Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
74. Makan malam


__ADS_3

Setelah beberapa saat mereka berbincang, Meytta pamit masuk ke dalam memanggil kedua orang tuanya.


"Aku masuk dulu ya, manggil mama dan papa."


Bimo menganggukan kepala, Jantungnya makin berdebar perasaannya sedikit tegang, sesaat dia merapikan penampilannya.


Beberapa saat kemudian muncullah papa adrian dan mama Qonita dengan di iringi Meytta di belakangnya.


"Eeh..nak Bimo sudah datang..ya," tanya mama Qonita.


Bimo berdiri menyalami mama Qonita dan papa Adrian.


"Assalamualaikum ..Om..Tante..," sapa Bimo sambil menyalami keduanya.


"Waalaikumssalam," balas papa dan mama berbarengan.


"Sudah lama datang nya ..," tanya papa Adrian.


"Baru saja Om."


Papa Adrian memandang Bimo sekilas.


"Kayaknya kita pernah ketemu ya..?," masih lupa lupa ingat Adrian dengan pemuda di depannya.


Bimo menganggukan sedikit kepalanya.


"Iya Om, saya pernah bekerja di PT KSAJ," jawab Bimo dengan jujur.


Semua nampak terkejut tak terkecuali Meytta.


"Beneran pernah bekerja di tempat papa," tanya Meytta tak percaya.


"Kapan..?."


Bimo hanya menganggukkan kepala.


Sesaat papa Adrian mencoba mengingat ingat, seketika senyumnya terkembang.


"Ya aku ingat kamu kerja di kantor cabang kan..?," kata papa Adrian.


"Di bawah pimpinan pak Bandi waktu itu."


Bimo menganggukkan kepalanya kembali.


"Kerja di mana sekarang..?."


Meytta yang hanya mengetahui Bimo Kerja di cafe mulai sedikit cemas, dirinya takut di larang berteman bahkan pacaran dengan Bimo. dengan kecemasan yang tak bisa di hilangkan dari wajahnya Meytta memandang Bimo.


"Kerja kecil kecilan om, sambil kuliah dan membantu Meytta di cafe," kata Bimo sedikit pelan.


Jawaban Bimo yang jujur itu membuat Meytta makin cemas.


Namun di luar dugaan ternyata papa Adrian tampak tersenyum dan mengangguk seakan tidak mempermasalahkan di mana Bimo bekerja.


"Ya pekerjaan apapun, om rasa orang seperti mu akan sukses." kata Adrian, yang membuat Meytta dan mama sedikit terkejut tak menyangka papa nya akan bereaksi seperti itu.


Biasanya papa nya akan sangat overprotektif kepada setiap pemuda yang mencoba mendekati anaknya tersebut.


"Om ingat waktu kamu bergabung di PT KSAJ kamu membuat terobosan baru yang membuat perusahaan untung besar," kata Adrian dengan semangat.


Mama Qonita dan Meytta saling berpandangan, mereka mulai mengerti kenapa papa Adrian nampak cocok dengan Bimo.


Bimo tersenyum menanggapi perkataan dari papa Adrian.


"Mohon doakan aja om semoga saya bisa sukses," kata Bimo kemudian.

__ADS_1


Merekapun berbincang dengan suasana yang hangat, Meytta yang tak menyangka ternyata Bimo sudah mengenal papa nya menjadi sangat senang dengan reaksi yang di berikan papa kepada Bimo.


Sebentar kemudian terdengar adzan isya sayup sayup, papa Adrian mengajak sholat dulu sebelum di lanjutkan makan malam.


Mereka sholat berjamaah di ruang mushola di rumah itu, diikuti para pembantu rumah dan pak sopir.


Setelah selesai sholat berjamaah mama Qonita mengajak Bimo makan malam bersama keluarga itu.


Mereka makan dengan santai dengan di selingi obrolan kecil.


"Bagaimana kalau kamu masuk kerja di perusahaan ku lagi..?," tawar papa Adrian.


"Membantuku memulihkan perusahaan yang sedang terganggu."


Bimo diam sesaat menanggapi tawaran tersebut.


"Memangnya perusahaan om sedang ada gangguan..?," pancing Bimo pura pura tidak tahu.


Adrian menarik nafasnya dalam dalam.


"Selesai kan dahulu makan malam ini, habis itu akan ku ceritakan sedikit tentang apa yang terjadi di perusaahan," kata papa Adrian.


merekapun makan tanpa berbincang lagi, selesai makan mereka menuju ruang tamu lagi dan kembali berbincang bincang.


"Seperti yang tadi om katakan, om akan bercerita sedikit tentang permasalahan perusahaan semenjak kamu keluar."


Kemudian papa Adrian bercerita permasalah yang ada di perusahaan, di mulai dengan tawaran kerjasama dari PT ASA PRIMA yang di miliki oleh tuan Hartono.


Tentang niatan Hartono yang ingin menjodohkan anaknya dengan Meytta, namun di tolak.


"Lalu setelah penolakan itu tiba-tiba perusahaanku mulai mengalami krisis yang aneh, semua tender tak pernah kami menangkan lagi, bursa saham juga terus turun," kata papa Adrian dengan lesu.


Bimo yang awalnya hanya tahu penyebab hancurnya PT KSAJ dilakukan oleh PT ASA PRIMA, kini makin tahu penyebab utamanya.


"Karena gagal memakai cara halus, sekarang mereka ganti memakai cara kasar," batin Bimo dalam hati.


Sekarang Bimo tahu apa yang menyebabkan Meytta akhir akhir ini bersedih.


Meytta yang juga mendengarkan papanya bercerita kepada Bimo hanya menundukkan kepalanya, dia tak berani memandang wajah Bimo karena selama ini tidak berkata jujur kepada Bimo tentang masalah nya.


Bimo yang masih penasaran kepada pimpinan PT ASA PRIMA bertanya tanya dalam hatinya.


"Siapa sebenarnya Hartono ini, kenapa dia nekat mau menghancurkan perusahaan papa Adrian..?, apa sebenarnya motivasinya melakukan itu..?," batin Bimo bergejolak dengan penuh rasa penasaran yang membuncah.


Setelah beberapa papa Adrian kembali bertanya.


"Bagiamana dengan tawaran om tadi..?, kembalilah bekerja di PT KSAJ bantu om di sana," kata Adrian.


"Akan saya pertimbangkan om, tapi meskipun saya tidak kerja di tempat om saya akan berusaha membantu memecahkan masalah yang ada perusahaan," janji Bimo.


Papa dan mama akhirnya masuk ke dalam membiarkan keduanya berbincang, mereka tak ingin mengganggu.


"Kenapa tidak jujur kepadaku..?."


Meytta mendekat memegang lengan Bimo dan mengelusnya pelan seakan menenangkan perasaan Bimo yang sedikit kesal.


"Aku takut kamu akan menjauhiku, padahal aku tidak menyetujui perjodohan itu," kata Meytta.


"Maafkan aku," sambil memeluk lengan Bimo.


Bimo yang awalnya sedikit kesal, akhirnya melunak juga, toh ini bukan kesalahan kekasihnya itu.


Mungkin benar dia tak jujur karena memang dirinya tak akan pernah menyetujui rencana perjodohan itu.


Direngkuhnya gadis itu.

__ADS_1


"Besok lagi bila ada masalah apapun itu, bicaralah padaku. Aku akan berusaha sekuat tenaga membantumu,..ok.?," kata Bimo yang di angguki oleh Meytta.


Malam itu perasaan Meytta menjadi sangat lapang, beban yang selama ini di pendamnya seakan hilang dengan kebenaran yang terungkap tersebut.


Sekarang tidak ada yang perlu di tutup tutupi lagi kepada kekasihnya itu, dan masalah perusahaan papanya semoga benar Bimo mampu membantunya, minimal bisa memberikan ide atau gagasan yang bisa sedikit memecahkan masalah.


"Sayaang...memangnya kapan sih kamu kerja di tempat papa..?,kan selama ini kamu selalu ke cafe."


"Beberapa bulan yang lalu sebelum sebuah kejadian membawaku kembali ke takdir lamaku," kata Bimo dengan penuh teka-teki.


"Memangnya ada kejadian apa sih.?."


"Suatu saat nanti kamu akan tahu, kalau sudah menjadi istriku," goda Bimo.


"Ishh..," seketika pipi Meytta merona mendengar godaan itu.


Bimo berjanji dalam hatinya akan memecahkan masalah perusahaan calon mertuanya tersebut, dalam hatinya semakin penasaran dengan orang yang bernama Hartono itu.


***


Pagi hari.


Bimo sudah bersiap berangkat ke kantor nya, dengan mengendarai motornya dia melesat ke rumah orang tuanya.


Karena masih pagi Bimo hanya menjumpai para pekerja di rumahnya, sedangkan mamanya biasanya sehabis sholat subuh di mushola keluarga kembali ke kamarnya lagi.


"Assalamualaikum..," sapa Bimo kepada pak Joko yang masih memberi makan beberapa burung dan binatang piaraan di rumah itu.


Untuk menambah ke asrian di rumah tersebut memang di dalam rumah tepatnya di beranda samping di bangun sebuah taman dengan aneka binatang semacam kebun binatang mini.


"Waalaikumssalam, Eeh ..mas Bimo tumben amat jam segini sudah sampai di sini, emang di kantor ada pekerjaan tambahan ya mas..?." tanya pak Joko.


Bimo menggelengkan kepalanya, sambil duduk di kursi taman itu memperhatikan kegiatan pak Joko tersebut.


"Enggak kok pak, pingin aja ke sini pagi pagi, sekalian makan pagi bareng papa dan mama."


"Ooh.., saya kira ada sesuatu yang penting," jawab pak Joko.


Mendengar ada perbincangan di taman samping, mama Halimah mendatanginya.


"Looh..tumben pagi pagi sudah ada di sini, memangnya semalam pulang dan tidur di rumah..?, nak," tanya mama Halimah.


Bimo menggelengkan kepala sambil beranjak berdiri mengambil tangan mamanya dan menciumnya.


"Enggak kok mah.. semalam tidur di kos, pagi ini mau ketemu papa," kata Bimo sambil tersenyum.


Mama Halimah tersenyum memandang anaknya.


"Bagaimana dengan acaramu tadi malam..?," tanya mama Halimah sedikit penasaran.


"Alhamdulillah..mah ..lancar," jawab Bimo.


"Kapan mau di kenalkan mama nak.?,"


Bimo tergelak kecil, mendengar keantusiasan mama nya tersebut.


"Sabar ya mah, nanti kalau sudah lolos ujian baru aku ajak kemari," kata Bimo sambil berdiri membantu pak Joko yang nampak kesulitan menaikkan sangkar burung yang super besar.


___________


****Selamat membaca jangan lupa memberi dukungan dengan like dan hadiah..juga vote-nya.


jadikan cerita ini favorit dan kasih rate bintang lima.


Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul "SANG PENGACAU****"

__ADS_1


__ADS_2