
"Assalamualaikum," ucap Adrian saat memasuki rumahnya.
"Waalaikumssalam," sahut mama dan Meytta yang masih di ruang tamu.
"Tumben kalian berdua ada di ruang tamu," kata Adrian kepada istri dan anaknya.
"Iya habis ada tamu," kata mama Qonita sambil tersenyum ke arah suaminya.
"Heh.. benarkah..?," kata Adrian.
"Iya Pa...,teman aku," kata Meytta dengan sedikit pelan.
"Apakah pemuda yang barusan keluar dari rumah ini tadi..?," tanya Adrian penuh selidik.
Meytta hanya menganggukkan kepalanya.
"Kok enggak menunggu papa pulang..?," kembali Adrian bertanya, karena rasa tanggungjawab nya sebagai seorang ayah melihat anak gadisnya di datangi pemuda membuat nya tampak waspada.
"Tadi aku ajak mampir soalnya sekalian sholat Maghrib di sini Pa..," kata Meytta.
Meytta tahu ayahnya sangat overprotektif terhadapnya, makanya dia jarang mengajak temannya laki laki pulang ke rumah kalau bukan benar benar istimewa baginya.
"Dia anaknya baik kok pa..," kata mama Qonita sambil merangkul lengan suami nya mengajak masuk ke dalam ruang keluarga.
"Kok kamu tahu dia anak baik..?, bagaimana kalau dia suka mempermainkan perempuan.? dan punya tabiat yang buruk..? ," kata Papa Adrian lagi.
''Emggaklah ..mama tahu bagaimana lelaki yang baik itu,ya..kayak papa ini," kata mama sambil memuji suaminya.
Meytta yang mengikuti dari belakang hanya mendengar kan perkataan papa dan mamanya.
Di meja makan kembali Adrian bertanya kepada Meytta tentang siapa pemuda yang barusan main ke rumah nya.
Sambil menikmati makanannya Adrian bertanya.
"Siapa nama temanmu tadi..?," tanya Papa Adrian.
"Bimo.. lengkapnya Bimo aryoseno," kata Meytta.
"Bener dia anak baik baik.?," kembali papa Adrian bertanya sambil mengunyah makanannya.
Meytta menganggukkan kepalanya.
"Kayaknya papa seperti kenal wajahnya, tapi dimana ya," gumam papa Adrian pelan.
"Kerja di mana dia..?," kembali Papa Adrian bertanya.
"Masih kuliah Pa.., tapi juga ikut bantu bantu di cafe aku," kata Meytta pelan, takutnya karena Bimo bukan orang kaya papanya akan melarang bergaul dengannya.
"Ohh.., berarti kamu tahu keseharian nya kan..?."
Meytta kembali menganggukkan kepalanya.
Mereka kemudian menyelesaikan makan malam itu dengan berbincang topik yang lain dengan santai.
*****
Di kantor Bimo menyelesaikan tugasnya dengan baik, sudah hampir setengah tahun Bimo menjadi CEO di sana, sudah banyak kemajuan yang sudah di capai Bimo semenjak menjadi CEO.
Dengan bantuan Om Satya dan juga Andre ditambah tim yang solid di perusahaan itu, membuat pekerjaan Bimo makin terasa ringan.
Omset dan income perusahaan yang selalu meningkat membuat perusahaan itu makin tersohor dan memjadikannya menjadi sebuah perusahaan yang paling berpengaruh terhadap perekonomian di negeri ini.
__ADS_1
Semua perusahaan ingin menjalin kerjasama dengan Global Semesta Buana karena setiap perusahaan yang berkerja sama dengan perusahaan itu pasti mengalami keuntungan dan peningkatan omset.
Para mahasiswa dan pencari kerja juga makin memprioritaskan Global Semesta Buana sebagai favorit tujuan utama dalam pencarian lapangan kerja.
Siapa yang tidak ingin bekerja di Global Semesta Buana, gaji yang lebih besar dari perusahaan yang lain dengan tunjangan hidup lainnya yang juga mendukung.
Membuat orang orang berlomba ingin bekerja di Global Semesta Buana maupun anak cabangnya.
"Mbak Dian tolong hubungi Andre suruh datang ke ruangan ku," kata Bimo kepada mbak Diah melalui telpon di mejanya.
"Baik pak,"
Sebentar kemudian terdengar suara ketukan pintu.
Tok..tok..
"Masuk.."
Ceklek...!!
"Masuk... Ndre, ada yang ingin aku bicarakan denganmu," kata Bimo.
Andre memasuki ruang pemimpin perusahaan itu dan duduk di depan Bimo.
"Apakah kamu sudah menyelidiki penyebab PT KSAJ mengalami kebangkrutan..?," tanya Bimo.
"Ya bos, sudah ..ini tadi berusan juga saya sama pak Satya baru membahas masalah itu," kata Andre.
"Kayaknya memang ada yang mau memboikot perusahaan itu bos," kata Andre lagi.
"Memangnya perusahaan mana sih yang mau mengganggu usaha orang yang lain," tanya Bimo dengan rasa penasaran.
"Menurut penelusuran tim yang menyelidiki nya itu semua ulah dari PT ASA PRIMA ,'' jawab Andre.
"Memangnya siapa pemimpin perusahaan itu..? dan ada tujuannya apa..?, setahuku selama aku pernah kerja di sana, tidak pernah berhubungan dengan perusahaan dengan nama itu," kata Bimo lagi.
"Itu yang kita tidak bisa mengungkap nya bos, mungkin permasalahan pribadi," sahut Andre.
"Baiklah selidiki terus masalah itu," perintah Bimo lagi.
"Ngomong omong ada masalah apa sih bos.? kok tumben mau mengurusi masalah perusahaan orang segala, pasti bukan cuma karena kamu pernah kerja di sana kan?," tanya Andre dengan senyuman sedikit jahil.
"Yaah...anaknya pak Adrian pacar aku, dan aku jadi ikut sedih merasakan kesedihan nya," kata Bimo sambil mengangkat kedua tangan di kepalanya sambil bersandar di kursi nya.
Andre kini mengerti kenapa teman dan juga bosnya tersebut sangat ingin tahu tentang permasalah perusahaan itu.
*****
Sore hari
Bimo datang kembali ke cafe D'JOSs dan bertemu dengan teman temannya.
"Wuih..tumben..mas bro, lama gak datang kemari,'' sambut Dodi dengan sumringah.
"Iya ..nih, kirain sudah enggak datang ke sini lagi," sapa Iwan menyambut Bimo dengan melakukan "TOS'' tangan.
Ruri dan Ani juga ikut mengerubungi Bimo yang kebetulan datang agak awal tersebut dengan membawa bungkusan makanan.
''Meytta sudah datang..?," tanya Bimo kepada teman temannya.
"Kayaknya belum tuh..," kata Ruri sambil mengambil makanan itu membawanya untuk di sajikan di piring yang lebih pantas.
__ADS_1
Sore itu memang diperkirakan bakal ramai pengunjung karena bertepatan dengan acara live music seperti yang sudah di agendakan.
Kursi kursi sudah di tata sedemikian rupa, dengan panggung kecil di pojokan ruangan yang di hias sedikit dengan lampu kerlap kerlip.
Segera mereka bekerja sama beres beres tempat tersebut, agar saat pengunjung sudah berdatangan tidak terganggu dengan aktivitas penataan ruangan.
"Assalamualaikum, selamat sore," sapa Meytta kepada semua yang ada di sana.
"Waalaikumssalam, sore mbak Meytta," balas semua karyawan di sana.
Bimo hanya tersenyum kecil sambil menjawab salam itu," Waalaikumssalam."
Sesaat mereka saling berpandangan dan melemparkan senyuman.
"Ehem....," terdengar deheman dari teman temannya.
Membuat keduanya tersadar dan tersenyum dengan sedikit canggung.
Hari makin mendekati malam dan para pengunjung sudah mulai berdatangan.
Kesibukan mulai terjadi dari jumlah pesanan makanan dan minuman yang meningkat drastis, hingga membuat Meytta keluar dari ruangan kantor nya dan ikut membantu melayani pengunjung.
Tampak Meytta dan Bimo sibuk melayani pengunjung, mereka berdua bertindak sebagai waitress.
Mencatat semua pesanan dan mengangtarkan pesanan pesanan konsumen ke meja masing masing.
Saat Bimo dan Meytta tengah beristirahat sambil nampak bercanda setelah mengantarkan pesanan terakhir para pelanggan, datang seorang pemuda menghampiri ke arah tempat duduk Bimo dan Meytta.
Bimo yang melihat seseorang menghampiri nya refleks menatap orang tersebut.
Begitu melihat pandangan Bimo, dan bertatapan mata, orang tersebut sedikit membungkukkan badannya sambil berkata.
"Pak Bimo..," Sapa orang tersebut sambil menganggukkan kepalanya.
Meytta yang melihat pemandangan tersebut sedikit mengerutkan keningnya.
"Siapa sih beib..?," tanya Meytta kepada Bimo sambil memegang lengan Bimo.
Bimo segera menghampiri orang tersebut dan mengajak nya pergi sedikit menjauh.
Rupanya orang tersebut adalah salah satu karyawanya di Global Semesta Buana pada bagian pemasaran.
Rupanya dia penasaran dengan orang yang mirip atasannya di perusahaan tempatnya bekerja.
Dia menghampiri dan memastikan kebenaran pandangan matanya.
Dan ternyata memang benar orang tersebut adalah pimpinan tertinggi di perusahaan nya.
Bimo membawa salah satu karyawan perusahaannya ke tempat yang sedikit agak jauh dari Meytta.
"Aku sengaja menyamar jadi orang lain di sini, tolong jaga rahasia ini, jangan sampai teman temanku di sini mengetahui tentang diriku yang sebenarnya," kata Bimo meminta kepada karyawan nya tersebut untuk menjaga rahasia nya.
Dengan sedikit mengangguk orang tersebut menuruti permintaan pimpinan perusahaan nya meskipun dirinya bingung kenapa bosnya mau melakukan itu.
_____________
****Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya.....
jangan lupa rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date...
Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU****
__ADS_1