Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
213. Bonchap. Lahiran kembali.


__ADS_3

Tiga tahun kemudian.


"Mas..perut aku sudah mules banget," seru Meytta sambil memegang perutnya yang sudah nampak membesar tersebut.


Bimo yang berjalan di sampingnya dengan muka cemas mencoba menghiburnya.


"Sabar ya sayang..masih bisa jalan apa mas Bimo gendong..?."


"Jalan aja mas..malu di lihat pasien yang lain."


Saat itu keduanya sudah berada di rumah sakit yang sama seperti saat kehamilan pertama, untuk melahirkan anak yang kedua.


Mereka tengah berjalan jalan karena saran dr Puspita," Harus banyak gerak agar baby-nya cepat turun ke pintu panggul." begitu sarannya.


Dari kejauhkan pak Joko yang melihat Meytta nampak kesakitan, sudah mendorong kursi roda untuk di berikan kepada Meytta agar lekas bisa masuk ke ruang VK.


"Cepat duduk sini non biar cepat sampai..," kata pak Joko dengan nafas tersengal.


"Terimakasih pak," sahut Meytta sambil menahan sakit di perutnya, lalu dengan di bantu suami nya dia duduk di kursi roda dengan pelan pelan.


Dengan sedikit cepat Bimo mendorong kursi roda tersebut menuju ruang persalinan.


Mama Halimah masih di rumah menjaga Raja, sambil menunggu papa Haryo yang masih ada ketemuan dengan rekanan untuk menggantikan Bimo.


Sedangkan mama Qonita yang di kabari jika Meytta mau melahirkan sudah berangkat menuju rumah sakit tanpa menunggu papa Adrian yang juga masih ada ketemuan penting dengan klien.


Bimo sudah sampai di ruang kamar bersalin, menunggui istrinya yang nampak kesakitan.


"Duuh mas sakit...," seru Meytta membuat Bimo makin kebingungan sambil mengusap perut istrinya harapan nya mengurangi mulasnya.


"Tante tolongin dong Meytta..!," sedikit berteriak Bimo kepada dokter Puspita.


Dokter Puspita tersenyum melihat ke arah Bimo.


"Mas Bimo ini pembukaannya belum lengkap..jika di paksakan akan be bahaya dan juga malah tak bisa lahir karena jalan lahirnya akan oedem." kata dokter puspita menerangkan dengan sabar.


"Sabaar ya.."


Bimo hanya mengacak rambutnya saking kesalnya.


**

__ADS_1


Bimo sudah berada di luar ruangan bersama mama Qonita, dengan wajah cemas.


"Tenang mas Bimo, berdoa saja ya.. nanti pasti dilancarkan," kata mama qonita menghibur Bimo yang malah nampak gelisah.


Bimo berjalan mondar mandir tak karuan dengan wajah tegangnya.


Pak Joko dan Bu Siti yang juga selalu setia masih tetap berada di sana.


Cekleek..!!


Pintu terbuka dan nampak dokter Puspita sudah berdiri di ambang pintu sambil tersenyum.


Bimo dan lainnya berlari menghambur ke arah dokter Puspita.


"Bagaimana tante..?."


Tanya Bimo kepada dokter Puspita setelah dekat.


"Alhamdulillah mas..lancar.."


"Alhamdulillah..," Seru semua yang ada di sana.


Dokter Puspita mengangguk dan tersenyum lega.


Bimo langsung masuk ke ruang persalinan menghampiri Meytta istri nya yang masih nampak lemah namun sudah bisa tersenyum ke arahnya.


Baby girl masih didekap dan di susui untuk mendapatkan ASI eksklusif.


"Sayaang... terimakasih..," kata Bimo menghampiri istrinya lalu menciumi pipi dan pucuk kepala nya.


Meytta mengangguk tersenyum namun juga menitikkan air mata saking bahagianya.


Bimo membelai rambut Istrinya dengan penuh rasa sayang.


Setelah mengadzani baby girl kembali sang baby di serahkan kepada Meytta untuk disusui lagi, karena merengek terus.


"Oeeeee...oeeee...."


"Cup..cupp..sayaang...anak Mommy...." pelan Meytta memenangkan bayinya sambil berusaha kembali menyusuinya.


**

__ADS_1


Sedikit siang mama Halimah dan papa Haryo beserta Raja sudah berada di rumah sakit.


Mereka nampak sangat bergembira, kini lengkap sudah putra dan putri dari anak anak Bimo dan Meytta.


"Raj...mau lihat adik bayi enggak..?," tanya mama Halimah.


"Mau Oma..," sahut Raja dengan segera, meskipun masih tiga tahun namun Raja sudah lancar berbicara hanya sedikit cedal saja.


"Tapi enggak boleh nakal dan berisik nanti adik baby bangun ok.?."


Kata Bimo memperingatkan anak sulungnya tersebut.


"Ok Daddy..."


Raja naik ke tempat tidur di mana mommy dan adiknya tengah berbaring.


"Sini sayang ...jagoan mommy..," kata Meytta sambil memeluk Raja di sisi yang lain.


"Yeeii..adik yucu..," teriak Raja kegirangan sambil memandang adiknya yang masih pulas tertidur di dekapan mommy nya.


"Yaja boyeh nyayang adik Mom..?."


Meytta mengangguk tersenyum kepada anak lelakinya tersebut.


"Hati hati nanti adik bangun.."


Raja mencium adik bayi nya dengan hati hati.


Semua tertawa senang melihat Raja yang nampak hati hati mencium adik bayi nya.


Nampak papa Haryo, mama Halimah dan mama Qonita sangat senang sekali mendapatkan cucu baru yang sangat cantik.


Di saat semua masih bercanda dan berbincang, papa Adrian nampak datang dengan tergesa gesa dan nafas ngos ngosan.


"Waah...aku telat sendiri..," kata nya dengan lesu melihat semua sudah berkumpul.


Semua tertawa mendengar perkataan papa Adrian.


____________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


__ADS_2