..?," tanya Bimo.
"Tidak ada..," kata Om Satya sambil tersenyum.
"Toh.. tuan Haryo juga masih kerap menyambangi kemari."
"Yaa..cuma berkasnya makin menumpuk karena harus presdir sendiri yang menanda tangani nya," katanya lagi.
"Iya..nih..Om."
"Aku ingin bertanya tentang kasus persidangan.. bagaimana Om..?."
"Sudah mulai bisa di tebak kita pasti menang..," sahut Om Satya dengan cepat dan tegas.
"Sejelas itu..gambarannya..?."
"Pasti..," sahut Om Satya kembali
"Bahkan Om kemarin berbincang dengan lawyer mereka di luar persidangan, mereka malah sudah mengucapkan selamat kita memenangkan kasus ini," kata Om Satya penuh keyakinan.
__ADS_1
Tok..tok..tok...
"Masuk ..."
Cekleek...
Andre nampak membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Presdir.
"Pagi pak presdir... pagi pak Satya.."
"Ya..pagi.."
"Duduk dulu ..Ndre..," perintah Bimo.
"Sebentar ya Om...aku mau menyelesaikan urusan internal yang sudah pasti tinggal tanda tangan saja," kata Bimo sambil kembali menanda tangani berkas berkas tersebut.
Andre dan Om Satya berbincang di kursi tamu di ruang Presdir tersebut.
Sedangkan Bimo kembali fokus menanda tangani berkas urusan internal seperti kenaikan gaji, berkas pengangkatan pegawai baru, karyawan magang dan juga berkas berkas kebijakan perusahaan itu, seperti tata tertib maupun kebijakan kebijakan lain yang berubah sesuai perkembangan zaman.
"Yaah... akhirnya selesai ," gumam Bimo sambil tersenyum dan memanggil mbak Diah lewat telpon internal.
"mbak berkasnya bisa di ambil," kata Bimo kepada mbak Diah.
Sesaat kemudian mbak Diah sudah masuk dan mengambil berkasnya.
Setelah berkas internal selesai di tandatangani Bimo istirahat sebentar dan mengobrol dengan kedua asistennya tersebut.
"Aku tadi masih membahas tentang hasil persidangan dengan Om Satya, dan menurut Om Satya kita pasti memenangkan perkara ini."
"Yang ingin aku ketahui apakah tuntutan kita agar mereka mengganti kerugian materiil kita bisa terwujud..?," tanya Bimo.
"Soalnya katanya perusahaan mereka kini sudah limbung."
"Seandainya Hartono tak sanggup memenuhinya paling paling di tambahi masa hukumannya," kata Om Satya menegaskan asumsi nya.
**
Di tempat lain di sebuah ruangan Perusahaan PT ASA PRIMA, nampak Hartono tak bisa menyembunyikan lagi kemarahannya.
Semua berkas yang ada di meja di obrak abrik nya.
"Bajingaan..!!," teriaknya mengumpat keras.
"Bayaran aja mahal..kerjanya tak becuuus....!!."
"Kalian ini makan gaji buta namanya..tau nggak..!!," bentak Hartono kepada lawyer perusahaan nya.
Semua nampak menundukkan kepalanya, mereka tahu siapa Hartono mantan preman yang menjadi sukses namun dalam bekerja selalu melakukan kelicikan dan tak segan melakukan kekerasan.
"Ayoo..jawab...jangan hanya diam..memang kalian tak punya mulut..haa...!!," teriak Hartono makin berapi api.
"Apa aku perlu menggunakan senjata ini lagi..!!!," teriaknya sambil mengeluarkan pistol dari pinggangnya.
"M.m.maaf..tuan s.sabar...nanti malah tuntutan kepada tuan makin berat," kata asistensi mencoba meredam emosi nya yang sudah meluap luap tersebut.
"Aku..tak perduli...mungkin ini cara satu satunya yang membuatku bisa puas...membalasnya..," kata Hartono dengan geram.
Semua anak buahnya bergidik ngeri mendengar ancaman dari Hartono tersebut.
**
Meytta yang masih di rumah orangtuanya masih berada di kamar nya.
Sejak suaminya berangkat kerja dirinya merasa kesepian.
Hanya guling sana guling sini..hingga akhirnya bosen sendiri dan keluar dari kamarnya.
"Lho sudah enakkan badannya..?," tanya mama Qonita melihat anaknya sudah keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Meytta menganggukkan kepalanya..habisnya sepi di kamar ..mah..," sungut Meytta sambil cemberut.
"Lho...baru di tinggal tuan muda sebentar aja sudah bingung..," goda bi Ijah.
"Iya..bi..kan aku sudah beberapa hari ini bareng terus sama mas Bimo, jadi hari ini pertama pisahkan.. rasanya sepi dan membosankan," sungut Meytta lagi.
"Ya...udah..sana biar enggak bosan telpon mas..Bimo..mungkin itu juga salah satu ngidam nya," kata mama Qonita membujuk anaknya.
"Oh..iya..ya..mah..kok aku enggak kepikiran sih," Kata Meytta sambil memukul kepala nya pelan.
Berjalan ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.
**
Di ruangan kerjanya kini hanya tinggal Bimo dan Andre.
"Jangan lupa Bos lima hari lagi kita wisuda loh..," kata Andre mengingatkan.
"Oh..iya...ya..," sahut Bimo sambil melihat kalender di meja nya.
"Tolong nanti beritahu mbak Diah jika ada agenda di hari itu lakukan rescedule ya..," kata Bimo kepada Andre.
"Ya.. bos.."
"Nanti Emak sama Babe dan adik adik mau saya ajak nginap di apartemen ya..bos," kata Andre meminta ijin.
"Terserah elu aja.., apa kalau enggak muat ke rumah utama juga bisa kan di mess belakang masih banyak kamar kosong," kata Bimo kepada Andre.
"Aah..enggak enak bos ...sama tuan dan nyonya..," sahut Andre sambil cengar-cengir.
"Alaaa...kaya sama siapa aja kamu ini.."
Tiba -tiba ponsel Bimo berdering.
Drrt... drrt...
"Eh..bentar ya ndre..ni Meytta telpon," kata Bimo.
Andre tersenyum mengangguk.
"Assalamualaikum..," sapa Bimo
"Waalaikumssalam.."
"Ada apa..sayaang..?."
"Dedek... kangen... Dady..," sahut Meytta dari ujung sana.
"Belum ada sehari..kok sudah kangen..?," goda Bimo.
"Bener kok.. dedek baby kangen Dady... buktinya sekarang udah terasa lega," sahut Meytta.
"Ya...hari ini Dady akan pulang awal...tapi cuma hari ini aja lho ya..," kata Bimo.
"Yeiii....," di seberang sana Meytta bersorak kegirangan mendengar suaminya memutuskan pulang awal.
"Sudah ku tutup ya telpon nya..daaa...dedek baby..," kata Bimo sebelum menutup telponnya.
"Daaa..," sahut Meytta lalu menutup telponnya, entah kenapa kini sudah lega rasanya... "Apaa ini ngidam ..yaa..," batinnya
_____________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
Baca juga karya lainku
* Sang Pengacau
* Aku Lebih Mencintaimu**
__ADS_1