
Rombongan mumi berjalan yang ternyata adalah Johan dan teman temannya dengan balutan peban, membuat Meytta sedikit mengerutkan kening.
"Ada apa dengan orang orang berengsek itu," batin Meytta dalam hatinya.
Rombongan Johan yang terluka karena di gigit dan di cakar anjing menjadi makin geram begitu melihat Bimo yang tampak mentertawakannya.
Mereka menjadi pusat perhatian di kampus itu dengan berbagai macam reaksi, ada yang melihat dengan kasihan namun tak sedikit pula yang tampak menikmati pemandangan itu dengan penuh rasa syukur karena kebiasaan kelompok itu yang bikin onar.
Akibat ulah Bimo itu membuat mereka sampai terluka di kejar anjing dan di serang, itu menurut pandangan dan pendapat mereka ...siihh.
*****
Perusahaan keluarga Meytta yang hampir mengalami kebangkrutan mencoba berbenah kembali, untuk sementara itu di lakukan perampingan di perusahaan Adrian.
Kantor kantor cabang sudah benar benar di tutup hanya menyisakan kantor pusat, untuk para karyawan di beri beberapa pilihan opsi, mengundurkan diri dengan pesangon atau tetap menjadi karyawan dengan sistem masuk bergilir, karena untuk melakukan PHK pihak management tidak sampai hati.
Dan sebagain karyawan tetap memilih menjadi pekerja meskipun di buat sistem bergilir dengan adanya pemotongan gaji.
Sambil melakukan penghemat anggaran, perusahaan itu juga masih melobi perusahaan perusahaan yang kemungkinan mau bekerja sama dengan mereka.
"Bagaimana pak Bandi, dengan proposal kerja sama kita kepada perusahaan xxx," tanya Adrian kepada Bandi.
"Mereka masih akan mempelajari dan mempertimbangkan proposal itu pak," jawab Bandi.
Meskipun perusahaan Adrian sudah di kacaukan sedemikian rupa namun orang orang yang bekerja di sana masih gigih berjuang untuk bangkit lagi.
Mereka selalu mencari cara dan terobosan meskipun belum ada hasil sama sekali.
"Hubungi terus dan yakinkan perusahaan perusahaan itu, bahwa kita masih mampu bekerja dengan baik," perintah Adrian kepada Bandi orang kepercayaan nya itu.
Bandi mengangguk mendapat perintah dari pimpinan nya.
"Ya pak ," jawabnya singkat.
Sebenarnya para pekerja di perusahaan Adrian termasuk orang orang yang ulet, meskipun situasi sedang genting namun tak menyurutkan semangat dalam bekerja nya.
*****
Bimo yang sore itu mengantar Meytta pulang dari kampusnya berhenti sebentar di depan gerbang rumah itu, mereka sampai di rumah Meytta menjelang Maghrib.
"Ayo masuk dulu ke rumah," kata Meytta mengajak Bimo masuk ke rumahnya.
"Sekalian sholat di sini dulu, udah hampir Maghrib lho," kata Meytta mengingatkan Bimo.
Bimo sejenak ragu dengan ajakan Meytta, namun akhirnya di putuskan menerima ajakan itu.
Melihat Bimo yang masih tampak ragu ragu, Meytta kemudian menggandeng tangan Bimo dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum.." Meytta dan Bimo mengucapkan salam hampir berbarengan.
Berhubung tidak ada yang menyahut, mungkin baru di belakang semua, Meytta menjawab nya.
__ADS_1
"Waalaikumssalam," kata Meytta sambil mengajak Bimo masuk.
"Duduk dulu ya beib," kata Meytta sambil melangkah masuk ke ruang dalam.
Bimo hanya mengangguk, dan duduk di kursi ruang tamu tersebut.
Di dalam ruang keluarga nampak mama Meytta masih sibuk menyiapkan menu makan malam bersama pembantu rumah tersebut.
"Assalamualaikum ..," sapa Meytta.
''Waalaikumssalam," balas mama dan bi Iyem pembantu rumah itu.
Bi Iyem adalah salah satu pembantu yang bekerja di sana selain itu ada seorang sopir dan seorang tukang kebun yang merangkap menjadi keamanan di rumah itu.
Sudah hampir tiga puluh tahun bi Iyem ikut keluarga itu semenjak Meytta belum lahir.
"Kok kuliahnya sampai sore.?," Tanya mama Qonita.
Meytta hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan mamanya.
"Ma...aku mengajak temanku..,'' kata Meytta dengan sedikit ragu ragu.
Mama Qonita yang melihat ada keraguan pada Meytta sedikit heran.
"Tumben enggak langsung di ajak ke sini, biasanya teman teman mu langsung masuk ke dalam kalau mereka ke sini," kata mama Qonita.
"Ini bukan temanku yang biasa ma," kata Meytta dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Bi Iyem buatkan minuman buat teman Meytta ya nanti sebentar lagi aku ke depan ," kata mama Qonita.
Bi Iyem menganggukkan kepalanya.
"Baik Bu,"
Dalam waktu sebentar saja bi Iyem sudah selesai membuat minuman itu kemudian di antar ke depan.
Tampak di ruang tamu Bimo masih sibuk bermain dengan gadgetnya.
"Mari mas di minum mumpung masih hangat," kata bi Iyem sambil menyajikan minuman dan makanan kecil.
"Saya bi Iyem pembantu di sini mas," kata bi Iyem memperkenalkan diri dengan ramah.
"Terima kasih bi Iyem, saya Bimo teman Meytta," kata Bimo sambil tersenyum dan menganggukan kepala.
Kemudian mama Qonita keluar dengan di dampingi Meytta.
Melihat mamanya Meytta nampak keluar Bimo berdiri dan sedikit membungkukkan badan.
"Selamat sore Tante,'' sapa Bimo kepada mama Qonita.
Mama Qonita tersenyum ramah dan mempersilahkan duduk kembali.
__ADS_1
"Silahkan duduk nak, saya mama nya Meytta," kata Qonita memperkenalkan diri.
"Saya Bimo Tante teman Meytta," kata Bimo sambil menyalami mama Qonita.
Sore itu untuk pertama kalinya Bimo bertemu dengan orang tua Meytta meskipun hanya mama nya saja.
Sehabis ikut numpang sholat Maghrib Bimo minta ijin pamit pulang, karena ada suatu keperluan.
"Enggak sekalian nunggu papanya Meytta pulang nak Bimo, sekalian kita makan malam bersama," tawar mama Qonita yang mulai suka dengan semua kepribadian dari Bimo.
"Terima kasih Tante, mungkin lain kali bila ada kesempatan saya akan main kesini lagi," jawab Bimo.
Meytta mengantar kepulangan Bimo sampai di depan pintu keluar.
"Hati hati di jalan ya," kata Meytta sambil tersenyum manis.
"Enggak di sayang dulu..?," goda Bimo sambil menunjuk ke pipinya.
Bluuuss...seketika wajah Meytta blussing.
Melihat gadisnya menjadi tersipu membuat Bimo tersenyum senang, kemudian pergi dengan hati berbunga.
Sedangkan Meytta juga tidak ke cafe D'JOSs hari itu karena ada urusan di kampus hingga sore tadi.
Bersamaan dengan perginya Bimo sesaat Adrian melihat dan berpapasan di depan belokan masuk ke gerbang rumahnya.
"Siapa itu ..? kayaknya aku kenal dengan anak itu," batin Adrian dalam hatinya.
*****
Hartono dari PT ASA PRIMA masih saja geram dengan keberanian Adrian dan anaknya menentang kemauan nya, rencana yang sudah disiapkannya dan di susun dengan rapi menjadi berantakan.
Dia mulai berencana akan benar benar menghancurkan perusahaan Adrian sampai habis.
Apalagi bila teringat dengan penolakan lamaran anaknya yang membuat mukanya bagai Tercoreng.
Bagaimana mungkin anak Adrian berani menolak niatan lamaran anaknya, baginya itu sebuah pelecehan bagi keluarga Hartono.
Kembali Hartono mengepalkan tangannya saking geram hatinya.
"Aku harus menghancurkan perusahaan itu sampai benar benar hancur, kalau aku tidak melakukannya maka orang orang itu akan meremehkan ku dan tak lagi memandang padaku," begitu dalam hati Hartono berucap.
_________________
**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya....
Juga rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date...
Jangan lupa untuk membaca karya aku yang lain yang bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU**.
__ADS_1